Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.173


__ADS_3

1 jam pun berlalu tapi kedua orang tersebut masih saling diam seribu bahasa. Sofia yg merasa tak bersalah pun kesal dan menunggu anak buahnya membawakan cctv hotel pagi ini.


Setelah memakan waktu 1 jam anak buah Sofia pun tiba dengan membawa rekaman cctv yg ada di sebuah laptop.


"Bagaimana?" tanya Sofia.


"Beres nona, silahkan anda lihat .."


"Oke.. kerja bagus.. tunggulah diluar, nanti kupanggil lagi jika butuh bantuan.." ucap Sofia.


Sofia pun mendekati suaminya sambil membawa laptop.


"Al kau lihat sendiri semua rekaman cctv pagi ini.." ucap Sofia memberikan laptopnya pada Alfi setelah ia memeriksanya.


Alfi yg semula diam pun meraih laptop tersebut


"Ini tidak di edit kan??" tanya Alfi.


"Cukup lihat saja apa susahnya sih, kalau masih tak percaya kau hubungi pihak hotel dan lihat rekaman dari mereka langsung.." ucap Sofia.


"Maaf Sofia.." ucap Alfi.


"Ya, lagipula kau ini dapat kabar dari siapa sih?" tanya Sofia.


"Nathalie.." jawab Alfi.


"Dasar rubah betina itu memang tidak mengenal takut..!" ucap Sofia.


"Sudahlah.." ucap Alfi.


"Ya.. lain kali aku akan membuatnya menyesal.." ucap Sofia.


"Kau tidak berniat mencelakainya kan?' tanya Alfi.


"Tidak, sama sekali tidak. Tapi wanita yg suka menggoda suami orang harus diberi pelajaran agar jera.." ucap Sofia.


"Jangan keterlaluan.." ucap Alfi.


"Jadi kau menyalahkanku? yg mengadu domba kita siapa? Nathalie bukan? kenapa aku yg disebut keterlaluan.." balas Sofia tak kalah kesal.


"Bukan begitu maksudku.." ucap Alfi.


"Terserahlah.. aku mau keluar.." ucap Sofia.


"Kau mau kemana?" tanya Alfi


"Cari udara segar, kepalaku sakit pagi-pagi sudah bertengkar denganmu.." ucap Sofia.


Sofia pun keluar dari kamar dan pergi bersama anak buahnya. Di perjalanan menuju keluar hoter ia bertemu dengan Nathalie yg tersenyum menatapnya.


Sofia pun terus berjalan mengikuti anak buahnya dan minta diantar ke markas SHIELD.

__ADS_1


"Haha rencanaku berjalan sempurna.. kini aku tinggal mendekati Alfi.." gumam Nathalie dalam hati.


Sementara Alfi, ia termenung dan memikirkan semuanya. Baru kali ini ia bertengkar hebat dengan Sofia. Ia menuduh Sofia bertemu dengan Alex tanpa ijinnya. Ia juga lebih mempercayai Nathelie yg sudah sengaja membuatnya dan juga Sofia bertengkar. Bahkan parahnya ia mengira Sofia akan membalas perbuatan Nathalie dengan kekerasan.


"Apa yg sudah kulakukan??" gumam Alfi.


Ia pun segera menghubungi Sofia, tapi ponselnya tertinggal di kamar hotel. Kini ia bingung harus mencari Sofia kemana. Setelah cukup lama berfikir, Alfi mencari alamat markas SHIELD yg ada di negara ini. Ia pun pergi dengan taksi.


Sebelum menemukan taksi, ia sempat bertemu dengan Nathalie.


"Tuan Alfi, apa kau baik-baik saja..?" tanya Nathalie polos.


"Berhenti menggangguku.. ini peringatan terakhir..!" ucap Alfi.


"Aku hanya berbagi informasi penting.." ucap Nathalie.


"Terserah, tapi wajahmu terpampang jelas di cctv.." ucap Alfi lalu meninggalkan Nathalie.


"Apa?? wajahku terlihat di cctv??" gumam Nathalie.


Sementara Alfi melaju bersama taksi untuk mencari Sofia di markas SHIELD. Dan yg sedang dicari pun malah menyibukkan diri dengan bekerja. Sofia mengecek berkas-berkas yg bisa ia kerjakan. Lalu ia ke ruang latihan, dan sedikit berlatih disana. Cukup lama hingga tubuhnya penuh dengan peluh.


Sofia pun meminta anak buahnya yg wanita untuk membelikan pakaian baru untuknya. Ia begitu malas pulang dan berdebat dengan Alfi. Hingga ia berganti pakaian saat pakaian barunya datang.


Sofia pun kembali bosan tapi karena lelah ia hanya duduk diruangannya. Tanpa sadar ia tertidur di sofa ruangannya. Dan Alfi pun tiba disana, cukup sulit untuk masuk ke SHIELD. Tapi berkat bantuan ayahnya ia bisa masuk ke dalam.


"Maaf ayah aku harus memanfaatkan kuasamu.." gumam Alfi dalam hati.


Setelah bisa masuk, Alfi diantarkan menuju ke ruangan Sofia. Setelah tiba di pintu, dan mengetuk pintu, tak ada jawaban dari dalam. Pengawal pun bingung dan panik.


"Sudah biarkan aku masuk.." ucap Alfi.


"Tapi tuan.."


"Sudahlah, aku suaminya.. aku punya hak untuk masuk ke ruangan ini, kalau terjadi sesuatu di dalam kau mau tanggung jawab?"


"Ba-baik tuan.." balas pria itu pasrah.


Alfi pun masuk perlahan ke dalam ruangan. Dilihatnya Sofia sedang tertidur di sofa, ia pun menyuruh anak buahnya untuk pergi karena Sofia hanya tertidur. Anak buah Sofia pun menurut dan meninggalkan ruangan tersebut.


Di dalam ruangan Alfi hanya duduk di sofa tersebut sembari memerhatikan Sofia yg sedang tertidur. Cukup lama hingga Sofia terbangun.


"Hmm.. aku tertidur berapa lama??" ucapnya sembari menatap jam dinding di ruangan tersebut.


"Kau sudah bangun?" tanya Alfi membuat Sofia terkejut.


"Akh, sejak kapan kau disini? siapa yg menyuruhmu masuk?" tanya Sofia masih terlihat kesal.


"Aku suamimu, pasti aku bisa masuk. Maafkan aku Sofia, aku bersalah.." ucap Alfi.


"Tadi pagi kau langsung marah-marah pada info palsu.. " ucap Sofia.

__ADS_1


"Maaf, kumohon maafkan aku.. ayo kita kembali ke hotel.." ucap Alfi.


"Tidak aku masih kesal padamu.." balas Sofia.


"Sofia aku berjanji akan selalu mrmpercayaimu.." ucap Alfi.


"Aku tak percaya.." ucap Sofia.


"Sofia sayangku, maafkan aku.. aku mengaku aku sangat bodoh memarahimu begitu saja.." ucap Alfi berlutut di hadapan Sofia.


"Benarkah? Baiklah aku beri 1 kesempatan, jika kau tak bisa berfikir dengan jernih dan langsung marah-marah, aku akan meninggalkanmu.." ucap Sofia.


"Iya aku berjanji Sofia.." ucap Alfi.


"Oke.. ayo kita pulang aku sudah lelah.." ucap Sofia.


"Kau sudah makan?" tanya Alfi.


"Aku belum makan.." balas Sofia.


"Kenapa kau tak makan? kau harus menjaga kesehatanmu.." ucap Alfi.


"Aku tak selera makan.." balas Sofia.


"Baiklah ayo kita makan sebelum pulang.." ucap Alfi.


Mereka pun pergi menuju ke resto terdekat untuk makan. Setelah itu barulah mereka kembali ke hotel. Di hotel Nathelie sudah berdandan sexy untuk menarik perhatian Alfi. Ia menunggu di sekitar restorant hotel untuk memantau situasi. Tapi bukan perhatian Alfi yg ia dapat tapi malah kekecewaan. Justru Sofia dan Alfi kembali mesra saat memasuki hotel.


Nathalie pun tak terima dan menghampiri pasangan tersebut.


"Tuan.. apakah anda mempercayai wanita ini lagi?" tanya Nathalie.


"Ya.. lalu apa masalahmu?" tanya Alfi.


"Wanita ini adalah bit***h.. apa anda tak salah?" tanya Nathalie.


"Nona Nathalie, kuperingatkan kau agar berhati-hati dalam bicara. Karena jika istriku melawan maka kau takkan sanggup menghadapinya.." ucap Alfi.


"Oh kau mengataiku Bi**ch? tapi lihat pakaianmu? sungguh tak berkelas.." ucap Sofia lalu mengajak Alfi masuk untuk menyudahi perdebatan.


"Cih.. awas kau ya..!" umpat Nathalie.


Sementara Sofia dan Alfi terus berjalan masuk ke hotel dan tersenyum. Dan seorang pria yg baru saja akan keluar hotel pun menyaksikan kemesraan Sofia. Pria yg tak lain adalah Alex pun semakin iri dan cemburu melihat Sofia dan Alfi. Ia memutuskan untuk pergi ke bar untuk minum-minum meluapkan emosinya. Begitu pula dengan Nathalie, mereka berdua minum-minum hingga mabuk di bar tersebut. Keduanya saling menceritakan nasib cinta mereka yg malang.


Hingga keesokan harinya, Nathalie bangun dari tidurnya karena kepalanya yg berat dan tenggorokannya yg kering. Diraihnya segelas air di atas meja dan meminumnya. Tanpa sadar ia sudah tak berbusana di dalam kamar yg asing. Saat ia tersadar ia pun shock karena sudah ti-dur dengan pria asing yg ia temui di bar tersebut. Efek minuman keras pun membuatnya tak bisa mengontrol dirinya.


"Aaaa.. siapa kau?" tanya Nathalie sembari menutup bagian tubuh atasnya.


"Kau yg siapa kenapa ada di kamarku??" tanya Alex yg sama-sama tak ingat.


"Akhh...!" teriak keduanya saat ingat.

__ADS_1


"Aku akan membayarmu.." ucap Alex.


"Aku bukan bi**ch.." ucap Nathalie lalu memunguti pakaiannya dan berganti pakaian di kamar mandi, lalu pergi begitu saja.


__ADS_2