Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.98


__ADS_3

"Tapi apa dia masih marah padaku?" tanya Vall.


"Coba kalau kau yg akan dibunuh seorang pria muda yg ternyata menyukai putrimu. Apa kau akan menerima pria tersebut?" tanya Sofia membuat Vall tertohok dan tak mampu berkata-kata.


"Sudahlah.. makan saja.." balas Sofia. "Baru begitu saja kau langsung diam.." gumam Sofia dalam hati.


Sementara Vall benar-benar tertohok atas perkataan Sofia. "Jika aku jadi Satria pasti aku takkan terima atas perlakuannya.. dan takkan memberikan putriku.." gumam Vall dalam hati.


Mereka pun makan dengan tenang tanpa adanya obrolan, hanya bunyi garpu dan sendok. Setelah makan Sofia memilih bermain ponsel.


"Setelah ini kau mau kemana?" tanya Vall.


"Aku lelah, kurasa cukup untuk hari ini.." balas Sofia.


"Baiklah ayo kita pulang, aku akan mengantarmu.." balas Vall.


"Tidak, aku akan naik taksi saja.. bisa bahaya jika tim SHIELD melihatmu.. " ucap Sofia.


"Bukankah kita sudah berdamai?" tanya Vall.


"Tapi aku belum meresmikannya pada mereka, bahkan keluargaku saja tak tahu akan keputusanku.. aku sejujurnya harus menghadapi kemarahan keluargaku setelah ini.. jadi lebih baik aku pulang sendiri.." ucap Sofia.


"Baiklah, kabari aku jika kau menghadapi masalah besar.." ucap Vall.


"Ya .. terimakasih untuk hari ini.." ucap Sofia.


Sofia pun naik taksi, tapi ia baru ingat kalau mobilnya ada di depan hotel tempat ia bertemu Vall. "Oh sial, aku lupa sekarang membawa mobil.." umpat Sofia. Segera setelah ia mendapatkan taksi ia langsung menuju hotel.


Sesampainya di hotel ia pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju apartemen Kenan. "Drama masih akan terus berlanjut.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun tiba di apartemen milik Kenan. Ia langsung masuk setelah Alfi membuka pintu. Setelah menutup pintu Alfi memeluknya.


"Sofia apa kau baik-baik saja?? apa si brengsek itu berbuat mesum?" tanya Alfi melerai pelukannya.


"Aku baik-baik saja, tapi berhenti bersikap berlebihan karena kondisi kita dalam bahaya.. salah sedikit ibuku atau keluargaku bahkan kau bisa dalam bahaya.. " ucap Sofia.


"Maaf Sofia, aku tak tahu harus berkata apalagi selain aku cemburu mengetahui kau bersama pria lain.." ucap Alfi.


"Ini baru awal rencana Al, bukankah aku memintamu untuk bersiap pada keadaan terburuk? jadi bersabarlah.." ucap Sofia.


"Ya baiklah.. " balas Alfi.


"Kenan dan ayahku kemana?" tanya Sofia.


"Mereka sedang ke kantor masing-masing.." ucap Alfi.

__ADS_1


"Oh baiklah.. aku mau istirahat di kamar Al aku sangat lelah berakting.." ucap Sofia.


"Iya istirahatlah, nanti kita bahas lagi saat mereka tiba.. " balas Alfi.


Sofia pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Entah mengapa penyamarannya kali ini berbeda dari misi-misi yg pernah ia lakukan. Terasa sangat berat dan melelahkan. "Dalam setiap misi aku terbiasa berbohong dan mengarang cerita, tapi kini rasanya sangat berat dan melelahkan.. kira-kira ibu ada dimana sekarang?" gumam Sofia dalam hati.


☘☘☘


Sementara itu Reina masih ada di dalam kamar di mansion tersebut. Ia sadar betul kalau ia tengah dikurung disana karena tidak diperbolehkan untuk sekedar keluar kamar. Yg lebih aneh lagi setiap kali ia habis minum obat, ia sudah tak sadar lagi seperti pingsan. Kepalanya langsung terasa pusing dan sangat mengantuk. Hingga ia menyadari ada yg aneh dari obat-obatan yg ia minum.


"Kurasa kini aku tengah jadi seorang tawanan.. pertama aku dilarang keluar kamar, kedua penjagaan yg ketat, dan yg ketiga obat-obatan yg memicuku untuk selalu tertidur.." gumam Reina dalam hati.


Namun, ia sebisa mungkin untuk tidak meminum obat-obatan tersebut. Saat berhasil mengelabui perawat dan dokter ia segera membuangnya ke dalam toilet. Dan jika ia benar-benar harus meminumnya ia akan meminumnya dan segera tak sadarkan diri untuk membuat mereka percaya.


Hingga pada suatu hari Vall datang mengunjunginya.


"Selamat sore nyonya.." ucap Vall membawa bunga.


"Selamat sore tuan Vall.." balas Reina tersenyum.


"Ini aku bawakan anda bunga agar kamar ini lebih segar.." ucap Vall.


"Terimakasih tuan Vall.." ucap Reina.


"Benarkah? berita apa itu?" tanya Reina penasaran.


"Aku sudah menghubungi putri anda, dan dalam waktu dekat ia akan menjemputmu.." ucap Vall.


"Benarkah? Berita yg sangat bagus tuan.." balas Reina.


"Ya.. tapi saat ini mereka sedang sibuk dan tidak di negara ini, jadi butuh waktu beberapa hari lagi nyonya. Aku akan mengabari anda lagi jika sudah pasti.." balas Vall.


"Tentu tuan, aku sangat menantikannya.." balas Reina.


"Ya.. baiklah, anda harus banyak istirahat agar cepat pulih dan bertemu dengan keluarga anda.." ucap Vall.


"Iya tuan, terimakasih atas kebaikannya." balas Reina.


"Tentu nyonya.." ucap Vall lalu pamit undur diri.


Setelah kepergian Vall Reina menangkap sesuatu. Nampaknya Vall benar-benar punya niatan tertentu pada keluarganya. "Apa tujuan pria ini? aku benar-benar tak mengerti.." gumam Reina dalam hati.


☘☘☘


Di Perusahaan S Group, Kenan tengah mencaritahu dimana letak Vall menyembunyikan ibunya. Ia sudah tahu mobil jenis apa yg dipakai Vall melalui cctv yg ia pasang di mobil Sofia. Ia sudah tahu jenis mobil hingga nomor platnya. Kini Kenan hanya tinggal mengikuti jejak Vall kemana saja ia pergi.

__ADS_1


Satria yg mengetahui kabar tersebut pun segera membentuk tim untuk memata-matai seluruh kegiatan Vall. Di hari pertama, tak ada yg aneh karena Vall hanya pergi ke Mall bersama Sofia dan kembali ke rumahnya.


"Mengapa seperti ada yg terlewatkan?" ucap Satria mendengar laporan anak buahnya.


"Ada apa ayah?" tanya Kenan yg berada di dekat Satria.


"Ya, aneh saja.. tak ada pergerakan kemanapun.." ucap Satria.


"Tunggu hingga besok.. hari ini kakak sudah bertemu dengannya.." ucap Kenan.


"Ya.. kita tunggu dia berbuat kesalahan.." ucap Satria.


"Baiklah, ayo kita pulang dan dapatkan informasi dari kakak.. " ucap Kenan.


"Ya kau ada benarnya juga.." balas Satria.


Dan mereka pun pulang ke apartemen untuk mengintrogasi Sofia. Sesampainya disana Sofia tengah asik menonton tv bersama Alfi.


"Ayah dan Kenan sudah pulang rupanya.." ucap Sofia.


"Ya.. mari kita makan malam bersama.." ucap Satria.


"Oke.." balas Sofia langsung menyiapkan makanan yg sudah ia pesan.


Setelah makan malam obrolan pun dimulai.


"Baiklah, karena kalian sangat penasaran aku akan memulainya." ucap Sofia.


"Aku mengajukan syarat seperti yg sudah kita rencanakan dan ia setuju untuk itu.. dan hari ini kami hanya berjalan-jalan di Mall dan makan.. Dan ia nampak begitu hati-hati mengenai dimana tempat ibu berada.. " ucap Sofia.


"Sudah kuduga.." balas Satria.


"Ya aku sudah memperkirakannya.. kita harus bersabar untuk sekarang.." balas Kenan.


"Dan besok ia akan bertemu ayah untuk meminta maaf dan restu.." ucap Sofia.


"Jika bukan karena istriku sudah habis lelaki itu.. Baiklah Sofia, " ucap Satria.


"Akan lebih baik jika ayah bersikap alami dengan marah atau emosi.." ucap Kenan.


"Ide bagus Ken, aku sudah lama menunggu momen dimana ia berlutut padaku.." ucap Satria.


"Manfaatkanlah Ayah, lalu kau harus luluh setelahnya.." ucap Sofia.


"Ya tenang saja, aku akan berpura-pura luluh setelah puas membuatnya berlutut dihadapanku.." ucap Satria tersenyum penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2