
Alfi pun terkejut melihat isinya yg berupa bukti kejahatan Vall beserta ibunya. Sofia mengirimkannya untuk berjaga-jaga jika semua rencananya gagal. "Sofia aku akan membantumu.. aku pastikan pernikahanmu akan gagal total.." gumam Alfi di depan laptopnya.
Kemudian Alfi menyimpan disk berisi rahasia Vall disebuah brankas yg aman dan hanya ia yg tahu kata sandinya. Lalu ia melakukan segala tugasnya sebagai pemilik baru rumah sakit tersebut.
☘☘☘
Di Indonesia, baik Reina maupun Doni pun sangat terkejut akan rencana Sofia mengadakan pertunangan dadakan. Mereka tak mengerti apa yg Sofia pikirkan, hingga Satria datang dan menjelaskan semua perkaranya.
"Sayang kenapa kau mengijinkan Sofia menikah dengan Vall?" tanya Reina saat suaminya sudah pulang.
"Mereka hanya bertunangan, aku harap tak sampai ada pernikahan.." ucap Satria.
"Apa maksudmu? " tanya Reina.
"Aku sendiri tak tahu apa yg dipikirkan kedua anakku.. jadi mereka hanya meminta kita untuk tenang dan mengikuti mereka saja.." ucap Satria.
"Lalu Alice?" tanya Reina.
"Sofia dan Kenan juga sedang mengurusnya.." ucap Satria.
"Apa jangan-jangan Alice menjadi penyebab Sofia mau bertunangan dengan Vall?" tanya Reina.
"Ya kau sudah pasti paham, Alice dijadikan sandera dan ada aib Alice yg sedang mereka tutupi.. " ucap Satria lalu menjelaskan segalanya termasuk perjanjian gila milik Vall.
"Apa Sofia sudah gila? 50%Saham????" ucap Reina kesal.
"Sayang kau tenang dulu, Kenan juga kesal tapi mereka nampak tenang.. aku yakin mereka sudah merencanakan sesuatu.." ucap Satria menenangkan Reina.
"Lalu ayah sudah tahu?" tanya Reina.
"Tidak dan jangan diberitahu, nanti dia bisa kena serangan jantung.." ucap Satria.
"Sekarang apa yg sedang dipikirkan Sofia.." ucap Reina bingung dengan sikap putrinya.
"Sudah kau sekarang tenang dulu, kita lihat apa rencana mereka berdua sampai senekat ini.. lebih baik kita persiapkan diri untuk datang ke pertunangan bohongan Sofia." ucap Satria.
"Baiklah.." ucap Reina lemas.
Doni pun cukup terkejut dengan rencana Sofia, tapi ia yakin cucunya mampu menghadapinya. Lalu Donald, setelah Satria menjelaskan detailnya ia pun mengerti dan merasa tak enak pada Satria.
"Aku tak tahu harus marah atau sedih mendengarnya.. tapi maaf aku tak mampu menjaga putriku.." ucap Donald.
"Semua sudah terjadi, biarlah Sofia dan Kenan yg sedang mengatasinya.. kita hanya perlu mendukungnya.." ucap Satria.
"Baiklah.." ucap Donald lemas.
"Kapan putriku bebas?" tanya Donald.
"Sesuai perjanjian setelah Sofia menikah.. tapi pasti mereka berdua sedang merencanakan sesuatu jadi kita tunggu saja.." ucap Satria.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menunggu. Tapi bagaimana kabar putriku?" tanya Donald.
"Menurut kabar Kenan, Alice baik-baik saja.. ia hanya dikurung dan diberi makan setiap hari.. tak ada yg berani macam-macam padanya karena mereka semua takut pada Sofia.." ucap Satria.
"Syukurlah kalau begitu, tapi kuharap masalah ini cepat selesai.." ucap Donald.
"Ya aku juga berfikir begitu.." jawab Satria.
Akhirnya Reina dan Satria pun tiba di Italia untuk menghadiri pertunangan Sofia dan Vall. Reina pun memeluk putrinya begitu tiba di apartemen. Ia merasa beban Sofia sangat berat hingga ia tak tega berbica panjang. Hanya bisa menguatkan hatinya melihat Sofia melalui ini semua.
"Ibu tenanglah, aku akan baik-baik saja.." ucap Sofia.
"Ya ibu tahu itu nak.." ucap Reina.
☘☘☘
Sehari sebelum acara pertunangan, Julia memberikan Alice sebuah gaun untuk dikenakan pada acara pertunangan nanti. Tapi Alice harus berada di dekatnya dan juga anak buahnya.
"Ini gaun untukmu, pakai besok di hari pertunangan tuan Vall.. kau diijinkan datang tapi jangan jauh-jauh dariku.." ucap Julia.
Sementara Alice hanya mengangguk pelan, melihat gaun yg diberikan oleh Julia. "Bagaimana kak Sofia melewati ini semua hanya demi aku.." gumam Alice dalam hati.
Alice pun sangat sedih karena ini semua berkat ulahnya menandatangani kontrak gila itu. Hingga membuat ayahnya marah besar padanya dan melarangnya mengikuti dunia modeling lagi. Kini ia sangat menyesal, jika bukan karena ulahnya pasti Sofia dengan mudah membebaskannya.
Sementara Vall dan Sofia sedang ke toko perhiasan mengambil cincin pesanan mereka. Vall pun meminta Sofia untuk mencobanya agar memastikan ukurannya sesuai. Setelah itu, mereka pulang untuk mempersiapkan diri dengan acara pertunangannya.
"Apa aku bisa melewati ini? aku harus bisa ...!" gumam Sofia dalam hati.
"Sofia gaun macam apa ini??" tanya Reina kesal dengan pakaian yg terbuka dibagian belakang.
"Apa-apaan kau Sofia? kau sudah gila?" tanya Satria tak kalah kesal.
"Mau bagaimana si mafia gila itu maunya yg itu.. aku tak bisa menolak.. kalian tahu bukan ancamanny?" balas Sofia.
"Hhh.. rasanya ingin ibu jahit matanya itu.." ucap Reina kesal.
"Memang kau bisa menjahit?" tanya Satria iseng.
"Isshh kau itu.. biar saja sekalian kubuat matanya buta.." ucap Reina.
"Apa kita bisa mengubah gaunnya Sofia?" tanya Satria.
"Kau pikir gaun bagus bisa dibuat dalam semalam? kau lupa dulu kita memesan gaun pengantin berapa lama?" ucap Reina.
"Oh iya.. maaf sayang.." ucap Satria.
"Sofia kau harus berhati-hati besok, ibu tak tahu pikiran lelaki itu apa hingga memberikan baju terbuka diacara resmi.. " ucap Reina.
"Ayah juga tak terima, ingin rasanya menghajar wajahnya yg mesum itu.." ucap Satria.
__ADS_1
"Jangankan kalian, aku saja jika bisa ingin kutukar bajunya dengan milikku.." ucap Sofia membuat Satria tertawa.
"Hahaha.. ayo kita lakukan Sofia.." ucap Satria.
"Ibu juga setuju.." balas Reina.
"Tapi nanti kalian jadi malu jika aku berbuat hal memalukan begitu.." ucap Sofia.
"Iya kau ada benarnya juga, yasudah kau harus siapkan mentalmu.. dan ingat jangan mau disentuh olehnya sebelum menikah.." ucap Reina.
"Tentu ibu.." balas Sofia.
☘☘☘
Di malam pertunangan, semua berjalan dengan lancar. Sofia pun jadi pusat perhatian, karena ia sangat jarang berdandan apalagi memakai pakaian yg sexy. Bahkan para anak buahnya dibuat melongo saat ia sedang berjalan masuk.
"Hei apa benar itu nona kita?" tanyanya.
"Iya aku juga cukup terkejut.. tapi seperti bukan nona Sofia saja.."
"Iya nona kan paling anti memakai pakaian minim.."
"Sudahlah, lakukan saja tugas kita.."
Hingga akhirnya proses pertukaran cincin dimulai. Vall menatap Sofia dengan intens dari ujung kepala hingga ujung kaki. Nampak sangat cantik dimatanya. Ia pun tak hentinya tersenyum menatap Sofia, apalagi saat memakaikan cincin dijari manisnya. Hingga Sofia dengan perlahan memakaikan cincin dijari milik Vall, Vall pun tersenyum puas. Semua orang bertepuk tangan dan terlihat bahagia. Sementara Sofia ia merasa sangat datar, dan jauh dari kata bahagia. Ia cukup sedih karena harus menyakiti lelaki yg dicintainya Alfi. Meskipun raganya terlihat bahagia tapi hatinya rasanya sakit dan teringat pada sang pujaan hatinya. "Maaf Alfi.. maaf.. aku harus mengambil langkah ini demi Alice dan keluargaku.." gumam Sofia dalam hati.
Sementara seorang pria tengah menatap lesu melihat Sofia bersama pria lain sedang memakai cincin pertunangan. Lalu ia memilih untuk mundur karena tak tahan. Ia pun pergi menuju taman dan menitihkan air matanya.
"Aku seperti pecundang jika begini.." gumamnya dalam hati.
Chris yg sedang keluar pun melihat Alfi sedang termenung di sebuah taman.
"Anda sedang apa?" tanya Chris.
"Kau..!" ucap Alfi masih kesal dengan tindakan Chris.
"Kau rupanya, sudahlah bukankah kau tahu aku dan Sofia adalah sekutu.." ucap Chris.
"Iya, tapi aku masih tak terima akan perbuatanmu.." ucap Alfi.
"Aku sudah dihukum dan mendapatkan balasannya apalagi yg kurang, toh aku tak berniat jahat pada Sofia sejak awal.." ucap Chris.
"Maaf, aku hanya sedang kesal.." ucap Alfi.
"Aku juga kesal,.. kenapa Sofia harus bertunangan dengannya.." ucap Chris.
"Kau juga menyukainya?" tanya Alfi.
"Bukan begitu, rasanya Vall tidak pantas mendapatkan Sofia.. menurutku begitu karena aku tahu sejahat apa dirinya dan juga keluargaku.." ucap Chris.
__ADS_1
Mereka pun berbincang sejenak karena sama-sama tak suka akan pesta malam ini.