
Diana pun mau tak mau menikmati apa yg ada dihadapannya sembari melihat jam tangan yg melingkar di lengannya. Ia sungguh berharap Kim atau Kenneth bahkan Brian segera menyelamatkan Iris agar ia bisa bebas.
Diana yg terus menolak meminun alkohol pun membuat Derrick menggunakan cara kotor lainnya. Ia meminta pelayan untuk menaburkan obat perangsang ke dalam minuamannya. Dan minuman tersebut kini sudah ada dihadapan Diana.
"Sabarlah Diana, kau pasti akan pulang kalau aku sudah puas.." ucap Derrick.
"Ya benar, tapi aku tak punya kewajiban untuk membuatmu puas.." balas Diana.
"Kau masih saja keras begini.. apa aku kurang bersikap baik padamu? atau kau mau apa?" tanya Derrick.
"Entahlah,." ucap Diana sembari meminum minuman dihadapannya.
Dan tentu Derrick tersenyum melihat Diana meminum minuman tersebut. Ia akan menanti bagaimana reaksi Diana setelah 10 menit. Setelah 10 menit Diana tak bereaksi apapun, bahkan ia meminum lagi minumannya hingga tersisa setengah.
"Bagaimana? masih berapa lama lagi aku harus ada disini?" tanya Diana.
"Tunggulah sebentar lagi.." ucap Derrick. "Aku akan menunggu hingga efek obat tersebut mulai terlihat.
"Baiklah, tapi jangan salahkan aku kalau aku menghajarmu sampai ma***us.." ucap Diana.
"Oh, kau masih saja kasar.." balas Derrick tersenyum.
Belum hilang senyum tersebut, Kenneth memukul kepala Derrick dari belakang hingga wajahnya menabrak meja.
Plaakkkk.... Brakkk..
"Dasar pria kurang ajar..!" ucap Kenneth kesal.
"Akhirnya kau datang juga.." ucap Diana.
"Berani sekali kau menggoda istri orang.." ucap Kenneth sembari terus memukuli Derrick.
Bughh..Buggh..Buggh..
"Tapi istrimu tak menolaknya dan terus bersamaku.." ucap Derrick semakin membuat Kenneth kesal.
Tibalah Dion dan Brian setelah mengamankan resto dan membayar pemilik resto untuk membeli rekaman CCTV.
"Kenn.. sisakan untuk kami.." ucap Brian.
"Benar, pria bre***sek ini memang patut dihajar.." ucap Dion yg begitu marah tak seperti biasanya.
"Jika Dion sudah berkata begitu artinya kau tidak akan baik-baik saja.." ucap Brian.
"Aku serahkan pria ini pada Kalian.." ucap Kenneth.
Tapi Diana mendekat dan memberinya pukulan keras di wajahnya.
Bughh...Bugghh..
"Ini balasan karena sudah menahanku.." ucap Diana.
__ADS_1
Tapi saat ia berjalan kepalanya mulai berat dan hampir terjatuh.
"Dianaaa...!" teriak Brian, Kenneth dan juga Dion.
"Brian jaga si bren***k itu agar tak kabur.." ucap Kenneth yg menangkap tubuh Diana dengan cepat.
"Baik.. " ucap Brian lalu memegangi Derrick.
"Diana apa kau mengkonsumsi alkohol?" tanya Dion.
"Tidak, aku hanya minum jus.." balas Diana.
"Tunggu.." ucap Dion melihat dan mencium aroma jus tersebut.
"Sepertinya si bre****sek ini menaruh sesuatu di minuman Diana.." ucap Dion.
"Coba kucek.." ucap Kenneth mencium dan mencicipi sedikit.
"Dasar Baj***an..!" umpat Kenneth tahu ada yg aneh dari minuman tersebut.
"Kenneth serahkan ini pada kami, kau bawa Diana pulang.." ucap Dion.
"Tapi.. aku belum puas menghajarnya.." ucap Kenneth.
"Aku akan memberimu kesempatan nanti.." ucap Brian.
"Baiklah.." ucap Kenneth melihat Diana yg sudah melemah dan menaruh kepalanya di atas meja.
Diana pun sudah mulai kehilangan kesadarannya dan tak berkata apa-apa saat dibawa Kenneth. Sementara Derrick, kini tengah menghadapi kemarahan Brian dan Dion. Mereka memukulinya hingga babak belur.
Bughh..Bughh..Buggh...
"Haruskah kubuat dia tak bisa menyalurkan nafsunya?" tanya Dion.
"Maksudmu obat yg ada diminuman Diana?" tanya Brian langsung mengerti.
"Ya.. kita datang tepat waktu.." ucap Dion.
"Jangan, kita buat saja dia masuk IGD malam ini.." ucap Brian.
Dan baik Brian maupun Dion memukuli Derrick dengan penuh emosi. Hingga wajahnya kini sudah tak berbentuk dan tangan mereka berdua berlumur darah.
"Cukup.." ucap Brian.
"Baiklah.." ucap Dion.
Lalu Derrick dibawa ke rumah sakit oleh anak buah Brian dan dapat dipastikan Derrick takkan berani melaporkan pemukulan tersebut ke polisi karena Brian sudah mengancam terlebih dahulu. Bahkan Brian mengancam ayah Derrick untuk menjauhi keluarganya jika ingin bisnisnya bertahan.
Ayah Derrick pun tak ada pilihan selain diam dan mengurus putranya yg babak belur dihajar Brian dan Dion.
☘☘☘
__ADS_1
Sementara Diana, ia mulai bereaksi dan merasa kepalanya semakin berat. Tubuhnya mulai merasa kepanasan.
"Kenn apakah masih lama?" tanya Diana.
"Sebentar lagi, kita sudah tiba di apartemen.." ucap Kenneth.
"Kenapa tubuhku rasanya sangat panas..?" tanya Diana.
"Ini pasti karena minumanmu.." ucap Kenneth yg langsung membawa Diana menuju ke kamar apartemennya.
Sedikit demi sedikit kesadaran Diana pun mulai hilang hingga mulai melakukan hal-hal memalukan bagi Kenneth.
"Suamiku tampan sekali.." ucap Diana mengelus-elus pipi Kenneth.
"Diana sebentar lagi kita sampai.." ucap Kenneth saat naik lift menuju ke kamarnya.
"Diana?? panggil aku sanyang atau panggilan manis lainnya? katanya kau menyukaiku.." ucap Diana.
"Baiklah sayang, oke.. sebentar lagi kita sampai.." ucap Kenneth.
Tingg.. pintu lift pun terbuka. Dengan cepat Kenneth masuk ke dalam kamarnya sebelum Diana mulai melakukan hal memalukan lainnya. Kenneth pun membawanya ke atas kasur tapi Diana justru menahannya.
"Aku menyukai wajah tampan ini.. jadi jangan bangkit dan meninggalkanku.." ucap Diana.
"Kau sekarang sudah tidak sadar apa yg sedang kau lakukan. Jadi kau istirahat saja sebelum menyesal.." ucap Kenneth.
Tapi Diana tak mendengarkannya dan malah melakukan hal yg lebih berani.
"Aku ingin mencoba sesuatu.." ucap Diana mendekat ke arah Kenneth.
"Kau ingin mencoba apa? sudah tidur saja.." ucap Kenneth menahan Diana.
Tapi Diana menarik kerah kemeja Kenneth dan men-ci-um bi-birnya. Tak berapa lama Kenneth pun melepaskannya karena ia tak ingin harga dirinya jatuh akibat mengikuti kemauan Diana yg sedang tidak sadar.
"Cukup sayang, kau harus istirahat.. " ucap Kenneth.
"Tidak mau.." balas Diana manja membuat Kenneth merasa ingin melihatnya lagi.
"Ayolah, kau harus istirahat.." ucap Kenneth mendorong Diana ke atas tempat tidur.
"Baiklah, tapi temani aku.." ucap Diana masih dengan manja.
"Baik.." balas Kenneth dengan perasaan campur aduk.
Diana pun tidur dengan memeluk Kenneth membuat pria tersebut gelisah. Belum lagi Diana beberapa kali menci-umnya membuat gairahnya bangkit. Sebagai laki-laki normal siapa yg tak bergairah melihat sikap manis istri mereka di atas ranjang.
"Akal sehat kembalilah, aku bukan baj****an yg melakukannya pada wanita yg sedang tidak sadar.." gumam Kenneth dalam hati.
Tapi Diana terus menyerang pertahanannya hingga ia tak tahan lagi. Semakin ia mencoba menjauh semakin Diana menariknya dan memancingnya. Hingga ia pun tak bisa menahannya lebih lama lagi. Kenneth pun mulai melancarkan aksinya yg diinginkan Diana. Dan terjadilah malam pertama mereka yg bergairah walaupun Diana dalam kondisi tidak sadar. Entah harus marah atau bahagia pada Derrick karena berkatnya malam ini menjadi paling indah bagi Kenneth.
Sepertinya Kenneth harus mengucapkan selamat tinggal pada ego dan harga dirinya yg tinggi tadi. Dan Diana entah reaksi macam apa yg akan dia perlihatkan besok pagi. Karena mereka harus lembur malam ini, hingga dini hari.
__ADS_1
"Terkutuklah kau Kenneth..! kau memang pria bre***sek.. walaupun dia istrimu tapi dia tak sadar.." umpat Kenneth dalam hati.