Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP257


__ADS_3

Setelah bisnis miliknya ketahuan, kini Diana mulai terbuka dan tak perlu sembunyi-sembunyi lagi dari keluarga atau orang tuanya. Diana akan mengunjungi toko kue miliknya saat sedang mendapat libur dari sebuah misi. Dan Diana meminta untuk Sofia ataupun keluarganya tak ikut campur akan semua bisnisnya. Sofia pun mengikuti keinginan putrinya dan menahan semua anggota keluarganya yg ingin membantu Diana.


Brian yg mendengar berita tersebut pun kesal karena Diana diam-diam punya banyak rahasia di belakangnya. Brian pun mengajak Diana bertemu untuk mendengar ucapan langsung sepupunya.


"Tumben kau mengajakku makan siang.." ucap Diana.


"Kenapa kau punya banyak rahasia? bahkan aku yg sering membantumu tidak diberitahu.." ucap Brian.


"Bry.. aku butuh banyak uang untuk mengurus ini dan itu sementara aku tak ingin merepotkan kalian. Jadi aku melakukannya diam-diam." ucap Diana.


"Ck.. kau itu tega sekali padaku, pertama soal Dion, kedua soal bisnis rahasiamu.. nanti apalagi.." ucap Brian.


"Memangnya kau tak punya rahasia?" tanya Diana.


"Tidak, aku tak merahasiakan apapun padamu.." ucap Brian.


"Yasudahlah Bry, sekarang kan kau sudah tahu.." ucap Diana.


"Mau bekerjasama denganku?" tanya Brian.


"Aku tahu ujung-ujungnya pasti begini.. tidak mau.. aku tak mau berhubungan dengan S Group ataupun J Group.." ucap Diana.


"Ck.. kau itu.. sombong sekali.." balas Brian.


"Biarin.." ucap Diana.


"Ngomong-ngomong, Kenneth sering bertanya kabarmu? apa kalian benar-benar tidak berkomunikasi?" tanya Brian.


"Kau tak salah bertanya hal itu?" tanya Diana.


"Aku serius, aku sering bertemu karena urusan bisnis. Dan dia pasti bertanya kabarmu.." ucap Brian.


"Tidak pernah, selama ini juga kami hanya komunikasi soal misi atau pekerjaan.." ucap Diana.


"Apa dia menyukaimu? jadi saat kalian berpisah ia jadi merindukanmu?" tanya Brian.


"Mana kutahu Bry, kau tanya dia langsung saja kan kalian sering bertemu.." ucap Diana.


"Kau tak ingin menghubunginya?" tanya Brian.


"Jika bukan hal penting aku tidak mau.." balas Diana.


"Kau ini jual mahal sekali.." ucap Brian.


"Bukan begitu, dia itu selalu bersikap dingin dan tegas. Bahkan kata-katanya pedas seperti sambal ayam geprek.." ucap Diana.


"Tapi selama ini dia bersikap sopan padaku.." ucap Brian.


"Kau kan setara dengannya, dan sementara aku adalah salah satu anggotanya yg menjadi tanggungjawabnya." ucap Diana.


"Oh jadi begitu.. bagaimana kalau kau berkencan dengannya untuk menghentikan perjodohanmu.?" tanya Brian.


"Aku tak yakin dia mau, dia saja sedingin itu.." ucap Diana.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku yg meyakinkannya..?" tanya Brian.


"Jangan, aku malas nanti dia tak bisa berakting manis dan malah bersikap kaku.. dia itu hanya tampan saja.." ucap Diana.


"Kau menyebutnya tampan, berati kau sedikit tertarik padanya.." goda Brian.


"Cukup Brian, aku lapar.." ucap Diana memilih makan.


"Ya..ya.. makanlah sepuasmu.." ucap Brian.


"Tentu saja, sesuatu yg gratis itu 3x lipat lezatnya.." balas Diana tersenyum.


Mendengar pernyataan Diana membuat Brian tertarik untuk membuat mereka berkencan walaupun hanya untuk pura-pura. Bagaimanapun Brian tak tega Diana dijodohkan apalagi jika bukan pada pria yg tepat. Brian sudah sedekat itu dengan sepupunya hingga ia tak rela membiarkan Diana dalam bahaya.


Setelah makan siang, Diana kembali ke rumahnya dan Brian kembali ke perusahaannya. Disana Kenneth sedang menunggunya membuat Brian bingung.


"Ada apa?" tanya Brian.


"Maaf, tapi nampaknya karyawanku bekerja dibawah ekspektasiku.." ucap Kenneth memohon pada Brian untuk membantunya.


"Baiklah jika begitu, aku masih bisa mrmberi keringanan. Aku berhutang padamu karena selalu menyelamatkan Diana.. karena jika itu perusahaan lain maka tak ada ampun.." ucap Brian.


"Terimakasih Bry.. aku akan membantumu jika kau kesulitan.." ucap Brian.


"Tentu saja.." balas Brian tersenyum.


"Mau kutraktir makan malam? " tanya Kenneth.


"Oke.. nanti malam pukul 8.." ucap Kenneth.


"Kirimkan saja alamatnya.." ucap Brian.


Waktu yg ditentukan pun hampir tiba, namun 1 jam sebelum Brian pergi menemui Kenneth, Kenan memintanya untuk terbang ke Perancis untuk mengurus project B. Brian pun merasa tak enak pada Kenneth karena harus membatalkan janjinya tepat 1 jam sebelum acara. Tak habis akal Brian menghubungi Dion tapi Dion juga sedang shift malam di rumah sakit. Akhirnya Brian memikirkan 1 orang dan orang tersebut bersedia membantunya.


Orang tersebut adalah Diana, Diana yg sedang dalam masa liburan pun tak keberatan menggantikan Brian makan malam dengan rekan bisnisnya. Karena dengan begitu Diana bisa belajar mengenai bisnis.


"Baiklah aku akan membantumu jika begitu.." ucap Diana di telepon.


"Bagus, kau bisa belajar menemui rekan bisnismu.." ucap Brian.


"Dimana lokasinya?" tanya Diana.


"Di restourant Xx.. jam 8.." ucap Brian.


"What??? 1 jam lagi?? " tanya Diana.


"Maaf Diana, aku harus terbang sekarang.. kau bisakan membantuku?? Dion sedang bekerja jadi aku tak bisa meminta bantuannya.." ucap Brian.


"Baiklah, mau tak mau aku akan kesana dengan tampilan seadanya.." ucap Diana.


"Ya.. yg penting kau berpakaian rapi dan sopan karena yg kau temua lebih tua darimu." ucap Brian.


"Oke.." balas Diana lalu memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


Dengan cepat Diana berlari ke area walk in closet miliknya. Dicarinya gaun yg sopan untuk acara formal. Dan ia menemukannya, langsung saja Diana menyiapkan segala aksesorisnya. Setelah itu, ia ke ruang makeup dan mendandani tampilannya secepat mungkin. 45 Menit kemudian Diana sudah siap dengan tampilan sederhananya. Diana pun berlari menuju mobilnya tapi dihadang momnya.


"Diana kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Sofia.


"Mom, Brian meminta bantuanku untuk bertemu rekan bisnisnya.. sementara Brian diminta uncle Kenan untuk terbang ke Perancis.." ucap Diana.


"Baiklah, nanti mom akan mengeceknya langsung pada Brian atau Kenan.." ucap Sofia.


"Silahkan saja mom.. aku tidak berbohong, Brian yg meminta bantuanku.. dan ini hanya makan malam biasa tak ada alkohol.." ucap Diana.


"Oke.. pergilah.." ucap Sofia.


"Terimakasih mom.." ucap Diana mencium tangan Sofia lalu berlari menuruni anak tanggga dan menuju ke garasinya.


Sementara Sofia langsung mengeceknya dan benar tidak ada kebohongan dari pernyataan Diana, membuat Sofia lega putrinya sudah berkata jujur padanya.


Sementara itu, Kenneth pun sudah tiba disana dan menunggu Brian. Selama 10 menit Kenneth menunggu dan hendak menghubungi Brian tapi ponselnya tidak aktif karena ia sudah terbang ke Perancis.


"Kenapa ponselnya tidak aktif??" gumam Kenneth.


"Permisi apa benar ini meja tuan Hayes?" tanya Diana.


"Iya benar, anda siapa?" tanya Kenneth dan langsung terkejut melihat Diana.


"Diana??.." ucap Kenneth.


"Kapten?? apa kapten rekan bisnis Brian?" tanya Diana.


"Benar, tapi kenapa kau yg datang?" tanya Kenneth.


"Brian harus terbang malam ini atas perintah ayahnya. Dan aku harus menggantikannya karena ia tak enak menolak ajakanmu." ucap Diana.


"Tapi kenapa ia tak mengabariku?" tanya Kenneth.


"Mungkin ia lupa karena terburu-buru.." ucap Diana.


"Baik, silahkan duduk.." ucap Kenneth.


"Terimakasih.." ucap Diana.


Malam itu, Diana terlihat anggun dan menjaga etikanya. Bahkan pakaiannya sangat sopan dan rapi. Juga tutur bahasa Diana yg lebih lembut membuat Kenneth merasa aneh.


"Bagaimana kabarmu kapt?" tanya Diana.


"Baik, kau sendiri?" tanya Kenneth.


"Aku baik juga.." balas Diana.


"Tolong berhenti memanggilku kapten, aku sudah bukan kapten tim alfa lagi.." ucap Kenneth.


"Maaf aku hanya sudah terbiasa memanggilmu begitu." ucap Diana.


Lalu yg mereka bahas malah keadaan SHIELD dan tim alfa kini. Diana bahkan melupakan niatnya untuk belajar bisnis dari rekan bisnis Brian.

__ADS_1


__ADS_2