Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.55


__ADS_3

Sofia pun selama seharian penuh berada di apartemennya. Hari ini baik Noah maupun pelanggan barang haram tersebut tidak ada yg menghubunginya. Sofia pun memilih untuk tidur siang untuk berjaga-jaga jika nanti malam ada pekerjaan mendadak.


Dan benar saja ketika Sofia terbangun ia mendapatkan pesan dari tuan Jhonson. Ia pun tersenyum dan membuka isi pesan tersebut.


Selamat nona Gracia, kau sudah terpilih untuk masuk ke organisasi resmi kami.. Kami tunggu kehadiran anda malam ini di Club Xxx.. pukul 20.00..


~ Jhonson~


"Wah Good news.." gumam Sofia.


Akhirnya momen yg ditunggu pun tiba, sedikit demi sedikit misi Sofia tercapai. Dan ia pun segera mengabari Noah dan Kenan. Sofia sungguh bersemangat setelah mendapat kabar tersebut. Tapi ia tetap waspada jika nanti malam bisa saja jebakan untuknya.


Dan malam pun tiba, Sofia sudah bersiap. Ia lagi-lagi tampil tomboy, ala badgirl. Ia juga sudah menyiapkan senjata api jika mereka menjebaknya. Setelah siap, Sofia pun menuju mobilnya dan melaju ke sebuah club malam yg sudah ditentukan. Sebelum itu, ia juga meminta anak buahnya untuk melihat-lihat club malam tersebut dan memang benar itu adalah club malam milik salah seorang ketua grup BlackStar.


Namun, Sofia masih waspada dan berjaga-jaga agar semuanya aman terkendali. Begitu tiba disana, ia pun melihat orang mulai ramai berdatangan dari berbagai kalangan. Mulai dari remaja hingga pengusaha elit pun mampir kesana hanya untuk bersenang-senang. "Yah, kelihatannya ini hanya pesta penyambutan.." gumam Sofia dari dalam mobil.


Sofia pun mengambil tasnya dan segera keluar dari dalam mobilnya. Ia memakai kacamatanya untuk menyamarkan penampilannya. Kemudian ia berjalan masuk menuju club tersebut.


Sofia pun bertemu dengan penjaga di depan pintu masuk. Dan mereka menanyakan sesuatu.


"Apakah anda punya kartu akses nona?"


Sofia pun teringat akan kartu dari Jhonson, dan menunjukkannya pada penjaga tersebut.


"Ini.. aku hanya punya ini.." ucap Gracia.


"Baiklah, silahkan lewat pintu sebelah kiri nona.. masuklah melalui lift menuju lantai nomor 20."


"Oke, terimakasih.." balas Gracia.


Gracia pun melwewati pintu sebelah kiri dan menemukan lift. Langsung saja ia masuk begitu pintu lift terbuka. Ia menekan tombol lantai 20, dan menunggu hingga lift membawanya ke atas. Begitu tiba, pintu lift pun terbuka. Nampak Sofia dipandu oleh penjaga di depan pintu lift dan diarahkan ke sebuah ruangan bertuliskan VIP.


Gracia pun masuk setelah pintu dibuka. Kini semua mata mengarah pada dirinya, dan ia pun tetap bersikap cool. Seorang pria pun menyapa dan menyambut kehadirannya. Tuan Tom pimpinan dari organisasi di negara ini pun menyambut Sofia dengan ramah.


"Selamat datang nona Gracia.. selamat bergabung dengan kami.. Saya Tom pemimpin disini.."


"Iya terimakasih tuan Tom.. saya sangat senang bisa bergabung.." ucap Gracia.

__ADS_1


"Tentu mari silahkan kita bergabung dengan yg lainnya.." ucap Tom lalu mengajak Gracia berbaur dengan yg lainnya.


Tom pun mengenalkan Gracia dengan anggota lainnya. Semua orang yg rata-rata adalah laki-laki pun mendekat karena Gracia adalah wanita yg cantik, apalagi tubuhnya sangat indah walaupun ia hanya mengenakan pakaian tertutup.


Mereka semua pun berbincang, hingga Tom mengeluarkan pernyataannya.


"Bagaimana nona apakah anda benar-benar tertarik dengan organisasi kami..?" tanya Tom.


"Yah lumayan, tapi keuntungan macam apa yg akan aku dapatkan?" ucap Gracia.


"Sebagai hadiah penyambutan karena anda telah menjual banyak barang, kau ingin hadiah apa nona? mobil?Apartemen?Atau tas mewah mungkin?" tanya Tom.


"Hmm aku tertarik pada senjata yg disana.." ucap Gracia melihat senjata api yg dipajang diruangan tersebut.


"A-apa anda tidak salah nona?" tanya Tom bingung.


"Tidak tuan, aku lebih tertarik pada senjata tersebut.." ucap Gracia.


"Ya aku akan memberikanmu tapi bukan yg itu karena itu milik tuan Jhonson.." ucap Tom.


Tom pun terdiam dan berfikir, sementara Jhonson pun menatap Tom dengan harap-harap cemas. Ia tak rela jika senjata kesayangannya diambil oleh Gracia yg masih baru masuk.


"Oke.. aku pinjam saja dulu untuk mencobanya bagaimana tuan?" tanya Gracia.


"Ba-baiklah nona.. " ucap Tom, lalu menyuruh anak buahnya untuk mengambilkan senjata tersebut untuk Gracia.


Kini senjata itu pun sudah berada di hadapan Gracia, ia pun mengambilnya dan memperhatikan dengan seksama senjata api yg ia sukai tersebut. Kemudian ia mengambil peluru dan mengisinya ke dalam senjata tersebut.


"Aku ingin lihat seberapa kuat senjata ini.." ucap Gracia pada Tom.


"Tu-tungu nona, jangan berbahaya.." ucap Tom.


Tapi semua terlambat karena kini Gracia sudah menarik pelatuknya dan DORR..! PRANNGG..! Sebuah guci besar pun pecah dan berserakan dilantai. Dan Gracia bukan orang bodoh, ia mengarahkan tembakannya pada sebuah guci yg jauh dari kerumunan yg jaraknya juga cukup jauh.


Dalam hati tuan Tom pun takjub pada Gracia, ia yg tadinya harap-harap cemas pun bisa lega karena hanya sebuah guci yg pecah. "Syukurlah ternyata wanita ini pintar dan pandai menggunakan senjata.." gumamnya dalam hati.


Kemudian Gracia mengembalikan senjata tersebut seperti semula, dan mengeluarkan pelurunya.

__ADS_1


"Aku hanya pinjam tuan, dan semuanya sudah kukembalikan seperti semula.." ucap Gracia tersenyum.


Sementara semua mata tertuju pada dirinya. Keakuratan tembakannya yg membuat semua mata merasa kagum sekaligus iri. Dan membuat semua orang menghentikan aktifitasnya dan memperhatikan Gracia.


"Maaf semuanya aku hanya penasaran dengan senjata kalian.. jujur senjata ini cukup hebat.. dan seperti yg kalian lihat tak ada yg terluka jadi tak perlu cemas.." ucap Gracia pada semua orang.


Sementara tuan Tom pun kagum akan Gracia, ternyata anak buahnya menemukan wanita yg berbakat.


"Jadi nona ingin berapa banyak senjata?" tanya Tom pada Gracia.


"Sudahlah tuan, aku hanya penasaran pada senjata itu.. " ucap Gracia tersenyum


"Tidak aku pasti akan membelikannya untukmu.." ucao Tom.


"Baiklah jika kau memaksa.. " ucap Gracia.


"Siap nona, kami akan mengirimkannya padamu jika barangnya sudah ada.." ucap Tom.


"Terimakasih tuan.. aku sangat menghargainya.." ucap Gracia.


Kini mereka pun sedang berbincang mengenai bisnis mereka. Dan Sofia hanya mendengarkan cerita-cerita rekan-rekan barunya tersebut. Rata-rata mereka adalah seorang pebisnis juga, ada yg pemilik restoran, hotel dan sebagainya. Mereka menjadikan barang haram sebagai pelampiasan stres mereka akan tekanan hidupnya. Hingga akhirnya tertarik untuk menjual barang haram tersebut sama seperti West.


Setelah beberapa saat, West pun tiba di tempat tersebut. Ia menyapa beberapa rekannya dan cukup terkejut melihat Gracia.


"Nona Gracia? " sapanya.


"Oh.. tuan West anda disini juga.." balas Gracia pura-pura terkejut.


"Aku tak menyangka kau juga bagian dari kami.." ucap West.


"Sebenarnya aku baru saja direkrut masuk.. " ucap Gracia.


"Wah, kalau begitu kau jangan sungkan jika butuh bantuan.. " ucap West.


"Oke.. dengan senang hati aku akan menyampaikannya.." balas Gracia.


Dan acara mereka pun berhenti hingga malam hari. Beberapa dari mereka sudah mabuk dan dibawa oleh pengawal masing-masing. Namun, baik Sofia dan West mereka tidak minum alkohol. Mereka pun sempat bertukar nomor telepon sebelum pulang ke rumah masing-masing. "Ternyata West lebih ramah dari perkiraanku.." gumam Sofia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2