
Esok harinya, Sofia pun tengah bersiap untuk pergi menemui Alice. Mereka nampak akan bertemu di sebuah Mall besar. Setelah menetapkan tempat untuk bertemu Sofia pun berangkat sesuai jadwal. Alice yg sudah tiba lebih dulu, ia langsung mencari tempat duduk di sebuah cafe tempat mereka janjian. Sembari menunggu Alice memesan minuman dan memainkan ponselnya.
Kini Sofia sudah tiba di Mall tersebut, ia pun kesulitan mencari tempat parkir karena pengunjung Mall cukup ramai. "Ada apa sih sampai seramai ini.." gumamnya di dalam mobil. Setelah menemukan tempat, Sofia pun segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam Mall. Ia juga langsung menuju cafe tempat mereka akan bertemu.
Setelah berjalan memasuki Cafe, Sofia nampak mencari-cari meja yg ditempati Alice. Akhirnya ia pun menemukannya setelah Alice memanggilnya.
"Akhirnya ketemu juga.. kau sudah lama menungguku Alice?" tanya Sofia.
"Tidak kok, aku memang sedang ada pekerjaan disini jadi memang sudah ada disini dari tadi.." ucap Alice.
"Oh begitu, sudah selesai pekerjaanmu?" tanya Sofia lagi.
"Sudah kok kak, kakak tenang saja.." balas Alice tersenyum.
"Baiklah, ayo kita makan dulu.. aku akan pesan makanan.." ucap Sofia lalu memanggil seorang waitress.
Sofia pun memesan makanan, dan diikuti Alice yg juga memesan sebuah menu. Mereka ngobrol sebentar sebelum makanannya tiba. Setelah makanan tiba mereka pun makan bersama dan diselingi obrolan.
"Kak, apa kak Kenan makan masakan buatanku kemarin?" tanya Alice.
"Iya dia makan masakanmu kok, tenang saja dia bukan orang memilih-milih makanan." ucap Sofia.
"Syukurlah.. " ucap Alice.
"Kakak sudah punya pacar?" tanya Alice tiba-tiba membuat Sofia tersedak.
"Uhukk..air.." ucap Sofia langsung meminum minumannya.
"Pelan-pelan kak.. apa kakak terkejut soal pertanyaanku?" tanya Alice lagi.
"Hmm.. iya aku terkejut kau menanyakan itu.." balas Sofia yg baru bisa menjawab.
"Maaf kak jika pertanyaanku membuatmu begitu..aku tidak bermaksud apa-apa.." balas Alice.
"Tidak apa kok Alice., hanya saja aku memang menghindari pertanyaan itu.. " ucap Sofia tersenyum.
"Memangnya kenapa kak? kakak kan sudah dewasa.." tanya Alice.
"Aku belum tertarik saja untuk menjalin hubungan seperti pacaran karena hanya akan membuang waktuku, apalagi pekerjaanku kau tau sendirilah sekarang aku masih terluka.." ucap Sofia.
"Jadi kakak akan langsung menikah begitu?" tanya Alice.
"Mungkin saja Alice tapi itu berlaku pada laki-laki yg mau menerima keadaanku apa adanya.." jawab Sofia.
"Masa sih kak? menurutku kakak itu wanita yg cantik dan mandiri.. pasti banyak yg menyukai kakak tapi kakak saja yg tidak melihat mereka dengan benar .." ucap Alice.
__ADS_1
"Terimakasih Alice, tapi aku memang terlalu fokus pada karir ku untuk saat ini.." balas sofia tersenyum.
"Kalau kau sendiri bagaimana?" tanya Alice.
"Aku selalu dalam pengawasan daddy kak, jadi kalau daddy tidak suka ya aku harus menjauh dari laki-laki itu.. " ucap Alice.
"Lalu apa ada lelaki yg kau sukai saat ini?" tanya Sofia.
"Ada sih tapi aku tak tahu apa dia menyukaiku atau tidak.." balas Alice.
"Kau coba cari tahu saja biar kau tidak penasaran nantinya.. " ucap Sofia.
"Iya sih, tapi aku malu.. entah kenapa aku merasa ia bahkan tidak menatapku sebagai wanita." ucap Alice.
"Coba saja kau dekati, jika memang dia tidak menyukaimu kau bisa membuatnya menyukaimu, tapi kalau sampai kau ditolak ya kau cari yg lain.." ucap Sofia.
"Iya kak, aku akan mengingat nasihatmu ini.." balas Alice.
"Baiklah, kalau sudah makan kita mau kemana?" tanya Sofia.
"Kita ke toko baju saja, aku ingin berbelanja.. dan kakak sepertinya harus aku makeover.." ucap Alice sambil tersenyum.
"Kau mau apa Alice? aku tidak mau memakai pakaian feminim karena aku tidak nyaman." balas Sofia.
"Tidak sampai pakaian terbuka kok.." ucap Alice.
"Kak, kakak ngapain di baju-baju pria?" tanya Alice.
"Aku suka kaos ini, aku mau ambil satu.." ucap Sofia.
"Ya ampun kak, yasudah ambil satu saja.. dan coba baju pilihanku.." ajak Alice menarik Sofia ke fitting room.
"Baiklah, aku akan mencobanya.." ucap Sofia menerima baju-baju pilihan Alice.
"Cepat coba ya aku mau lihat.." pinta Alice.
Sofia pun mencoba baju pilihan Alice. Ia pun kaget Alice memilihkan sebuah dres selutut yg masih terlihat sopan dengan lengan panjang dan bahan yg nyaman. "Apakah aku cocok memakai baju ini?" gumam Sofia setelah memakai baju itu dan bercermin. Tak lama setelahnya Sofia pun keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana Alice?" tanya Sofia bingung.
"Sangat cocok..!" ucap Alice mendekati Sofia.
"Tunggu, coba kakak pakai sepatu ini, heels yg pendek dan nyaman kok.." ucap Alice mengambil sepasang sepatu yg di display disekitarnya.
"Baiklah.." jawab Sofia pasrah memakai sepatu pilihan Alice.
__ADS_1
"Apakah terlihat bagus?" tanya Sofia.
"Ya sangat bagus..! harusnya aku sering-sering mengajak kakak ke Mall, sayang sekali tubuh kakak dan wajah cantik kakak jika memakai pakaian seperti laki-laki terus.." ucap Alice.
"Sudahlah Alice, aku hanya ingin memakai pakaian yg nyaman buatku.." balas Sofia.
"Ya ya, tapi kakak juga sesekali berpakaian seperti ini juga tak masalah.." ucap Alice.
"Sekarang coba yg lainnya.." pinta Alice.
Sofia pun kembali masuk ke ruangan ganti tersebut dan memakai pakaian yg sudah dipilihkan Alice. Entah ada berapa pasang pakaian yg dipilihkan Alice karena Sofia bolak-balik ke ruang ganti tersebut. "Jadi wanita itu ribet sekali" gumam Sofia menatap banyaknya pakaian yg sudah ia coba..
"Nah kak, yg terakhir ini cocok untuk kakak pergi ke kantor.. Warna yg tidak mencolok juga desain yg tidak feminim sesuai karakter kakak.. Ditambah blazer yg membuat kakak seperti wanita dewasa.." ucap Alice yg mengerti mode karena pekerjaannya sebagai model.
"Ya aku paling suka yg ini.." ucap Sofia melihat penampilannya.
"Bagus sekarang tinggal bayar.." ucap Alice.
"Baiklah aku ganti baju dulu.." balas Sofia masuk kembali dan mengganti bajunya.
Setelah selesai mereka pun segera ke kasir untuk membayar.
"Ini Mbak.." ucap Alice memberikan kartu kepada seorang kasir untuk membayar.
"Tidak Alice.. ini kebanyakan baju ku jadi aku yg akan membayarnya.." ucap Sofia sembari mengeluarkan black card andalannya.
Petugas kasir wanita itu pun bingung, yg mana yg akan ia ambil.
"Haduh Alice kau itu benar-benar.. " gumam Sofia.
"Mbak.. pakaianku bayar dengan kartuku dan pakaian adikku bayar dengan kartu miliknya.. sekarang kau tidak perlu bingung lagi memilih.." ucap Sofia.
"Terimakasih kak.." ucap wanita petugas kasir tersebut tersenyum senang.
"Ah.. kakak padahal aku mau mentraktirmu.." ucap Alice.
"Sudahlah, lain kali saja.. " ucap Sofia tersenyum.
"Baik tapi sebagai gantinya kakak harus memakai dress yg aku pilihkan tadi.." ucap Alice tersenyum.
"Oh my God.. kau itu memang licik.." ucap Sofia mengacak-acak rambut Alice.
Setelah membayar dengan terpaksa Sofia menuju ruang ganti untuk memakai baju pilihan Alice lengkap dengan heels yg dipilihkannya. "Apakah aku akan nyaman memakai pakaian seperti ini? " gumamnya di depan cermin.
Saat Sofia keluar, Alice pun tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Ah senangnya kakak mau memakai baju piliahanku.." ucap Alice memeluk kakaknya dan menggandeng tangan Sofia.
"Iya asal jangan tiap hari saja ya Alice, aku akan kesulitan bertarung dengan pakaian ini.." ucap Sofia dan Alice pun hanya bisa tertawa mendengarnya.