Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.135


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirumah sakit, Sofia pun diperbolehkan untuk pulang. Ia pun pulang ke apartemen Kenan bersama keluarganya. Sedangkan semua sanak keluarganya sudah pulang ke Indonesia.


"Akhirnya aku bisa pulang .." ucap Sofia setelah tiba di apartemen.


"Ya.. bagaimana sudah lebih baik bukan kondisimu?" tanya Satria.


"Tentu ayah.." ucap Sofia tersenyum.


"Ya kau jangan banyak bergerak sampai lukamu benar-benar sembuh, karena lukamu bisa berdarah jika kau banyak bergerak.." ucap Satria.


"Iya ayah.. kita makan siang apa hari ini?" tanya Sofia.


"Kau ini seorang wanita tapi selera makanmu lumayan banyak.." ucap Satria.


"Aku butuh energi untuk pulih ayah.. lagipula aku takkan jadi gendut karena aku selalu berolahraga.. " ucap Sofia.


"Ya sayang, sudahlah biarkan dia makan apa yg dia mau.. " balas Reina.


"Tuh kan ibu saja bilang boleh.." balas Sofia tersenyum.


"Baiklah, mari kita pesan makanan yg mau kau makan.." ucap Satria membuka ponselnya.


Kini ia dan Sofia memilih-milih makanan yg akan dipesan. Sementara Reina membereskan barang-barang Sofia. Mereka pun bercengkrama sembari menonton televisi, lalu pesanan makanan pun tiba.


Setelah menerima pesanan, mereka makan bersama, walaupun tanpa Kenan. Ya, Kenan sangat sibuk saat ini karena telah menggantikan semua pekerjaan ibunya. Walaupun dia tak berada di negaranya, ia masih bisa menghandle segalanya karena ia pandai menggunakan koneksinya. Semua anak buahnya tak ada yg tak patuh padanya. Hingga ia dengan mudah memberi tugas pada mereka dan semua masalah bisa terkendali.


Sore hari Kenan pun baru tiba di apartemen miliknya. Dia kini disambut keluarganya dirumah, hal yg ia rindukan selama ini. Dimana saat pulang kerja, ia disambut hangat oleh keluarganya serta dapat berkumpul dan makan bersama, mengobrol hal-hal sederhana dan bercanda tawa seperti dahulu.


"Kenan cepatlah mandi, kita makan malam bersama.." ucap Reina.


"Iya bu.. tunggu sebentar.. " ucap Kenan bergegas ke kamarnya.


"Ia kenapa jadi termenung begitu saat pulang..?" tanya Reina.


"Bu, dia rindu kebersamaan kita.. selama ini kan kami selalu berdua bahkan kadang salah satu dari kami pulang larut malam.. " ucap Sofia.

__ADS_1


"Oh jadi begitu.. ibu sedih mendengarnya.." ucap Reina.


"Sudahlah bu semua sudah lewat sekarang ayo jalani masa kini dan kita sambut masa depan.." ucap Sofia.


"Sofia benar sayang, dan menurutku wajar jika Kenan merindukan momen berkumpul bersama.." ucap Satria.


"Iya kalian benar.." balas Reina.


Makan malam pun berjalan sesuai keinginan mereka. Mereka berkumpul dan makan bersama, serta bercengkrama setelahnya. Dan topik yg kini mereka bahas adalah masalah Vall. Kini pihak berwajib memanggil Sofia sebagai saksi karena ia telah keluar dari rumah sakit.


"Jadi Sofia kau bisa hadir besok?" tanya Satria.


"Tentu ayah.. aku akan hadir dan memastikan hukuman mafia gila itu.." ucap Sofia.


"Aku juga akan hadir.." balas Kenan.


"Baiklah ibu juga akan hadir kalau begitu, ibu akan menemanimu Sofia.." balas Reina.


"Ya karena itu kita sepakat akan hadir bersama. Jadi besok jangan sampai terlambat .." ucap Satria.


Mereka pun menikmati saat-saat bisa berkumpul lagi bersama. Banyak obrolan yg mereka bahas malam ini, hingga Satria dan Reina harus menjadi pendengar yg baik karena sudah berbulan-bulan mereka terpisah dan sekalinya bertemu selalu saja ada masalah yg rumit.


Saat malam semakin larut, mereka pun beristirahat. Terutama dengan Sofia, ia sampai harus digendong oleh Satria karena takut lukanya kembali terbuka. Kelihatan berlebihan tapi itulah kasih sayang ayah pada putrinya. Kenan juga akan begitu jika tidak ada ayahnya.


Keesokan harinya, mereka sekeluarga datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, terutama Sofia yg menjadi korban dari insiden kemarin. Banyak kasus yg telah diperbuat oleh Vall hingga ia takkan bisa keluar dari penjara dalam waktu singkat. Mulai dari penyerangan pesawat yg ditumpangi Reina dan Satria, beberapa penyerangan terhadap SHIELD, penculikan Alice, dan kasus-kasus lainnya hingga penembakan terhadap Sofia. Setelah memberikan keterangan ditemani pengacara dari pihak Sofia mereka pun pulang ke apartemen.


Pihak pengacara pun berkata bahwa sudah dipastikan Vall akan ditahan seumur hidupnya, hingga mereka semua pun bisa hidup tenang. Semua kejahatan Vall pun terungkap, William pun ikut terseret dalam kasus Vall sebagai kaki tangannya. Tapi Sofia berniat memberikan penawaran pada William jika ia membeberkan semua hal tentang Vall. Sofia menawarkan akan mengurangi hukuman untuk William. William pun berfikir sejenak dan merenungkan kata-kata Sofia.


"Renungkan ucapanku Will, sampai kapan kau akan jadi sa****pah begini.. setelah bebas kau bisa menjalani kehidupan normal dan mungkin kau bisa menikahi seorang wanita.." ucap Sofia.


Sementara William terdiam dengan kata-kata menusuk Sofia. Ia sadar kehidupannya selama ini tidaklah benar, dan sudah sejak lama ia ingin berhenti tapi ia tak mungkin berhenti begitu saja mengingat tuannya begitu banyak membantunya. Kini ia bingung harus memilih berkhianat atau mendekam di penjara untuk waktu yg lama.


Sofia pun hanya memberinya waktu 2 hari karena ia akan kembali ke Indonesia. Di hari terakhir Sofia pun menemuinya untuk yg terakhir kalinya.


"Jadi Will bagaimana dengan tawaranku?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Aku sudah memikirkannya, rasanya aku sangat berat untuk mengkhianati tuanku.. " ucap William.


"Dia membawamu ke penjara, bukan menuju kesuksesan.. kau masih enggan berubah? mau sampai kapan kau disini? Kau tak ingin merubah hidupmu dan menikahi seorang wanita?" tanya Sofia.


"Aku sangat ingin berubah .. Sungguh.." ucap Willliam.


"Ini keputusan terakhirmu dan aku akan kembali ke negaraku.. jadi cepat katakan jika tak mau menyesal.." ucap Sofia.


"Aku bersedia membantu pihak berwajib, tapi kau harus menjamin keselamatanku.." ucap William.


"Ya aku akan melakukannya sebisaku, sisanya gunakan otakmu.. kalaupun Vall bebas kau harus bisa mengontrol dirimu.." ucap Sofia.


"Apa yg akan kudapatkan?" tanya William.


"Pengurangan hukuman, kau juga bisa bekerja padaku.." balas Sofia.


"Kau percaya padaku?" tanya William.


"Itu tergantung usahamu.." balas Sofia.


"Baiklah, aku akan berusaha berubah.. kau bisa pulang dengan tenang.." ucap William.


"Pilihan yg bijak, kuharap setelah ini kau bisa hidup dengan baik.." balas Sofia.


"Terimakasih nona atas tawaranmu.." balas William.


"Tentu, sampai jumpa saat kau bebas nanti.." balas Sofia.


"Ya nona, aku siap bekerja dengan anda.." ucap William.


"Kalau begitu aku pamit ya.. jaga dirimu dan hati-hati mungkin nyonya Felix akan datang menemuimu.." ucap Sofia sebelum undur diri.


"Baik nona.." balas William.


Satu orang lagi musuh Sofia berhasil jadi sekutunya. Kini Sofia bisa pulang dengan tenang karena William bersedia membuka semua rahasia kejahatan Vall. Seperti dugaan Sofia nyonya Felix tiba mendatangi William, William pun hanya tersenyum. Ia tak menjawab pertanyaan nyonya Felix. Ia bahkan menyesal dahulu menerima bantuannya, hingga ia bisa ada di dalam tahanan. Nyonya Felix pun kesal karena William nampak putus asa dan tak mau membantunya. Saat nyonya Felix pergi ia pun tersenyum karena sudah mendengarkan perkataan Sofia. "Ternyata selama ini jalan hidup yg kuambil salah.." gumam William.

__ADS_1


Selama itu pula William ditemani pengacara dan orang-orang kepercayaan Sofia untuk membantunya. Hingga beberapa tahun kemudian ia bisa bebas.


__ADS_2