Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP269


__ADS_3

Kenneth pun telah siap dengan penampilannya. Setelah menghafal kata-kata untuk ijabnya nanti, ia pun berlatih di depan cermin di temani oleh Jack.


"Tuan bukankah anda sudah menghafalnya?" tanya Jack.


"Tapi aku sedikit gugup, jadi aku harus membacanya dan berlatih lagi.." ucap Kenneth.


"Perbanyak minum air tuan agar tetap fokus.. " ucap Jack.


"Ya.." balas Kenneth terus berlatih sendiri di depan cermin.


Lalu kakeknya dan beberapa pengawalnya datang untuk menuju ke tempat acara.


"Bagaimana Kenn kau sudah siap?" tanya Hayes.


"Tentu kek.." ucap Kenneth.


"Tuan anda harus fokus.." ucap Jack.


"Ya.. kau itu berisik sekali.." ucap Kenneth keluar dari ruangan bersama kakeknya.


Kenneth pun berjalan menuju ke tempat acara dan disambut oleh keluarga Diana. Lalu tak berapa lama Diana dijemput dan dibawa untuk duduk di samping Kenneth.


"Kau sudah siap anak muda?" bisik Alfi.


"Sudah tuan.." ucap Kenneth.


"Bagus, jika salah aku akan memukulmu.." ucap Alfi.


"Baik aku siap.." ucap Kenneth.


Tak berapa lama Diana tiba dan langsung duduk disebelah Kenneth. Ia tak sempat melihat wajah Diana karena takut akan semakin gugup. Begitu juga Diana yg tangan dan kakinya gemetar hebat tak seperti biasanya.


"Aku hanya menikah bukan melawan penjahat.. melawan musuh berbahaya pun aku tak biasanya begini.." gumam Diana dalam hati.


Pembawa acara pun mulai memandu acara dan dilanjutkan oleh penghulu dan Alfi sebagai wali. Kata demi kata pun terucap dari mulut mereka. Hingga sebuah kata "SAH" menggema di ruangan tersebut.


Seperti mimpi yg jadi nyata, Diana menikah dalam sekejap. Seperti sesuatu yg tak pernah ia bayangkan bisa menikah dengan lelaki seperti Kenneth, begitu cepat dan tak bisa dikendalikan. Diana hanya bisa tersenyum sembari berfikir bagaimana ia akan menjalaninya besok, bahkan nanti malam.


Kenneth yg telah selesai dengan ijabnya pun berani memandang Diana yg ada disebelahnya. Wajah cantik yg menjadi candu dan bayangan dalam setiap mimpinya. Seorang wanita yg begitu berani dalam mengambil keputusan serta tangguh menghadapi berbagai situasi yg terjadi kini telah SAH menjadi istrinya.


Dipandangnya lekat wajah cantik itu, mata bertemu mata, serta senyum kebahagiaan semua orang. Sebuah pernikahan suci yg ia harapkan selama ini terkabul. Ia hanya berharap ini adalah sekali untuk seumur hidupnya. Seberapa menyebalkan Diana ia akan berusaha memahaminya dan beetanggungjawab atas hidupnya.


Mereka berdua pun saling memasangkan cincin di jari mereka. Tepuk tangan dan sorakan penuh kebahagiaan pun terdengar. Hingga sesi foto yg akan dijadikan kenangan akan pernikahan kilat yg mereka jalani. Pernikahan yg terjadi tanpa persiapan dari keduanya, namun keduanya yakin untuk menjalaninya. Tuduhan yg bahkan tak mereka lakukan harus mereka terima tanpa protes dan menjalani semua prosesnya.

__ADS_1


Disinilah mereka sekarang, beralih ke kursi pelaminan dan menyambut para tamu khusus yg hanya dihadiri oleh keluarga, teman, dan rekan bisnis. Tak ada reporter atau sebagainya, hanya ada tim fotografer untuk sesi dokumentasi.


Tim alfa pun terharu atas pernikahan mereka berdua. Walaupun kini mereka sudah tidak ada dalam satu tim, tapi pengalaman dan cerita indah perjuangan mereka akan selalu terkenang dalam ingatan setiap anggotanya. Setiap momen dimana mereka saling melindungi dan mempertaruhkan segalanya dalam setiap misi menjadikan sebuah ikatan itu menjadi sangat kuat. Dan mereka akan terus begitu meski keadaannya sedikit berubah.


Dion dan Briab menatap kedua pasangan tersebut dengan intens, keduanya hanya berharap mereka mendapatkan banyak kebahagiaan setelah ini. Karena yg mereka tahu mereka dituduh melakukan hal buruk yg membuat semuanya dipercepat.


Nada dan Fita yg diundang pun turut bahagia dalam acara tersebut. Siapa yg menyangka Diana akan menikahi kapten timnya sendiri. Bukan hanya kapten, tapi orang tersebut kini menjadi CEO di perusahaan keluarganya. Tampan, bertubuh atletis, mapan serta bertanggungjawab, benar-benar tipe Diana yg mereka tahu.


Lalu Cindy, menatap sedih pada kedua pasangan tersebut. Harusnya ia yg berada di pelaminan tersebut bersama Kenneth. Tapi malah jadi Diana karena kebodohannya dalam mengambil keputusan.


Kemudian Derrik, pria yg tampan dan mapan yg hampir menikahi Diana jika ia tak berselingkuh kini menatap tajam pada Kenneth. Orang yg berada didekat Diana bahkan sekarang menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan. Rasa penyesalan, amarah dan dendam yg terpendam pun mulai bermunculan melihat kedua pasangan tersebut.


Tapi Kenneth tahu kalau Derrick sedang menatapnya. Begitu juga dengan Diana yg merasa Cindy selalu menatapnya intens dari tempatnya berada. Kedua orang yg terbiasa hidup dengan insting kuat dan bisa melihat siapa yg mencurigakan di sekitar mereka.


"Diana jauhi Derrick.." ucap Kenneth berbisik.


"Kau juga hindari Cindy." ucap Diana.


Membuat keduanya tersenyum dan merasa seperti sedang dalam misi penting. Terlihat sebuah peringatan satu sama lain. Hingga acara pernikahan yg diadakan sederhana dan privat tersebut pun berakhir. Walaupun sederhana dan hanya mengundang orang-orang tertentu tapi ada beberapa kemewahan yg terlihat di acara tersebut lewat hiasan dan souvenir yg diberikan.


Diana dan Kenneth pun diberikan kamar khusus pengantin yg membuat mereka gugup. Apalagi Diana ia sungguh belum siap.


"Aku lelah sekali seharian ini.." ucap Diana melepas heelsnya.


"Mau mandi duluan?" tanya Kenneth.


"Ya.. " balas Kenneth lelah.


Setelah mereka berdua mandi bergantian, Diana menatap pada baju tipis menerawang yg ada di lemari membuatnya merinding.


"Kenapa belum berpakaian?" tanya Kenneth saat keluar dari kamar mandi melihat Diana masih dengan kimono mandinya.


"Kau lihat pakaian ini..?" ucap Diana.


"Ya Tuhan.. " ucap Kenneth menutup matanya.


"Aku pinjam bajumu.." ucap Diana.


"Baiklah.." balas Kenneth mencarikan baju untuk Diana.


Setelah memakai pakaian, Diana pun duduk di tepian ranjang dengan Kenneth duduk di kursi dihadapannya.


"Katakanlah, ada apa?" tanya Kenneth.

__ADS_1


"Pertama aku tak menyangka kita menikah secepat ini.. aku belum siap secara mental." ucap Diana.


"Oke.. aku bisa memahaminya.." ucap Kenneth.


"Lalu kedua, aku belum siap akan kontak fisik seperti pasangan lainnya.." ucap Diana.


"Baiklah, apa kau belum yakin padaku?" tanya Kenneth.


"Ya.. lebih tepatnya aku yg belum yakin pada diriku sendiri. Kau tahu kan aku tak pernah serius dalam sebuah hubungan. " ucap Diana.


"Baiklah, aku akan berusaha memahaminya.. tapi jangan terlalu lama.." ucap Kenneth.


"Maksudmu?" tanya Diana.


"Aku ini pria normal." ucap Kenneth seketika membuat Diana terdiam.


"Baiklah.. intinya semua dilakukan saat ada kemauan dari kita masing-masing." ucap Diana.


"Baiklah, Deal.." ucap Kenneth.


"Deal.." ucap Diana.


"Tapi aku akan tetap tidur di ranjang, aku tak suka tidur di sofa.." ucap Kenneth.


"Ya .. aku tidak sejahat itu.." balas Diana.


"Besok mereka mengirim kita untuk berbulan madu." ucap Kenneth.


"Benarkah? kau tahu darimana?" tanya Diana.


"Kau lupa siapa aku? aku pernah jadi ketua tim alfa.." balas Kenneth.


"Baiklah, semoga tak ada pakaian tipis itu lagi di koperku.." ucap Diana.


"Kenapa? kau tidak menyukainya?" tanya Kenneth.


"Kau sendiri?" balas Diana.


"Aku tak keberatan.." ucap Kenneth.


"Dasar mesum.." ucap Diana.


"Lagipula aku kan melihat istriku sendiri." ucap Kenneth membuat Diana terdiam.

__ADS_1


"Ya.. baiklah tapi jangan berharap banyak aku merinding melihat pakaian itu.." ucap Diana.


Hingga akhirnya mereka tidur tanpa melakukan apapun. Dengan susah payah Kenneth menahan semua hasratnya demi menghormati keputusan Diana hingga mereka berdua siap.


__ADS_2