Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.42


__ADS_3

Sofia yg menarik tangan wanita itu dengan kasar pun dihempaskan. Sofia terjatuh karena diluar dugaan wanita itu ternyata sangat kuat. Sofia bangkit dan memasang kuda-kudanya. Ia bersiap untuk menangkis serangan wanita tersebut, tapi wanita itu menarik seorang sandera yg membuat Sofia terkejut.


"Aku butuh pemimpin SHIELD atau wanita ini akan mati.." ucap wanita tersebut menodongkan pistol ke arah kepala seorang wanita yg tak lain adalah Viola.


"Cepat bawa kemari pemimpin SHIELD aku tak mau mati..!" pinta Viola ketakuan.


"Aku disini.." ucap Sofia santai.


"Cih, jangan berbohong.. cepat panggil pemimpin kalian..!" ucap wanita tersebut.


"Kalian katakanlah sesuatu.." perintah Sofia pada anak buahnya.


"Nona ini adalah pimpinan kami.." ucap salah seorang.


"Oh, kurasa kalian sudah salah memilih pemimpin.. " ucap wanita tersebut.


Viola yg disandera pun terkejut mendengar ucapan bodyguard tersebut. "Sepertinya aku sedang mencari masalah.." gumamnya ketakutan melihat Sofia.


"Aku disini, lepaskan sandera ini.." ucap Sofia.


"Jatuhkan semua senjatamu..!" perintah wanita tersebut.


"Baiklah .." ucap Sofia. Lalu Sofia mengeluarkan pistol yg disembunyikan dibalik rok yg ia robek. Ia mengeluarkan 2 pistol dan membongkarnya dihadapan wanita tersebut.


"Sudah tidak ada lagi, cepat lepaskan wanita itu.. " ucap Sofia.


"Baiklah.. angkat tanganmu dan kalian jatuhkan senjata kalian..!" perintah wanita tersebut.


Sofia pun memberikan sinyal untuk menuruti wanita ini. Mereka pun menurut demi keselamatan Viola.


Viola pun dilepaskan dan didorong hingga terjatuh, kemudian tuan Mark datang membantunya dan menjauh dari wanita tersebut.


Sementara Sofia disandera oleh wanita tersebut, Sofia mengangkat tangannya dan pistol sudah mengarah ke kepala Sofia. Kenan pun terkejut melihat kakaknya menjadi tawanan. Ia segera menghubungi timnya untuk meminta menutup akses aula ini begitu wanita tersebut keluar membawa Sofia.

__ADS_1


Wanita itu pun membawa Sofia keluar dari aula dan sepanjang jalan ia menodongkan pistolnya. Para bodyguard pun dilarang untuk mengikuti mereka berdua. Dan begitu mereka keluar pintu aula ditutup oleh tim Kenan untuk mengantisipasi keadaan darurat dan demi keamanan tamu-tamu yg hadir.


Sofia pun dibawa menuju ke area parkir. Saat wanita tersebut mencari mobilnya yg terparkir ditengah banyaknya mobil para tamu, Sofia memanfaatkan moment tersebut. Sofia memukul tangan wanita tersebut yg sedang memegang pistol hingga pistolnya jatuh. Dan Sofia langsung menendang wanita tersebut hingga terjatuh. Dan dengan cepat Sofia mengunci lengan wanita tersebut.


Tapi wanita tersebut melawan dan melepaskan diri. Ia balik menyerang Sofia dengan pukulan-pukulan kuatnya. Sofia pun terjatuh dan bangkit lagi. Ia merasakan sakit akibat pukulan-pukulan, belum lagi luka tembakan tadi yg terus mengeluarkan darah.


Sofia mencoba bangkit dan kembali bertarung dengan wanita tersebut. Sembari menahan rasa sakitnya Sofia terus melawan dan melancarkan tendangan mematikannya dengan sisa kekuatannya. BUGHHHHH..!


Wanita itu pun terjatuh dan pingsan, Sofia pun langsung menangkapnya dan mengikatnya dibantu para bawahannya yg langsung mendekatinya. Ketika Sofia bangkit ia pun terjatuh, kakinya memar terkena tendangan wanita tersebut. Alfi yg datang pun langsung mendekatinya.


"Sofia apa kau bisa menggerakkan kakimu?" tanya Alfi.


"Bisa tapi sulit untuk berdiri.." ucap Sofia.


Alfi pun langsung menggendong Sofia dan membawanya menuju ke mobilnya. Kenan langsung keluar begitu para tamu bisa dikondisikan. Ia melihat kakaknya sudah dibawa oleh Alfi dan bodyguard, ia langsung menghampiri mereka yg menuju mobil Alfi.


"Alfi bagaimana keadaan Sofia?" tanya Kenan.


"Kakinya terluka dan tak bisa berjalan, aku akan membawanya ke markas SHIELD.. kau tenang saja dan lanjutkan acara ini agar S Group tidak tercoreng namanya.." ucap Alfi.


"Iya aku akan mengobatinya disana.. kau lanjutkan saja acara di dalam.."jawab Alfi. Lalu ia pergi bersama para bodyguard membawa Sofia ke markas.


Mau tak mau Kenan melanjutkan acara yg sudah tertunda selama 2 jam. Karena setelah itu semua bodyguard harus mensterilkan gedung tersebut. Setelah semua aman, Kenan baru memulai kembali acara tersebut.


Acara pun berjalan dengan baik walaupun sempat ada insiden berbahaya tadi. Doni pun menginstrustikan pada Bima untuk mengambil alih tugas Sofia. Doni pun langsung mengintrogasi orang-orang dari Blackstar dan mengamankannya di markas.


Kenan pun lega acaranya berjalan dengan baik, walaupun ia menghawatirkan kakaknya. Setelah acara usai dan memastikan seluruh tamunya aman, ia pergi menuju markas SHIELD. Ia ingin memastikan kondisi kakaknya.


Di markas SHIELD, Sofia tengah diobati oleh Alfi. Walaupun di klinik sudah ada dokter yg berjaga, Alfi tetap mengambil alih dan meminta dokter untuk membantu dirinya. Sofia pun nampak terkapar dan tenang saat Alfi mengobati lukanya. Alfi pun mengambil peluru yg bersarang di lengan Sofia, dan Sofia meringis kesakitan. Setelah itu Alfi menjahit luka tersebut dan mengecek kondisi kaki Sofia.


Kakinya hanya terkilir, dan sedikit memar, membuat Alfi bisa lega. Ia sangat takut jika kaki Sofia sampai patah dan butuh waktu lama untuk pemulihan, namun pemikiran itu langsung sirna dan kondisi Sofia lebih baik. Setelah diobati Sofia disuruh beristirahat dan Alfi sudah memasang jarum infus untuk Sofia.


Doni pun tiba di kamar rawat Sofia setelah mengintrogasi para anak buah Blackstar. Ia melihat Sofia tertidur karena kelelahan. Dilihatnya juga luka di lengan Sofia dan juga kaki Sofia. "Apa yg sudah kau lakukan hingga seperti ini?" gumam Doni hingga ia menitihkan air matanya.

__ADS_1


Doni pun mengusap air matanya agar tak ada yg melihatnya menangis. Ia menunggu hingga Sofia sadar. Tak lama Kenan pun tiba di markas, ia langsung menuju kamar rawat Sofia setelah menanyakan kepada para bodyguard yg berjaga.


Kenan pun masuk ke dalam ruangan, disusul Alfi yg ikut masuk untuk memeriksa kondisi Sofia.


"Alfi bagaimana kondisi kakakku?" tanya Kenan.


"Iya Alfi bagaimana kondisi Sofia?" tanya Doni.


Alfi yg baru tiba pun diberondong pertanyaan oleh Kenan dan juga Doni hanya bisa menarik nafas panjang dan menjawab pertanyaan mereka dengan tenang.


"Sofia baik-baik saja.. ia hanya kelelahan karena banyak mengeluarkan darah dan kakinya terkilir.." jawab Alfi.


"Kek bagaimana dengan anggota Blackstar? apa tujuan mereka?" tanya Kenan.


"Tujuan mereka adalah kalian berdua.. Mereka sudah tahu kalian cucuku dan menaruh dendam pada kalian.." balas Doni.


"Sudah kuduga.. Kita harus bergerak Kek.." ucap Kenan.


"Iya.. kita memang akan bergerak.." balas Doni.


"Tunggu kalian mau apa?" ucap Sofia membuat semua orang terkejut.


"Kau ini.. baru juga dirawat sudah mau ikut-ikutan saja.." balas Doni.


"Bagaimana aku bisa tidur jika kalian terus membahas rencana baru.." ucap Sofia.


"Kak.. kita akan bahas ini nanti.. kau istirahat saja dulu.." balas Kenan.


"Benar Sofia, kakimu masih terkilir.. dan luka barumu belum kering.. usahakan jangan banyak bergerak agar lukanya cepat sembuh.." ucap Alfi.


"Baiklah.. ingat jangan bergerak tanpa aku.. aku tahu kalau aku target utama mereka.." ucap Sofia.


"Iya kita akan mengatur strategi setelah kau sembuh.." ucap Doni.

__ADS_1


Dan Sofia pun beristirahat karena semua orang meninggalkannya. "Kini ada luka baru lagi.. apa kakek akan melarangku pergi?" gumamnya sambil menutup mata.


__ADS_2