Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.100


__ADS_3

Reina pun sedang rebahan dikamarnya dikejutkan oleh beberapa pelayan datang membawa pakaian baru untuknya.


"Maaf nyonya, tuan meminta kami untuk membantu anda bersiap-siap.."


"Memangnya ada apa sampai aku harus bersiap-siap?" tanya Reina.


"Tuan William yg akan menjelaskannya pada anda nanti, sekarang anda harus ganti pakaian dan merapihkan penampilan anda.." ucap mereka takut.


"Baiklah, aku akan memakai pakaian sendiri.. " ucap Reina.


Reina pun mengganti pakaiannya dengan pakaian yg disediakan mereka. Dan setelah berpakaian para pelayan langsung mendandani Reina.


"Aku ingin make up tipis saja, aku sudah tak muda lagi jadi aku ingin tampil natural.." perintah Reina.


"Baiklah nyonya.."


Selang 15 menit mereka mendandani Rein, William pun muncul dan langsung menuju kamar. Penjaga kamar pun menahannya.


"Maaf tuan, nyonya sedang bersiap.."


"Baiklah, aku akan menunggu.." ucap William.


Beberapa saat kemudian Reina pun keluar begitu selesai. Ia nampak terkejut melihat William karena ia belum pernah melihatnya.


"Nyonya saya William dan hari ini anda akan bertemu keluarga anda.." ucap William.


"Baiklah, tapi kenapa mendadak sekali..?" tanya Reina.


"Aku hanya menjalankan perintah nyonya.." ucap William berusaha menahan amarahnya. "Bukannya senang bisa pulang, malah bertanya.." gerutunya dalam hati.


Reina pun dibawa menuju apartemen Kenan. Mereka melajukan mobil dengan cepat, hingga Reina ketakutan. "Mereka mau membunuhku atau bagaimana? sepertinya mereka sudah tak sayang nyawa atau jangan-jangan aku akan dibunuh..?" gumam Reina dalam hati.


Sepanjang jalan Reina berdoa tiada henti, ia sangat takut pergi sebelum bertemu suami dan kedua anaknya. Hingga mereka tiba di apartemen milik Kenan.


"Kita kesini? apartemen..?" tanya Reina bingung.


"Sudah nyonya masuk saja, nanti anda akan mengerti kondisinya." ucap William.


Mereka pun masuk ke dalam, dan disana Reina melihat ada banyak pasukan SHIELD, hingga ia merasa lega dan aman.


☘☘☘


Sementara itu sejak kepergian William, Vall membeku apalagi melihat Sofia menangis memohon pada ayahnya.


"Sofia hentikan tangisanmu.. aku tak ingin melihatnya.." ucap Satria.


"Ayah, jangan bunuh Vall.. ia akan segera membebaskan ibu.." ucap Sofia.


"Kita lihat saja nanti, apakah ia menepati janjinya.." ucap Satria kembali menatap Vall dengan tajam.


"Kau dimana si William itu? kenapa lama sekali? apa dia kabur ketakutan?" tanya Sofia pada Vall.


"Sofia tunggulah.. aku juga masih ingin hidup dan menikah denganmu.." balas Vall.


"Cepat suruh ia datang, aku sudah lelah berlutut.. kau lihat sendiri bukan ayahku tidak mempercayaimu.." ucap Sofia.


"Sofia tenangkan dirimu.. aku mohon percayalah padaku.." ucap Vall memegang pundak Sofia.


Plak..Plakk..


Sebuah kemoceng mendarat di tangan Vall yg menyentuh Sofia, pelakunya tak lain adalah Satria.

__ADS_1


"Berani sekali kau menyentuh putriku..! ijinku saja belum ada.." ucap Satria dengan tatapan ingin membunuh.


"Ampuni aku tuan, aku hanya ingin menenangkan putrimu.." ucap Vall.


"Sekali lagi kau menyentuhnya aku patahkan tanganmu.." ucap Satria.


"Ayah sabarlah, kasian kakak wajahnya sudah pucat.." ucap Kenan.


Dan saat itu tiba-tiba Sofia merasa sangat pusing hingga pandangannya mulai kabur. Sofia pun terjatuh dan pingsan.


Brukkk...


"Sofiaaa...!" teriak semua orang.


Satria dengan cekatan memeluk putrinya dan merebahkannya di sofa. Ia sangat kesal pada Vall, bahkan Vall dilarang untuk mendekati Sofia.


"Diam ditempatmu.. aku belum menyuruhmu bangun..!" ucap Satria.


Tapi Vall tetap bangun dan mendekati Sofia, hingga sebuah tangan besar menariknya.


"Jangan melawan, jika kau masih ingin hidup.. hargai keinginan ayahku.. " ucap Kenan menarik Vall menjauh.


"Tapi Sofia.." ucap Vall lalu mengalah.


"Dia frustasi karena pertama kalinya ia harus melawan ayah.. kau tahu ia sampai tak bisa tidur dan menangis semalaman. Kurasa ini akibat ia tidak bisa tidur semalaman." balas Kenan.


"Benarkah? akh aku benar-benar tak berguna.." ucap Vall.


"Duduklah disana, biar ayahku yg mengatasinya.." ucap Kenan.


"Baiklah, terimakasih.." ucap Vall karena kakinya mulai kram sedari tadi berlutut.


Hingga tak berapa lama pintu diketuk, dan Kenan membukakan pintunya. William dan ibunya pun muncul. Dengan wajah terkejut dan bahagia Reina segera menghampiri Kenan dan memeluknya tanpa memperdulikan William yg ia dorong saat menuju ke arah Kenan.


"Akhh.." ucap William yg hampir saja jatuh.


"Ibu tak apa?" tanya Kenan padahal ia tahu siapa yg hampir jatuh dan tertabrak. Sambil menahan tawa ia memeluk ibunya dan tersenyum.


"Ibu tak apa.. ibu senang bisa kembali.." ucap Reina.


"Dasar ibu-ibu main asal tabrak saja.. yg hampir jatuh aku tapi yg dikhawatirkan ibunya .." gerutu William dalam hati.


"Sudah bu ayo masuk.." ucap Kenan.


"Kau juga masuklah, tuanmu sendirian di dalam.." balas Kenan.


William pun ikut masuk ke dalam bersama Reina. Semua orang yg ada di dalam pun terkejut, begitu juga Satria yg baru saja dari kamar Sofia.


"Sayang kau kembali.." ucap Satria langsung memeluk istrinya.


"Ya, sudahlah aku baik-baik saja.. tapi ada apa ini?" tanya Reina meleraikan pelukannya.


"Panjang ceritanya.." ucap Satria berbisik.


Reina pun bingung, terlebih melihat Vall nampak pucat dan lemas.


"Terimakasih tuan, anda sudah mempertemukanku dan keluargaku walaupun dalam situasi yg rumit ini.." ucap Reina.


"Ya nyonya.." balas Vall.


"Mari kita lanjutkan perjanjian kita.." ucap Satria.

__ADS_1


"Perjanjian? maksudnya?" tanya Reina bingung.


"Intinya pria itu ingin menikahi kakak, dan ibu dengarkan dahulu.. nanti aku akan menjelaskannya.." bisik Kenan.


Dan Reina pun mengerti maksud putranya, selain itu ia juga merasa curiga pada Vall.


"Jadi apakah aku sudah bisa mendapat restu dari kalian untuk menikahi Sofia?" tanya Vall.


"Apa kau sudah meminta maaf dengan benar?" tanya Satria.


"Bukankah tadi sudah.." ucap Vall.


"Pada istriku? pasti belum.." ucap Satria.


"Baiklah.." balas Vall.


"Pokoknya ulangi.. kau juga William.." perintah Satria.


"Aku?? apa salahku..?" gumam William dalam hati. Dengan berat ia pun ikut berlutut dan meminta maaf.


Setelah meminta maaf Satria dan Reina yg tak mengerti pun memaafkannya.


"Apa putriku menerimamu begitu saja tanpa meminta syarat darimu?" tanya Satria.


"Tentu tuan dan nyonya.. Saya berjanji takkan mengganggu keluarga anda lagi dan juga takkan meminta harta milik Sofia dari keluarga kalian.. " ucap Vall.


"Tentu saja, kau kan masih muda dan punya perusahaan keluargamu.. jadi jangan turunkan harga dirimu.." ucap Reina.


"Iya nyonya saya mengerti.." ucap Vall.


"Aku menyetujuinya tapi ada syarat dariku.." ucap Satria.


"Apa itu tuan?" tanya Vall.


"Tunggu minimal 1 tahun lagi, baru kalian menikah.. " ucap Satria.


"Memangnya kenapa tuan aku harus menunggu selama itu.?" tanya Vall.


"Aku ingin lihat apa kau akan bertingkah lagi pada keluargaku atau tidak.." ucap Satria.


"Sial dia sudah membaca rencanaku.." gumam Vall dalam hati.


"Ba-baiklah tuan.." ucap Vall.


"Untuk sementara, aku mengijinkanmu berhubungan dengan putriku sampai aku yakin dalam 1 tahun ini padamu.." ucap Satria.


"Ingat jika kau berani menyakiti putriku, aku akan menarik seluruh sahamku di perusahaanmu.. perusahaanmu D'Textile bukan?" ucap Reina tersenyum.


"Baik nyonya aku mengerti.." ucap Vall.


"Kau boleh pergi sekarang.." ucap Satria mengusir Vall.


"Tapi bolehkah aku menjenguk Sofia.?" tanya Vall.


"Cukup sampai disini, putriku butuh istirahat.. kau boleh pulang sebelum kepalaku semakin sakit dan menghajarmu beserta anak buahmu.." ucap Satria.


"Ba-baik tuan.." jawab Vall takut.


Mereka pun keluar dari apartemen tersebut dalam diam hingga sampai di mobil barulah Vall berbicara.


"Will kenapa hidupku serumit ini..?? aku pimpinan BlackStar hingga bertekuk lutut dihadapan Satria hanya demi Sofia .." ucap Vall.

__ADS_1


"Apalagi aku tuan yg bukan siapa-siapa?.." gumam William dalam hati.


__ADS_2