Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.169


__ADS_3

Sofia dan Alfi pun begitu menikmati setiap detik kebersamaan mereka, karena nanti belum tentu mereka bisa bersama-sama saat jadwal pekerjaan mulai padat. Mereka mengunjungi tempat-tempat yg indah dan mengabadikannya sebagai kenangan.


Setelah puas berjalan-jalan, sore hari Alfi dan Sofia pun pulang ke hotel untuk membersihkan diri. Mereka pun tiba di kamar dan merapikan barang-barang yg sempat dibeli.


"Sayang aku mau mandi.." ucap Sofia.


"Oke.. ayo kita mandi bersama.." ajak Alfi.


"Ishh aku tahu pikiranmu kemana.." ucap Sofia melirik.


"Ayolah, mau ya?" tanya Alfi.


"No, aku lelah.." balas Sofia.


"Aku yg akan melakukannya kau hanya tinggal santai saja.." ucap Alfi menggendong Sofia dengan romantis.


"Ck.. kau ini selalu saja membuatku tidak bisa menolak.." ucap Sofia.


"Tentu, aku kan tampan.." balas Alfi.


"Oke.. dokter tampanku.." ucap Sofia.


Cukup lama mereka berada di kamar mandi, hingga mereka keluar 1,5 jam kemudian. Dengan wajah lelah Sofia merebahkan tubuhnya setelah mengeringkan rambutnya.


"Aku lelah dan juga laparrrr.." ucap Sofia.


"Mau makan apa??" tanya Alfi.


"Mau makan yg pedas-pedas.." ucap Sofia.


"Oke.. aku akan mencari tempatnya.." ucap Alfi yg langsung berselancar di internet.


"Sayang ini ada resto terdekat yg menjual makanan pedas.. rattingnya juga bagus.. " ucap Alfi lalu memperlihatkannya pada Sofia.


"Wah.. bagus sekali, ayo kita makan disana.." ucap Sofia.


"Oke.. ayo kita bersiap sayang.." ucap Alfi.


"Oke.." balas Sofia lalu bersiap.


Mereka pun pergi ke tempat tersebut yg tak jauh dari hotel. Dengan menaiki taksi sekitar 20 menitan, mereka pun tiba disana. Aroma makanan pun mulai tercium dan membuat Sofia bersemangat. Disana mereka memesan makanan dan berbincang sembari menunggu pesanan. Dan tak ketinggalan Sofia memotret momen-momen tersebut. Hal yg sangat jarang ia lakukan adalah memotret, namun kini ia suka sekali melakukannya untuk mengabadikan momennya bersama Alfi.


Tak lama, pesanan mereka pun tiba. Sofia pun antusias untuk langsung mencobanya. Rasanya cukup lezat, hingga membuat mereka menghabiskan makanan yg dipesan.


"Aku beruntung bisa mampir kemari.." ucap Sofia.


"Ya.. kita beruntung karena masih ada meja untuk makan ditempat, karena biasanya sangat ramai dan sulit mencari meja yg kosong.." ucap Alfi.


"Ya.. ayo kita kemari lagi saat sedang berlibur di negara ini.." ucap Sofia.


"Ya.. ayo kita kesini lagi lain kali.." balas Alfi.


Namun, disudut lain ada seorang pria yg mengamati pasangan tersebut. Ia begitu kesal melihat kebersamaan Sofia dan Alfi. Ia berusaha ikhlas tapi sangat sulit rasanya. Hingga ia memilih untuk menghampiri Sofia.


"Hai Sofia.." ucap pria yg tak lain adalah Alexander sahabat Sofia.


"Hai Alex.. kau sedang liburan juga.." ucap Sofia.


"Aku ada urusan pekerjaan disini.. dan maaf aku tak bisa hadir di acara pernikahan kalian.. tapi kuucapkan Selamat untuk kalian.." ucap Alex.


"Ya.. tak apa aku mengerti, Lee juga tak bisa hadir.. " ucap Sofia.

__ADS_1


"Kenalkan suamiku, Alfi.." ucap Sofia.


Alex dan Alfi pun berkenalan. Lalu Alex pamit undur diri karena tak tahan akan sakit hatinya. Pastinya sakit melihat orang yg kita cintai bersama orang lain. Dan yg membuat lebih sakit adalah ia bahkan tak sempat mengutarakannya, karena bisa saja Sofia juga menyukainya.


Setelah kepergian Alex, Alfi pun sedikit curiga.


"Dia sahabatmu??" tanya Alfi.


"Ya.. memangnya kenapa?" balas Sofia.


"Dia itu pria, mana ada pria dan wanita bersahabat.. " ucap Alfi.


"Kau cemburu?" tanya Sofia.


"Tentu saja, aku melihat dia begitu menyukaimu.. " ucap Alfi.


"Benarkah? menurutku dia hanya mengagumiku saja.." balas Sofia.


"Itu benar Sayang, coba kau ingat kalau dia sahabatmu pasti dia akan datang ke pernikahan kita." ucap Alfi.


"Masuk akal sih. Tapi dia sama sekali tak pernah bilang menyukaiku, mana aku tahu.." ucap Sofia.


"Lalu, kalau Lee itu siapa dan bagaimana?" tanya Alfi kepo.


"Kau lupa? dia aktor korea, kami satu universitas.." ucap Sofia.


"Oh, jadi kalian jarang bertemu.." ucap Alfi tenang.


"Ya begitulah, kau tahu sendiri kehidupan artis seperti apa.. " ucap Sofia.


"Syukurlah.. tapi alasannya tidak datang apa? " ucap Alfi.


"Oh, dia sulit ditemui apalagi di keramaian.. belum lagi peraturan agensinya yg ribet.."ucap Sofia.


"Masa kau cemburu pada sahabatku.." ucap Sofia.


"Mau bagaimanapun mereka berdua pria.." ucap Alfi.


"Oke.. sekarang sudah jelas kan.." ucap Sofia.


"Ya.. ayo kita jalan-jalan sebentar sebelum kembali ke hotel.." ucap Alfi.


"Oke.. ayo.." balas Sofia.


Mereka pun keluar dari resto setelah membayar tagihannya. Sofia sangat menikmati pemandangan malam yg indah di negara tersebut. Setelah puas, mereka hendak kembali ke hotel dan mencari taksi. Namun, ada pemandangan tak mengenakan. Ada sekelompok pria tengah memaksa seorang wanita untuk ikut bersamanya.


"Ayo sayang ikut aku, mari kita bersenang-senang.."


"Tidak..! aku hanya butuh teman minum bukan yg lain.." ucap wanita yg tengah mabuk.


"Lepaskan..!" teriak wanita tersebut, tapi tempat itu sepi tak ada orang lain selain Sofia dan Alfi dari kejauhan.


"Sepertinya wanita itu dalam bahaya.. aku akan kesana.." ucap Sofia.


"Sayang tunggu, jangan gegabah bisa jadi mereka pasangan.." ucap Alfi.


"Ya lebih baik kita lihat dahulu, lalu bawa ke kantor polisi untuk menengahi jika terjadi hal buruk.." ucap Sofia.


Wanita itupun berteriak lagi meminta pertolongan.


"Tolooong.. !"

__ADS_1


"Dengarkan.. ada yg tidak beres.." ucap Sofia berlari menuju wanita tersebut.


Saat tangan wanita itu ditarik paksa oleh pria-pria tersebut, Sofia pun menendangnya.


Duakk..Duakk!


"Apa yg kalian lakukan pada wanita ini.." ucap Sofia memunggungi wanita tersebut untuk melindungi. Sementara Alfi menelpon polisi terlebih dahulu.


"Ck.. ja****ng ini mengganggu saja..!" ucap pria tersebut.


"Kalian tangkap kedua wanita itu, lumayan untuk hiburan kita malam ini.." ucap pria tersebut.


"Dasar breg***k..!!" umpat Sofia dan menghajar anak buah pria tersebut yg mengepungnya.


Alfi pun tiba dan menghajar pria yg menjadi pimpinannya.


Bughh..Bughh..


"Hiburan katamu?? berani sekali kau begitu pada istri orang.." ucap Alfi yg kesal dan menghajar pria tersebut.


Pertarungan pun dimenangkan oleh kedua pasangan tersebut dan polisi pun tiba di tempat.


"Kalian diam ditempat..!" teriak anggota polisi yg lalu mengamankan mereka.


Tapi saat Sofia menoleh wanita yg ia selamatkan ia pun terkejut.


"Nathalie??" ucap Sofia.


"Sofia??" ucap Nathalie yg sudah setengah sadar tapi masih mengenali seseorang.


"Apa yg kau lakukan dengan pria baj****an itu..?" ucap Sofia kesal.


"Apa urusanmu? ini hidupku.. " balas Nathalie.


"Aku dan suamiku sudah menyelamatkanmu dan begini sikapmu? dasar tak tahu diri.." ucap Sofia.


"Nathalie beginikah sifat aslimu? Sofia sudah membantumu, dan memaksaku untuk kemari dan kau berkata begitu?? " tanya Alfi kecewa.


"Maaf tuan.. dan terimakasih.." ucap Nathalie pada Alfi.


"Katakan juga pada Sofia.." ucap Alfi kesal.


"Maaf dan terimakasih.." ucap Nathalie tak ikhlas.


"Kalau tidak ikhlas tidak usah, lebih baik kau ke kantor polisi dan menjelaskan kronologinya.." ucap Sofia.


Setelah memberikan keterangan, Sofia dan Alfi pun kembali ke hotel. Sementara Nathalie ke kantor polisi untuk memberikan keterangan sebagai korban.


Sofia pun sangat kesal malam itu, ia memasang wajah sebal. Alfi pun bingung tak tahu harus berkata apalagi.


"Sayang, sudahlah.." ucap Alfi.


"Iya aku tahu, aku hanya sebal saja.. sudah ditolong tapi berterimakasih pun tidak.." ucap Sofia.


"Yasudah, kau kan sudah tahu ia tak menyukaimu.." ucap Alfi.


"Ya.. aku lelah saja.." ucap Sofia.


"Ayo kita istirahat.. aku takkan minta apa-apa malam ini.." ucap Alfi.


"Tentu saja, tadi sore kan sudah.." balas Sofia.

__ADS_1


"Haha.. ayo kita tidur, aku akan memelukmu sampai kau terlelap dan melupakan kekesalanmu.." ucap Alfi.


"Ya itu lebih baik.." balas Sofia.


__ADS_2