Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.79


__ADS_3

Satria pun kembali ke hotel bersama anak buahnya. Ia langsung menceritakan kejadian hari ini pada Kenan untuk melakukan misi penyelamatan.


"Jadi menurut ayah mereka ada di sebuah mansion besar?" tanya Kenan penasaran.


"Iya, bisakah kau mencaritahu siapa pemilik mansion tersebut?" tanya Satria.


"Baiklah akan kucari tahu ayah.. " ucap Kenan.


Satria pun menghubungi istrinya yg masih di perjalanan. Dan kabar mereka berdua baik membuat keduanya tenang, walaupun hingga detik ini Sofia masih belum ditemukan.


Sementara Kenan dan orang-orangnya mencaritahu siapa pemilik mansion besar tersebut. "Siapa pemilik mansion tersebut? kuharap dia bodoh dan meninggalkan petunjuk.." gumam Kenan.


Setelah beberapa jam ia berkutat di laptopnya bersama timnya ia pun menemukan petunjuk. Dan dari petunjuk tersebut ia berhasil meretas beberapa data dan menemukan pemilik mansion megah tersebut berdasarkan alamat dan nomor yg tertera di gerbang yg difoto oleh ayahnya.


"Bingo..! kena kau.. WILLIAM..?? lagi.??" gumam Kenan bingung dengan sosok William.


Lalu ia pun menghubungi tim SHIELD untuk mengirimkan data-data seorang pria bernama Wiliiam tersebut.


"Aku butuh bantuan kalian, tolong kirimkan aku data-data tentang pria bernama William dari BlackStar.." pinta Kenan.


"Baik tuan.. segera kami kirimkan."


"Bagus, aku tunggu.." balas Kenan.


Setelah beberapa saat muncullah notifikasi pesan email masuk. Dengan sekali klik Kenan membuka email mengenai pria bernama William tersebut.


"Sial.. dia benar-benar bukan orang biasa.. " ucap Kenan.


"Bagaimana??" tanya Satria pada Kenan.


"Lagi-lagi Si William.. lalu aku memcaritahu tentang orang tersebut.. Jawabannya cukup mencengangkan ayah.." ucap Kenan.


"Tunggu sebentar.." ucap Satria membaca email tersebut.


"Seperti yg kutahu Kenan, dia cukup berbahaya.. kita harus berhati-hati.." ucap Satria.


"Lalu apa rencana ayah?" tanya Kenan.


"Kita butuh penyusup untuk masuk kesana.." ucap Satria.


"Dan siapa yg akan kita tugaskan? ayah sudah mencaritahu?" tanya Kenan.


"Mereka memerlukan tenaga medis, dan kita bukan tenaga medis.. jadi aku akan menghubungi orang-orang SHIELD yg mengerti tentang medis dan ilmu kedokteran.." ucap Satria.


"Tunggu aku tahu siapa yg cocok untuk tugas ini.." ucap Kenan.


"Tunggu, bukan adikku kan?" tanya Satria.


"Duh ayah, ngapain kita bawa-bawa aunty Sinta.. " ucap Kenan.


"Lalu siapa?" tanya Satria bingung.


"Alfi.." ucap Kenan.


"Anak dari Bima maksudmu?" tanya Satria.


"Yap.. benar, dia seorang dokter bisa beladiri dan yg terpenting kakak mempercayainya.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Baguslah, tapi apakah dia bersedia?" tanya Satria.


"Kalau itu akan kuusahakan, tapi ayah juga sediakan opsimu kalau-kalau Alfi tidak bisa membantu.." ucap Kenan.


"Oh baiklah nak, ayo kita jalankan misi kita.." ucap Satria.


Dan malam itu Kenan menghubungi Alfi.


"Hallo Alfi apa kau sedang sibuk?" tanya Kenan.


"Tidak, katakanlah Ken kau butuh apa?" tanya Alfi sudah bisa menebak.


"Aku butuh bantuanmu, jadi bisakah kau membantuku..?" balas Kenan.


"Ya bantuan macam apa karena aku sedang bertugas di sebuah negara.." ucap Alfi.


"Kau tidak di Singapura?" tanya Kenan.


"Aku ada di negara Y, dan sedang dalam tugas.." ucap Alfi malas.


"Tepat sekali, aku sedang di negara Y juga.." ucap Kenan.


"Baiklah kita bertemu saja.." ucap Alfi.


"Pergilah ke hotelku, kau bisa?" tanya Kenan.


"Ken apakah normal aku ke kamar hotelmu?" ucap Alfi heran.


"Haha, aku tidak sendirian.. kau pikir aku ini apa?" ucap Kenan.


"Baguslah, aku tak mau menurunkan harga diriku dengan masuk ke kamar hotel lelaki.. uhhh membayangkannya saja aku mau muntah.." ucap Alfi.


"Ya aku segera kesana.." ucap Alfi.


Lalu Kenan memutuskan panggilan dan tersenyum. Satria pun heran ada apa dengan Kenan.


"Kau menghubungi kekasihmu sampai tersenyum begitu?" tanya Satria.


"Ayah aku tak punya kekasih dan yg tadi itu Alfi.. dia akan kemari.." ucap Kenan.


"Kapan ia tiba? Besok?" tanya Satria.


"Tidak ayah, dia ada disini dan sejam lagi ia sampai.." ucap Kenan.


"Kebetulan yg bagus.. " ucap Satria.


"Ya ayah, aku akan menunggunya.." ucap Kenan.


Kenan pun menunggu Alfi datang. Ia juga terus memantau CCTV area mansion tersebut yg berhasil ia retas. Tak lama kemudian, pintu mereka pun diketuk dan Kenan mengintip sedikit di lubang kecil. "Akhirnya kau datang juga.." gumam Kenan.


"Cepat masuklah.." ucap Kenan.


Lalu Alfi masuk dan Kenan langsung mengunci pintu.


"Ken apa yg terjadi dan kau bilang tidak sendiri?" ucap Alfi lalu dikejutkan dengan kemunculan Satria.


"Akh.." ucapnya terkejut.

__ADS_1


"Hallo anak muda.. tenanglah aku masih hidup.." ucap Satria.


"Maaf paman, aku cukup terkejut.." ucap Alfi.


"Ya duduklah mari kita bicara.." ucap Kenan.


"Maaf hanya ada ini hotel.." ucap Kenan memberikan secangkir kopi pada Alfi.


"Ok tak masalah.." balas Alfi tersenyum.


"Jadi kami butuh bantuanmu Alfi.." ucap Satria mengawali.


Kenan pun menceritakan segalanya hingga membuat Alfi terkejut. Apalagi mendengar Sofia diculik.


"Jadi, Sofia benar-benar diculik? bagaimana bisa?" tanya Alfi.


"Ya semua terjadi begitu saja, ia bergerak sendiri bersama kedua rekannya.. Dan ia tertembak lalu dibawa kabur mereka." ucap Satria.


"Maaf paman, jadi apa tugasku?" tanya Alfi antusias.


"Jadi kami sudah menemukan alamat dimana Sofia disekap.." ucap Satria.


"Dan ini lokasinya.." ucap Kenan menunjukkan alamat dan lokasinya.


"Lalu apa yg akan kulakukan?" tanya Alfi.


"Kau menyusup sebagai dokter, dan memata-matai disana.." ucap Kenan.


"Apa kau yakin Sofia ada disana?" tanya Alfi.


"Justru itu kita butuh dirimu sebagai penyusup untuk mengetahui sesuatu.." ucap Kenan.


"Ok aku akan membantu kalian, kebetulan tugasku juga sudah selesai disani.." ucap Alfi.


"Bagus Alfi, aku minta bantuan darimu.. aku akan menjamin segalanya dan mengirimkan bantuan jika kau dalam bahaya.." ucap Satria.


"Baiklah paman, aku akan membantu Sofia.." ucap Alfi.


"Baiklah.. ini rencana kita.." ucap Satria menjelaskan semua rencananya.


☘☘☘


Sementara Sofia, ia tengah kesal setelah Vall memaksa memasangkan cincin dijarinya apalagi memeluknya. "Lamaran macam apa ini? ini bukan lamaran tapi pemaksaan, masa dilamar sembari ditodongkan pistol?" gumam Sofia kesal.


Ia pun membanting pintu secara kasar membuat para pelayan takut. Apalagi Sofia sendiri yg mengunci pintu kamarnya dari dalam.


"Dengar ya jangan ada yg berani masuk!! atau kalian akan mati jika memaksa masuk..!" teriak Sofia.


Penjaga hanya menghela nafas, mengingat Sofia mampu menghabisi pasukan di US sendirian.


Dan Vall masih diruangannya dan sedang diobati. Ia masih memikirkan bagaimana menghadapi Sofia setelah segala perlawanan Sofia terhadapnya tak bisa dianggap remeh.


Setelah dokter pergi, Vall pun membuka laptopnya. Namun, sangat sulit baginya menembus pertahanan keamanan data milik Kenan. Ia berniat mencaritahu tentang Kenan dan membobol data miliknya.


"Sofiaa.. kenapa sulit sekali kau menerimaku.." gumamnya.


☘☘☘

__ADS_1


Sementara itu, setelah Alfi pulang. Kenan pun melihat ada yg mencoba menerobos server data miliknya. "BlackStar bodoh.. Kalian kira aku sebodoh itu.." ucap Kenan.


Kemudian Kenan menjebak mereka untuk melacak lokasi si hacker bodoh tersebut. "Kena kalian.. mari kita lihat dimana kalian berada.." ucap Kenan. Dan ia begitu terkejut melihat lokasinya berasal dari mansion tersebut. Kenan mengepal geram dan sangat yakin kalau kakaknya ada disana.


__ADS_2