Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.35


__ADS_3

Sofia dan Alice pun berkeliling Mall, masuk dari satu toko ke toko lainnya. Sofia pun mulai lelah apalagi ia sedang mengenakan heels, walaupun tidak tinggi tapi akan terasa pegal jika tak terbiasa. "Ini anak cari apa sih?" gerutu Sofia melihat Alice terus keluar masuk toko.


"Alice ini sudah toko ke berapa? kau itu mau cari apa sih?" tanya Sofia.


"Aku mau cari pakaian yg bisa kugunakan untuk tampil disebuah acara kak.. " jawab Alice.


"Yasudah pilihlah.. aku akan duduk disini.." balas Sofia yg kelelahan dan duduk di tempat duduk.


Sementara Alice terus mencari dan berbelanja, entah sudah berapa kantong belanja yg ia dan Sofia pegang. Sofia sebagai gadis yg tomboy pun hanya merasa aneh melihat kelakuan Alice. "Baju sebanyak ini mau dia pakai ke acara mana saja sih?" gumamnya.


Setelah mendapatkan yg ia mau Alice pun keluar dengan bahagia.


"Sudah ketemu apa yg kau cari?" tanya Sofia.


"Iya kak, sudah.." ucap Alice.


"Kakak tidak mau belanja lagi?" tanya Alice.


"Tidak sudah cukup Alice, baju-baju ini saja aku masih bingung mau dipakai untuk kemana.." ucap Sofia membuat Alice tertawa.


"Coba saja kakak pakai baju itu ke SHIELD..hahaha" goda Alice.


"Yg ada aku ditertawakan Alice, dan cuma kakek yg akan tersenyum senang.." balas Sofia.


"Oke.. oke.. mau makan lagi atau pulang?" tanya Alice.


"Kita beli camilan saja sambil minum, aku haus.. Lalu kantong-kantong ini kita taruh mobil dulu.." ucap Sofia.


"Baiklah kak.." balas Alice.


Mereka pun ke tempat parkir untuk menaruh tas belanjaan mereka yg cukup banyak dan pasti akan kerepotan jika dibawa kemana-mana. Karena lokasi mobil mereka yg agak berjauhan, jadi mereka harus berpisah. Sofia menuju mobilnya di lantai 7 dan Alice menuju ke mobilnya di lantai 5.


Sofia pun dengan santainya mencari mobil kesayangannya. Setelah membuka kunci ia perlahan membuka bagasi dan memasukkan semua kantong belanjaannya. Lalu ia mengunci kembali mobilnya dan menyusul Alice.


Alice yg tengah membereskan bagasi mobilnya agar semua belanjaannya tersusun rapi pun tidak tahu jika ada 3 orang lelaki mendekatinya. Ketiganya pun memakai topeng dan mereka sepertinya adalah perampok. Alice yg melihat bayangan di kaca mobilnya, dan terlihat seorang laki-laki di belakangnya membuatnya terkejut sehingga ia tak mau menoleh. Ia mengambil tongkat golf yg ada di mobilnya, dan ketika berbalik ia memukulnya. BUGGHHH...!


"Aarggghhh.."


"Dasar wanita sialan.. serahkan barang berhargamu dan kunci mobilmu.."


Sementara Alice pun tetap memegang erat tongkat golfnya dan menyerang mereka sembarang. Sofia yg mendengar keributan pun menuju sumber suara. Saat didekati itu area lantai 5 dimana Alice memarkirkan mobilnya, membuat Sofia bergegas mendekat. Dan benar saja Alice sedang dikepung 3 orang lelaki bertopeng.


"Gadis ini sangat cantik.. sayang kalau dilewatkan.."


"Benar, kita bawa saja dia untuk dijadikan hiburan malam ini..!"


"Hahaha... ide bagus, ayo nona ikutlah dengan kami.."

__ADS_1


Tiba-tiba Sofia menendang salah seorang dari mereka dari belakang.


BUGGGGHHHH!!!


"Dasar manusia-manusia ba*******an!" ucap Sofia kesal.


Sofia pun langsung melindungi Alice yg tampak ketakutan. "Alice jika ada kesempatan masuklah ke dalam mobil dan kunci dari dalam" bisik Sofia dan Alice pun hanya mengangguk.


"Ayo bangun, lawan aku.." ucap Sofia kepada mereka bertiga.


"Dasar wanita sok kuat.. aku akan memberimu pelajaran!"


"Ayo tangkap dia..!"


Sofia pun mengelak dari pukulan mereka, dan ketika mereka menangkapnya Sofia menyikut perut mereka dan melancarkan tinjunya. Lengan Sofia yg terluka pun sedikit terasa ngilu. "Sial.. jika kondisiku normal mereka akan langsung kuhabisi.." umpat Sofia dalam hati.


Tak berhenti sampai disitu, mereka pun bangkit dan menyerang Sofia kembali. Sofia pun membuat persiapan untuk melancarkan tendangan mautnya tanpa memperdulikan kini ia sedang memakai dress. Saat salah seorang mendekat Sofia langsung menendangnya hingga jatuh dan tak sadarkan diri. Dan 2 orang lainnya kini mendekat dan hendak menangkap Sofia lagi, dengan cepat ia melancarkan tinjunya ke arah dua orang tersebut hingga membuat mereka semua jatuh.


Kini Sofia langsung menghubungi anak buahnya untuk membereskan orang-orang tersebut. Namun, ternyata salah seorang dari mereka bangun dan mencoba menyerang Sofia dari belakang. Sofia yg sadar ada bayangan di belakangnya pun bersiap dan langsung menghindar. Saat orang itu ingin memukul Sofia, ia langsung menangkap tangannya dan menguncinya. Dengan tenang Sofia memukul tengkuk lehernya hingga ia pingsan.


"Huft, akhirnya kalian pingsan juga .. " ucap Sofia.


Lalu Alice keluar dari mobilnya ketika mereka sudah pingsan.


"Kakaakk..." ucap Alice menghampiri Sofia dan memeluknya.


"Sudah sekarang aman kok, kau tidak perlu takut.." ucap Sofia menenangkan.


"Aku tidak apa-apa, lihat kan.." balas Sofia.


"Syukurlah, aku tadi sangat ketakutan.. takut kakak kenapa-kenapa.." ucap Alice menangis.


"Sudahlah, aku tidak apa.. sebentar lagi orang-orangku akan kesini membereskan mereka.. kau tenang saja.. " ucap Sofia


"Iya kak.." balas Alice.


Tak lama orang-orang Sofia pun datang membereskan ketiga orang tersebut. Setelah berbicara dengan Sofia mereka pun membawa ketiga penjahat bertopeng tersebut serta Sofia memerintahkan mereka untuk membawa pulang mobilnya dan menyerahkan kuncinya.


"Siap nona.." ucap para bawahan Sofia lalu mereka melakukan tugasnya.


Kemudian Sofia masuk ke dalam mobil Alice.


"Alice pindahlah ke kursi sebelah biar aku yg mengemudi dan membawamu pulang.." ucap Sofia.


"Tapi kak.." balas Alice tak enak.


"Sudahlah lakukan saja, tangan dan kakimu masih gemetaran.. akan berbahaya jika kau mengemudi.." ucap Sofia melihat tangan dan kaki Alice masih gemetaran.

__ADS_1


Alice pun menurutinya dan pindah ke kursi disebelahnya. Dan Sofia pun langsung melajukan mobilnya keluar dari mall tersebut menuju rumah Alice. Disepanjang perjalanan, Alice pun nampak diam.


"Alice kau baik-baik saja bukan?" tanya Sofia.


"Iya kak.. " jawab Alice.


"Sepertinya kau masih syok atas kejadian tadi.. kita akan minggir sebentar.." ucap Sofia lalu menepi ke sebuah cafe.


"Kak kenapa kita kesini..?"tanya Alice.


"Kita beli minuman dulu, sepertinya kau sangat terkejut dengan kejadian tadi.." ucap Sofia.


Alice pun nampak menurut saja dan mengikuti Sofia. Kemudian Sofia membeli minuman dan langsung kembali ke mobil.


"Ini minumlah dan tenangkan dirimu.." ucap Sofia.


"Terimakasih kak.." balas Alice dan langsung meminum minumannya.


"Apa daddymu ada dirumah?" tanya Sofia.


"Tidak.. jam segini daddy masih di rumah sakit.." ucap Alice.


"Lalu mommy?" tanya Sofia.


"Mommy juga masih di restorantnya .." balas Alice.


"Baiklah kita akan ke resto mommy mu.." ucap Sofia.


"Tapi kak.. " balas Alice.


"Sudah, kau dirumah juga pasti sendirian.. lebih baik jika kau bersama mommy mu dan menceritakannya dengan tenang." ucap Sofia.


"Iya kakak benar, kalau Daddy pasti dia sudah marah-marah.." ucap Alice sedikit tersenyum.


Dan Sofia pun mengendarai mobilnya menuju restourant milik aunty Dina. Ketika sampai mereka langsung turun dan masuk ke dalam resto. Sofia pun ikut masuk menemani Alice untuk menceritakan kejadian hari ini pada mommy nya. Reaksi aunty Dina pun sangat terkejut mendengar cerita dari Sofia dan juga anaknya. Ia langsung memeluk Alice dengan erat dan ikut menangis. Tak lupa ia juga berterimakasih pada Sofia yg telah menjaganya dan membawanya kemari.


"Terimakasih Sofia, untunglah kau bersama Alice hari ini.. " ucap Dina.


"Iya aunty, tidak masalah.. aku senang bisa membantu.." balas Sofia.


"Lalu kau akan pulang naik apa nanti? mau aunty pesankan taksi?" tanya Dina.


"Tidak perlu, aku akan menghubungi anak buahku untuk menjemputku.. tante tenang saja.." ucap Sofia.


"Baiklah kalau begitu, karna kau sudah disini mari kita makan bersama baru kau boleh pulang." pinta Dina.


"Tidak usah aunty.. " ucap Sofia menolak karena tak enak.

__ADS_1


"Kak kau tidak boleh menolaknya.." ucap Alice.


"Baiklah kalau begitu.." balas Sofia pasrah.


__ADS_2