
Diana pun menjalani pemeriksaan USG dan sebagainya. Dimana mereka dapat mendengar denyut jantung janin yg ada di dalam kandungan Diana. Diana pun seketika menitihkan air mata. Dan Kenneth nampak bahagia melihat calon anaknya sehat.
"Dia baik-baik saja dan sehat.." ucap Hana.
"Dok apakah anakku cuma 1?" tanya Diana membuat Kenneth dan Hana bingung.
"Iya, benar nyonya.. Ada apa?" tanya Hana.
"Sayang kau mengharapkan anak kembar?" tanya Kenneth.
"Bukan begitu, aku adalah anak kembar jadi ada kemungkinan aku bisa hamil kembar juga. Kalau cuma 1 ya tidak apa-apa.." ucap Diana.
"Oh jadi begitu, hanya 1 nyonya.. yg terpenting janinnya sehat.." ucap Hana.
"Aku baru ingat.." ucap Kenneth.
"Mungkin percobaan yg kedua bisa kembar sayang.." ucap Kenneth membuat Hana tersenyum.
"Jangan bercanda, anak ini saja belum lahir kau sudah memikirkan adiknya.." ucap Diana.
"Ya siapa tahu kan.." ucap Kenneth.
Diana pun kesal dan mencubit tangan suaminya dan Hana hanya bisa tersenyum sembari menjelaskan keadaan Diana dan janinnya.
"Dok apa aku tak boleh latihan bela diri?" tanya Diana.
"Tidak boleh.." jawab Kenneth spontan.
"Benar nyonya, anda tidak boleh melakukan gerakan yg berbahaya bagi janin.. Sebaiknya anda ikuti olahraga untuk ibu hamil yg aman bersama pelatihnya langsung." ucap Hana.
"Baiklah dok.." ucap Diana.
"Kau mau ikut kelas apapun aku siap menemaninya asal jangan membahayakan.." ucap Kenneth.
"Iya.. iya.. " ucap Diana.
"Terimakasih dokter.." ucap Diana tersenyum.
"Sama-sama tuan, nyonya.." balas Hana.
Mereka pun keluar dari rumah sakit tersebut. Tapi Diana harus pergi ke kantornya karena ada meeting dan juga jadwal mengontrol perusahaan rintisannya.
"Anatarkan aku sampai di kantor saja.. nanti ada Kim yg akan membantuku.." ucap Diana.
"Baiklah, ingat kau harus berhati-hati.." ucap Kenneth.
"Oke.. " balas Diana.
Diana pun turun di kantornya dan berpamitan pada suaminya. Disana Kim sudah menjemputnya dan mengantar Diana masuk.
"Kim, aku tidak apa-apa tidak perlu kau jemput.." ucap Diana.
"Maaf nona, di kantor saya harus memastikan anda baik-baik saja.. " ucap Kim.
"Baiklah.." ucap Diana.
__ADS_1
"Agenda hari ini hanya rapat nona.." ucap Kim.
"Apa yg akan dibahas?" tanya Diana.
"Misi untuk menghentikan aksi teror di negara X.." ucap Kim.
"Baiklah.." balas Diana.
Mereka pun mengikuti rapat dan menjelaskan apa saja yg dibahas disana. Dan Diana mendengarkan dengan seksama tentang kondisi di lapangan. Diana pun akan menurunkan tim alfa langsung untuk menghadapi masalah ini. Dan semua yg ada disana juga berfikir demikian.
Ada pemandangan tak mengenakan disana, dimana Diana diremehkan karena berhasil maju ke posisi CEO berkat keturunan Sofia. Kim pun berusaha membela nonanya yg merupakan salah satu prajurit terbaik dari tim Alfa.
"Apa kalian meremehkan nona??" tanya Kim dengan sorot mata tajam.
"Bukan begitu, hanya saja sepertinya nona kita jarang hadir ke kantor.." ucap salah seorang.
"Apa ada pekerjaan yg tidak nona selesaikan?? aku tahu semua pekerjaannya.. dan kalian hanya berkomentar berdasarkan apa yg kalian lihat..!" ucap Kim emosi.
Brakk..!
"Hentikan Kim.." ucap Diana menggebrak meja.
"Tak perlu menunjukkan keberhasilanku dalam setiap misi di tim alfa.. cukup tunjukkan kalau selama aku masih hidup aku takkan membiarkan SHIELD hancur.." ucap Diana.
"Anda baru masuk beberapa hari tapi sudah memimpin rapat.."
"Ya.. mau bagaimana lagi?? aku keturunan dari pendiri SHIELD. Silahkan katakan protes kalian pada tuan Satria dan nyonya Sofia.. itupun jika kalian punya keluhan yg masuk akal.." ucap Diana membuat yg ada di ruangan tersebut terdiam mendengar nama Satria dan Sofia yg sangat ditakuti.
"Dan satu lagi, jangan kalian pikir aku yg santai ini tak bisa bekerja dengan baik seperti nyonya Sofia ataupun tuan Satria. " ucap Diana lalu ia menutup rapat tersebut.
"Ck.. dasar gadis sombong."
"Dia hanya beruntung menjadi pewaris SHIELD."
"Yah, kudengar dia dahulu mantan model.."
"Dan punya banyak skandal.."
"Hahaha.. kita akan kerepotan jika dia berulah.."
Ternyata bawahan Sofia beberapa adalah pengkhianat. Dan kini mereka menyerang Diana sebagai penurus baru. Sejujurnya tak ada kesulitan yg berarti bagi Diana karena ia tahu seluk beluk SHIELD. Dan juga ia sudah memiliki perusahaan sebelum menjabat sebagai CEO. Tapi karena kehamilannya yg harus dirahasiakan membuat Diana seakan-akan CEO yg malas dan tak kompeten. Padahal Diana harus banyak istirahat di trisemester kehamilan pertama.
"Dasar tikus-tikus licik itu berani melawanku.." gumam Diana.
"Maaf nona, aku merahasiakan ini dari anda.." ucap Kim.
"Kenapa kau baru bilang sekarang?" tanya Diana.
"Aku takut mengganggu kesehatan anda nona.." ucap Kim.
"Terimakasih Kim atas perhatiannya.. Aku beruntung kakekku memilihmu langsung.." ucap Diana.
"Aku akan berusaha untuk membantu anda nona.." ucap Kim.
"Ya.. mari kita saling bekerjasama untuk menghancurkan tikus-tikus kotor di SHIELD." ucap Diana dan Kim pun tersenyum.
__ADS_1
Diana dan Kim diam-diam merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan mereka semua. Awalnya Kim nampak tak setuju, tapi setelah mendengar penjelasan Diana ia bisa mengerti.
"Kim.. kau harus membantuku.." ucap Diana.
"Aku pasti membantu anda nona.. tapi kandungan anda bagaimana? kalau terjadi sesuatu bisa berbahaya.." ucap Kim.
"Aku akan baik-baik saja, kau percayalah.. Anak ini kuat dan ia mendorongku untuk melakukan ini.." ucap Diana.
"Baiklah nona, tapi aku tak mau bertanggungjawab jika tuan Kenneth marah.." ucap Kim.
"Dia itu urusanku.. kau lakukan saja tugas yg kuberikan.." ucap Diana.
"Baik nona.." ucap Kim.
"Ingat cari semua bukti kesalahan mereka, aku yakin mereka berkhianat bukan hanya padaku tapi pada mom dan juga kakek.." ucap Diana.
"Aku juga berpikir demikian nona, aku akan melakukannya.." ucap Kim.
"Bagus.. nanti kita bahas mengenai rencana selanjutnya.." ucap Diana.
Kim pun melaksanakan perintah Diana dan membagi tugas pada anak buahnya untuk mrnyelidiki siapa saja pengkhianat dalam SHIELD. Sementara Diana bertugas memonitor pekerjaan mereka, yg ternyata sangat lamban dibanding dirinya yg sedang hamil.
"Ck.. mereka masih lebih lambat daripada aku yg hamil.." gerutu Diana.
"Awas kalian jika aku menemukan kesalahan kalian.. habis sudah riwayat kalian.." gumam Diana.
☘☘☘
Di tempat lain nampak Brian sedang duduk menikmati makan malam bersama seorang wanita. Wanita yg tak lain adalah Hana, dokter kandungan yg menangani Diana. Brian yg selalu ditanya bagaimana cara Hana untuk bertanggungjawab atas insiden waktu itu pun akhirnya meminta Hana untuk mentraktirnya makan malam.
Dengan suasana canggung keduanya menikmati makan malam. Dan Hana sedang berusaha mencairkan susana dengan membahas Diana, pasiennya sekaligus sepupu Brian.
"Tuan, kurasa anda begitu dekat dengan nyonya Diana.." ucap Hana.
"Ya.. Ayahku dan ibunya adalah anak kembar, jadi kami selalu bersama sejak kecil.." ucap Brian.
"Ya terlihat sekali kau sangat perhatian padanya.." ucap Hana.
"Tentu saja, kami begitu dekat dan saling membantu satu sama lain jadi ya sudah seperti saudara kandung.." ucap Brian.
"Jarang ada yg seperti ini kutemui.." ucap Hana.
"Lalu bagaimana dengan kondisi kandungannya?" tanya Brian.
"Ibu dan janinya sehat, nampaknya nyonya Diana beristirahat dengan benar.." ucap Hana.
"Baguslah, aku khawatir padanya karena pekerjaannya.." ucap Brian.
"Aku sudah meminta suaminya untuk mengawasinya jadi anda tenang saja.." ucap Hana.
"Dan masalah ganti rugi, kau sudah melunasinya dengan ini.." ucap Brian.
"Terimakasih tuan, atas kemurahan hati anda .." ucap Hana.
Obrolan diantara mereka pun mencair dan Brian meminta Hana untuk tidak berbicara formal dengannya apalagi diluar rumah sakit.
__ADS_1