
Tuan Valentino pun menyuruh Rose untuk berjaga di pintu masuk. Setelah Rose keluar, Valentino pun kembali mengingat-ingat kenapa wajahnya tak asing baginya. Dan ia pun teringat pada suatu kejadian dimasa sekolahnya di Indonesia. "Ternyata takdir itu memang ada, kita dipertemukan kembali dalam situasi sekarang" gumamnya setelah mengingat siapa Rose.
Saat ini tibalah waktunya untuk makan siang, Tuan Velentino pun keluar dari ruangannya untuk pergi makan siang, kali ini Rose yg diminta untuk mengawalnya. Sementara pengawal lain mendapatkan waktu istirahatnya. Rose pun tampak tenang mengikuti permainan atasannya. "Baiklah, kita lihat apa yg akan dilakukan oleh tuan muda ini.." gumam Rose dalam hati.
"Kau antarkan aku ke retourant C.." perintah Valentino.
"Siap tuan.." balas Rose.
Rose pun mengemudikan mobil dan tuan Valentino duduk dibelakangnya. Sesekali tuan Valentini mengajaknya bicara.
"Ok aku akan memanggilmu, Rose mulai sekarang.. " ucap Valentino.
"Baik Tuan.." balas Rose singkat.
"Berapa usiamu Rose?" tanya Valentino.
"25 tahun tuan.." balas Rose.
"Baiklah, ternyata usia kita sama.. kau bisa lebih santai padaku.." ucap Valentino.
"Baik tuan.." balas Rose.
Valentino pun terdiam sembari sesekali melihat ponselnya, ia tak habis pikir pada balasan dari Rose. "Sungguh dingin sekali wanita ini, jawabannya pun seperti operator.." gumamnya dalam hati.
Selama perjalanan, Valentino juga sesekali menatap wajah Rose pada spion. Lalu ia mengalihkannya berpura-pura tidak melihat apapun. "Sial kenapa dia harus jadi bodyguard jika memliki wajah secantik itu..?" umpatnya dalam hati.
Dan Rose pun mengetahui ulah atasannya. Ia hanya diam saja dan tak terlalu memperdulikannya. Sekarang ia fokus pada tugasnya mencari tahu siapa yg membuat desain pada kain bermotif mirip dengan yg dibuat ibunya. "Terserah anda tuan muda, aku hanya butuh informasi yg kubutuhkan.." gumam Rose dalam hati.
Setelah sampai di Resto, Rose pun turun dan membukakan pintu untuk tuannya.
"Silahkan tuan.." ucap Rose sembari membuka pintu.
"Terimakasih.." balas Valentino yg keluar dengan memakai kacamata hitam untuk menghalangi cahaya silau dari matahari.
"Rose kau ikuti aku.. jangan sampai lengah karena kita hanya pergi berdua.." perintah Valentino.
"Siap tuan.." balas Rose.
Mereka pun masuk ke dalam Resto. Tuan Valentino pun langsung disambut dan diantarkan ke mejanya. Sementara Rose hanya menunggu tak jauh dari meja.
"Rose kemarilah.." ucap Valentino.
__ADS_1
"Apa ada yg anda perlukan tuan?" tanya Rose.
"Tidak, tapi kau boleh duduk.. karena kau wanita aku memberikan kebijakan tidak seperti bodyguard laki-laki.." ucap Valentino.
"Saya duduk disini tuan? atau dimeja sebelah anda saja?" tanya Rose.
"Tidak duduklah didepanku.." balas Valentino.
"Baik tuan." balas Rose.
"Temani aku makan siang.." perintah Valentino.
Dan Rose pun hanya mengangguk saja, entah apakah ia bisa makan sembari berjaga jika kondisinya seperti ini. "Tuan muda yg aneh.. bagaimana jika ada bahaya?" gumam Rose dalam hati.
Saat pesanan datang, tuan Valentino pun menyuruh Rose untuk ikut makan makanan yg ia pesan. Rose pun hanya makan sedikit karena sembari bersiaga. Setelah selesai makan, tuan Valentino kembali bermain dengan ponselnya. Tiba-tiba dari arah belakangnya ada seorang yg hendak menodongkan pistolnya ke arahnya. Rose yg melihat pun segera bertindak dengan menarik tuannya.
"Tuan merunduk..!" teriak Rose sembari menarik tubuh tuan Valentino.
Mereka pun berguling dilantai, lalu Rose pun kembali bangkit dan memasang badan melindungi tuannya.
"Siapa kau?" tanya Rose sementara orang tersebut masih menodongkan senjatanya.
"Cepat minggir..!" perintah orang tersebut.
"Baiklah.. kau hati-hati.." balas tuan Valentino.
Kini pistol tersebut sudah ada di depan wajah Rose. Namun Rose dengan tenang merebut pistol tersebut dan menodongkan ke arah sebaliknya.
"Kini kau yg enyah ..! Dorr..Dorr..!" ucap Rose melepaskan beberapa peluru ke arah kaki dan perut si penjahat.
Si penjahat pun terkapar di lantai. Tuan Valentino pun tercengang dengan aksi Rose yg tak takut sedikitpun. Kini ia pun berdiri dan menelpon orang-orangnya untuk menangkap penjahat itu. Baru saja ia selesai menelpon kini Rose sudah mengikat kedua tangan penjahat tersebut. Pegawai Resto dan pengunjung lain pun nampak ketakutan. Tapi Sofia meminta mereka tenang hingga polisi datang.
"Rose kau tak apa?" tanya Valentino terkejut.
"Aku baik-baik saja.. anda tidak terluka kan tuan?" balas Rose.
"Tidak.. terimakasih Rose .." ucap Valentino.
"Tentu tuan sudah jadi kewajibanku melindungimu.." ucap Rose masih dengan nada dingin.
Tak berselang lama polisi dan ambulans pun tiba. Si penjahat pun diamankan dan tuan Valentino pun dijemput oleh beberapa orang. Rose pun ikut ke dalam rombongannya dan kembali ke perusahaan.
__ADS_1
☘☘☘
Di tempat lain, seorang pria tengah menunggu telepon dari seseorang disebuah restourant. Ketika ponselnya berdering ia pun begitu senang. "Akhirnya aku sudah tak sabar menunggu kabar darimu.." gumamnya.
"Halo tuan, maaf misi kali ini gagal.."
"Apaaa???? kau itu bodoh? aku sudah membayarmu mahal masih tidak becus..!" umpat Chris di telepon.
"Maaf tuan, sekarang sang eksekutor telah tertangkap dan malah tertembak.."
"Apa?? Memangnya siapa yg menjaga target?" tanya Chris.
"Seorang bodyguard wanita tuan, sepertinya ia baru bekerja hari ini karena kami baru melihatnya.."
"Dasar bodoh.. !" teriaknya lalu mematikan teleponnya.
"Melawan seorang wanita saja kalah.. Dasar memalukan!!" umpatnya. Kemudia Chris pun kembali ke kantornya untuk melihat kondisi adik tirinya tersebut.
Sudah sejak lama Chris mencoba untuk menyingkirkan adik tirinya agar semua aset ayahnya jatuh ketangannya. Ia tak rela berbagi perusahaan dengan adik tirinya tersebut. Sehingga membuat Chris menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Valentino, adik tirinya sendiri.
Sesampainya di kantor, semua orang pun panik dan menanyakan kabar Valentino, tapi melihat tak ada luka ditubuhnya semua orang pun kembali tenang dan melanjutkan pekerjaannya. Rose pun diminta untuk beristirahat selama 1 jam, dan akan kembali 1 jam kedepan untuk menjaga tuan Valentino.
Kini Chris pun tiba dikantor dan langsung menanyakan keadaan adik tirinya.
"Vall.. bagaimana kondisimu?" tanya Chris tiba-tiba masuk ke ruangannya.
"Aku baik-baik saja kak.. sepertinya aku sedang beruntung kali ini.." balas Valentino tersenyum.
"Baguslah jika kau tidak terluka, lalu siapa yg bersamamu tadi? Kudengar bodyguard tersebut hanya seorang wanita." tanya Chris.
"Oh.. dia Rose bodyguard baruku.. mulai hari ini dia yg akan mengawalku.." ucap Valentino.
"Lalu dimana ia aku tak melihat bodyguard wanita disini..?" tanya Chris masih penasaran.
"Dia sedang istirahat kak.. mungkin lain kali kakak akan bertemu dengannya.." balas Valentino.
"Aku penasaran dengan bodyguard wanita tersebut, sepertinya ia sangat profesional dan bisa diandalkan.." ucap Chris.
"Tuan John yg merekomendasikannya.. ia berasal dari SHIELD Gruop.. jika kakak butuh tambahan hubungi saja tuan John.." balas Valentino.
"Tidak aku baik-baik saja dengan pengawalku sekarang.. Baiklah jika kondisimu baik-baik saja aku permisi.. jaga dirimu baik-baik Vall.." ucap Chris lalu berlalu.
__ADS_1
Tuan Valentino yg tahu ulah kakak tirinya pun hanya bisa tersenyum tipis melihat kepergiannya. "Dasar bodoh.. kau kira aku tidak tahu kau dalang dibalik peristiwa ini.." gumamnya dalam hati.