Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
Ep.121


__ADS_3

Keesokan harinya Alfi pun kembali menuju Singapura dan kembali bekerja karena banyaknya pekerjaannya sebagai CEO rumah sakit tersebut. Belum lagi ia masih ada jadwal operasi beberapa hari kedepan. Ia sungguh amat sibuk.


Setelah berpamitan pada Sofia dan keluarganya ia pun terbang menuju Singapura. Sementara Reina dan Satria kembali ke Indonesia.


Setelah menempuh perjalanan yg panjang, akhirnya Alfi sampai di Singapura. Ia pun langsung melihat jadwalnya yg sangat padat. "Bagaimana caranya aku membantu Sofia?" gumamnya dalam hati.


Hingga hari-harinya pun, ia habiskan dengan bekerja. Dan pada suatu hari yg telah dijadwalkan ia akan melakukan sebuah operasi besar. Setelah menempuh waktu berjam-jam, operasi pun berhasil dan pasiennya pun selamat.


Pasiennya adalah seorang gadis kecil yg mengidap tumor dan kesempatan hidupnya sangat kecil. Tapi Alfi berhasil mengangkat tumornya dan gadis kecil itupun mendapat keajaiban. Setelah operasi perlahan-lahan kondisinya membaik, hingga setelah beberapa hari dirawat gadis kecil tersebut pun dinyatakan sembuh total. Hanya tinggal penyembuhan pasca operasi. Yg membuat haru adalah ayahnya yg sangat bahagia mendengar putrinya dinyatakan sembuh. Sangking bahagianya si ayah rela menemui Alfi di tengah kesibukannya.


Alfi pun menemuinya, karena ia sangat menghargai semua pasiennya. Lelaki tersebut pun memancarkan kebahagiaan dari wajahnya.


"Terimakasih dokter, aku tahu ini berlebihan tapi berkatmu anakku bisa sembuh.." ucap lelaki bernama Sean.


"Sama-sama tuan, anakmu lah yg memiliki semangat bertahan hidup yg kuat.. hingga ia bisa bertahan dan melewati fase-fase kritisnya." ucap Alfi.


"Iya, tapi kau mampu mengoperasinya saat dokter lain bahkan memprediksi usianya takkan bertahan lama.." ucap Sean menangis.


"Ya tuan Sean, setiap manusia kadang mendapat keajaibannya masing-masing. Dan aku bersyukur putrimu mendapatkannya juga.." ucap Alfi.


"Iya dokter, jika kau butuh bantuan aku siap membantumu.. ini kartu namaku, aku bekerja di badan intelijen Dunia.. dan aku akan membantumu jika kau membutuhkannya.." ucap Sean.


"Ya tuan, aku akan meminta bantuanmu nanti.." ucao Alfi.


Kemudian Sean pun memberikan Alfi sebuah hadiah dan pamit undur diri karena sudah mengganggu waktu bekerja Alfi. Alfi pun kembali menatap kartu nama milik Sean. "Tuan Sean, kuharap kau mau membantuku nanti.." gumam Alfi dalam hati.


Alfi pun lantas teringat pada Sofia, ia pun memutuskan untuk menghubungi Kenan dan menanyakan tentang ayahnya yg melaporkan kasus Vall.


"Jadi ayahmu menghentikan laporannya?" tanya Alfi.


"Ya.. demi keamanan kami terutama kakak.." ucap Kenan.


"Lalu apa solusi darimu..?" tanya Alfi.


"Aku hanya menunggu aba-aba kakakku.. karena jika aku salah langkah kakakku yg akan terkena imbasnya." ucap Kenan.


"Baiklah.. jadi kalian kasusnya belum diperiksa lebih lanjut lagi?" tanya Alfi memastikan.


"Ya.. kau tenang saja saat keadaan mereda, aku yg akan melaporkannya.." ucap Kenan.


"Baiklah.." ucap Alfi.


Kemudian Alfi pun mematikan teleponnya. "*Haruskah aku bertindak ? kurasa aku harus menunggu Sofia dan Kenan." gumam Alfi dalam hati.

__ADS_1


☘☘☘*


Sementara Vall dan William tengah bergerak mencari lagi kelemahan Sofia untuk mengontrolnya. Mereka takkan membiarkan Sofia berontak dan merugikan dirinya. William pun menugaskan anak buahnya untuk mencaritahu laporan Satria hari itu. Hingga anak buahnya berpura-pura sebagai utusan Satria dan agent lelaki dari institusi itupun percaya. Ia meminta langsung barang bukti tersebut dengan dalih akan mengamankannya.


Setelah mendapatkan yg ia inginkan, ia membunuh agent tersebut agar kasusnya tertutup sempurna. Satria yg menerima kabar itupun terkejut, hingga ia tak tahu bagaimana menangkap Vall dan anak buahnya. "Dasar ba****an ten***k..!" umpat Satria.


Sementara kasus pembunuhan itupun menjadi ramai diperbincangkan di media sosial. Vall pun hanya tersenyum melihat ulah anak buahnya.


"Siapa suruh mengangguku.. dan jika pria itu bukan calon ayah mertuaku dia juga pasti akan bernasip sama.." gumam Vall.


Dengan barang bukti tersebut pun Vall lagi-lagi mengancam Sofia. Ia meminta bertemu dengan Sofia.


"Sofia kau bisa jelaskan ini?" tanya Vall.


"Bagaimana kau bisa? jadi kau yg sudah.." ucap Sofia.


"Lebih tepatnya anak buahku yg sudah membunuhnya.. jadi kau rela membuat adikmu Alice menjadi santapan anak buahku?" tanya Vall tersenyum.


"Kau.. apa maumu?" tanya Sofia tanpa basa-basi.


"Tentu saja.. pernikahan.." ucap Vall.


"1 bulan yg lalu kita sudah bertunangan dan sekarag langsung menikah?" tanya Sofia.


"Apa masalahnya?" tanya Vall.


"Kau hanya perlu menerimaku.. itupun jika kau ingin melihat anak buahku menikamati tu***h adikmu.." ucap Vall tersenyum.


"Dasar sa****h..! apa ini caramu menikahi seorang wanita?" tanya Sofia kesal.


"Jangan marah begitu sayang, kita hanya menikah.. bukankah itu lebih baik..?" ucap Vall.


"Aku harus berbicara dengan keluargaku.." ucap Sofia.


"Ya bicarakanlah.. tapi karena kau sudah curang pernikahannya akan dilangsungkan disini.." ucap Vall.


"Baiklah, tapi jangan sentuh Alice.." ucap Sofia.


"Tentu sayang, tapi kau harus menurutiku.." ucap Vall.


"Aku permisi.. " ucap Sofia meninggalkan Vall yg yang tersenyum penuh kemenangan.


"*Mudah sekali membuatmu bertekuk lutut." gumam Vall.

__ADS_1


☘☘☘*


Sementara Kenan terus menerus memantau pergerakan Alice. Hingga suatu hari Alice dipindahkan ke suatu tempat tanpa pemberitahuan ke Sofia. Vall melakukannya sebagai antisipasi kalau Alice dibebaskan. Alice pun langsung mengabari Kenan lewat ponsel dan Kenan menyuruhnya untuk menghancurkan semua barang bukti. Alice mengetahuinya karena selama ini ia menguping dari dalam kamarnya apa saja yg dibicarakan oleh Julia dan anak buahnya. Hingga akhirnya bisa mengabari Kenan.


"Aku harus menghancurkan semua barang bukti ini.." gumam Alice.


Alice pun menghapus semuanya dan me-reset ponselnya lalu membuang kartu-kartunya di toilet. Dan pada saat yg tepat ia membuang ponselnya ke tong sampah.


Alice pun dipindahkan oleh Vall ke kediaman Felix. Ia dijadikan pembantu di rumah besar tersebut agar tak ada yg curiga. Hingga Kenan pun harus kelabakan mencari lokasi Alice tanpa ponsel. "Apa yg harus kulakukan untuk mencari Alice." gumamnya dalam hati.


Sementara Sofia membawa kabar buruk kalau ia harus menikah dengan Vall. Ditambah lagi Alice dipindahkan tanpa sepengetahuannya. Kabar ini pun langsung diterima oleh Alfi, hingga ia berinisiatif menghubungi tuan Sean.


Alfi pun mengatur pertemuan dengan Sean, dan Sean juga bersedia menemuinya. Alfi pun memberitahukan segalanya pada Sean, hingga Sean merasa tertarik pada kasus ini.


"Jadi bagaimana menurutmu tuan Sean?" tanya Alfi.


"Tentu saja aku tertarik dengan tawaranmu, aku juga dendam karena rekanku dibunuh mereka hanya demi menghilangkan barang bukti." ucap Sean.


"Tapi ini sangat berbahaya tuan, apa anda sanggup?" tanya Alfi.


"Aku tahu tapi ini sudah menjadi tugasku, dan aku sangat penasaran terhadap bukti yg diberitahu rekanku yg sudah mereka bunuh. Dan dengan bukti-bukti ini aku semakin yakin kalau mafia itu akan terus menekan keluargamu karena tak ingin ia terpojok.." ucap Sean.


"Jika anda siap membantu, aku akan meminta ayahku untuk mengirimkan beberapa orang untuk membantumu.." ucap Alfi.


"Siapa ayahmu?" tanya Sean.


"Bima, salah satu orang kepercayaan di SHIELD Group.." ucap Alfi.


"Jadi kau anaknya? kupikir kau akan seperti ayahmu.." ucap Sean.


"Anda mengenalnya?" tanya Sean.


"Tentu, dia banyak membantuku.. dan aku pasti membantumu.." ucap Sean.


"Baiklah.. aku akan menghubungimu setelah mendapat kabar dari ayahku.." ucap Alfi.


"Ya tentu dokter.." ucap Sean.


"Ingat ini sangat rahasia, aku tak mau kau kenapa-kenapa karena putrimu sangat membutuhkanmu.." ucap Alfi.


"Ya dokter aku mengerti.." ucap Sean.


Setelah pertemuannya dengan Sean, Alfi pun menghubungi ayahnya.

__ADS_1


"Ayah, aku butuh bantuanmu.." ucap Alfi ditelepon.


"Baiklah aku akan kesana.." ucap Bima.


__ADS_2