
Sofia pun sedang menuju ke ruang cctv, kemudian ia bertemu dengan Alfi.
"Alfi apa kau sudah tahu kondisi sekarang?" tanya Sofia.
"Ya dan aku akan mengecek cctv.. " balas Alfi.
"Baiklah, tolong bantu aku.." pinta Sofia.
"Ya ayo kita kesana.." balas Sofia.
Mereka berdua pun menuju ruangan cctv, dan seperti yg sudah diprediksi oleh Sofia bahwa sudah ada orang yg menguasai tempat tersebut.
"Alfi bersiaplah kita kedatangan tamu tak diundang.." ucap Sofia.
"Iya aku juga sudah bersiap.." balas Alfi.
Dan benar saja begitu mereka datang sudah ada 3 orang yg menghadang mereka di pintu masuk. Dengan cepat Sofia dan Alfi menghajar mereka hingga tak sadarkan diri. Lalu mereka masuk dan benar saja ada lagi orang yg tengah mengawasi cctv. Dengan cepat Alfi memukulnya hingga pingsan.
"Tak kusangka mereka bisa menerobos kemari.." ucap Alfi.
"Baiklah Alfi, rekanku sudah kutemukan pingsan.. kau pakailah ini.." ucap Sofia memberikan earphone dari rekannya yg pingsan.
"Baik.. " balas Alfi langsung memakainya.
Sementara Sofia melepas ikatan mereka dan mengikat para penyusup tersebut. "Kini situasinya akan berbalik.." gumam Sofia setelah mengikat mereka.
"Alfi apa yg terjadi?" tanya Sofia.
"Mereka sepertinya bukan orang biasa Sofia.. dan mereka sedang mengacaukan akses masuk serta menyerang orang-orangmu.." ucap Alfi.
"Mereka sudah bosan hidup rupanya.. Alfi kuserahkan yg disini padamu.. aku akan kesana dan membantu yg lain.. " ucap Sofia lalu ia melepas heelsnya dan merebut sepatu rekannya.
"Ide bagus, sangat tak nyaman memakai sepatu itu untuk bertarung.." ucap Alfi.
Kemudian Alfi dibuat terkejut lagi saat Sofia merobek roknya didepannya. BREKKK..
"Sofia apa yg kau lakukan dihadapanku.. " ucap Alfi langsung membelakangi Sofia.
"Aku mempermudah gerakanku karena rok ini panjang, lalu aku butuh senjataku.. " ucap Sofia tersenyum.
"Dan kau memang pria baik jadi kau takkan mau melihatnya.." balas Sofia.
"Iya baiklah, yasudah pergilah ke area F mereka butuh bantuanmu.." ucap Alfi.
"Baik, aku serahkan tempat ini padamu.. ingat kunci rapat-rapat pintu ini.. mungkin orang-orangku akan segera sadar sebentar lagi.." ucap Sofia.
"Oke.." balas Alfi.
__ADS_1
Sofia pun keluar dari ruang kontrol dan langsung menghubungi Kenan.
"Ken kau sudah siap?" tanya Sofia.
"Ya para tamu sedang melakukan pengecekan ulang.. Aku juga sudah menghubungi timku.." balas Kenan.
"Bagus, kini ruang kontrol sudah aman dan Alfi ada disana.. bagaimana dengan anak buahmu?" tanya Sofia.
"Mereka sudah menghalangi para peretas untuk mengacaukan acara ini.. kini giliranmu kak.." ucap Kenan.
"Baiklah, kau suruh saja timmu untuk memantau situasi.. Biar aku yg mengahadapi orang-orang ini.." ucap Sofia lalu mematikan sambungan.
Kemudian Sofia menghubungi Alfi.
"Al.. aku sedang menuju area F.. apakah ada orang di depanku.?" tanya Sofia.
"Ya ada 2 orang berhati-hatilah.." ucap Alfi.
Sofia pun melihat sekitar dan sembunyi-sembunyi. Lalu ia melemparkan batu untuk memancing mereka keluar. Setelah mereka menghampiri batu tersebut Sofia pun langsung menyergap mereka dan memukul mereka hingga pingsan. Sofia berusaha bergerak tanpa suara agar mereka tidak curiga.
"Alfi.. berapa orang lagi sekarang?" tanya Sofia.
"Tidak ada, langsung saja menuju area F.. pasukanmu sedang terkepung.. " ucap Alfi.
"Oke.." balas Sofia langsung menuju area F.
Sofia pun berlari pelan menuju area F. Dan rekan-rekannya pun sedang tersudut karena beberapa sudah tergeletak di lantai. "Sial berani sekali kalian..!" umpat Sofia.
"Akh.." teriak mereka kesakitan.
"Nona..! terimakasih.." ucap anak buah Sofia.
"Ambil senjata kalian dan kita habisi sisanya..!" pinta Sofia.
Dan mereka semua menuruti Sofia. Dengan bantuan Sofia semua musuh di area F sudah bersih. Lalu Sofia kembali menghubungi Alfi.
"Al.. mereka ada dimana lagi?" tanya Sofia.
"Pergilah ke area D dan C.." ucap Alfi.
"Baiklah, tunggu bukankah itu pintu masuk dan area VVIP..?" tanya Sofia.
"Kau benar Sofia, tampaknya salah seorang menyamar sebagai tamu VVIP.." ucap Alfi.
"Gawat.. aku harus menghubungi Kenan.." ucap Sofia mematikan sambungan.
"Kenan.. kau sudah memulai acaranya?" tanya Sofia.
__ADS_1
"Sebentar lagi kak, semua orang sudah berada di aula utama.. ada apa?" balas Kenan.
"Suruh orang-orangmu untuk memeriksa tamu VVIP, ada penyusup disana.. kini aku sedang menuju area C.." ucap Sofia.
"Baiklah, mereka juga bilang ada yg eneh dengan beberapa tamu VVIP.." ucap Kenan yg langsung mematikan sambungannya. Kenan pun langsung memerintahkan anak buahnya mencari penyusup tersebut.
"Kalian cek kembali data tamu VVIP.. aku tak mau tahu jangan sampai ada yg lolos..!!" perintah Kenan.
"Baik tuan.."
Sementara Sofia sedang mengumpulkan anak buahnya dan menyebar ke area C dan D.
"Aku akan ke area C dan mencari tahu siapa tamu VVIP tersebut.. aku hanya butuh 3 orang bersamaku.. sisanya kalian pergilah ke area D.." perintah Sofia.
"Baik nona.."
Dan mereka pun menyebar sesuai instruksi. Ternyata benar, tim bantuan yg diperintahkan Sofia untuk mengecek situasi awal pun tengah kewalahan menghadapi orang-orang tersebut. Sementara orang-orang yg berjaga tengah pingsan tak sadarkan diri.
"Ini aneh, mereka ini kenapa? apa jangan-jangan mereka dibius?" gumam Sofia.
Tak lama kemudian Alfi menghubunginya.
"Sofia.. kau baik-baik saja?" tanya Alfi.
"Iya.. ada apa?" balas Sofia.
"Tim Kenan sudah mengabariku dan membantuku.. Mereka sudah melihat tayangan cctv beberapa saat yg lalu dan ternyata ada asap tebal di sekitar area yg membuat tim penjaga pingsan.." ucap Alfi.
"Sial.. ! " ucap Sofia.
"Kau berhati-hatilah.. cepat kabari timmu untuk bersiaga.." pinta Alfi.
"Baik, terimakasih Alfi.." ucap Sofia mematikan sambungan. Kemudian Sofia menghubungi anak buahnya soal asap tersebut dan menyuruh mereka berhati-hati dan memasang masker pelindung. Mereka semua pun menjalankan instruksi dari Sofia.
Tak berselang lama kini mereka sudah membersihkan area D. Dan para penjaga yg pingsan pun sudah sadar dan menceritakan kronologis kejadian. Dimana saat mereka berjaga muncul asap dan mereka langsung tak sadarkan diri. Beruntung semua tamu sudah masuk ke dalam.
Sofia pun masuk ke area C, ia melihat sekelilingnya sudah sepi dan nampak penjaga tengah pingsan. "Kalian berhati-hatilah.." bisik Sofia pelan.
Mereka pun menyebar di area C, memeriksa keseluruh sudut ruangan.
"Nona lihat ini.." ucap salah seorang memperlihatkan beberapa alat tabung gas.
"Sial.. lalu kemana mereka sekarang?" gumam Sofia kemudian ia terus mencari pelaku.
"Aghh.." ucap salah seorang bawahan Sofia.
"Ada apa?" tanya Sofia berbalik badan dan menyaksikan bawahannya sudah tergeletak tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Majulah kalian.. " ucap Sofia memasang kuda-kudanya.
Pertarungan sengit pun tak bisa dihindari. Sofia pun tampak tak mau kalah dan terus membalas serangan mereka. Ia sangat kesal melihat anak buahnya dibuat pingsan dengan gas yg mereka ciptakan. "Kalian benar-benar sudah bosan hidup..!" umpat Sofia sembari melancarkan tendangan mematikannya.