
Diana pun menuju ke markas SHIELD dimana kakeknya berada. Dan Kenneth ditugaskan untuk berjaga di rumah Diana bersama dengan tim alfa. Diana pun tiba di gedung SHIELD dan langsung masuk menuju ke ruang kakeknya. Kali ini ia melupakan untuk menyembunyikan identitasnya di publik karena ada hal yg mendesak.
"Masuklah.." ucap Satria.
"Diana? kau kapan tiba?" tanya Satria.
"Baru saja kek.. kek aku mau melaporkan sesuatu.." ucap Diana.
"Baiklah, silahkan.." ucap Satria.
Satria pun mendengarkan Diana dengan seksama. Ia cukup terkejut akan fakta kalau Dion masih hidup dan tinggal di negara lain dengan nyaman. Tapi yg membuat ia kesal adalah Vall berusaha meracuni pikiran cucunya.
"Dimana dia sekarang?" tanya Satria.
"Dia ada di tempat yg aman.." ucap Diana.
"Bawa aku padanya.." perintah Satria.
"Tapi kakek janji akan menolongku bukan?" tanya Diana.
"Ya asalkan informasimu benar.." ucap Satria.
"Kita bisa mencobanya mencaritahu lebih jelasnya kek, makanya aku butuh bantuan kakek.." ucap Diana.
"Baiklah, baiklah.. ayo kita berangkat.." ucap Satria.
Mereka pun segera berangkat untuk menemui Claude. Diana pun bercerita banyak hal pada Satria dan Satria menuntut penjelasan atas semua rencana tersembunyinya, mengenai mata-mata dan orang-orang bayaran Diana untuk membantunya.
"Yah, aku hanya tak ingin kalian menjagaku.. 1 orang saja sudah membuatku gerah apalagi kalau kalian menyiapkan banyak orang.." ucap Diana.
"Ternyata kau lebih gila dari Sofia.." ucap Satria.
"Terimakasih kek pujiannya.." balas Diana tersenyum.
"Sama-sama.. Dan Kenneth tak macam-macam padamu kan?" tanya Satria.
"Tentu tidak, dia itu pria berhati dingin.. selama ini aku hanya sekali melihatnya tertawa. Pokonya jika diibaratkan dia itu bagai gunung es.. " ucap Diana.
"Mendengarmu bicara nampaknya kau kesal padanya.." ucap Satria.
"Sangat.. " ucap Diana.
"Diana apa kau mau jujur padaku darimana kau mendapatkan banyak uang untuk membeli semua fasilitas selama di US??" tanya Satria.
"Yah aku pandai menabung kek.. " ucap Diana mengelak.
"Ck.. kau ini masih saja berbohong.. kau bahkan punya rumah untuk menyembunyikan saudaramu.." ucap Satria.
"Aku hanya bekerja keras selama ini kek.. jadi tenanglah semuanya uang halal.." balas Diana.
__ADS_1
"Kau ini setiap ditanya malah ceramah.." ucap Satria.
"Haha.. yah begitulah aku, aku mencoba untuk menjadi anak solehah.." balas Diana.
"Solehah dari mana? kau saja masih bekerja sebagai model.. mana pakaiannya mirip seperti baju-baju Eve.. " ucap Satria sebal.
"Haha.. sudahlah kek, itu hanya pekerjaan.. diluar aku tidak begitu.." balas Diana.
"Jika sedang tidak menyetir sudah ku jewer telingamu.." ucap Satria.
"Ampuni aku kek, lagipula aku berhasil membawa salah satu cucumu.." ucap Diana.
"Ya..ya.. gadis nakal.. cepat bawa aku kesana.." ucap Satria.
Satria pun tak mengerti dengan jalan pikiran Diana. Dulu ia bercerita hanya ingin memiliki toko kue dan bisa menikmati kue sepanjang hidupnya. Lalu ia tiba-tiba memutuskan untuk masuk ke SHIELD. Dan mencari saudaranya diam-diam.
Belum lagi Diana yg juga berprofesi sebagai model, padahal Satria yakin Diana tak mungkin kekurangan uang. Ditambah lagi informasi dari orang-orang suruhannya kalau Diana memiliki banyak kekasih. Jika memikirkan Diana rasanya kepalanya mau pecah karena sangking banyaknya tujuan hidupnya.
Dan anehnya Diana adalah gadis yg hampir tak pernah menangis, itu yg membuat Satria heran. Apakah cucunya yg 1 ini adalah gadis normal?? kadang pertanyaan itu selalu ada di benaknya karena Diana selalu ceria dan tersenyum. Bahkan dalam kesulitan pun Diana menutupinya dengan senyum. Sikap yg terlalu tegar membuat keluarganya berfikir kalau Diana baik-baik saja, sehingga Diana mampu menyimpan rahasia sebesar ini.
Sejak awal Satria curiga darimana cucunya yg 1 ini bisa mempunyai banyak aset di luar negeri. Padahal ia hanya bekerja sebagai anggota tim alfa. Walaupun bergaji besar tapi tak mungkin ia bisa memiliki begitu banyak aset dalam waktu dekat. Dan semuanya tertutup rapi sehingga sulit diselidiki.
Satria pun membiarkannya karena ia yakin Diana tak mungkin berbuat hal yg tidak-tidak. Hingga ia melihat banyak hal yg Diana peroleh dengan mudah salah satunya menemukan Dion. Satria berfikir mungkin Diana bisa mendapatkan informasi dengan mudah karena tak ada yg mencurigainya dan juga identitas Diana belum banyak orang tahu. Bisa dibilang Diana sengaja disembunyikan oleh Sofia dan Alfi demi keamanannya.
Dan sampailah mereka disebuah rumah besar. Satria pun lagi-lagi terkejut dibuatnya karena Diana pasti memiliki sumber aliran dana yg membuatnya mempunyai banyak aset padahal Sofia bercerita Diana tak pernah meminta uang padanya. Dan lebih tak mungkin lagi Sofia memberikan Diana uang dalam jumlah besar.
"Ini rumahmu?" tanya Satria.
"Baiklah, pastikan tempat ini aman untuk cucuku.." ucap Satria.
"Aku juga cucumu kek.." balas Diana.
"Mana ada yg mau menculik gadis gila sepertimu yg ada mereka yg pusing karena tingkahmu." ucap Satria.
"Ck.. kakek ini selalu menyebutku gila seperti seseorang.." ucap Diana.
"Yasudah ayo kita masuk.." ucap Satria.
Diana pun memasukkan pasword pada kunci pintu dan pintu pun terbuka. "Aku tak yakin rumah ini disewa Diana.." gumam Satria dalam hati.
"Kakek duduklah, aku akan memanggil orangnya.." ucap Diana.
Diana pun berjalan menuju ke sebuah kamar dan mengetuk pintunya.
Tokk..Tokk.
"Claude.. keluarlah.." ucap Diana
"Iya sebentar.." ucap Claude.
__ADS_1
"Keluarlah kakek sudah tiba.." ucap Diana.
"Apa aku terlihat seperti brandalan?" tanya Claude sambil merapikan rambutnya.
"Ck.. kau itu cuma bertemu kakek bukan interview kerja apalagi bertemu calon mertua.." ucap Diana menyeret Claude untuk bertemu Satria.
"Tapi.. aku tak mau terlihat kacau.." ucap Claude dengan berjalan cepat karena Diana menariknya.
"Kakek dia orangnya.." ucap Diana.
"Wah, kau Dion.." ucap Satria melihat Claude dan mendekat.
"Kenapa kau tidak mirip Diana dan malah mirip aku..?" tanyanya.
"Ckk.. memang kembar harus selalu identik.." ucap Diana.
"Kau benar, yg penting kau pasti cucuku.." ucap Satria memeluk Dion aka Claude.
"Hallo kek.. aku Claude maksudku namaku sementara Claude.." ucap Claude.
"Claude? baiklah, aku mengerti " ucap Satria.
Mereka pun duduk dan mengobrol. Awalnya Claude diminta untuk bercerita tentang dirinya. Ia bercerita tentang Fabio yg merawatnya dengan baik. Bahkan sampai ia bisa menjadi seorang dokter bedah saraf. Satria pun memujinya karena cucunya sangat hebat seperti ayahnya. Lalu ia juga bercerita mengenai Sofia yg ternyata adalah pasiennya membuat Satria terkejut ternyata selama ini yg mengobati Sofia adalah putranya sendiri.
"Lalu bagaimana kalian membuktikan kalau kalian adalah saudara? Dengan tes DNA?" tanya Satria.
"Benar kek.. aku curiga dari sebuah kalung yg ia tunjukkan padaku.." ucap Sofia.
"Mana surat hasil tes DNA kalian?" tanya Satria.
"Ada dilokerku di US.."ucap Diana.
"Kenapa tak dibawa dan ditunjukkan kepadaku?" tanya Satria.
"Karena terlalu berbahaya kek, kakek tak tahu aku jadi buronan Fabio. Jika Claude tak melindungiku mungkin aku sudah tiada.." ucap Diana.
"Baiklah, lalu apa yg bisa kubantu.." ucap Satria.
"Bantu aku untuk menyiapkan sampel mom dan Dad untuk kembali melakukan tes DNA pada Claude." ucap Diana.
"Baiklah, itu mudah.." ucap Satria.
"Lalu aku mohon perketat pengawasan terhadap mom.. aku yakin ia adalah target utama.." ucap Diana.
"Lalu kau sendiri?" tanya Satria.
"Aku akan bergerak bersama Claude.. juga bersama orang-orangku.." ucap Diana.
"Ck.. kau ini aku punya banyak pasukan tapi malah membayar banyak orang.." ucap Satria.
__ADS_1
"Jadi katakan rencana kalian?" tanya Satria.
"Begini.." ucap Diana lalu menceritakan rencananya.