
Praankkkk..!
"Cepat kalian lihat darimana suara itu berasal.." perintah Fabio.
"Baik tuan."
Mereka pun mencari ke arah sumber suara namun, hanya ada pecahan kaca tanpa ada siapapun. Tapi mereka tahu ini adalah ulah Diana yg berhasil meloloskan diri.
"Wanita itu kabur tuan.."
"Apaa?? bagaimana bisa??" tanya Fabio.
"Cepat cari sampai ketemu..!" perintahnya
"Baik tuan.."
Mereka pun mencari dan menemukan jejak darah dari Diana. Diana pun sedikit terluka terkena pecahan kaca. Ia berusaha menghubungi Kenneth.
"Hallo kapt.." ucap Diana.
"Kau dimana?" tanya Kenneth.
"Ikuti saja alat pelacakku.. aku hampir mati terbakar di sebuah rumah.. cepat cari rumah yg terbakar dari alat pelacak tersebut.." ucap Diana.
"Kena kau..!"
"Mau lari kemana kau ja**ng."
"Diana apa yg terjadi..?" tanya Kenenth namun Diana sudah memutuskan sambungannya.
"Diana...!!" panggil Kenneth namun, sambungan sudah terputus.
"Bagaimana kapt?"
"Diana hampir dibakar seseorang, cepat cari rumah yg terbakar.." ucap Kenneth.
"Disebelah sana kapt, sesuai dengan alat pelacak ini.." ucap rekannya.
"Bagus cepat ikuti, mungkin Diana ada dalam bahaya. " balas Kenneth.
"Baik kapt. "
Sementara Diana ia sudah siap melawan anak buah Fabio. Ia yg masih menyimpan energinya pun tak takut melawan anak buah Fabio.
Bughh..Bughh..Bughh..
Duakkhh..Duakkhh..
"Akhirnya selesai.." ucap Diana.
"Selesai?? tidak semudah itu gadis ja***ang.." ucap Fabio muncul.
"Oh tidak aku tertangkap.." ejek Diana.
"Ckk.. masih sempat kau bercanda.." ucap Fabio yg kesal dan langsung melepaskan tembakannya.
Dorr..Dorr..Dorr..
__ADS_1
Dengan cepat Diana pun menghindar. Hingga ia juga mengeluarkan senjatanya.
Dorr..Dorr..
Diana pun membalas tembakannya, dan mereka pun baku tembak di lokasi tersebut. Ditambah lagi kobaran api yg mulai membesar dan melahap rumah tersebut. Untungnya lokasi tersebut jauh dari kepadatan penduduk dan sepi jadi tak ada yg mendengar suara tembakan.
Sementara tim alfa mendekati rumah tersebut, mereka langsung turun dan mendengar suara tembakan.
Diana yg sudah terpojok dan kakinya yg sudah terkena tembakan pun mulai melemah.
Dorr..Dorr.. Fabio terus menembak Diana dan mengenai kakinya. Diana pun tak bisa berlari atau bergerak membuat Fabio mendekat dan hendak menghabisinya.
"Tamatlah riwayatmu gadis sombong.." ucap Fabio.
"Paman kau itu tampan tapi sayang kau itu kejam.." balas Diana.
"Apa ini kau menggodaku? agar aku kasihan padamu?" ucap Fabio tertawa.
Duakhhh.. Diana pun menendang Fabio lalu mencoba kabur.
"Akh dasar ja**ang..!" umpatnya kesakitan karena bagian vitalnya ditendang Diana.
Namun, Fabio terus mengejar dan Diana terjatuh karena tak kuat berjalan.
"Kini kau tidak bisa mengelak kagi.." ucap Fabio mengarahkan pistolnya ke kepala Diana..
"Tuhan kumohon jangan ambil nyawaku saat ini.." gumam Diana dalam hati.
Dorr..Dorr..
"Apa ini mukjizat..?" gumam Diana.
"Ck.. ayo ikut aku kabur.." ucap Kenneth menggendongnya.
Diana pun tersadar saat Fabio yg terjatuh karena tertembak oleh Kenneth. Dan Kenenth tiba diwaktu yg tepat. "Lagi-lagi dia yg menyelamatkanku.. dan tiba tepat waktu.." gumam Diana dalam hati.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan langsung melaju cepat menuju ke rumah sakit.
"Diana kau baik-baik saja?" tanya rekannya.
"Ya hanya tertembak.." balas Diana.
"Kau tahu siapa pria itu?" tanya Kenneth.
"Anak buahnya memanggilnya Fabio.. tapi aku tak tahu kenapa ia menangkapku.." ucap Diana.
"Dia pasti pemilik obat-obatan yg sedang kita selidiki.." ucap rekannya.
"Tapi kenapa hanya kau yg diperlakukan separah ini?" tanya Kenneth.
"Aku juga tak tahu kapt.." balas Diana berbohong.
"Ck.. tidak ada yg kau sembunyikan dariku kan?" selidik Kenneth.
"Tidak ada kapt, aku hampir mati dan masih dimarahi..? disana aku tak menemukan apapun dan langsung hendak dibakar hidup-hidup.." ucap Diana membela diri.
"Baiklah, katakan jika kau tahu sesuatu.." ucap Kenneth.
__ADS_1
"Tentu kapt.." balas Diana.
Diana pun dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Disana Kenneth meminta dokter untuk mengecek seluruh tubuh Diana karena mungkin saja ada bekas luka terbakar. Dan benar saja lengan Diana terkena luka bakar ringan dan langsung diobati.
Tiba-tiba, Bima atasan mereka datang ke rumah sakit mendengar Diana dan tim alfa mendapat penyerangan. Bima pun sudah menghubungi Satria dan Sofia untuk meminta ijin bertindak. Bima pun meminta tim alfa untuk kembali besok.
"Kenneth, aku tak bisa membiarkan kalian kehilangan anggota tim kalian.. jadi pulanglah.. " ucap Bima.
"Baik tuan.. saya mengerti.." ucap Kenneth.
"Kalian sudah menjadi targetnya.. jadi untuk sementara kalian akan diberikan waktu cuti sampai situasi mereda.." ucap Bima.
"Baik tuan.." ucap Kenneth.
Kemudian Kenneth pun menceritakan apa yg dialami Diana dan petunjuk yg Diana beritahu. Mengenai Fabio dan juga penculikan semua anggota lainnya. Langkah Bima pun kali ini benar, ia melihat cucu kesayangannya terluka dan bukan tak mungkin menjadi target mereka.
Bima pun meminta waktu pada tim dokter dan perawat untuk bicara pada Diana 4 mata.
"Diana bisa bicara sebentar.." ucap Bima.
"Iya tuan.." balas Diana berpura-pura agar tak ada yg curiga.
Diana pun menceritakan kronologi penculikannya, dan Bima mendengarkannya. Diana dan semua tim alfa kini statusnya dibebaskan dari segala tugas hingga kasus ini mereda. Diana pun merasa bersedih tapi ia juga memikirkan keselamatan semua rekannya.
Diana juga masih merahasiakan Fabio yg adalah Vall musuh besar SHIELD. Karena keluarganya tidak tahu kalau Diana selama ini mengumpulkan banyak informasi untuk menangkap pria yg telah menculik saudaranya. Bahkan Brian orang terdekatnya pun tak tahu rencana Diana yg ia lakuakan diam-diam. Diana menutupnya rapat-rapat hingga saatnya tiba. Juga rekaman yg ia dapatkan saat penculikan takkan ia beritahu siapapun termasuk keluarganya agar mereka tak mengetahui rencananya selama ini.
Semua itu Diana lakukan agar ia bisa bebas melakukan penyelidikan. Bukan tidak mungkin keluarganya akan melarangnya menangkap Fabio. Dan semua rencana yg ia susun dengan susah payah bisa berantakan jika keluarganya mengetahuinya.
Setelah bicara dengan kakeknya, Diana pun beristirahat ditemani tim alfa yg menjaganya secara bergantian. Kebetulan mereka juga mendapat penanganan bagi yg terluka.
Pagi harinya Diana akan dibawa ke hotel untuk merapikan barangnya dan kembali bersama tim alfa. Saat hendak meninggalkan rumah sakit, Bima berpapasan dengan Claude yg sedang terburu-buru.
Brukk..
"Maaf tuan, saya sedang terburu-buru dan kurang hati-hati.." ucap Claude.
"Iya.. tapi tunggu kau mirip sahabatku.." ucap Bima spontan.
"Apa tuan?" tanya Claude entah mengapa belakangan ini ia mendengar beberapa orang ada yg mirip dirinya.
"Tidak, kau hanya mirip sahabatku.. aku bisa bangun sendiri.." ucap Bima yg lalu meninggalkan dokter muda tersebut.
Kemudian Claude melihat Diana pasien yg pernah ia tangani bulan lalu, kini kembali ke rumah sakit tersebut dengan luka di kakinya. Ia melihat Diana dibantu rekannya untuk berjalan. Claude pun bingung, apa yg dilakukan wanita itu hingga selalu terluka.
"Kira-kira apa pekerjaan wanita itu?" gumamnya dalam hati.
Lalu ia mendapat panggilan dari ayahnya, dan langsung menemuinya setelah jam bekerjanya habis.
Claude pun terkejut melihat kondisi ayahnya yg tertembak.
"Ayah apa yg terjadi?" tanya Claude.
"Ini adalah ulah musuh bisnis ayah.. kau jauh-jauhlah dari organisasi bernama SHIELD.." ucap Fabio.
"Baiklah.." ucap Claude yg memeriksa luka ayahnya.
"SHIELD sepertinya aku pernah melihatnya dimana ya..?" gumam Claude dalam hati.
__ADS_1