Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.168


__ADS_3

Sofia pun pulang ke rumah setelah mengantarkan makan siang untuk suaminya. Lalu ia memilih untuk tidur siang karena lelah kesana kemari, memasak, beres-beres apartemen, hingga menghajar perampok.


"Mungkin ini yg dinamakan The Power of Emak-Emak.. banyak sekali yg kulakukan sedari pagi.. " gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun terlelap setelah membersihkan wadah makanan yg ia bawa ke rumah sakit. Ia tak sadar waktu berjalan dengan sangat cepat hingga sore menjelang. Ia terbangun dan melihat langit sudah mulai gelap. Ia pun menyalakan lampu dan bergegas mandi.


Setelah mandi, ia kembali ke dapur dan memasak sup. Hari ini Sofia benar-benar melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Ia tak dapat membayangkan bagaimana nasib suaminya jika ia mendapatkan misi dan tak pulang-pulang, bisa-bisa suaminya digoda oleh wanita diluaran sana.


"Semoga aku tak lagi mendapat misi yg mengharuskanku berada di suatu tempat berhari-hari. Masih ada aku saja Nathalie masih curi-curi padang pada Alfi, apalagi tak ada aku.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia memutuskan untuk stay di kantor cabang Singapura, jika ayahnya mengijinkan. Mungkin ia akan bersujud di kaki ayahnya jika tidak diijinkan. Ia tak rela Alfi sampai direbut wanita lain.


Setelah memasak, ia menonton telivisi dan makan camilan. Tak terasa Alfi pun sudah pulang ke apartemen. Sofia menyambutnya dengan senyuman lebar. Begitulah kemesraan pasangan pengantin baru pada umumnya.


Alfi pun memilih membersihkan diri terlebih dahulu dan Sofia sudah menyiapkan segalanya. Lalu mereka makan bersama. Walaupun sederhana tapi begitu nikmat karena kebersamaan dan kasih sayang antara keduanya.


Tak terasa sudah lewat 3 hari, artinya sudah waktunya Sofia dan Alfi untuk pergi berbulan madu ke Paris. Tapi Alfi masih harus mengurus rumah sakit, karena ada jadwal operasi mendadak. Sofia pun menunggunya dengan sabar. Untungnya pesawat mereka akan berangkat pada sore hari karena ada sedikit gangguan cuaca.


Sofia pun sudah merapikan semua barang-barangnya dan juga suaminya ke dalam koper. Apartemennya juga sudah dibersihkan, semua makanan pun sudah bersih dan takkan meninggalkan bau saat ditinggal selama lebih dari seminggu kedepan.


"Hhh.. Semoga saat di paris ia tak ditelepon rumah sakit untuk operasi.." gumam Sofia.


Hingga jam 15.00 Alfi pun belum pulang juga membuat Sofia khawatir. Ia mencoba menelponnya tapi tidak diangkat karena Alfi sedang berada di ruang operasi. Ia pun menelpon ke bagian receptionis dan mendapatkan kabar kalau suaminya masih di ruang operasi. Sofia pun menghela nafas sembari berfikir.


"Apa masih sempat ia pulang??" gumam Sofia.


Akhirnya Sofia memilih untuk merapikan barang-barangnya dan akan berangkat menuju ke rumah sakit jika 1 jam lagi Alfi belum ada kabar. Dan benar saja Alfi masih berjuang di meja operasi. Sofia pun lantas menyusulnya ke rumah sakit dengan membawa koper dan dokumen penting lainnya milik Alfi. Sofia juga sudah mengirimkan pesan kalau ia akan menjemput Alfi di rumah sakit.


Sofia pun tidak pergi sendiri melainkan bersama anak buahnya yg bertugas membawa mobilnya setelah ia naik ke pesawat. Sofia berangkat bersama anak buahnya dan tiba di rumah sakit pukul 17.00.


Sofia langsung menghubungi Alfi begitu tiba, dan Alfi baru saja selesai melakukan operasi. Ia langsung melihat jam dinding dan terkejut karena keberangkatannya satu jam lagi. Ia berfikir takkan sempat dan harus meminta maaf pada Sofia, serta membeli tiket pesawat tercepat.


Alfi pun meraih ponselnya dan melihat ada banyak notifikasi pesan dan panggilan dari Sofia.


"Akh tidak, bagaimana jika Sofia marah padaku?" gumam Alfi.

__ADS_1


Saat ia sedang membuka pesannya, panggilan Sofia pun masuk. Ia langsung menerimanya dan bersiap-siap dimarahi.


"Maaf Sayang, aku baru selesai operasi.." ucap Alfi.


"Ya tidak apa, aku sudah di rumah sakit dan membawa barang-barang kita.." ucap Sofia.


"Benarkah??" tanya Alfi senang.


"Ya, jadi cepatlah bersiap.. karena kita akan langsung menuju ke bandara.." ucap Sofia.


"Baik tunggu 10 menit lagi.. aku akan bersiap .." ucap Alfi.


Alfi pun membereskan mejanya dan berganti pakaian. Ia langsung cepat turun ke bawah untuk menemui Sofia.


"Maaf Sayang, aku terlambat sekali.." ucap Alfi.


"Ya.. Oke ayo kita berangkat.. sudah siap semuanya.." ucap Sofia.


"Terimakasih sayang.. aku berpikir kau akan marah.. " ucap Alfi memeluk Sofia.


"Yah kalau kau menyelamatkan nyawa aku masih bisa mentolerir.. " balas Sofia.


"Ayo sayang kita berangkat, anak buahku sudah menunggu di mobil.." ucap Sofia.


"Oke.. ayo kita berangkat.." balas Alfi menggandeng tangan Sofia dengan erat membuat Nathalie semakin panas dingin.


Nathalie yg kesal pun menendang tong sampah yg ada di taman.


Bughh..Bughh..


"Argghhh...!" teriaknya saat sampah berhamburan.


Teman-teman yg melihatnya pun cukup terkejut. Mereka pun merasa prihatin pada mental teman seprofesinya tersebut.


"Nathalie kau tak apa?"

__ADS_1


"Iya aku tak apa.." balas Nathalie.


"Apa kau stres?? "


"Sedikit.." balas Nathalie.


"Ayo ikut aku.." ajak rekannya.


"Mau kemana?" tanya Nathalie.


"Sudah ikut saja sebelum terlambat.." ucap rekannya.


Nathalie pun mengikuti rekannya menuju ke suatu ruang yg Nathalie tahu tempat apa itu. Rekannya ternyata membawa Nathalie ke psikolog.


"Dr. Jo tolong teman kami ya.. " ucap rekannya.


"Apa maksud kalian?" tanya Nathalie kesal.


"Sudahlah, kau terapi saja sebelum terlambat.."


"Aku masih waras dan tidak sakit.." ucap Nathalie.


"Tubuhmu sehat, tapi pikiranmu tidak.. kau harus diterapi supaya tidak kebablasan dan mengganggu pekerjaanmu."


"Itu benar nona Nathalie.. aku akan membuatmu relax dan mengurangi beban di pikiranmu.." ucap Dr.Jo.


"Aku tidak mau aku baik-baik saja.." ucap Nathalie.


"Sudah ikut saja, aku tak mau kau terlambat dan mengakhiri hidupmu.."


Nathalie pun pasrah dan melakukan konsultasi terapi. Dr.Jo pun bilang kalau Nathalie hanya stres saja. Dan dianjurkan untuk mengambil cuti untuk rehat sementara dari beban pekerjaan. Nathalie pun menurutinya dan langsung mengajukan cuti.


"Ternyata Stres pun berpengaruh pada segala hal.." gumam Nathalie dalam hati.


Beberapa hari setelahnya, Nathalie pun mulai cutinya. Ia sudah ijin pada ibunya untuk berlibur ke Paris untuk menghilangkan penatnya. Ibunya pun setuju dan mempercepat cuti putrinya pada rekannya. Nathalie pun berangkat 3 hari kemudian. Dengan niat akan melupakan keinginannya untuk memiliki Alfi, seorang pemilik rumah sakit yg pintar dan juga sukses.

__ADS_1


"Seandainya aku bertemu denganmu lebih cepat dari wanita itu.. pasti aku takkan begini.." gumam Nathalie di pesawat.


Sementara Sofia dan Alfi mereka benar-benar menikmati bulan madunya. Kegiatan yg mereka lakukan adalah 50% di kamar hotel dan 50% jalan-jalan. Hal yg sudah lumrah dilakukan bagi pasangan pengantin baru.


__ADS_2