Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.112


__ADS_3

Satria yg pingsan pun dibawa ke negara dimana Vall berada. Saat mendapatkan kabar dari William, Vall pun geram bercampur senang. Yg artinya ia harus mempercepat pernikahannya dengan Sofia agar Sofia mampu melindunginya. Serta Satria akan dijadikannya alat untuk mengancam Sofia.


"Akhirnya anak buahmu berguna juga Will.." ucap Vall.


"Ya tuan, mereka memang kutugaskan untuk mengikuti tuan Satria yg sedang pergi ke negara lain sementara anak dan istrinya pulang ke Indonesia." balas William.


"Baguslah, kerja bagus Will.." ucap Vall.


"Besok aku akan bertemu dengan Sofiaku dan ia akan menunjukkan markas SHIELD tempatku berlindung dari hukum.." ucap Vall tersenyum.


☘☘☘


Sementara Sofia tengah bingung karena ia tak lagi mempu menghubungi ayahnya karena ponselnya sudah mati. Ia pun mulai merasa gelisah dan tak karuan, ia sangat menaruh curiga pada William dan anak buahnya. Hingga ia menugaskan anak buahnya untuk mencari ayahnya di negara tersebut.


"Kenapa ayah tiba-tiba tak bisa dihubungi?? ini gawat.. aku harus memeriksa kondisinya dengan mengirimkan orang-orangku.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun langsung menghubungi anak buahnya yg dapat dipercaya untuk mencari ayahnya serta langsung menghubungi Kenan. Kenan pun mencoba melacak CCTV sekitarnya, tapi CCTV nya sudah dibersihkan.


"*****..!" umpat Kenan.


Kenan pun gagal mencari keberadaan ayahnya karena mungkin ayahnya sudah ditangkap beberapa jam yg lalu. Ia segera mengabari Sofia dan Sofia yakin ini pasti ulah anak buah William dan juga Vall.


Hari yg dijanjikan Sofia pun telah tiba. Vall datang ke apartemennya dan Sofia langsung keluar.


"Wah kau sudah siap Sofia?" tanya Vall.


"Tentu.." balas Sofia.


Mereka pun langsung berangkat menuju markas SHIELD. Akhirnya Vall bisa melihat markas musuhnya dengan mudah. Dapat dipastikan tatapan kesal anak buah Sofia tatkala melihat Vall datang. Tapi Sofia menyuruh mereka menundukan kepala saat melihat Vall agar tak terjadi hal buruk dan mereka mengikutinya.


Saat masuk tampak semua orang ramah dan hormat pada Sofia. Dan hanya menunduk saat melihat Vall.


Sofia pun mengajak Vall masuk ke dalam ruangan demi ruangan.


"Ruangannya cukup banyak dan fasilitas yg lengkap.." ucap Vall.


"Tentu, kami akan terus membuat semua staf nyaman.." ucap Sofia.


"Aku penasaran dengan koleksi senjata kalian.. bolehkah?" tanya Vall.


"Tentu, kita akan langsung kesana.. " ucap Sofia.


Mereka pun berjalan hingga tiba di ruang penyimpanan senjata.


"Wah senjatanya cukup lengkap.. kurasa keuangan dan juga akses kalian sangat mudah.." ucap Vall.


"Iya tentu.." balas Sofia yg paham maksud dan tujuan Vall.


"Jadi kau ingin aku menyuplai senjata pada BlackStar?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Jika kau bisa melakukannya dengan senang hati aku akan menerimanya.." ucap Vall tersenyum.


"Ya setelah menikah aku akan melakukan itu.. untuk sekarang aku harap kita fokus pada rencana pernikahan.." ucap Sofia mengalihkan Vall.


"Ide bagus Sofia.. ayo kita bahas nanti.." balas Vall.


"Baiklah aku sudah puas melihat-lihat disini.." ucap Vall.


"Ayo kita ke cafetaria, sudah waktunya makan siang.." ucap Sofia.


"Baiklah.." balas Vall mengikuti Sofia.


Mereka pun berjalan menuju cafetaria dan makan siang disana. Vall pun tak menyangka jika Sofia akan makan di tempat sederhana begitu.


"Aku salut padamu, kau masih mau makan disini bersama anak buahmu.." ucap Vall.


"Apa salahnya? standar makanan disini halal dan sehat.. rasanya juga tak kalah enak, " balas Sofia.


"Benarkah, pantas saja anak buahmu sehat semua.." ucap Vall.


"Apa maksudmu?" tanya Sofia.


"Tidak, aku hanya memuji mereka.." balas Vall.


"Baiklah habis ini aku masih ada urusan, tidak apa kan?" tanya Vall.


"Ya.. aku juga cukup sibuk.." balas Sofia.


"Ya dan kuharap kau tak menyesal dengan harganya.." ucap Sofia.


"Tentu aku akan membayarnya dengan senang hati jika itu cocok untukmu.." balas Vall.


Setelah makan, Vall pun pamit undur diri karena ada urusan lain. Sofia pun mengantarkannya sampai di parkiran. Setelah Vall pergi, Sofia bertanya pada anak buahnya yg memantau CCTV dimana mereka mengunjungi gedung tersebut.


Walaupun sudah aman menurut anak buahnya, tapi Sofia dan anak buahnya tetap mencari sesuatu yg mungkin alat penyadap dan sebagainya yg Vall sembunyikan untuk mengetahui rencana SHIELD. Dengan teliti mereka mencari di setiap detail ruangan yg dikunjungi dan Sofia menemukannya.


"Binggo..!" ucapnya membuat anak buahnya terkejut.


"Nona ini adalah alat penyadap super mini, dan lihat tim lain juga menemukannya.." ucap anak buah Sofia.


"Kerja bagus, kumpulkan dan langsung rusak.." ucap Sofia.


"Baik nona.."


"Sudah kuduga si mafia gila itu berkali-kali memasukkan tanggannya ke dalam kantongnya.. " ucap Sofia.


Setelah mereka mengumpulkan alat penyadap tersebut, mereka langsung menghancurkannya. Sofia pun bisa lega setelah menemukannya. Tak lupa ia mengirimkan foto-foto alat penyadap tersebut ke semua anak buahnya termasuk Kenan agar lebih berhati-hati.


Setelah itu Sofia kembali menghubungi anak buahnya untuk mencaritahu keberadaan ayahnya.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Sofia di telepon.


"Maaf nona CCTV nya sudah mereka bersihkan.." balas mereka.


"Baiklah, cari tahu CCTV sekitar.. ehm.. kemarin ayah bilang akan ke mesin atm sebelum ke bandara.. kalian cek mesin atm terdekat dan cek CCTVnya.." pinta Sofia.


"Siap nona.." balas mereka.


"Dasar pria licik, kau pikir bisa membodohiku.." gumam Sofia.


Sofia pun mengadakan meeting dadakan dengan Kenan dan juga Alfi. Sofia mengatur strategi yg mungkin akan terjadi. Kenan dan Alfi pun mendengarkan Sofia dengan seksama dan sesekali memberikan pendapat.


☘☘☘


Sementara Satria kini sudah dibawa ke sebuah gedung kosong milik Vall. Vall pun berencana datang dan meninggalkan Sofia dengan dalih ada urusan.


Satria pun sadar dan merasakan leher belakangnya sakit akibat pukulan. Kini ia menyadari pasti ini ulah William dan anak buahnya.


"Ukh.." gumamnya.


"Akhirnya kau bangun juga.." ucap mereka anak buah William.


"Baguslah jika kau diam.." ucapnya tertawa.


Sementara Satria sedang mencari cara untuk kabur. Ia perlahan mencari sesuatu untuk memotong tali yg mengikat ditangannya. Hingga ia teringat pisau yg ada di belakang bajunya. Dengan perlahan ia meraih pisau tersebut dan berusaha memotong tali tersebut.


"Aku harus kabur agar Sofia aman.." gumamnya dalam hati.


Anak buah William pun tiba dengan membawakan makanan.


"Ini makananmu.." ucapnya.


"Bagaimana aku makan jika tanganku terikat.." ucap Satria.


"Kau ini sudah tua manja sekali.. kubilang makan ya makan..! sepertinya kau butuh pelajaran.." ucapnya hendak memukul Satria.


Tapi Satria langsung bangkit dan menghajarnya hingga pingsan. Satria pun mengikat orang tersebut dan keluar perlahan. Setelah melihat beberapa dari mereka tengah berkumpul, Satria pun menarik perhatian dan berencana menghajar mereka semua.


"Maaf toiletnya dimana ya?" tanya Satria santai.


"Sialan dimana si bodoh itu? menjaga pria tua saja tak mampu.." ucapnya sembari menyuruh yg lain menangkap Satria.


Tapi rasanya tak mungkin mereka sanggup melawan pimpinan SHIELD. Hingga mereka babak belur dan pingsan di tangan Satria.


"Maaf anak muda, tapi pak tua ini masih mampu menghajar kalian.." ucap Satria mengikat mereka semua.


Satria pun berhasil meloloskan diri dan kabur dari sana. Ia berjalan santai hingga ke jalan raya dan menemukan taksi. Langsung saja Satria pergi menuju markas SHIELD untuk mengabari Sofia.


Sementara Vall dan William yg tengah bahagia telah menangkap Satria harus menelan pil pahit, lantaran semua anak buahnya tumbang dan dalam posisi terikat saat mereka datang.

__ADS_1


"Will kita sudah meremehkan pak tua itu.." ucap Vall.


"Ya tuan, walaupun sudah diikat tapi pak tua itu mampu melepaskan diri dan menghajar mereka semua.." ucap William.


__ADS_2