
Hari ini tim Kenan sedang menyelidiki BlackStar dan dimana organisasi itu berada. Berdasarkan info dari Noah yg berada di US, mereka berpindah-pindah tempat dan bisa menyusup dengan tenang. Kenan dan tim terus mencari tahu, begitu juga Noah yg diperintahkan Doni untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.
Kini mereka tengah sibuk berkutat pada laptopnya masing-masing. Kenan terus menggali dan meretas beberapa situs dan menemukan situs janggal. Ia berusaha dengan segenap kemampuannya untuk meretas situs tersebut karena memiliki ciri-ciri seperti BlackStar.
"Kena kau..!" ucap Kenan.
Seteleh mengumpulkan data dan informasi ia langsung mengirimkannya pada Doni dan juga Sofia.
Sofia yg menerima laporan Kenan pun tersenyum.
"Anak jenius memang beda.. !" gumamnya.
Sementara Doni pun ikut senang bisa melacak keberadaan orang yg mengancam nasib keluarganya. "Akhirnya aku menemukanmu.. kali ini kalian akan benar-benar tamat.." gumam Doni seraya mengepalkan tanganny. Ia benar-benar geram karena keluarganya jadi target mereka. Hanya Sinta satu-satunya yg ada di zona aman karena menikahi pengusaha dan dijauhkan dari SHIELD. Kalau tidak ia bisa terkena serangan jantung atau tensi tinggi melihat semua anak dan cucunya dalam bahaya.
Segera saja mereka mengadakan rapat malam ini, Kenan pun datang ke markas SHIELD beserta beberapa timnya. Disana kehadirannya sudah ditunggu Doni dan Sofia.
"Akhirnya kau datang juga, bocah jenius..!" ucap Doni menyambut Kenan dengan pelukan.
"Tentu kek, aku ingin kemampuanku berguna juga untuk SHIELD." ucap Kenan.
"Bagus, ayo kita ke ruang rapat.." ajak Doni.
Mereka semua pun berkumpul disana, dan Kenan memulai rapatnya. Ia menjelaskan organisasi BlackStar yg ternyata kini adalah organisasi pengedar obat-obatan terlarang. Dan tersebar di negara yg melegalkan beberapa obat-obatan tersebut. Dari bisnis itulah, muncul kembali BlackStar mafia berbahaya yg jadi buronan Internasional.
"Jadi mereka sangat lihai dan hebat dalam bersembunyi.." ucap Kenan.
"Lalu bagaimana caraku bisa masuk kesana?" tanya Sofia.
"Kau harus menjadi pengedar narkoba dan masuk ke organisasi di US.." ucap Kenan.
"Wow.. Apakah aku harus mengkonsumsinya juga?" tanya Sofia sedikit panik.
"Tidak, kau harus main aman dan hanya menjual melalui agennya.. Lalu masuk perlahan.." ucap Kenan.
"Baiklah aku setuju.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Tapi identitas pemimpin mereka masih dirahasiakan.. berdasarkan informasi yg kuterima kini organisasi itu dipimpin oleh seorang pria muda yg merupakan keturunan pemimpin sebelumnya, pasti kakek mengnalnya bukan?" ucap Kenan.
"Iya.. Baron Travor." ucap Doni.
"Bingo..! dan dia tidak diketahui ada dimana.. itu yg membuatku bingung. Mungkin saja dia ada di dekat kita selama ini.." ucap Kenan.
"Itu akan jadi berita buruk dan bisa menghancurkan rencana kita.." ucap Sofia.
"Kau benar kak, apa kau sudah siap jika kondisi memburuk?" tanya Kenan.
"Ya aku sudah siap.." ucap Sofia.
"Baiklah, aku juga akan selalu membantu kalian.." ucap Kenan.
"Tapi aku bingung, dahulu setahuku Baron Travor tak memiliki keturunan.. apakah ia menyembunyikan keluarganya?" tanya Doni heran.
"Itu pasti kek, orang berbahaya seperti mafia sekelas Baron Travor pasti tak mau keluarganya dalam bahaya." ucap Kenan.
"Sofia kau harus berhati-hati, jangan lengah karna kau berhadapan pada narkotika dan sekelompok mafia berbahaya.." ucap Doni yg jadi tak tega Sofia masuk ke organisasi tersebut.
"Aku akan menghubungi temanku di departeman obat-obatan terlarang untuk memberimu penjelasan mengenai narkotika dan sejenisnya.." ucap Doni.
"Terimakasih kek itu akan sangat membantu." ucap Sofia.
"Bagus kek, kak Sofia sangat membutuhkan pengetahuan lebih soal obat-obatan.." ucap Kenan.
"Jadi kembali ke rencana awal.. kak Sofia bersiaplah 2 minggu kedepan.. karna kau harus mempelajari obat-obatan dalam waktu singkat.. dan kita akan mulai persiapannya.." ucap Kenan.
"Baiklah kalu begitu.." ucap Sofia.
"Dan Bima, selama Sofia tidak ada markas menjadi tanggungjawab mu.. Dan selalu laporkan padaku info-info penting.." perintah Doni.
"Siap tuan.." ucap Bima.
Dan rencana mereka pun kini telah tersusun dengan sempurna. Sofia mulai besok mempersiapkan segalanya dan mempelajari obat-obatan terlarang. Kenan memantau pergerakan BlackStar dibantu oleh tim SHIELD. Sementara Doni bergerak tanpa sepengetahuan kedua cucunya, ia mencari informasi dari informan kepercayaannya. Dan ia cukup terkejut, karena Baron Travor memiliki istri yg tengah mengandung saat ia dan Satria membunuhnya. "Pantas saja mereka balas dendam pada cucuku.." gumam Doni.
__ADS_1
☘☘☘
Ditempat lain seorang lelaki sedang melakukan ritual mandinya. Ia mencoba mendinginkan kepalanya dan merilekskan tubuhnya. Tubuh yg kekar serta kulit yg putih bersih yg selama ini ia sembunyikan dibalik kemejanya kini terpampang nyata. Ia pun termenung, hati dan pikirannya tidak seirama. Pikirannya ingin balas dendam tapi hatinya berkata tidak. "Kenapa harus Kau..!!" gumamnya.
Ia pun keluar dari kamar mandinya dan hanya menggunakan kimono mandinya. Ia mengambil botol sampanye dimejanya dan menungkannya ke dalam gelas. Ia meminumnya untuk menenangkan pikirannya. Lalu seorang wanita masuk.
"Nak kau baik-baik saja?"
"Iya aku baik-baik saja.."
"Bagaimana rencanamu apakah akan tetap berlanjut?"
"Ya.. apapun caranya mereka harus membayar kematian ayah.."
"Bagus.. kau harus memastikan mereka menderita..!"
"Iya ibu tenang saja, aku takkan berhenti.."
"Baguslah, ini sudah malam ibu mau tidur dan kau jangan tidur terlalu larut.."
"Iya bu sebentar lagi.."
Dan wanita itupun meninggalkan anaknya. Sementara pria itu masih tak percaya akan kenyataan. Dengan berat hati ia harus melawan keinginan dihatinya. "Aku harus merelakanmu karena dendamku lebih penting..!" gumamnya menatap pemandangan di jendela kamarnya.
☘☘☘
Sementara tim Bagus yg diperintahkan Sofia untuk menggantikan dirinya sudah sampai di Italia. Mereka beristirahat 1 hari, kemudian menemui tuan Guido seperti perintah Sofia. Sofia pun terus berhubungan dengan tuan Guido. Dan Guido pun bersedia membantunya apalagi setelah ia bertemu dengan Chris di penjara. Chris meminta untuk membantu SHIELD sesuai kemampuannya karena Sofia yg ia kenal bukan orang sembarangan. Kini Chris juga sudah menjadi sekutu Sofia dan sudah mengetahui identitas Sofia. Karena Guido memiliki hutang budi pada Chris, kini ia siap membantu Sofia dan anak buahnya.
SHIELD sudah menyiapkan apa saja yg diperlukan sesuai instruksi Guido. Dan mereka kini tengah berangkat dengan kapal yg telah disewa SHIELD, yg ternyata kapal laut tersebut sudah dibeli Kenan dan dibekali alat komunikasi yg canggih dari Kenan. Perjalanan panjang sesuai yg diceritakan Guido memang benar, tapi tim Bagus sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan orang-orang Kenan sudah memantau pergerakan dari kapal tersebut.
Hari berganti hari hingga mereka tiba di sebuah pulau, pulau yg sangat asri dan tidak dijamah oleh orang luar karena rumor yg beredar. Tanpa alat komunikasi mereka masuk ke dalam hutan. Menembus belantara hutan, dan serangan binatang buas yg bisa menyerang kapan saja. Akhirnya mereka tiba di desa setempat. Mereka disambut baik karena dibawa oleh tuan Guido.
Sesuai permintaan, mereka diminta mengatakan tujuan mereka dengan jelas dan jujur.
"Tujuan kami mencari sepasang suami istri.. mereka orang penting bagi atasan kami.." ucap Bagus.
__ADS_1
"Baiklah.. kalian diijinkan menginap selama 3 hari dipulau ini.. dan dihari ketiga kalian harus pergi.." ucap kepala suku.