Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.143


__ADS_3

Setelah acara selesai, semua tamu pun pulang dengan tertib. Kini tinggal keluarga inti dan beberapa kerabat dekat saja. Mereka nampak mengobrol di ruangan khusus yg disiapkan untuk makan bersama. Semua orang nampak bahagia dan berbincang seru sekali.


"Selamat ya Sofia.. Alfi.." ucap Dina.


"Iya Aunty.." balas Sofia dan Alfi.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Thomas.


"1 Bulan lagi uncle.. uncle harus datang ya.." balas Sofia.


"Pasti Sofia, jika kalian butuh bantuanku katakan saja.. " ucap Thomas.


"Tentu uncle.." balas Sofia dan Alfi.


Mereka pun berbincang hingga sore hari dan mereka memutuskan untuk beristirahat di kamar yg telah disediakan, ada pula yg memilih pulang ke rumah. Dan pada keesokan harinya barulah mereka checkout.


Sofia pun keluar bersama keluarganya tapi ia dipanggil oleh pegawai hotel karena ada yg menitipkan sebuket bunga untuk Sofia.


"Maaf nona, tunggu sebentar ada hadiah untuk anda.."


"Hadiah? siapa pengirimnya?" tanya Sofia.


"Aku tidak tahu nona, bunga ini dikirimkan pagi tadi oleh kurir dan tanpa nama.." ucapnya.


"Oh begitu, terimakasih.." balas Sofia.


"Bunga dari siapa kak?" tanya Kenan.


"Tidak tahu katanya tanpa nama dan dikirimkan oleh kurir.. tolong kau periksa ya Ken.." ucap Sofia.


"Oke.. akan aku periksa dan kabari secepatnya.." ucap Kenan.


"Baguslah, tapi dimana Alfi dan orangtuanya?" tanya Sofia.


"Mungkin masih di dalam kamar.." ucap Kenan.


"Mau ditunggu sebentar?" tanya Satria.


"Aku akan menunggunya, kalian bisa duluan.." ucap Sofia.


"Tidak, kami akan berpamitan dengan mereka Sofia karena kita sudah menjadi saudara.." balas Reina.


"Oke.." balas Sofia.


Tak berapa lama keluarga Alfi pun muncul dan mereka saling berpamitan. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


☘☘☘


Keesokan harinya Sofia dan keluarganya sudah kembali ke kantor. Mereka sudah kembali disibukkan dengan pekerjaan kantor yg sempat tertunda, terutama Sofia karena seminggu kemarin ia harus cuti dan kini ada banyak pekerjaan yg harus ia tangani.


"Kapan semua berkas ini hilang..?" gumam Sofia.


Namun, ia tak bisa protes dan hanya mengerjakannya dengan fokus agar tidak ada kesalahan. Hingga Sofia harus menikmati makan siang di ruangannya. Sore hari pun menjelang Sofia masih belum usai dengan pekerjaannya. Ia pun terus bekerja walaupun beberapa staf kantor sudah pulang dan berganti dengan staf yg mendapat jatah shift malam.

__ADS_1


Setelah pukul 19.00 Sofia akhirnya selesai dengan setumpuk dokumennya. Ia pun langsung merapikan mejanya dan keluar dari ruangannya.


"Nona sudah selesai?" tanya Eva.


"Sudah, kenapa kau masih disini?" balas Sofia.


"Aku menunggu anda nona.." balas Eva.


"Ahh padahal kau bisa langsung bilang dan pulang saja Eva, " balas Sofia.


"Aku tak enak mengganggu nona yg sedang fokus." ucap Eva.


"Oke.. sekarang kau bisa pulang, lain kali kau bilang saja jika semua sudah aman kau boleh pulang.." ucap Sofia.


"Iya nona akan aku ingat itu.." ucap Eva.


"Nona tuan Alfi tadi kesini dan menunggu anda di cafeteria.." ucap Eva.


"Kenapa kau baru bilang sekarang..?" tanya Sofia.


"Kata tuan Alfi, ia sudah mengirimi anda pesan dan aku dilarang untuk bilang pada anda karena ia takut mengganggu pekerjaan anda nona.." ucap Eva.


"Baiklah.. sudah kau pulanglah.." ucap Sofia lalu membuka ponselnya yg berisi banyak pesan Alfi.


"Akh tidak !! aku terlalu fokus bekerja.." gumam Sofia dalam hati.


Sofia pun menelpon Alfi.


"Aku masih di cafeteria bersama ayahku.." balas Alfi.


"Oke, aku segera kesana." ucap Sofia.


Sofia pun bergegas menuju cafetaria dan menemui Alfi. Ia pun merasa tak enak karena sudah membuat Alfi menunggu terlalu lama. Sofia pun tiba di cafeteria dan mencari keberadaan Alfi. Alfi pun melambaikan tangannya dan Sofia segera mendekat.


"Maaf aku terlalu fokus jadi tak tahu kau menunggu sejak tadi.." ucap Sofia.


"Oke tak apa.. ayahku bilang pekerjaanmu sedang banyak karena kemarin kau mengambil cuti.." balas Alfi.


"Dimana ayahmu sekarang?" tanya Sofia.


"Dia baru saja pulang.." balas Alfi.


"Oh.. jadi kita mau kemana?" tanya Sofia.


"Ayo ikut denganku, kita akan makan malam di sebuah resto.." balas Alfi.


"Baiklah, ayo kita berangkat.." ucap Sofia.


Mereka pun pergi menuju resto tersebut dengan mobil Alfi, sementara mobil Sofia dibawa pulang oleh anak buahnya. Mereka pun tiba di sebuah restourant jepang. Mereka mencari tempat dengan view pemandangan malam yg indah dan memesan makanan. Setelah makanan tiba, mereka mulai makan.


Setelah makan, Alfi memulai pembicaraan.


"Sofia 3 hari lagi aku akan kembali ke Singapura.." ucap Alfi.

__ADS_1


"Oh begitu, yasudah.. " ucap Sofia.


"Kau tak marah?" tanya Alfi.


"Tidak, kau kan bekerja disana.." ucap Sofia.


"Jadi sebentar lagi aku akan dilantik sebagai pemilik rumah sakit tersebut. Jadi aku akan kembali kesana dan meresmikan jabatanku.." ucap Alfi.


"Oke.. selamat Alfi.." ucap Sofia.


"Ya, Terimakasih, tapi kau harus datang Sofia.. aku sudah mengundang kedua orangtuamu juga.. walau mereka bilang pasti akan diwakilkan oleh dirimu dan juga Kenan.." ucap Alfi.


"Kenapa aku diberitahu paling terakhir?" tanya Sofia sedikit kesal.


"Bukan begitu, aku hanya belum punya keberanian mengatakannya.." ucap Alfi.


"Baiklah.."balas Sofia.


"Kau akan datang kan?" tanya Alfi.


"Aku pasti datang, karena aku ingin melihat lingkungan pekerjaanmu seperti apa.. dan apakah ada wanita yg dekat denganmu disana.." ucap Sofia.


"Ya kau bisa memeriksanya langsung.." balas Alfi.


"Tentu, kau tak bisa menghalangiku.." ucap Sofia.


"Sofia sebulan lagi kita akan menikah, mungkin sementara aku akan sering bolak-balik kesana.. Hingga aku bisa membuka cabang disini.." ucap Alfi.


"Oke.. aku akan bersabar.. karena aku yakin kau pasti bisa .." ucap Sofia.


"Terimakasih Sofia.. Aku sangat beruntung.. I Love you.." ucap Alfi mengecup punggung tangan Sofia.


"I Love you too.." balas Sofia.


"Kenapa kau lihat kanan kiri?" tanya Sofia melihat Alfi melihat kanan-kiri.


"Aku teringat kejadian di kantormu, dan mengingat perkataan Kenan, siapa tahu ada orang-orang kakekmu.." ucap Alfi.


"Pfff.. kau ini takut sekali pada kakekku.. " ucap Sofia.


"Yah, sebenarnya aku lebih takut pada ayahmu sih,.. karena dia masih sanggup menghajarku.." ucap Alfi.


"Haha.. yasudah jangan pegangan tangan.." ucap Sofia.


"Kok dilepas?" tanya Alfi.


"Tadi katanya takut?.." balas Sofia.


"Iya sih, baiklah aku akan menahan diri.." ucap Alfi.


Dan mereka pun banyak membicarakan masalah pernikahan mereka. Semua rencana sudah tersusun rapi, apalagi keluarga Sofia sudah mempersiapkan segalanya.


Akhirnya mereka pun pulang karena mulai larut malam. Sofia pun diantar pulang oleh Alfi. Sepanjang perjalanan mereka berpegangan tangan karena tak ada yg melihatnya di dalam mobil. Sofia pun tersenyum melihat tingkah Alfi yg sangat menghormati kakek dan juga ayahnya hingga tak berani menunjukkan kemesraannya di publik.

__ADS_1


__ADS_2