Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.146


__ADS_3

"Oh anda sepertinya menager hotel ini.." ucap Sofia.


"Iya anda benar nona, seperti yg anda lihat pada nametag saya." balas sang manager.


"Disini aku sedang mencegah skandal besar oleh wanita ini. Dan lelaki yg ada di tempat tidur adalah tunanganku, wanita ini sedang menggodanya dengan minuman. Kalau kau tidak percaya hubungi saja tuan Thomas.." ucap Sofia.


"Bagaimana anda tahu tuan Thomas nona?? tolong jangan bercanda.." ucapnya.


"Kalian bawa kartu namaku atau kartu perusahaan??" tanya Sofia pada bodyguardnya dan mereka pun menggeleng.


"Ck.. baiklah.. aku akan menghubunginya untukmu pak manager.." ucap Sofia.


Tak lama panggilan pun diangkat oleh Thomas. Thomas pun sangat shock mendengar cerita dari Sofia. Sebagai paman yg menyayanginya seperti putrinya sendiri, Thomas pun pasti membantunya apalagi Sofia berada dalam posisi benar. Lalu Sofia disuruh untuk memberikan ponselnya pada sang manager hotel.


"Tuan Thomas ingin bicara pada pak manager.." ucap Sofia.


"Baiklah.." ucapnya setengah tak percaya.


Namun, setelah mendengar ucapan dari tuannya ia pun percaya dan mau tak mau menurutinya. Ia pun merasa malu pada Sofia karena tak mempercayai ucapannya. Dan Sofia pun ingin agar kasus ini tak dibawa ke kepolisian agar tak merembet kemana-mana.


"Maaf nona, saya mempercayai anda.." ucap sang menager.


"Ta-tapi bagaimana bisa??" tanya Nathalie.


"Manager dia sudah merusak fasilitas hotel ini.. apalagi ia bukan tamu disini.. dan ini sangat mengganggu privasiku.." ucap Nathalie.


"Maaf nona, apa yg anda perbuat ini tidak benar. Tuan yg berada disana adalah tunangan nona ini. Dan juga hotel ini milik kenalan dari nona ini pula. Jadi anda silahkan merapikan barang anda dan mengikuti prosedur kami.. " ucap sang manager.


"Ta-tapi.. " ucap Nathalie kehabisan kata-kata.


"Oh nona, kau mau aku laporkan ke polisi karena penculikan? ditambah lagi kau sampai menyewa kedua bodyguard ini.." ucap Sofia hingga membuat Nathalie takut .


"Baiklah, kalian menyingkirlah.. aku akan merapikan pakaian dan barang-barangku.." ucap Nathalie.


"Eits, tunggu dulu.. kalian bertiga bawa Alfi ke mobilku.." ucap Sofia.


"Baik nona.." ucap mereka bertiga.


"Kalian bawa Alfi menuju apartemennya ya.. dan rahasiakan hal ini dari orangtuanya.." ucap Sofia berbisik dan dijawab dengan anggukan.


"Terimakasih pak Manager atas bantuan anda. " ucap Sofia.


"Ya nona, sama-sama.. maaf atas ketidaknyamanannya." ucap manager tersebut.


"Soal ganti rugi aku akan mengurusnya sekarang.." ucap Sofia.


"Tidak nona, tuan Thomas bilang tidak perlu.."


"Tidak pak manager, aku sudah berbuat salah dan harus mengganti rugi.. " ucap Sofia memaksa.

__ADS_1


"Dan aku yg akan bicara pada tuan Thomas mengenai ganti ruginya.." ucap Sofia lagi.


"Baiklah nona.." balas sang manager hotel pasrah.


Nathalie pun masuk ke dalam dan mengganti pakaiannya begitu Alfi dibawa oleh bodyguard Sofia. Lalu ia diantar oleh pegawai hotel menuju ke administrasi.


"Ini uang anda nona, dan mulai sekarang nama anda kami blacklist dari seluruh cabang hotel kami.." ucap sang manager hotel.


"A-apa kalian bercanda kan??" tanya Nathalie shock.


"Tidak nona, silahkan pintu keluarnya ada disana.. jika tidak para penjaga' yg akan mengantar anda.." ucap sang manager hotel tersenyum.


"Ckk.. baiklah, lagipula hotel ini tak bagus-bagus amat.." ucap Nathalie.


"Jaga ucapan anda nona, kami bisa melaporkan anda atas pencemaran nama baik hotel kami.." ucap sang manager mulai kesal.


"Nona Nathalie ikuti saja perintah manager hotel ini, kau ingin terus berkarir di kedokteran bukan? jika aku atau manager ini melapor maka karirmu akan tamat."ucap Sofia.


Sementara Nathalie pun kesal dan menghentakan kakinya lalu keluar dari hotel tersebut. Dan Sofia pun melambaikan tangannya dengan senyumannya.


"Pak manager aku akan mengganti ruginya sekarang, pakai kartu ini.." ucap Sofia.


"Ba-baik nona." ucap sang manager takut.


"Tenang saja, aku sudah menghubungi tuan Thomas.." balas Sofia.


Tak lama, manager pun menghitung jumlah yg harus dibayar oleh Sofia dan Sofia hanya mengiyakannya tanpa protes. Setelah kartu digesek dan struk pun telah keluar, sang manager langsung memberikannya pada Sofia. Sofia pun tersenyum dan pergi meninggalkan hotel tersebut.


Di depan hotel, anak buahnya sudah menunggunya dengan mobil. Sofia pun naik dan mobil pun melaju menuju hotel tempat Sofia menginap.


Setelah mengintrogasi bodyguard yg membawa Alfi lewat telepon untuk memastikan keadaannya, Sofia pun bisa tidur dengan nyenyak. Apalagi kalau bukan karena semua berjalan sesuai rencananya dan Bima serta Siska tak tahu kejadian yg sebenarnya.


"Good Job.." ucap Sofia ditelepon, lalu ia mematikan sambungan teleponnya.


Sofia pun tiba di hotel dan langsung menuju kamarnya. Ia mengirim pesan pada Eva kalau tas dan sepatunya akan dikembalikan besok. Sofia pun masuk kamar dan mencuci mukanya. Setelah berganti pakaian dan melepas wignya, ia pun tidur karena waktu sudah pukul 3 pagi.


Keesokannya Sofia bangun siang, hingga membuat Eva bingung karena mendapat tugas dari Satria. Eva pun memberanikan diri untuk masuk ke kamarnya dengan kunci kamar yg ia dapatkan dari Kevin (dengan meminta bantuan Kenan). Eva pun masuk dan membangunkan Sofia.


"Nona, bangunlah.." ucap Eva.


"Nona ayolah tolong bangun dan buka matamu.." ucap Eva.


"Hmm.. Eva bagaimana kau bisa masuk?" tanya Sofia yg baru bangun mendapati Eva dikamarnya.


"Nanti ku jelaskan, sekarang anda harus membuka email anda karena ada tugas dari tuan Satria." ucap Eva.


"Apa??? tugas?? " ucap Sofia langsung menyalakan laptopnya.


"Iya nona, cepat buka.. karena beliau menghubungiku sejak pagi.." ucap Eva panik.

__ADS_1


"Ok.. tenang Eva.. kau tak salah.." ucap Sofia.


Sofia pun membuka pesannya dan membaca tugasnya kali ini. Tugasnya adalah mendisiplinkan orang-orang SHIELD yg ada di negara ini. "Oh my God.. katanya aku mau menikah kenapa dapat tugas ini??" gumam Sofia.


"Ada apa nona??" tanya Eva.


"Kita akan bekerja disini selama 2 minggu.." ucap Sofia.


"Benarkah?? hanya itu??" tanya Eva.


"Karena aku harus mendisiplinkan beberapa staf dicabang negara ini.." ucap Sofia.


"Oh begitu.. baiklah nona, tapi bagaimana dengan pernikahan nona?" ucap Eva.


"Aku tak tahu Eva, mungkin ibuku dan orangtua Alfi yg akan mengurusnya.." balas Sofia.


"Nona, aku akan membantumu karena itu adalah tugasku.. " ucap Eva.


"Ya Eva terimakasih. " balas Sofia tersenyum.


"Baiklah, kau siap-siaplah. Aku akan mandi dan bersiap juga untuk ke kantor.." ucap Sofia.


"Nona tidak sarapan?" tanya Eva.


"Aku akan sarapan di mobil.." ucap Sofia mengingat ia sudah terlambat.


"Oke.. aku akan menyiapkannya kalau begitu." balas Eva.


"Oke Eva, kau sungguh peka.." ucap Sofia sementara Eva pun tersenyum meninggalkan Sofia di kamarnya.


Sofia pun bergegas mandi dan memakai setelan ke kantornya. Eva pun sudah mempersiapkan segalanya untuk Sofia, hingga mereka langsung berangkat menuju kantor SHIELD yg ada di negara itu.


Sementara Alfi bingung, karena ia sudah berada di apartemennya. Sementara Ibunya pun panik bertanya seberapa banyak ia minum alkohol hingga mabuk berat.


"Aku sungguh tak ingat apa-apa ibu.. seingatku aku tak minum alkohol.." ucap Alfi.


"Lalu bagaimana kau bisa pingsan?? aku tak mengerti sampai orang-orang SHIELD yg membawamu pulang.." ucap Siska.


"Sudah yg penting aku baik-baik saja ibu.. nanti aku tanya pada rekan-rekanku.." ucap Alfi.


"Baiklah, sore ini ibu pulang ya nak.. karena besok harus kembali bekerja.." ucap Siska.


"Iya ibu, aku akan mengantarmu. Lalu ayah dimana?" tanya Alfi.


"Ia takkan pulang, ia mendapat tugas bersama Sofia pagi ini.." balas Siska.


"Oh begitu.. yasudah aku pasti akan menemani ibu kalau begitu.." ucap Alfi.


"Kau memang putraku, kau masih lebih baik dibanding ayahmu yg tak peka itu.." ucap Siska membuat Alfi pun tertawa.

__ADS_1


__ADS_2