Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.172


__ADS_3

Sofia pun tiba di resto tersebut bersama Alfi. Mereka mencari tempat duduk di samping jendela agar bisa melihat pemandangan malam kota tersebut. Lalu, Nathalie yg masih mengikuti mereka. Sofia pun masih mengetahuinya namun, ia abaikan saja. Ia terus bersikap manis pada suaminya dan memamerkan keromantisan mereka sebagai pasangan.


Alfi pun memesankan makanan untuk Sofia dan menyuapi Sofia makanan tersebut. Tanpa sadar kedua orang tengah memerhatikan mereka berdua. Yg satu Nathalie yg sudah seperti stalker, dan yg satu lagi Alex yg kebetulan ada disana. Alex pun membuang nafas kasar dan kesal melihat Sofia. Padahal dalam hatinya ia tahu, ia tak berhak tapi perih di hatinya tak mampu ditahan lagi.


Alex pun menggebrak meja Sofia dan Alfi, membuat keduanya merasa heran.


Brakkk..!


"Ada apa ini? apa maumu?" tanya Sofia.


"Tak bisakah kalian tak pamer kemesraan dihadapanku???" tanya Alex.


"Cih, apa hakmu mengatakan itu?? apa aku pernah melarangmu berhubungan dengan wanita? " tanya Sofia tak kalah kesal.


Sementara Alfi berusaha menetralkan suasana dan memahami maksud Alex.


"Tentu saja, karena mataku sakit melihatnya.." balas Alex.


"Alex tolong berhenti bercanda dan membuat kegaduhan. Kau tidak bisa melihat ada banyak pasangan diluar sana yg mesra pada pasangannya di tempat umum?" tanya Sofia menahan amarahnya sembari melihat ke arah Alfi yg sudah mengkode untuk tetap tenang.


"Aku tak perduli, sahabat macam apa kau ini??" ucap Alex.


"Kau sendiri sahabat macam apa? sahabatmu menikah tapi tak datang, sahabatmu bersama suaminya kau marah-marah tak jelas. Apa jangan-jangan kau menyukai istriku?" tanya Alfi.


"Diam kau, kau tak tahu apapun.." ucap Alex.


"Karena aku tak tahu makanya aku bertanya. Aku rasa aku tak perlu meminta ijinmu untuk bersikap manis pada istriku sendiri. Dan jika mentalmu sakit lebih baik kau pergi ke psikolog, karena rasanya aneh jika kau marah hanya karena sahabatmu bersama suaminya.." ucap Alfi yg langsung menarik tangan Sofia untuk keluar dari resto tersebut.


Mereka berdua pun keluar dari resto setelah membayar dengan cepat, bahkan tanpa menghabiskan makanan yg mereka pesan.


"Ayo kita pergi dari sini sayang.." ucap Alfi.


"Sebal sekali padahal aku sangat ingin makan seafood.." ucap Sofia.


Sementara Alfi diam seribu bahasa dan mereka langsung memesan taksi menuju ke hotel. Setibanya di kamar hotel, Alfi masih diam seribu bahasa.


"Sayang kau tak apa?" tanya Sofia.


"Tidak, aku memikirkan temanmu yg aneh itu.." ucap Alfi.


"Menurutmu bagaimana?" tanya Sofia.


"Dia menyukaimu, dan dia berfikir aku menikungnya.." ucap Alfi.


"Seperti dugaanku, mungkin kau ada benarnya. Aku harus menjauhinya mulai sekarang.." ucap Sofia.


"Ya kau harus menjauhinya dan selalu kabari aku saat aku bekerja.." ucap Alfi.

__ADS_1


"Oke.." balas Sofia.


"Kau masih lapar?" tanya Alfi.


"Ya.. aku akan makan roti saja.." ucap Sofia.


"No.. kita pesan makanan hotel saja. Tak apa kan?" tanya Alfi.


"Baiklah.." ucap Sofia tersenyum.


Akhirnya mereka berdua memesan makanan hotel dan tak berapa lama makanan pun tiba. Sofia langsung menikmatinya dengan lahap karena tadi acara makan malamnya dikacaukan oleh Alex.


"Alex awas kau yah.. akan kubuat kau menyesal kalau berani menggangguku lagi.." gumam Sofia dalam hati.


Setelah makan malam, mereka pun memilih untuk beristirahat. Pagi harinya Sofia mendapatkan telepon dari markas SHIELD yg berada di paris. Mereka pun sudah mengirim utusan di loby hotel untuk bertemu Sofia. Sementara Alfi masih tertidur, perlahan Sofia pun bangun dan keluar kamar untuk menemui utusan dari markas. Ia juga sudah meninggalkan note untuk Alfi jika ia sudah bangun.


Sesampainya di loby, Sofia pun menghampiri utusan tersebut.


"Selamat pagi nona.."


"Ya selamat pagi, ada apa pagi-pagi menemuiku apalagi di hari liburku?" tanya Sofia to the point.


"Maaf nona untuk itu, mari kita bicara di mobil.."


"Oke.." ucap Sofia yg mengikuti anak buahnya menuju sebuah mini van.


Sofia pun masuk ke dalam mobil dan langsung diperlihatkan sebuah tayangan dan berkas pada sebuah laptop.


"Baiklah.." ucap Sofia.


"Ya kerja bagus, aku senang William bisa bebas dan bekerja denganku.." ucap Sofia.


"Tapi ada kabar buruk juga, silahkan nona lihat ini.."


"Ini gila bagaimana bisa??" tanya Sofia.


"Sepertinya Vall memiliki orang dalam untuk mempersingkat masa tahanannya.."


"Oh *******..! Kapan dia akan keluar?" tanya Sofia.


"Kemungkinan 2 tahun lagi nona.."


"Oke.. terus awasi mereka berdua, ini akan menjadi tugas pertama William. Mungkin ia akan menjadi agen ganda kali ini.." ucap Sofia.


"Baik nona.. aku akan memberikan William perintah."


"Oke.. masih ada lagi?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Tidak nona, maaf sudah mengganggu waktu anda.."


"Ya tak masalah, aku akan kembali.. kalian berhati-hatilah.." ucap Sofia.


Sofia pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke hotel. Ia berpapasan dengan Alex di lift. Alex pun berusaha untuk menemui Sofia.


"Sofia... tunggu.." ucap Alex menarik tangan Sofia tapi berhasil dilepas oleh Sofia dengan cepat.


"Maaf aku tak punya waktu untukmu.." ucap Sofia.


"Maaf.." ucap Alex tapi Sofia langsung pergi begitu saja. Nathalie yg kebetulan sedang menuju ke resto untuk sarapan pun menyaksikannya dan memotretnya. Kini ia berniat untuk mengadu domba Sofia dan Alfi.


"Kini kehancuran kalian akan dimulai.." gumam Nathalie yg langsung mengirim foto-foto tersebut pada Alfi.


Alfi pun bangun, dan melihat Sofia tak ada disampingnya. Ia pun melihat sekitar dan memanggil Sofia.


"Sayang.. kau dimana?" panggil Alfi yg memeriksa kamar mandi dan sekitarnya.


Lalu Alfi melihat ke meja nakas di samping tempat tidurnya, disana ia melihat note dari Sofia.


*Maaf aku keluar pagi-pagi karena orang-orang SHIELD menghubungiku untuk memberi info rahasia.. ~Sofia~


"Oh jadi karena mereka.." gumam Alfi*.


Tak lama ia pun menerima pesan dari Nathalie dan membukanya. Disana nampak foto Sofia dan Alex bertemu di depan lift. Alex nampak memegang lengan Sofia.


"******..!" umpat Alfi yg langsung berganti pakaian dan menyusul Sofia.


Namun, Sofia sudah tiba di kamar. Ia terkejut karena Alfi langsung menatapnya.


"Siapa yg kau temui..?" tanya Alfi.


"Oh, utusan dari SHIELD.. mereka berkata kalau kasus.." ucap Sofia tapi langsung dipotong oleh Alfi.


"Utusan SHIELD atau sahabat menyebalkanmu?" tanya Alfi.


"Aku hanya berpapasan dengannya di lift.." ucap Sofia.


"Lalu ini apa,?" tanya Alfi menunjukkan foto yg dikirimkan Nathalie.


"Siapa yg mengirimkannya? baj***an gila itu memang sudah berniat membuat kita bertengkar..!" umpat Sofia.


"Apa kau menemuinya??" tanya Alfi.


"Tidak, kami hanya kebetulan berpapasan.. dengarkan aku dulu.." ucap Sofia.


"Coba jelaskan.." ucap Alfi.

__ADS_1


Sofia pun menjelaskan pertemuannya dengan utusan dari SHIELD dan juga kabar tentang Willim dan Vall. Dan Sofia juga menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Alex dan permintaan maaf Alex.


"Kalau kau tak percaya mari kita cek cctv.." ucap Sofia yg menghubungi orang-orangnya untuk meminta rekaman cctv hotel pagi ini.


__ADS_2