
Alfi dan Bima pun keluar dari ruangan tersebut, tak lupa tim SHIELD berjaga di ruangan tersebut bersama anak buah Kenan yg memantau situasi.
"Kau sudah siap nak?" tanya Bima.
"Tentu ayah.. ayo kita selamatkan Sofia.." ucap Alfi.
Mereka pun berjalan menelusuri lorong rahasia untuk menemui Sofia dan juga Vall. Terakhir Alfi melihat Sofia dibawa menuju keluar oleh Vall, kemungkinan akan dibawa kabur. Mengingat gaun yg dipakai Sofia cukup berat pasti sulit untuk bertarung dikondisi itu.
Diluar dugaan, anggota BlackStar yg ditugaskan untuk mencari Bima sedang berpencar dan bertemu Bima dan Alfi. Langsung saja terjadilah pertarungan sengit. Tapi duet ayah dan anak itu tak bisa diremehkan membuat mereka semua jatuh tersungkur. Bima pun mengikat dan mengumpulkan mereka semua, serta memanggil para anak buahnya.
"Kalian urus mereka semua.." ucap Bima.
"Baik tuan.."
"Ayo nak, kita susul mereka.." ucap Bima.
"Ok ayah.. " balas Alfi.
Kenan pun menelpon Alfi dan memintanya untuk memberitahu ayahnya menangani di dalam gedung karena para tamu bisa jadi targetnya.
"Ayah, kembalilah ke dalam gedung.. Kenan memintamu untuk mengevakuasi para tamu.. biar aku dan Kenan yg membantu Sofia." ucap Alfi.
"Baiklah, hati-hatilah nak.." ucap Bima kemudian berpisah dengan Alfi.
Mereka pun berpisah di titik ini dan menuju tujuan masing-masing. Bima langsung menuju ke dalam gedung melihat para tamu undangan yg tampaknya mulai dijadikan sandera. Dengan bantuan anak buahnya Bima berhasil melumpuhkan mereka semua.
Dorr..Dorr..Dorr.. Membuat semua orang terkejut dan meliahat para anak buah Vall jatuh tertembak.
"Kalian cepat ikuti anak buahku untuk evakuasi.." perintah Bima setelah melumpuhkan anak buah Vall.
Dengan cepat dan panik para tamu undangan berbondong-bondong menuju ruang evakuasi yg telah disediakan. Dan ruang evakuasi tersebut dilengkapi dengan dokter dan perawat jika ada yg terluka. Tak ada yg terluka serius, hanya luka kecil seperti memar dan lecet karena mereka sempat saling dorong.
Bima pun mengurus anak buah Vall dan mengamankannya. Kemudian ia ingin melihat kondisi Satria yg sedang bertarung melawan yg lainnya di ruangan akad. "Senior pasti bisa menghadapi mereka.." ucap Bima.
Dan benar saja saat ia tiba di ruangan, ruangan sudah kacau berantakan dan juga semua anggota BlackStar yg ada disana sudah tumbang semua.
"Kau tak apa Senior?" tanya Bima.
"Ya aku tak apa.. " ucap Satria dengan nafas terengah-engah setelah sekian tahun ia tak melawan musuh sebanyak ini.
"Tuan Sean anda tidak apa?" tanya Bima.
"Ya, aku baik-baik saja.. " balas Sean.
"Bagaimana dengan Sofia?" tanya Satria.
"Kenan dan Alfi sedang mengejarnya semoga mereka tak sampai dibawa kabur keluar dari tempat ini.. " ucap Bima.
"Aku sangat kesal mendengarnya.. ayo kita kesana.." ucap Satria.
"Baik senior.." ucap Bima diikuti Sean dan tim SHIELD yg masih bisa bertarung.
☘☘☘
Sementara itu Vall terus menodong kepala Sofia dengan pistol diikuti Kenan dan tim SHIELD dari kejauhan.
"Vall berhentilah.. kakiku pegal.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Diam, ikuti saja perintahku.." balas Vall.
"Gaunku ini berat belum lagi sepatuku ini.. kalau gaunku tersangkut bagaimana.." ucap Sofia terus mengeluh seolah tak takut dicelakai.
"Ck.. Sofia sadarlah kau sedang aku sandera.." balas Vall tegas.
"Ya aku tahu tapi berhentilah sejenak.. biarkan aku melepas heels ini.. " ucap Sofia.
"Kau ini merepotkan.." ucap Vall.
"Tapi kau menyukaiku bukan?" balas Sofia membuat Vall tersenyum.
"Ckk.. aku ini sedang marah kenapa malah tersenyum.." ucap Vall.
Vall pun berhenti dan Sofia melepas sepatunya yg menyakitkan baginya. "Satu bebanku lepas, tinggal gaun ini.." gumam Sofia dalam hati.
Kenan pun melihat kakakknya dan Vall berhenti hanya untuk melepas sepatu heels kakaknya sambil mengerutkan dahinya. "Ada apa lagi kakakku ini? tak ada takut-takutnya.. dan bodohnya Vall menurutinya.." gumam Kenan dalam hati.
Sofia pun terus mengikuti Vall padahal gaunnya sangat berat.
"Vall gaun ini berat tahu berhenti.." ucap Sofia kesal.
"Kau itu harusnya sadar situasimu.. kau takkan kulepaskan.." ucap Vall.
"Cih.." balas Sofia kesal.
Sofia yg kesal pun mulai beraksi, dan tersenyum.
"Ulaarrrr...!" teriak Sofia yg spontan membuat Vall panik.
"Ular dimana??? " tanya Vall meregangkang pegangannya.
Sementara Kenan pun tak kalah terkejutnya.
"Ular?? dimana??" ucapnya menatap fokus sekeliling kakaknya dan tak lama kakaknya meninju Vall hingga terjatuh.
"Nampaknya gaun ini memang merepotkanku.." ucap Sofia mengambil sesuatu dari dalam roknya.
Setelah menemukan sebilah pisau Sofia memotong roknya yg berat hingga ia mampu berjalan dan bergerak bebas.
Breekkkkk...
"Astaga.. kakak..!" ucap Kenan menutup wajahnya karena kelakuan kakaknya.
Namun, Sofia hanya melambaikan tangan dan tersenyum seraya fokus pada Vall yg kini bangkit.
"Baiklah Vall, ayo kita bertarung.." ucap Sofia.
"Dasar wanita licik..!" ucap Vall kesal.
"Karena kau pun lebih licik daripada aku.." balas Sofia.
Sofia pun memegang pistol entah darimana ia sembunyikan dibalik gaunnya. Kini baik Sofia maupun Vall saling menodongkan senjatanya. Alfi yg baru tiba pun menyaksikan Sofia dan Vall saling berhadapan. "Dasar Sofia kau itu sungguh bar-bar jika sudah begini.." gerutu Alfi dalam hati.
Alfi pun melihat Kenan dan mengerti untuk tak bergerak karena berbahaya.
Dorr..Dorr..
__ADS_1
Vall pun memulai tembakannya sementara Sofia menghindar. Alfi yg berada di belakangnya pun geram dan mennlendangnya dari belakang.
Duakkkk..!
"Akhh..!" terak Vall tersungkur.
"Sofia kau tak apa??" tanya Alfi mendekati Sofia.
"Ya aku tak apa.." ucap Sofia.
Kenan pun maju mencoba melawan Vall yg pistolnya sudah terlempar.
"Ayo lawan aku ba*****an..!" ucap Kenan.
"Cih kalian ini benar-benar mengeroyokku rupanya.." balas Vall merasa terpojok.
"Tidak, kau lawan adikku saja dulu.. aku takkan melawanmu.." ucap Sofia santai.
"Sudah dengar kan? ayo kita bertarung.." ucap Kenan.
"Baiklah aku akan meladenimu.." balas Vall.
Pertarungan sengit antara Kenan dan Vall pun terjadi.
Bughhh..Bughh..
Keduanya memiliki kekuatan yg hampir sama, hingga Sofia berfikir akan membantu Kenan jika terdesak. Tapi dengan sebuah pukulan Vall terjatuh.
Bughh..
Vall terpental tak terlalu jauh tapi ia justru sangat dekat dengan pistolnya. Tak habis akal ia meraihnya dan membuat mereka semua bersiap.
"Dasar be****bah licik.." ucap Kenan.
"Tentu saja.. bagaimanapun aku tak mau kalah dari kalian..!" ucap Vall sembari menodongkan pistol ke arah Kenan.
"Hei jangan lupakan aku disini.. aku juga punya pistol.." ucap Sofia.
"Wah calon istriku ini sungguh hebat.. bagaimana jika kita adu kecepatan menembak..?" tanya Vall.
Tapi Vall justru langsung menembak dan ke arah Alfi yg tanpa senjata.
Dorrrr..!
Alfi dan Sofia pun terjatuh bersama. Tapi gaun putih Sofia sudah berubah warna menjadi merah darah. Dan darah itu terus keluar dari tubuh Sofia. Ternyata saat Vall menembak ke arah Alfi Sofia berlari dan melindunginya. Hingga peluru tersebut pun mengenai bagian perut Sofia.
"Sofia...! Sofia sadarlah.." ucap Alfi terkejut saat ia membuka mata.
"Alfi.. aku baik-baik saja.." balas Sofia.
"Tidak..! Sofia kau sedang bercanda kan?" tanya Vall mendekat.
Tapi Kenan yg sudah merasa kesal akan tindakan Vall tak mampu meredamnya dan memukulinya tanpa ampun.
Bughh..Bughh..
"Alfi cepat bawa kakakku ke rumah sakit terdekat.. aku yg akan mengurusnya.." balas Kenan dengan wajah memerah karena marah.
__ADS_1
Alfi pun dengan cekatan memberikan pertolongan pertama dan membawa Sofia yg sudah tak beradaya menuju rumah sakit terdekat. Bima dan Satria yg baru tiba pun tak kalah terkejut. Langsung saja Satria memanggil anak buahnya untuk menyiapkan mobil yg akan membawa Sofia menuju rumah sakit.