Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP219


__ADS_3

Setelah tiba di Jepang, mereka langsung menginap disebuah hotel yg telah disediakan. Dan mereka langsung beristirahat untuk mengumpulkan energi untuk bekerja besok. Diana yg masih tampak lelah pun sampai salah melihat nomor kamarnya.


"Akh kenapa tidak bisa dibuka.." ucapnya.


"Ck.. ini kamarku.. kamarmu disebelah.." ucap Kenneth yg melihat Diana justru ingin membuka pintu kamarnya.


"Oh iya.. maaf kapt aku lelah sekali.." balas Diana lalu berjalan gontai menuju ke kamarnya.


"Ck.. gadis itu habis melakukan apa sampai kelelahan begitu.." gumam Kenneth dalam hati.


Keesokan harinya, semua orang pun telah bersiap untuk melaksanakan misinya. Begitu juga dengan Diana. Kondisinya sudah lebih bugar dan siap menghapai musuh-musuhnya.


Mereka pun berkumpul di markas yg ada di negara tersebut dan malakukan rapat untuk membahas strategi. Diana pun mendengarkan dengan seksama selama rapat tersebut. Untuk kali ini Diana tak mengusulkan apapun, karena ia tak mendapatkan ide sama sekali.


"Baiklah, semua bersiap sesuai rencana.." ucap Kenneth.


"Baik kapt.."


Semua pun melakukan tugasnya masing-masing. Kini Diana harus menyamar sebagai pegawai paruh waktu di minimarket untuk melihat apakah ada informasi dari orang-orang yg berbelanja di sekitar mafia tersebut.


Diana pun menyamar dengan rapi dan tak ada yg mencurigainya. Apalagi dengan wajah dan tubuh yg ideal, sudah pasti ia mendapat banyak perhatian. Dan dari perhatian itulah Diana mencari orang-orang yg terhubung dengan mafia tersebut.


Banyak laki-laki yg mengajaknya untuk minum setelah pulang kerja. Beberapa dari mereka pun Diana tolak, hanya beberapa orang yg Diana terima ajakannya. Seperti saat ini, pria bernama Takeshi pun mengajak Diana pergi ke sebuah bar.


Takeshi diketahui adalah anggota dari mafia tersebut. Jaringan mereka cukup kuat, hingga sulit untuk diberantas. Diana pun mengikutinya dan melihat permainannya. Di awal, Diana hanya ditawari minum alkohol tapi Diana menolaknya. Jadi mereka hanya karaoke dan datang ke bar.


Hingga akhirnya ia mengajak Diana untuk bergabung dengan geng mafianya. Diana pun menolak agar Takeshi semakin tertarik padanya. Dan strategi itupun berhasil, Diana berhasil bergabung serta bisa melihat seberapa hebat bisnis mereka.


Diana pun sampai tinggal disebuah apartemen dekat dengan tempat mereka berkumpul. Diana juga jarang menghubungi Kenneth membuat tim alfa sedikit khawatir. Tapi Diana berkata untuk jangan gegabah karena ia sedang menjadi mata-mata disana.


Dengan cepat Diana berubah menjadi wanita mafia yg disegani. Diana dengan mudahnya menjual barang-barang tersebut dengan bermodal wajahnya yg mempesona. Setiap laki-laki sulit untuk menolak penawaran Diana. Diana juga harus berhati-hati jika mereka mengajaknya ke sebuah hotel atau penginapan. Hingga sebuah kejadian Diana dipaksa untuk melayani tamu VIP mereka.


"Maaf aku tak bisa.. kalian tak lihat kemampuanku selama ini?" ucap Diana menolak.


"Ayolah, mereka akan membayar lebih.."


"Aku takkan melakukannya, aku hanya menjual barang tak lebih." ucap Diana.

__ADS_1


"Kalau aku bilang kau pergi ya pergi.." ucap Takeshi dengan menarik Diana.


Bughh..Bughh.


Diana pun memukulnya dan mengunci tangannya.


"Jangan macam-macam padaku.. aku hanya akan menjual barang kalian bukan menjajakan tubuhku.." ucap Diana mengunci tangan Takeshi dan membuatnya kesakitan.


"Baiklah aku mengerti.. Lepaskan.." pinta Takeshi.


"Haruskah aku selalu menggunakan kekerasan agar kau paham.." ucap Diana menghempaskan Takeshi.


"Sejak kapan kau bisa berkelahi?" tanya Takeshi.


"Sejak aku memutuskan untuk masuk ke sini, aku belajar ilmu beladiri. Karena mungkin aku bertemu pria-pria bre****ek.." ucap Diana.


"Baiklah, aku takkan memaksamu lagi.." ucap Takeshi ketakutan.


Dan begitulah cara Diana membangun kekuatannya di geng tersebut. Ia menunjukkan taringnya agar mereka semua tunduk dan berhasil bertemu dengan mafia yg menjadi pemimpinnya. Diana pun berhasil bertemu dengan Fujisama malam ini.


"Besar bukan?" tanya Fujisama.


"Benar tuan. Aku rasa kita bisa sukses jika ini terus terjadi.." ucap Diana.


"Kau benar.. aku harap tak ada lalat yg mengganggu.. " ucapnya.


"Baiklah tuan.. saya akan berusaha.." ucap Diana.


Setelah pertemuan tersebut, Diana memberikan pesan rahasia lewat orang-orangnya. Dan Kenneth membaca pesan tersebut. Diana meminta mereka untuk berhati-hati jika ingin bergerak karena Fujisama terkenal brutal dalam menghadapi lawannya. Banyak dari pihak berwajib tewas mengenaskan di tangannya.


Kenneth dan yg lainnya pun mengatur siasat untuk mengungkap pengiriman barang tersebut. Ia membagi tim menjadi 2 tim karena tujuan pengiriman terbesar ada di 2 negara. Setelah Diana mendapat balasan, mereka pun mulai bergerak.


Sesuai rencana Diana mengawasi pengiriman barang bersama anak buah Fujisama. Diana berada di dalam mobil truk es krim yg mengangkut barang tersebut. Sebagai pengalihan, truk es krim tidak dicurigai dan mereka bisa lolos. Dan tim A yg dipimpin oleh Kenneth sudah bersiap.


Begitu mereka naik ke dalam kapal, tim A pun bertugas mengawasi, sementara tim B yg ada di kapal lain juga sedang mengawasi. Saat waktu tepat mereka menangkap anak buah Fujisama dan mengamankannya.


Tim B sudah lebih dahulu menangkap mereka dan menggagalkannya. Dan berita tersebut sudah sampai ke telinga Fujisama. Ia merasa ada mata-mata di sekitarnya dan mengecek kapal A yg akan segera berangkat. Ia pun mendapati anak buahnya menghilang dan ditemukan dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


Mereka pun curiga ada yg bersembunyi di kapal tersebut dan melakukan penggeledahan. Diana yg berada disana pun khawatir kapten dan teman-temannya dalam bahaya. Diana pun berpura-pura mencari mereka dan akan menghabisinya bersama rekannya.


Melihat anak buah yg dikumpulkan Fujisama sangat banyak, membuat Diana mengambil langkah untuk menyelamatkan rekan-rekannya dan menyuruh mereka kabur.


Diana pun akhirnya menemukan Kenneth yg sudah menghajar beberapa anak buah Fujisama. Dan Diana ingin Kenneth beserta rekannya keluar dari kapal tersebut.


"Kapt, musuh kita sangat banyak cepat kabur dari sini.." ucap Diana.


"Lalu bagaimana setelah ini? ini kesempatan kita.." ucap Kenneth.


"Kalian bisa mati kalau terus melanjutkannya.." ucap Diana.


Kenneth yg biasa melihat Diana tak punya rasa takut pun akhirnya percaya. Mereka pun terus memanggil Diana.


"Anna.. bagaimana?" teriak mereka. (Anna nama penyamaran Diana).


Namun, tak ada jawaban. Membuat mereka menuju ke arah Diana.


Bughh..Bughh..


"Apa yg kau lakukan ?" tanya Kenneth melihat Diana memukuli tubuhnya.


"Cepat pukul kepala belakangku sampai aku pingsan dan pergi dari sini.." pinta Diana.


"Cepat kapt, mereka berbahaya.." ucap Diana.


Bughhh.. Diana pun langsung pingsan dan Kenneth beserta yg lainnya melarikan diri.


Sementara anak buah Fujisama menemukan Anna pingsan dengan beberapa luka memar ditubuhnya. Mereka pun mengobati Anna dan bertanya kajadian yg terjadi. Anna bercerita kalau ia dikeroyok saat hendak menangkap mereka.


"Berapa jumlah mereka?" tanya Fujisama.


"Sekitar 6-7orang, dengan kemampuan luar biasa dan membawa beberapa senjata api.." ucap Diana.


"Pantas saja kau kalah.. lain kali kita tak boleh gagal.." ucap Fujisama.


Pengiriman pun terus berlanjut ke tempat tujuan. Sementara Kenneth dan rekan yg lainnya selamat setelah Diana mengorbankan diri. Mereka pun bersembunyi setelah melaporkan hasil tangkapan mereka. Mereka menunggu kabar dari Diana untuk kembali menangkap Fujisama dan kelompoknya.

__ADS_1


__ADS_2