Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP234


__ADS_3

Diana dan Kenneth pun naik ke pesawat menuju ke Paris. Diperjalanan entah bagaimana Kenneth duduk di samping Diana. Ia benar-benar menempeli Diana sesuai keinginan Satria. Hingga Diana merasa jengah dan sebal terus-menerus diikuti.


"Kapt, mau sampai kapan kau mengikutiku begini?" tanya Diana saat berada di pesawat.


"Aku harus mengawasimu agar kau tak celaka.." ucap Kenneth.


"Kapt, berikan aku kelonggaran kumohon.. kau tahu kan kemampuanku.." ucap Diana.


"Ya.. tapi itu tidak mungkin.." ucap Kenneth.


"Kapt, kau lacak saja ponselku tapi jangan ikuti aku kemana-mana, rasanya tidak nyaman.. " balas Diana.


"Baiklah, aku akan mengikutimu dari jarak jauh.." ucap Kenneth.


"Lebih baik.. kau sangat tampan jika baik begini.." ucap Diana.


"Kau masih belum berubah juga.." ucap Kenneth.


Mereka pun akhirnya tiba di Paris setelah menempuh perjalanan berjam-jam. Setelah tiba mereka menaiki taksi menuju ke sebuah hotel.


"Diana aku akan berada di hotel yg sama untuk mengawasimu.. tapi aku akan mengawasi dari jarak jauh.." bisik Kenneth.


"Oke." ucap Diana.


Mereka pun istirahat di dalam hotel dan menaruh barang bawaan mereka. Kemudian Diana mendapat pesan dari Dad-nya mengenai alamat toko dan nama pemiliknya. Dan nama perajinnya adalah tuan Evan. Diana pun langsung mengecek lokasi tersebut untuk melihat seberapa jauh jaraknya dari hotel dan transportasi apa yg bisa ia gunakan.


Keesokan harinya, Diana pergi pagi-pagi buta untuk meninggalkan Kenneth agar tak mengikutinya. Ia naik taksi dan menuju ke daerah tempat dimana toko perhiasan itu. Setelah tiba disana, Diana keliling sekitar dan menemukan tokonya yg masih tutup. Dilihatnya kalau toko akan buka 2 jam lagi, dan selama itu Diana mencari kedai makanan untuk sarapan.


Diana pun menikmati sarapannya sembari melihat informasi dari ponselnya. Anak buahnya beberapa sudah mulai bekerja dan mengawasi dari jauh. Dan juga beberapa data penting yg ia terima dari anak buahnya. "Akhirnya suasana tenang ini tiba juga.." gumam Diana dalam hati.


Dan 2 jam kemudian, Diana kembali ke toko perhiasan tersebut dan menunggu sekitar 10 menit hingga toko buka. Pelayan toko tersebut pun menyapa Diana dan menyuruhnya untuk duduk di dalam. Tak lupa Diana juga memintanya untuk bisa berbicara dengan tuan Evan. Diana pun menunggu kembali sekitar 10 menit.


Setelah itu tuan Evan pun tiba dan menyapa Diana.


"Selamat datang nona.. " ucapnya.


"Terimakasih tuan Evan sudah meluangkan waktunya.." ucap Diana.


"Kau pasti putri tuan Alfi, beliau sudah menghubungiku kemarin.. bisa kulihat kalung milikmu..?" ucapnya.


"Ini.. " ucap Diana memberikan kalung miliknya.


"Hanya rusak pengaitnya karena sudah tua.. aku bisa memperbaikinya dan ini takkan lama.." ucap Evan.


"Tuan, sebelum itu bisakah aku bertanya mengenai perhiasan lain?" tanya Diana.


"Ya, silahkan nona bisa bertanya.." ucap Evan.


"Bisa tolong kau lihat perhiasan ini.." ucap Diana.


"Ini.. adalah pasangan milikmu.. kurasa melihat dari desainnya ini adalah buatanku, bisa aku melihatnya langsung untuk memastikan.." ucap Evan.


"Aku hanya mendapat kiriman fotonya saja tuan.. tapi tuan yakin ini benar pasangan kalung milikku?" tanya Diana.


"Ya aku yakin, tapi kau harus membawanya kemari agar aku bisa memastikannya.." ucap Evan.


"Baiklah tuan, lain kali aku akan membawanya .." ucap Diana.


Tuan Evan pun mengerjakan kalung milik Diana, dan Diana pergi sebentar untuk menelpon karena Kenneth terus menghubunginya.


"Kau dimana?" tanya Kenneth.


"Kau itu ibuku ya?? aku sedang di daerah Xx, sedang memperbaiki kalung milikku.." ucap Diana.


"Ck.. kau jauh-jauh kemari hanya untuk sebuah kalung?" ucap Kenneth tak percaya dengan kelakuan Diana.


"Kapt, kalung ini berharga karena diberikan dadku saat aku lahir.." jawab Diana.


"Baiklah, aku akan kesana.." ucap Kenneth.


"Hmm.. terserah kau saja, ingat dari kejauhan.." ancam Diana.

__ADS_1


Lalu Kenneth langsung memutuskan panggilannya.


"Ck.. sesuka hatinya sajalah.." ucap Diana.


Kemudian Diana berjalan-jalan di sekitar melihat sesuatu. Ia berhenti di sebuah cafe yg unik dengan nuansa kayu. Diana pun datang dan memesan sesuatu. Disana ia melihat Sarah yg kebetulan ada disana yg sedang dalam perjalanan bisnis.


"Sarah.." panggil Diana.


"Diana.. " jawab Sarah tersenyum.


"Kau kapan kemari?" tanya Diana.


"Kemarin, ada pekerjaan tuan Victor disini.." ucap Sarah.


"Tuan Victor??.. Dia itu adik tirimu.. sombong sekali mereka.." ucap Diana.


"Aku sedang bekerja dengan mereka Diana, aku tak bisa berbuat banyak selain melihat." ucap Sarah.


"Apa dia memperlakukanmu dengan baik?" tanya Diana.


"Ya.. cukup baik.." ucap Sarah.


"Baiklah, aku sedikit tenang. Lalu bagaimana dengan ayahmu?" tanya Diana.


"Aku hanya bertemu sekali dan dia bahkan tak menatapku sama sekali.." ucap Sarah.


"Dia hanya tak tahu siapa dirimu, dan apa rencanamu?" tanya Diana.


"Aku akan mencari momen yg tepat untuk bicara dengannya.." ucap Sarah.


"Bagus.. kau harus meraih apa yg ingin kau raih.." ucap Diana.


"Diana, mereka dan ayahku sebentar lagi akan kemari.." ucap Sarah.


"Benarkah, bukannya ini momen baik?" tanya Diana.


"Ya.. dan aku akan bicara padanya lalu berhenti dari perusahaannya.." ucap Sarah.


"Kau tak bekerja?" tanya Sarah.


"Tidak aku sedang diliburkan.." ucap Diana.


"Sayang sekali aku hanya akan disini sampai besok.." ucap Sarah.


"Nanti kita liburan bersama.." ucap Diana.


"Ya.. kau benar.." ucap Sarah.


Kemudian Sarah permisi karena harus kembali ke hotel dan mempersiapkan presentasi tuannya. Sementara Diana ia berusaha menelpon Claude tapi tak diangkat juga.


"Kau ini dimana sih? apa dia sedang operasi ya?" gumam Diana dalam hati.


Diana pun kembali ke toko perhiasannya dan mengambil kalung yg telah direparasi ulang.


"Terimakasih tuan Evan.." ucap Diana.


"Sama-sama nona,.." ucap Evan.


"Untuk kalung yg tadi kutanyakan tolong jangan ceritakan pada ayahku.." ucap Diana.


"Baik nona.. saya mengerti, saya siap membantu anda jika anda datang kemari.." ucap Evan.


Diana pun keluar dari toko perhiasan tersebut dan melihat Kenneth sudah berada di ujung jalan. Ia pasti sudah melacak keberadaan Diana. Dan karena mereka sudah tiba disini, Diana pun memutuskan untuk mengajaknya jalan-jalan.


"Apa jalan-jalan?" tanya Kenneth.


"Yah, mumpung kita ada disini.. nanti kalaupun kita kesini pasti karena misi.." ucap Diana.


"Baiklah, ada benarnya juga.." ucap Kenneth.


Mereka pun berjalan-jalan menuju tempat wisata yg indah seharian ini. Mulai dari naik perahu, menikmati es krim, hingga ke menara Eiffel. Dan Diana memanfaatkan momen ini untuk mengerjai Kenneth. Diana menempelkan es krim ke wajahnya tanpa ia ketahui, hingga Kenneth menjadi pusat perhatian dan orang yg melihatnya tertawa.

__ADS_1


"Diana kenapa mereka tertawa?" tanya Kenneth.


"Mungkin karena kau tampan.." ucapnya.


"Pasti ada yg tidak beres.." ucap Kenneth lalu ia mencari cermin untuk melihat wajahnya dan seketika Diana berlari.


"Diaannaaaaaaaa...!" teriak Kenneth saat tahu di wajahnya ada es krim dan terasa lengket.


Mereka pun berkejaran dan saling melempar es krim hingga wajah dan baju mereka lengket.


"Ini karena ulahmu, semuanya lengket.. " ucap Kenneth.


"Ini baru seru, kita kan bukan pasangan kekasih juga.. masa mau pegangan tangan, berpelukan, berciuman.. kan tidak mungkin?" ucap Diana.


"Kau mau mencobanya? aku bisa melakukannya?" ucap Kenneth.


"Kapt, jangan coba-coba jika tak ingin bibirmu bengkak.." ucap Diana.


"Jadi kau suka yg kasar.." ucap Kenneth mendekat.


"Stop, kalau kau masih ingin hidup..!" ucap Diana dengan menahan Kenneth dengan tangannya.


"Haha.. wajahmu sudah ketakutan.." ucap Kenneth tertawa.


"Ehh.. apa aku tak salah lihat? akhirnya kau tertawa.." ucap Diana.


"Memangnya kenapa? aku juga manusia.." ucap Kenneth.


"Kupikir kau itu gunung es.." ucap Diana.


"Sudah karena pakaian kita lengket, kita beli kaos yg ada disana.." ucap Kenneth.


"Bukankah itu kaos murah?" tanya Diana.


"Sesekali pakailah yg murah, baju itu tidak akan membuat kulitmu gatal.." ucap Kenneth.


"Oke.. masalahnya itu baju Couple.." ucap Diana.


"Mau pakai baju berlumur es krim ini seharian?" tanya Kenneth.


"Baiklah.." ucap Diana.


Mau tak mau mereka memakai baju couple, dan sesuai keinginan Diana yg ingin mengerjai Kenneth ia pun memilih warna pink yg tidak disukai Kenneth. Bisa dipastikan wajah kesal Kenneth saat memakainya.


"Kau kan yg ingin pakai ini, jangan cemberut dong.." ucap Diana.


"Kau jika bukan anak pemilik SHIELD pasti sudah kuikat.." ucap Kenneth.


"Sudahlah, mari tersenyum kita akan berfoto untuk kenang-kenangan.." ucap Diana.


Dan ekspresi Kenneth sungguh kaku dan terlihat kesal.


"Mana ponselmu?" tanya Diana.


"Ini.. untuk apa?" tanya Kenneth.


"Simpan gambar ini untuk kenang-kenangan, karena aku berhasil menyuruhmu mamakai baju pink yg mungkin sekali seumur hidup akan kau pakai.." ucap Diana tersenyum.


"Kau.." ucap Kenneth kesal dan mencubit pipi Diana.


"Aw.. sakit.." ucap Diana.


"Cepat foto sebelum aku berubah pikiran.." ucap Kenneth mengalihkan rasa sakit Diana karena ia cubit.


Mereka pun berfoto dan terakhir makan di sebuah resto sebelum kembali ke hotel. Disana Diana melihat Sarah dengan wajah tertekan diantara para pria berjas.


"Sarah.." gumam Diana lalu mendekat.


"Kau mau kemana?" tanya Kenneth.


"Ssttt.." ucap Diana menyuruh Kenneth diam.

__ADS_1


__ADS_2