
"Jadi ada apa ini sebenarnya?" tanya Sofia.
"Aku berjanji akan pergi nonton bersama Stefan dan setelah itu pergi bersama kak Kenan." jawab Alice untuk menengahi.
"Huft, kenapa kalian ini menganggap Alice seperti ini? Alice bukan barang yg bisa kalian bawa kemana-mana.." ucap Sofia.
"Tapi Alice sudah berjanji padaku.." ucap Stefan.
"Ya.. itu benar.." balas Alice.
"Oke.. kalau begitu kita pergi bersama.. Aku tak percaya pada pria asing sepertimu walaupun kau teman suamiku.." ucap Sofia.
"Ck.. kenapa kau mengatur Alice?" tanya Stefan.
"Karena aku tak mau melihat adikku tak nyaman dan diperebutkan begini.. " ucap Sofia.
"Baiklah, aku akan pergi sendiri saja kak.. Dan Alice mungkin lain kali kita pergi bersama.." ucap Kenan lalu pergi. Ia sungguh malas terlibat dengan Stefan karena tangannya sudah gatal ingin memukul wajahnya.
"Bagus.." ucap Stefan.
"Stefan jaga ucapanmu.. dia adik iparku sekarang.." ucap Alfi.
"Stefan maaf aku lelah.. aku akan pulang sekarang.." ucap Alice.
"Akh kalian mengacaukannya..!" ucap Stefan kesal.
"Hei, kau dimana saat tas Alice dicuri? kau bahkan tak langsung berlari.." ucap Sofia.
"Berani sekali kau ini? jangan kira kau istri seniorku kau bisa kurang ajar.." ucap Stefan.
"Stefan, kau mau mati?" tanya Alfi.
"Tapi Al, istrimu sudah kelewatan.." ucap Stefan.
"Dia hanya ingin menengahi.." ucap Alfi.
"Ck.. menyebalkan.." ucap Stefan.
"Bicara sekali lagi, kubuat bibirmu sulit bicara.." ucap Sofia kesal.
"Dasar.. " ucap Stefan tapi langsung ditarik oleh Alfi.
"Aku sudah memperingatkanmu.. berani kau menyentuhnya kau takkan selamat.." ucap Alfi.
"S****T...!" umpat Stefan.
"Ikut aku.." ucap Alfi menarik Stefan.
"Baiklah aku akan mengurus Alice.." ucap Sofia.
"Alice ikut aku.." ucap Sofia.
"Kita mau kemana kak..?" tanya Alice menurut saat ia dibawa Sofia ke suatu tempat.
"Tasmu sudah rusak, jadi kau harus memakai tas baru.." ucap Sofia saat tiba di toko tas branded.
"Tapi kak,. " ucap Alice.
"Pilihlah yg manapun kau suka, aku yg akan membayarnya.." ucap Sofia.
"Tidak usah kak.." ucap Alice.
"Tidak apa Alice.. maaf ya mungkin Kenan sedang sensitif dia sudah membuatmu tak nyaman.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Tidak kak, aku yg tidak tegas pada mereka.." ucap Alice.
"Baguslah jika kau menyadarinya.. aku tak mau ikut campur tapi kau harus tegas pada pria.." ucap Sofia.
"Iya kak.. aku akan berusaha.." balas Alice.
"Yasudah pilihlah yg kau suka.." ucap Sofia.
Alice pun memilih tas di toko branded tersebut. Dan Sofia bertanya pada pelayan toko bersebut.
"Bisa tunjukkan tas model terbaru?" tanya Sofia.
"Baik nona.." ucapnya langsung menunjukkan tas tersebut di sebuah meja.
"Alice kemarilah, coba pilihlah yg ada disini.. ini model terbaru.." ucap Sofia.
"Sebentar kak.." ucap Alice.
Alice pun memilih tas sesuai keinginannya, ia memilih tas yg tidak terlalu mahal karena tak enak pada Sofia yg membelikannya. Tapi tas tersebut cukup simple dan elegant.
"Pihan yg bagus nona.." ucap pelayan tersebut.
"Oke.. aku bayar pakai ini.." ucap Sofia menyerahkan blackcard pada pelayan toko tersebut.
"Terimakasih kak Sofia.." ucap Alice.
"Ya sama-sama.." ucap Sofia lalu pelayan pun memberikan kembali blackcardnya setelah melakukan transaksi.
"Alice tunggu sebentar aku mau ke toilet.." ucap Sofia.
"Oke.." ucap Alice.
Sofia pun berjalan keluar toko dan menghampiri Kenan yg masih mengikuti Alice.
"Ken apa yg kau lakukan?" tanya Sofia.
"Kau seperti stalker kalau begini.. jangan begini.." ucap Sofia.
"Maaf kak, baiklah aku akan pergi.." ucap Kenan.
"Tunggu dulu.." ucap Sofia menahan Kenan.
"Apa kak?" tanya Kenan.
"Antarkan Alice pulang, akupun tak yakin pada pria bernama Stefan.." ucap Sofia.
"Baiklah.." ucap Kenan.
Kenan pun menunggu di sekitar toko, dan Sofia masuk ke dalam.
"Alice maaf membuatmu menunggu.." ucap Sofia.
"Iya kak tak apa.." balas Alice.
"Kau mau langsung pulang?" tanya Sofia.
"Ya kak, tak apa kan?" tanya Alice.
"Ya, kebetulan aku sudah menyiapkan supir untukmu.." ucap Sofia.
"Baiklah kak, terimakasih.." ucap Alice.
"Ya sama-sama.." ucap Sofia.
__ADS_1
Sofia pun mengantar Alice keluar toko untuk bertemu Kenan.
"Jadi ini supir untukmu, Kenan.." ucap Sofia.
"Su-supir?" ucap Alice bingung.
"Ya hari ini ia akan menjadi supir untukmu.. agar kau selalu aman.." ucap Sofia.
"Kenapa? kalau kau keberatan aku bisa memanggil anak buahku untuk mengantarmu.." ucap Sofia saat Alice terdiam.
"Tidak kak, aku bersama kak Kenan saja.." ucap Alice.
"Oke bagus kalau begitu.." ucap Sofia.
"Ken antarkan ke rumahnya ya.. tolong.." ucap Sofia pada Kenan.
"Baik kak.." balas Kenan.
"Ayo Alice, kita pulang dengan mobilku di parkiran bawah.. " ucap Kenan.
Dan Alice pun pulang dengan Kenan, ia sempat melambaikan tangan pada Sofia. Sofia pun tersenyum. Kini ia tahu Alice dan Kenan saling menyukai, terlihat saat Alice merasa nyaman saat dekat Kenan. Begitu juga sebaliknya, Sofia melihat sisi lain Kenan saat menguntit Alice di mall.
"Kau ternyata tak pandai menyimpan perasaanmu dihadapanku Ken.." gumam Sofia dalam hati.
Lalu Sofia menghubungi suaminya. Alfi pun masih berada di cafe bersama Stefan. Sofia pun kembali ke cafe tersebut.
"Alice sudah pulang?" tanya Alfi.
"Ya aku menemukan orang yg tepat untuk mengantarnya.." ucap Sofia.
"Ckk.. menyebalkan.." gerutu Stefan.
"Aku tahu kau tidak suka, tapi jaga sopan santunmu.." ucap Sofia.
"Baiklah aku pergi Al.." ucap Stefan pergi begitu Sofia berkata demikian.
"Maaf Sofia dia sangat tidak sopan.." ucap Alfi.
"Ya.. dan Alice nampaknya juga tak nyaman saat bersamanya.." ucap Sofia.
"Benarkah?" tanya Alfi.
"Ya.. aku merasa Alice hanya tak enak padanya.." ucap Sofia.
"Lalu Alice pulang dengan anak buahmu?" tanya Alfi.
"Tidak, aku menyuruh Kenan mengantarnya.." ucap Sofia.
"Kenan?" tanya Alfi.
"Ya.. Sepertinya Kenan menyukai Alice dan begitupun sebaliknya.. jadi aku bantu saja agar mereka dekat.." ucap Sofia.
"Kau yakin?" tanya Alfi.
"Ya aku yakin, Alice bahkan lebih memilih diantar Kenan daripada diantar anak buahku.." ucap Sofia.
"Syukurlah jika begitu, aku hanya berharap Stefan berhati-hati.." ucap Alfi.
"Ya pria seperti itu kadang berbahaya.." ucap Sofia.
"Semoga saja tidak begitu.. ayo kita lanjut belanja.." ucap Alfi.
"Akh tidak waktunya tinggal 1 jam lagi.." ucap Sofia.
__ADS_1
Dan Sofia pun bergegas mencari barang yg ia cari sebelum berangkat. Setelah dapat, ia langsung membayar dan pergi dari mall tersebut.
Ia dan Alfi segera menuju hotel dan mengambil kopernya untuk menuju ke bandara. Sampai dibandara masih ada waktu 15 menit, hingga mereka bisa duduk sembari menunggu. Keluarga pun berdatangan untuk mengantar mereka. Setelah berpamitan, Sofia dan Alfi pun masuk ke dalam. Semua keluarga melambaikan tangan. Tak terkecuali Alice dan Kenan, mereka turut hadir. Dan nampaknya mereka sudah berbaikan, terlihat dari suasana hati mereka yg senang.