Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.32


__ADS_3

Esok paginya Rose pun terbangun dari tidurnya. Ia merasa tubuhnya sakit semua. Dan ia pun tersadar kalau ia banyak mendapatkan pukulan tadi malam. "Oh My God.. apa-apan ini semua.." ucapnya saat melihat cermin di toilet. Setelah membersihkan tubuhnya perlahan ia mengobati luka-lukanya dengan salep pemberian Alfi. Untung saja kali ini tidak ada luka jahitan, hanya memar dan sedikit lecet.


Saat ia keluar dari toilet, Kenan memghampirinya dan mengajaknya sarapan.


"Ayo kak sarapan dulu.." ucap Kenan.


"Oke.." balas Rose.


Mereka berdua pun sarapan, sementara Doni sedang berada di kantor cabang perusahaannya untuk mengecek sesuatu.


Selesai sarapan, Kenan mengajak Rose bicara masalah tuan Guido.


"Kak apa kakak yakin tuan Guido bisa dipercaya.." ucap Kenan.


"Aku juga sempat berfikir begitu tapi tak ada salahnya dicoba, untuk berjaga-jaga aku akan minta beberapa anak buahku untuk berjaga di sekitar.." balas Rose.


"Baguslah kalau kau tidak sendirian, aku juga akan ikut bersamamu.." ucap Kenan.


"Memangnya kau tidak pulang?" tanya Rose.


"Aku akan pulang malam ini kak, jadi bisa menemanimu sebentar." balas Kenan.


"Oh begitu.. yasudah.." balas Rose.


"Tapi kak, kau benar-benar harus mengatur jadwal keberangkatanmu ke pulau tersebut.." ucap Kenan.


"Memangnya kenapa Ken ? lebih cepat lebih baik bukan.." ucap Rose.


"Luka-lukamu separah ini dan kau masih mau pergi?" ucap Kenan mengingatkan.


"Kau benar aku harus rehat sejenak dan mengatur rencana.." ucap Rose.


"Syukurlah jika kau sadar.." balas Kenan.


Tiba-tiba pintu kamar mereka pun diketuk.


Tok..tok..


"Pasti Alfi.. kulihat dulu.." ucap Kenan.


"Alfi? mau apa dia.." tanya Rose heran.


"Tentu saja mengecek keadaanmu.." ucap Kenan.


Kenan pun ada di depan pintu untuk mengecek siapa yg datang. Dan benar saja dokter tampan itu sudah siap berada di depan kamar mereka. Kenan pun membuka pintu dan menyuruhnya segera masuk.


"Masuklah kawan.." ucap Kenan.


"Baiklah.. Bagaiman keadaan kakakmu?" tanya Alfi.


"Sudah lebih baik.. kini coba kau periksa lagi.." pinta Kenan untuk memastikan.


"Oke.. " jawab Alfi yg langsung menuju kamar Rose.

__ADS_1


"Hallo Rose, bagaimana kabarmu?" tanya Alfi.


"Sudah lebih baik.." balas Rose.


"Oke aku akan mengeceknya.." ucap Alfi.


Perlahan Alfi pun melihat luka-luka Rose dan mengeceknya apakah ada tulang yg patah dan sebagainya. Kondisi Rose pun baik-baik saja, ia hanya membutuhkan waktu istirahat.


"Apa ada luka lainnya?" tanya Alfi.


"Ada di bagian perut dan pundak.." ucap Rose.


"Kalau itu kau bisa menanganinya bukan..?" tanya Alfi.


"Iya masih bisa kutangani, kau pasti tidak berani melihatnya.." balas Rose tersenyum.


"Jika itu orang lain aku akan melakukannya tapi jika dirimu aku bisa mati ditangan Adik dan juga kakekmu.." balas Alfi tersenyum.


"Haha.. dasar kau itu cari kesempatan dalam kesempitan.." ucap Rose.


"Bukan begitu tapi profesional, kami seorang dokter harus bisa menangani pasien dengan gender apapun.. " ucap Alfi.


"Ya ya ya.. baiklah aku mengerti kawan.." ucap Rose.


"Kalian seru sekali, bagaimana Alfi ?" tanya Kenan.


"Sudah lebih baik, tapi kakakmu ini butuh waktu istirahat untuk pemulihan.." ucap Alfi.


"Oh baguslah kalau begitu, aku bisa membawanya pulang nanti malam.." ucap Kenan.


"Iya pulang, setelah berbicara dengan tuan Guido siang ini, malam harinya kita pulang kak.." balas Kenan.


"Oh tidak.." gumam Rose.


"Kau harus pulang, karna siang ini hanya akan membahas tentang pulau tersebut bersama tuan Guido." ucap Kenan.


"Baiklah tapi aku tak berjanji.." balas Rose.


"Lihat saja nanti kau tidak mau ikut pulang .." ucap Kenan.


☘☘☘


Siang harinya, Rose dan Kenan pun menuju ke tempat tuan Guido. Mereka langsung disambut dan diarahkan oleh anak buah tuan Guido. Setelah tiba diruangan tuan Guido menyambutnya dengan ramah.


"Selamat datang tuan Frans dan nona Rose.. " ucapnya.


"Terimakasih untuk sambutannya.. tapi kita langsung saja ke intinya.." ucap Rose.


"Kau orang yg tak suka berbasa-basi ternyata.." ucap Guido.


"Iya kau benar.. jadi bagaimana?" tanya Rose.


Tuan Guido pun langsung menceritakan tentang pulau tersebut. Dan ceritanya persis seperti yg diceritakan Chris. Ia juga berkata kalau tak sembarang orang bisa masuk ke pulau tersebut. Ia bahkan takut, terjadi sesuatu pada orang asing yg memasuki daerah tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana nona, anda sanggup akan semua konsekuensinya?" tanya tuan Guido.


"Iya aku akan menanggung semuanya.." balas Rose.


"Sebenarnya aku enggan mengatakan ini, tapi rasanya tidak mungkin nona orang yg anda cari berada disana mengingat ketatnya aturan di pulau itu.." ucap Tuan Guido.


"Tapi aku yakin akan instingku.." ucap Rose.


"Hanya ini yg bisa aku sampaikan nona, kau harus bersiap akan segala sesuatunya dan tak mungkin kau kesana dalam kondisi luka-lukamu.." ucap Tuan Guido.


"Baiklah, aku akan bersiap.. tapi kau jangan coba-coba untuk kabur .." ancam Rose.


"Untuk apa aku kabur.." balas tuan Guido tersenyum.


"Ini kartu namaku, ada nomor teleponnya disana.. hubungi aku saat kau siap.." ucap tuan Guido.


"Baiklah.. tunggu sebentar.." ucap Rose sembari mengeluarkan ponselnya. Rose pun mencoba menelpon nomor tersebut dan ponsel tuan Guido pun berdering.


"Sudah yakin kan anda nona.." ucap tuan Guido memperlihatkan panggilan Rose di ponselnya.


"Ok.. cukup.." ucap Rose.


Dan mereka pun membahas tentang persiapan menuju pulau tersebut. Tuan Guido juga mengingatkan Rose untuk membawa beberapa barang dan menyiapkan kapal di negara L. Setelah masing-masing menyetujui kesepakatan, Rose pun pamit undur diri. Ia merasa sedikit lega dan bisa ikut pulang bersama Kenan.


Sesampainya di hotel, ia kaget melihat koper yg berisi barang-barangnya sudah berjejer rapi.


"Oh My God siapa yg melakukan ini..!" ucap Rose terkejut.


"Siapa lagi kalau bukan kakek.. Aku saja belum berkemas.." ucap Kenan.


"Tentu saja.. Kakek tak bisa membiarkanmu membereskan semuanya jadi kakek meminta beberapa orang membereskannya .." ucap Doni.


"Oke terimakasih kek.. apa ini juga termasuk yg ada di apartemen?" tanya Rose.


"Iya semuanya sudah ada di kopermu.." ucap Doni.


"Baiklah kek.. sepertinya kakek ingin sekali aku pulang.." ucap Rose.


"Ya agar kau berhenti melakukan hal gila.. lihat wajahmu dicermin sudah seperti badut berwarna warni dan bengkak.." ucap Doni kesal.


"Haha mau bagaiman lagi, cucumu ini bukan wanita feminim.." balas Rose.


"Kalau begitu cobalah untuk feminim.." pinta Doni.


"Jadi kakek mau melihatku memakai rok mini atau mini dress yg sexy?" goda Rose.


"Tidak..! Pakaian macam apa itu? kau tidak boleh memakai pakaian yg kurang bahan begitu..!" ucap Doni.


"Haha jadi biarkanlah aku begini.." ucap Rose.


"Oke, setidaknya kurangilah bertarung yg akan membuatmu terluka.. kakek sedih melihat wajah cantik cucu kakek ini seperti ini.." ucap Doni dengan raut wajah sedih.


"Oke.. aku akan mencoba untuk tidak terluka di bagian wajah.." balas Rose lalu berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Sementara Doni hanya menggelengkan kepalanya. "Dasar gadis gila..!" umpatnya.


__ADS_2