Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP266


__ADS_3

Diana, Brian dan Iris pun menikmati liburan mereka. Tampak wajah bahagia begitu terlihat pada Iris, walaupun ia berharap kakak sepupunya ikut serta. Brian pun membebaskannya selama masih dalam pengawasannya dan juga dua bodyguard yg dibawa Diana.


"Sayang sekali kak Dion tidak ikut.." ucap Iris melihat pemandangan indah disana.


"Whatt??" ucap Brian.


"Haha.. Dia sedang bekerja Iris, dan tidak bisa cuti." ucap Diana.


"Anak ini memang benar-benar, sudah nikmati saja liburanmu, masih untung aku ajak.." ucap Brian.


"Ck.. kakak ini menyebalkan sekali." ucap Iris.


"Sudah-sudah, kita nikmati saja liburannya.." ucap Diana.


Mereka pun menikmati keindahan yg ada disana dan mengambil beberapa gambar. Diana merasa semua bebannya hilang saat ada disana. Dia hanya bisa puas menikmati udara segar dan pemandangan indah. Dan bodyguardnya justru malah menjaga Iris karena Diana tak butuh penjagaan.


Iris yg sedang mencari jati diri pun mulai mencari celah untuk lolos dari penjagaan. Ia ingin bebas kesana-kemari menikmati liburannya karena selama ini Dadnya begitu ketat pada dirinya. Ia dilarang untuk keluar pada malam hari, bahkan jika keluarpun selalu dijaga oleh bodyguard dan ponselnya dipasang GPS untuk melacaknya. Dan momen pergi bersama Brian adalah caranya untuk memperoleh kebebasan.


Namun, kebebasannya kali ini membawa petaka karena sekalinya kabur ia justru hampir diculik orang tak dikenal. Para bodyguard pun kebingungan dan langsung melapor pada Brian.


"Tuan nona Iris hilang.."


"Apaa?? kalian tidak menemukannya di sekitar sini?" tanya Brian.


"Tidak tuan. "


"Ck.. sudah kuduga bocah itu merepotkan.." ucap Brian langsung melacaknya dari ponselnya.


"Ada apa Bry?? apa yg hilang..?" tanya Diana.


"Iris, dia mencoba kabur." ucap Brian.


"Tapi tenang aku akan melacaknya.. " ucap Brian sedang membuka aplikasi khusus di ponselnya.


"Baiklah aku ikut mencari. Bagaimana?" tanya Diana.


"Ke arah sana.." ucap Brian.


"Baiklah ayo kita berpencar, kalian pergi kesana dan kami ke arah sini." ucap Diana


"Siap nona." ucap mereka.


Mereka pun menelusuri peta dan para bodyguardnya mencari di sekitar. Diana pun menemukan ponsel Iris terjatuh.


"Ini ponsel milik Iris kan?? Aku kenal dengan casenya." ucap Diana.


"Benar, sia** kemana anak itu..?" gerutu Brian.


"Tunggu, melihat kondisi ponsel ini sepertinya terjatuh.. Bry kita harus temukan Iris." ucap Diana merasa ada bahaya pada Iris.


"Baiklah, sudah kuduga membawa anak itu hanya akan memberi kita masalah." ucap Brian.


Diana pun menemui anak buahnya untuk mencari Iris atau gerak-gerik orang mencurigakan karena ponselnya telah ditemukan.


"Belum ketemu?" tanya Diana.


"Belum nona.." ucap mereka.


"Apa kalian lihat orang-orang mencurigakan disekitar sini?" tanya Diana.


"Ada sekelompok pemuda aneh nona di sana tadi.." ucap salah seorang.


"Anehnya bagaimana?" tanya Diana.


"Mereka mengusir kami saat kami bertanya."


"Tunjukkan padaku dimana tempatnya." ucap Diana.


"Baik nona, silahkan ikuti kami."


Diana dan Brian pun mengikuti mereka menuju ke sebuah rumah. Mereka nampak sedang berpesta dengan suasana lampu yg menyala terang.

__ADS_1


"Kemungkinan Iris ada disana, aku akan kesana.." ucap Diana.


"Tapi Diana.. bagaimana caramu masuk?" tanya Brian.


"Kau lupa aku siapa?" ucap Diana tersenyum dan melangkah elegant masuk ke sana.


Diana pun melangkah tanpa ragu untuk masuk ke dalam, beberapa pemuda menyapanya dan mempersilahkan Diana masuk karena ada wanita cantik datang tanpa diundang.


"Hai kalian, apa disini ada pesta?" tanya Diana.


"Benar, ada apa nona cantik? mau bergabung?"


"Bolehkah aku bergabung?" tanya Diana.


"Untuk wanita secantik dirimu, tentu saja boleh.."


"Terimakasih tampan.." ucap Diana berhasil lolos.


Diana pun masuk ke dalam villa tersebut dan melihat ada beberapa orang sedang berpesta. Diana juga melihat ada ruangan lain di lantai 2.


"Hai cantik kau datang sendiri?" tanya seorang pria melihat Diana.


"Iya, kau tidak lihat bukan disebelahku kosong.." ucap Diana.


"Kau pintar bicara rupanya.. mau kutemani?" tanyanya lagi.


"Boleh.." balas Diana.


"Siapa namamu?"


"Anna.." ucap Diana.


"Anna nama yg cantik secantik orangnya.." ucapnya.


"Terimakasih, lalu siapa namamu?" tanya Diana.


"Julio." balasnya.


"Baiklah Julio, disini terlalu ramai dan berisik, apakah tak ada tempat yg lebih nyaman untuk ngobrol?" tanya Diana.


"Memangnya di atas ada apa?" tanya Diana.


"Ada temanku pemilik villa ini." ucap Julio.


"Oh, baiklah aku akan menyapanya kalau begitu agar dia mengijinkan kita." ucap Diana.


Diana dan Julio pun naik ke atas lantai 2. Dan dilihatnya ruangannya cukup tenang dan hanya ada sebuah kamar yg terkunci.


"Itu dia temanku pemilik Villa ini.. Bob.." ucap Julio.


"Bob perkenalkan, dia Anna.. " ucap Julio.


"Hai Diana, kau sangat cantik tapi lebih cantik lagi kalau pakaianmu lebih feminim.." ucap Bob.


"Terimakasih Bob, aku hanya sedang jalan-jalan dan melihat sebuah pesta yg seru.." ucap Diana.


"Nikmatilah pesta ini, mau ikut denganku.." ucap Bob.


"Tapi Julio?" tanya Diana.


"Dia akan ikut juga.." balas Bob.


"Oke baiklah.. " balas Diana.


Diana dibawa ke sebuah ruangan yg terkunci tersebut. Diana melihat ada seorang gadis dengan pakaian mirip Iris. Dan saat Diana mendekat memang benar itu adalah Iris. Ia terlihat ketakutan, tapi Diana mengisyaratkan untuk tetap tenang. Iris pun mengerti, walau ia awalnya hanya ingin bersenang-senang tapi justru malah terjebak bersama orang-orang yg mengerikan.


"Baby, tenanglah.." ucap Bob.


"Iya.." balas Iris.


"Bob, ruangan ini indah sekali.." ucap Diana mengalihkan perhatian.

__ADS_1


"Bagus bukan design nya?" tanya Bob.


"Iya sangat berkelas, mau menemaniku melihat-lihat.." ajak Diana.


"Tentu saja cantik." ucap Bob.


Bob pun merangkul pinggang Diana, walaupun risih Diana tahan karena agar Diana punya ruang untuk mengahajar Bob saat yg lain tak melihat. Dan ketika mereka berada di balkon yg sepi, Diana memandang pemandangan indah malam. Bob tentu mengambil keuntungan dengan melingkarkan lengannya di pinggang Diana.


"Kena kau.." ucap Diana.


"Maksudmu apa cantik?" tanya Bob.


Bughh..Buggh..bughh..


Bob pun pingsan setelah dihajar Diana. Dan Diana membuat Bob seolah-olah sedang duduk agar yg lain tak curiga. Kemudian Diana kembali ke ruangan Iris.


"Hai semua, aku kembali tadi Bob bilang ingin ke toilet jadi aku kemari lebih dahulu.." ucap Diana.


"Mari kesini Anna, kita mengobrol bersama Baby." ucap mereka.


Diana pun mengikuti untuk membuat jarak pada Iris dan orang-orang tersebut.


"Minumlah ini Anna." ucap salah seorang memberi Diana alkohol.


"Oh my.. Alkohol.." gumam Diana.


Diana pun pura-pura menumpahkannya, dan menaruh kembali gelas tersebut tapi langsung diisi lagi.


"Ayo minum lagi.." ucap mereka. Kali ini mau tak mau Diana meminumnya sedikit, dan tanpa membuang waktu Diana menghajar mereka.


"Kalian.. membuatku muak.." ucap Diana.


"Apa Anna sudah mabuk?" tanya mereka.


Bughh...bughh..


"Akhh.. " teriak seseorang lalu pingsan.


"Anna apa yg kau lakukan?"


"Bersenang-senang.. " ucap Diana lalu menghajar mereka semua hingga pingsan.


Buggh..Bughh..Bughh..


"Ayo Iris,." ucap Diana.


"Kak.. bagaimana kita keluar?" tanya Iris.


"Aku sudah menghubungi Brian dan para bodyguard." ucap Diana.


"Ikuti aku.." ucap Diana mengajak Iris keluar lewat tangga darurat yg sudah disiapkan para bodyguard.


"Aku takut.." ucap Iris.


"Cepat sebelum mereka sadar.." ucap Diana.


Dengan langkah perlahan Iris berhasil turun lalu diikuti Diana.


"Cepat kita harus kembali.." ucap Diana.


"Ayo gadis nakal, kau sudah mencari masalah hari ini.." ucap Brian menarik Iris menuju ke mobil. Namun, langkah mereka terhenti saat ada sekumpulan anak muda menghadang mereka.


"Brian aku akan membuat celah.. kau bawa Iris, sementara aku bersama mereka akan menghajar mereka semua." ucap Diana.


"Kau yakin? mereka banyak.." ucap Brian.


"Mereka hanya pemuda biasa.." ucap Diana.


Dan perkelahian pun terjadi, Diana berhasil membuat celah agar Brian kabur membawa Iris, sementara Diana bertarung dengan mereka semua.


Brian pun tiba di penginapan dan langsung mengunci Iris di kamarnya.

__ADS_1


"Jangan kabur lagi, aku akan menyusul Diana.." ucap Brian langsung menutup dan mengunci Iris dari luar.


Saat keluar Brian pun berpapasan dengan Kenneth yg menyusul mereka. Dan Brian menceritakan segalanya membuat Kenneth ikut membantu Brian.


__ADS_2