Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.41


__ADS_3

Sofia kini tengah melawan 2 orang yg berjaga di ruangan VVIP. 2 Orang laki-laki dengan badan besar dan kemampuan bertarung yg cukup hebat, sehingga mampu menumbangkan ketiga anak buah dari Sofia.


Sofia pun tidak takut dan terus melawan, sebisa mungkin ia menghindari setiap pukulan dari lawannya. Ia berusaha untuk menjaga wajahnya tetap normal agar kakeknya mengijinkannya pergi mencari kedua orangtuanya. "Ingat Sofia jangan sampai wajahmu memar apalagi tergores.." gumamnya dalam hati.


Kedua orang tersebut pun lelah bertarung karena Sofia mampu menangkis serangan mereka, hingga mereka mengeluarkan pisau mereka dibalik tubuhnya.


"Cih, dasar lawan wanita saja pakai senjata.." ucap Sofia.


Tapi mereka tak menjawab dan terus menyerang Sofia. Sofia pun terus menghindar dan berhasil merebut pisau dari salah seorang lawannya. Dengan gerakan cepat Sofia berusaha menumbangkan mereka. Dengan pukulan kerasnya satu orang berhasil tumbang, kini tinggal seorang lagi yg masih menggenggam pisau. Dan pertarungan pun semakin sengit karena mereka berdua sama-sama menggunakan pisau.


Sofia sempat lengah dan lengan gaunnya robek terkena pisau. "Sial.. ! Sepertinya aku harus meminta maaf pada Oma karena gaun cantiknya jadi seperti ini.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun melancarkan tendangannya ke arah lengan lawannya, hingga membuat pisau yg digenggamnya jatuh ke lantai. Tak mau menyia-nyiakan waktu Sofia langsung menghantam keras kepalanya hingga pingsan. Buggghhh..


"Rasakan itu..!" umpat Sofia kesal.


Kini ia mencoba membangunkan rekannya yg pingsan. Beberapa ada yg sudah bangun, dan Sofia langsung menghubungi anggotanya yg sudah membersihkan area D.


"Aku minta bantuan ke area C.. kalian bawa rekan kalian yg terluka.." pinta Sofia.


"Siap Nona.."


Tak lama berselang bantuan pun datang, mereka langsung membawa anggota yg pingsan ke tempat yg aman untuk beristirahat dan memberikan pertolongan pertama. Beberapa mengikuti Sofia dan sisa pasukan lain berpencar ke semua titik keluar masuk gedung.


"Sisanya kalian berpencar, jangan beri mereka celah untuk lolos.. bersiaga di titik orang bisa keluar masuk..!" perintah Sofia.


"Siap nona.." ucap mereka yg langsung menyebar ke seluruh titik.


Lalu Sofia menghubungi Alfi.

__ADS_1


"Alfi ada info apalagi dari tim Kenan..?" tanya Sofia.


"Mereka mengirimkan daftar tamu-tamu yg mencurigakan.. aku akan mengirimnya ke ponselmu.." ucap Alfi.


"Baik.. cepatlah aku akan menyebarkannya pada anak buahku.." ucap Sofia.


Dan dengan cepat Alfi mengirimkan ketiga daftar tamu VVIP yg dicurigai oleh tim Kenan. Kemudian Sofia mengirimkannya ke anggota timnya di markas untuk mencaritahu mereka. Dalam waktu 5 menit Sofia sudah mendapatkan jawaban dari markas.


"Siall..! BLACKSTAR.. apa mau kalian sekarang.." umpat Sofia kesal.


Lagi-lagi Blackstar muncul di permukaan, dan kali ini mereka ingin membuat reputasi SHIELD dan S Group tercemar. Sofia pun langsung menghubungi Kenan, tapi nampaknya Kenan sedang memulai acaranya. Lagi-lagi Sofia mengumpat kesal, kemudian ia menghubungi Alfi.


"Alfi apa kau sudah dapat kabar dari tim Kenan mengenai ketiga orang tersebut?" tanya Sofia.


"Belum mereka juga sedang mencari setelah kau memberi info dari markas.." ucap Alfi.


"Kau akan masuk dengan gaun robek itu?" tanya Alfi.


"Aku tahu pasti akan mengundang perhatian banyak orang.." balas Sofia.


Lalu Sofia mematikan sambungan telepon dan memperbaiki bajunya. "Mari kita lihat apa yg bisa diperbaiki.." gumam Sofia menatap ke pantulan jendela.


Sofia merobek gaunnya yg terkena sayatan pisau, kini kedua lengan gaunnya sudah hilang. Lalu ia mengikat rambutnya yg tergerai dan merapikannya. Kemudian ia masuk ke dalam melalui area VVIP. Anak buahnya pun langsung berjaga di depan pintu jika salah seorang penyusup tersebut keluar.


Sofia masuk dengan tenang, ia melihat sekitar dengan teliti. Ia juga sudah menghafalkan ketiga wajah penyusup tersebut. "Dua orang laki-laki dan seorang wanita.." gumam Sofia.


Sofia mencoba berkeliling ke area wanita namun tak menemukan siapapun. Kemudian berkeliling ke area depan siapa tahu mereka mengincar Kenan yg sedang memberikan sambutan. Sofia pun melihat seorang pria sedang berbicara dengan tamu lainnya. Sofia sangat yakin kalau pria itu adalah penyusup dari Blackstar karena melihat tato bintang di leher belakangnya.


"Tim a.. arah jam 3 tangkap pria dengan setelan hitam dengan tato bintang dilehernya.." perintah Sofia.

__ADS_1


Dengan cepat tim a yg sedang berjaga di dalam pun bergerak dan menangkap pria tersebut, tak lupa mereka juga memeriksa tato bintang di lehernya.


Kemudian Sofia menuju ke area kiri. Ia melihat laki-laki yg dicarinya nampak sedang pura-pura membaca buku. Lalu Sofia melihat tato bintang di lengannya. "Kena kau..!" gumam Sofia.


"Tim c arah jam 7.. pria dengan jas biru sedang membaca buku, ia juga memiliki tato di lengan kirinya.." perintah Sofia.


"Siap nona.."


Dan tim c yg ada di ruang aula pun berhasil juga menangkap pria kedua. Dan kini kedua pria tersebut sudah diamankan oleh anak buah Sofia. Kini Sofia tengah fokus mencari wanita yg menurutnya menjadi eksekutor. Kemungkinan wanita tersebut akan menyerang Kenan atau malah ia akan meledakkan gedung ini.


Sofia pun mencari ke area paling depan karena takut akan ada serangan. Dan benar saja ia melihat wanita dengan gaun panjang dengan belahan tinggi hingga ke paha mulusnya. Wanita tersebut pun memiliki tato bintang di bawah telinganya yg ia coba tutupi dengan rambut panjangnya.


Wanita tersebut pun memegang sebuah tas dan merogoh sesuatu dari tasnya. Sofia pun langsung terkejut saat ia mengeluarkan pistol dari tas mininya tersebut. Dengan cepat Sofia berlari ke arah wanita tersebut karena anak buahnya berada jauh dari wanita itu. Karena wanita tersebut diam-diam dan dengan tenang mencoba menembakkan pelurunya ke arah Kenan, Sofia pun langsung berlari untuk menyelamatkan Kenan yg sedang memberi pidato penyambutannya di depan banyak tamu.


"Kenan awas..!" teriak Sofia sembari berlari ke arah peluru tersebut. Dorr..!


Peluru pun ditembakkan dan mengenai lengan Sofia sebelah kanan. Kenan pun terkejut, dan langsung menghampiri kakaknya. Sementara anak buah Sofia sedang menangkap wanita tersebut.


"Kau tidak apa? apa kau bisa bangun?" tanya Kenan membantu kakaknya yg ingin beranjak dari tempatnya.


"Aku tidak apa Ken.. wanita itu harus tertangkap.." ucap Sofia lalu bangkit.


Para tamu pun sudah panik dan berhamburan. Namun, Sofia sudah mengantisipasi keadaan ini. Ia menyuruh anak buahnya untuk mengevakuasi para tamu dan mengarahkannya ke gedung lain serta menjamin keselamatan mereka. Para tamu pun menurut saja dan wanita itu bersembunyi dibalik para tamu lain.


"Kak kau sudah tertembak.. biar aku dan yg lain yg akan mengatasi ini.." ucap Kenan.


"Aku masih bisa menahannya.. "ucap Sofia yg mengikat lukanya dengan sapu tangan Kenan.


Sofia pun mencari wanita tersebut diantara para tamu yg sedang dievakuasi. Akhirnya ia menemukannya dan menariknya dari para tamu. Kini Sofia sedang berhadapan dengan wanita tersebut. Dan Kenan juga tengah menyusul Sofia. Sementara Alfi yg melihat Sofia terluka pun langsung keluar dari ruang cctv karena petugas penjaga sudah bangun dan tim bantuan dari Kenan juga sudah datang. "Sofia aku akan segera kesana.." gumam Alfi keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2