
Sofia pun berangkat bersama Vall. Vall pun nampak bersemangat bisa menghabiskan waktu hari ini dengan Sofia, sementara Sofia nampak tenang. Ekspresi santai tidak memperlihatkan sebuah kebahagiaan ataupun penolakan membuat Vall tersenyum dan sedikit bingung. "Apa wanita ini sangat dingin saat bersama pria?" gumamnya dalam hati.
Vall pun terus melajukan mobilnya menuju ke villa tempat dimana ibunya berada. Sofia pun tidak bertanya lebih lanjut agar Vall tidak curiga. Dan Sofia menaruh alat pelacak di selipan jok tempat duduknya saat Vall tengah fokus berkendara. Sesekali Vall mengajaknya bicara.
"Apa kau tidak senang hari ini?" tanya Vall.
"Bukan begitu, aku hanya gugup.." balas Sofia.
"Itu normal, dan ibuku adalah wanita yg baik.." ucap Vall.
"Iya aku tahu itu .. dia bahkan mau mendadaniku sewaktu acara di perusahaanmu.." ucap Sofia mengingat kejadian masa lalu.
"Oh benarkah?" tanya Vall antusias.
"Iya itu benar, tanyakan saja pada asisten ibumu.." balas Sofia.
"Baiklah aku percaya padamu.." ucap Vall.
"Sofia aku punya hadiah untukmu.." ucap Vall saat lampu merah. Ia mencari sesuatu di kursi belakang.
"Ini terimalah, bunga ini secantik dirimu.." lanjut Vall menyerahkan buket bunga.
"Oh ya ampun, terimakasih Vall.." ucap Sofia.
"Ya.. semoga kau menyukainya.." balas Vall.
"Bagiku semua bunga sama saja, semuanya cantik.." balas sofia membuat Vall tersenyum.
"Perjalanan kita masih panjang Sofia, sabar ya.." balas Vall.
"Baiklah.. " balas Sofia.
Mereka pun melaju menuju villa tersebut yg jaraknya cukup jauh. Perjalanan yg memakan waktu 2 jam tersebut pun mereka lalui dengan tenang. Hanya saja Vall sesekali mengajak Sofia bicara, sisanya Sofia lebih memilih bermain ponsel.
Setelah 2 jam perjalanan, tibalah mereka ditujuan. Sebuah villa dengan nuansa alam yg indah, juga ada danau buatan yg ada disekitarnya. "Ternyata danau buatan, pantas saja tidak ada di maps.." gumam Sofia dalam hati.
Sofia pun dibukakan pintu mobil oleh pengawal yg ada disana.
"Terimakasih.. " balas Sofia.
"Ayo masuk Sofia.." ucap Vall.
"Iya.." balas Sofia.
Mereka berdua pun masuk ke dalam dan nyonya Felix pun terkejut karena wanita yg dimaksud Vall adalah Rose sang bodyguard yg pernah bekerja pada keluarganya.
"Nyonya pasti terkejut, saat itu aku sedang dalam misi.." ucap Sofia.
"Iya bu, nama aslinya Sofia bukan Rose.." ucap Vall.
"Oh ternyata begitu, ayo Sofia masuk.." ucap nyonya Felix.
"Tentu nyonya.." balas Sofia.
"Panggil ibu saja.. jangan sungkan" ucap nyonya Felix. "Kau adalah harta karunku.." gumam nyonya Felix.
"Iya ibu.." balas Sofia.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke dalam, disana mereka duduk santai disofa dan berbincang hangat. Tiba-tiba nyonya Felix mendapat telepon.
"Oh baiklah aku akan kesana.." ucap nyonya Felix di telepon.
"Maaf ya Sofia ibu ada keperluan sebentar, ibu memesan makanan dan ada sedikit masalah.. tapi kau tenang saja siang ini kita akan makan bersama.." ucap nyonya Felix.
"Iya bu, tidak apa.." balas Sofia.
"Ok ibu pergi dulu ya nak.." ucap nyonya Felix pada Vall dan juga Sofia.
Selepas sang ibu pergi, tak berapa lama muncullah pesanan cattering makanan. Mereka pun langsung menatanya di atas meja. Setelah selesai mereka pamit undur diri dan menyerahkan sebuah surat pada Vall. Vall pun membuka surat tersebut dan membacanya.
"Maaf anakku.. ibu ada keperluan lagi dan sangat mendadak jadi tidak bisa menemani Sofia dan kau.. kalian berdua nikmatilah hidangan yg telah ibu sediakan.. juga sampaikan salam ibu pada Sofia.." ~NY.FELIX.
"Ibu katanya ada urusan dan dia meminta maaf karena tak bisa menemani kita. Tak apa kan Sofia?" tanya Vall.
"Iya tidak apa kok.." balas Sofia. "sepertinya kalian memang merencanakan sesuatu untukku.." gumam Sofia.
Kini Sofia dan Vall pun menikmati makan siang mereka.
☘☘☘
Sementara itu Kenan dan yg lainnya pun tengah memantau situasinya.
"Lagi-lagi aku kehilangan jejaknya.." ucap Kenan.
"Jadi dimana mereka terakhir kali?" tanya Satria.
"Ada di titik ini.." balas Kenan.
"Titik yg berbeda dari yg kita rencanakan.. baiklah ayah akan menarik tim SHIELD yg berjaga karena mereka tak menemukan jejak Sofia.." balas Satria.
"Baiklah aku akan menghubungi Alfi mungkin ia sudah tahu letak Sofia.." ucap Kenan.
Tak lama sambungan telepon pun tersambung.
"Hallo al?" ucap Kenan.
"Iya Ken.. ada apa?" tanya Alfi.
"Kau ada dimana sekarang..?" tanya Kenan.
"Aku ada di titik X.. aku masih mendapatkan signal dari Sofia walaupun kadang-kadang hilang.. lokasinya ada di dekat gunung.." ucap Alfi.
"Baiklah, kau kirim alamatnya padaku.." ucap Kenan.
"Baiklah.." balas Alfi.
Alfi pun mengirim lokasinya pada Kenan tapi pesannya tidak sampai karena jaringannya langsung hilang. Dan ia pun kehilangan jejak Sofia.
"Akh.. ******..!" umpat Alfi.
"Aku tidak hanya kehilangan jejak Sofia, tapi juga sambungan ke Kenan." gumam Alfi.
Alfi pun melajukan mobilnya mengikuti arah jalanan disana. Hingga ia tersasar ke sebuah perkebunan.
"Sial dimana ini sekarang?" umpat Alfi, hingga ia memutuskan untuk bertanya ke warga sekitar.
__ADS_1
Tapi warga sekitar tak tahu adanya villa ataupun danau. Alfi pun terpaksa berputar-putar di sekitar sana mencari jalan yg tepat.
☘☘☘
Sofia pun makan bersama Vall dengan tenang. Setelah makan muncullah sajian penutup, seperti buah, jus, pudding dan sebagainya.
Sofia hanya memakan buah, dan duduk di depan villa menikmati suasana indah di danau tersebut. Vall pun datang membawa segelas jus strowberry untuk Sofia. Sofia pun mulai curiga tapi ia tetap tenang.
Saat Vall melintas Sofia pun memasang kakinya agar Vall tersandung. Dan benar saja Vall pun tersandung dan menjatuhkan minuman jus tersebut ke lantai.
Bruukk..! praaannkkk..
"Akh Vall kau tidak apa..?" tanya Sofia sembari membantu Vall bangkit.
"Maafkan aku tak melihat kakiku.." ucap Sofia memasang wajah sedih.
"Sudahlah tidak apa.." balas Vall tersenyum.
Vall pun menyuruh pelayan membereskannya dan mengambilkan jus yg baru. Dan jus pun tiba, Vall langsung menyerahkannya pada Sofia. Sofia pun pura-pura meminumnya.
"Jusnya enak.." ucap Sofia.
"Tentu saja Sofia, strowberry ini diambil dari perkebunan sekitar.. " balas Vall.
"Pantas saja segar.. " balas Sofia.
"Hmm badanku rasanya tidak enak, bisakah kita sebentar lagi pulang?" tanya Sofia mencari-cari alasan.
"Iya, kau bisa istirahat sebentar di kamar bila tak enak badan.. karena mobilku sedang dicuci.." balas Vall berbohong.
"Baiklah.." ucap Sofia. "Kau pasti berbohong.." gumam Sofia dalam hati.
Sofia pun ditujukan sebuah kamar dan beristirahat disana. Tapi saat Sofia sedang tiduran di kasur, tiba-tiba Vall mendekat.
"Ada apa Vall?" tanya Sofia.
"Bagaimana jika kita bersantai disini Sofia.." ucap Vall membuka bajunya.
"Kau mau apa?" selidik Sofia tajam.
"Disini terasa panas, bukankah kau juga begitu.." ucao Vall semakin mendekati wajah Sofia.
"Cukup.." ucap Sofia mendorong tubuh Vall hingga terjatuh ke lantai.
"Sofia tenanglah kita akan menikah juga nantinya.." balas Vall kembali bangkit dan mendekat.
"Aku bilang hentikan sebelum kau menyesal.." ucap Sofia.
"Aku takkan menyesal sayang.." ucap Vall.
Sofia pun tersenyum dan menangkis tangan Vall. Bahkan Sofia mengunci salah satu tangan Vall, tapi ia berhasil melepaskan diri. Hingga Vall menghimpit tubuh Sofia didinding. Tak mau kalah Sofia terus melawan karena ia tidak dalam kondisi obat yg diberikan Vall lewat jus tadi. Sementara Vall percaya diri kalau Sofia dalam pengaruh obat.
Sofia pun melawan dan menghajar Vall, walaupun Vall melawannya tanpa sadar tapi Sofia berhasil memukulnya beberapa kali.
Bughh..Bughh..Bugh..
"Rasakan itu..!" teriak Sofia.
__ADS_1
Sofia pun kabur keluar dengan tergesa-gesa.