
Setelah mengobrol dengan cucunya, Doni memutuskan untuk pulang karena hari mulai malam. Dan ia ingin Sofia dan Kenan beriatirahat agar fisik mereka tetap terjaga. Doni pun berpamitan kepada cucunya dan diantar keluar oleh cucunya. Kemudian ia masuk ke dalam mobilnya bersama anak buahnya yg selalu setia menemaninya dan menjaganya kemanapun.
Keesokan harinya, Kenan memberitahu Sofia alamat desainer langganan ibunya dan sudah menghubunginya kalau kakaknya akan datang. Kenan juga sudah membuat janji agar dilayani secara khusus.
Sofia pun mau tidak mau datang. Namun, ia teringat pada Alice. "Nah kalau Alice datang mungkin aku takkan terlihat bodoh nantinya.." gumam Sofia karena ia tak begitu paham fashion wanita.
Akhirnya Sofia menghubungi Alice dan Alice pun dengan senang hati mau menemaninya. Sofia pun langsung bersiap dan akan menjemput Alice karena takut kejadian kemarin mungkin dapat terjadi.
Siang itu Sofia melajukan mobilnya ke rumah aunty Dina untuk menjemput Alice. Dan Alice pun sudah menunggunya di depan rumahnya. Begitu Sofia tiba, Alice dan Sofia langsung berpamitan pada aunty Dina dan juga uncle Donald.
"Aunty, uncle aku pinjam Alice sebentar ya.." ucap Sofia.
"Iya Sofia tidak apa.." balas Dina.
"Kalau bersamamu aku pasti mengijinkannya.. " ucap Donald.
"Kalau begitu kami pamit ya uncle dan aunty.." ucap Sofia.
"Mommy, daddy kami berangkat ya.." ucap Alice berpamitan pada kedua orang tuanya.
"Iya hati-hati dijalan.. " balas Donald dan juga Dina.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju butik oma Berta. Butik langganan Reina sejak dahulu. Kini wanita yg disapa oma Berta itu pun sudah mulai menua namun, ia tetap eksis dibidangnya dibantu anak kandungnya dan para asistennya.
Oma Berta yg mendengar kalau Sofia datang pun sangat senang karena masih dipercaya oleh keluarga terhormat dari sahabatnya tersebut hingga kini. Dan mereka berdua pun disambut hangat oleh karyawan dari butik tersebut.
Mereka berdua pun langsung diantar menuju ruang VIP yg sudah dipesan oleh Kenan.
"Kak aku baru tahu ada butik yg bagus disini.." ucap Alice.
"Benarkah? kalau kau yg mengucapkannya sih aku percaya.. apalagi ini langganan ibuku.." balas Sofia.
"Iya koleksinya sungguh luar biasa, ini juga bisa jadi butik langganku nanti.." ucap Alice.
"Nah, tak kalah hebat kan dengan brand ternama diluar.." ucap Sofia.
"Iya kau benar kak.." balas Alice.
Dan kini mereka pun sudah tiba di ruangan VIP yg sudah dipesankan Kenan. Disana Oma Berta pun langsung menyambut kedatangan mereka.
"Halo sayang, kau pasti Sofia.." ucap oma Berta langsung memeluk Sofia.
"Iya benar, apakah aku begitu mirip dengan ibuku?" tanya Sofia tersenyum.
"Iya kau sangat mirip dan cantik.." balas oma Berta.
__ADS_1
"Dan ini temanku Alice, oma.." ucap Sofia mengenalkan Alice.
"Iya oma sudah tahu karena sering melihatnya di beberapa majalah.. tak kusangka aslinya sangat cantik.." ucap oma Berta.
"Selamat datang sayang.. kalian mau cari gaun atau setelan seperti apa?" tanya oma Berta.
"Gaun malam oma.. untuk acara ulang tahun perusahaan.." ucap Sofia.
"Oh.. oma punya beberapa desain bagus.." ucap oma Berta.
Oma Berta pun menunjukkan desain buatannya pada kedua gadis tersebut. Sofia yg nampak tidak paham hanya melihatnya dengan diam. Sementara Alice pun nampak antusius. Alice yg tahu kakaknya tidak mengerti fashion pun langsung mengarahkannya dan menjelaskannya. Oma Berta pun tersenyum paham akan situasinya.
Sofia dan Alice pun memesan gaun malam sesuai keinginan mereka. Jika Alice memilih gaun sedikit terbuka, maka Sofia memilih gaun yg membuat tubuhnya nyaman bergerak. Oma Berta pun menyarankan gaun malam sederhana yg nyaman untuk bergerak, Alice pun berkata kalau gaun tersebut juga sangat cocok untuk Sofia.
"Bagaimana dengan yg ini Sofia?" tanya oma Berta.
"Sebentar oma aku perhatikan dulu." balas Sofia.
"Wah kak ini bagus juga kok.. dan roknya bisa membuatmu bergerak bebas. Untuk atasannya juga tidak terlalu ketat pasti nyaman dipakai.." ucap Alice.
"Benarkah Alice?" tanya Sofia.
"Benar kak.. aku jamin pasti gaun ini sangat nyaman.." ucap Alice.
"Baiklah kalau begitu.. Oma aku yg ini saja.." ucap Sofia.
"Baik oma.." balas Sofia dan juga Alice.
Kemudian Sofia pergi ke kasir untuk membayar. Sofia langsung membayarkan kedua gaun yg dipesannya.
"Kak biar aku yg membayar gaunku.." ucap Alice.
"Sudah kubayar Alice, anggap saja ucapan terimakasihku karena sudah membantuku mencarikan gaun.. jika tidak pasti aku hanya mengiyakan saja apapun yg ditawarkan.. " balas Sofia.
"Yah kakak, tak usah sungkan kita kan sudah seperti keluarga.. aku jadi tak enak.." balas Alice.
"Kalau tak enak traktir aku makan siang saja bagaimana?" balas Sofia.
"Baiklah kalau begitu kak.." ucap Alice tersenyum.
Mereka berdua pun keluar dari butik tersebut dan menuju restorant pilihan Alice. Kemudian mereka makan disana dan mengobrol.
"Kak sebenarnya aku ingin cerita.." ucap Alice.
"Ceritakan saja Alice, kau ada masalah apa?" tanya Sofia.
__ADS_1
"Yah sebenarnya aku sedang dihukum daddy.." balas Alice.
"Memangnya apa kesalahanmu?" tanya Sofia.
"Aku menjalani pemotretan bikini model terbaru di US.. dan daddy sangat marah mendengar berita itu. Akhirnya aku disuruh pulang dan bekerja disini.." ucap Alice.
"Apaa??? Bi-bikini? aduh.. pantas saja Alice.. Memangnya bayarannya besar sekali ya?" ucap Sofia terkejut.
"Iya bayaran besar dan ada benefit lainnya, seperti jenjang karir dan tawaran iklan lainnya.. tapi semua seperti sia-sia.." ucap Alice.
"Yah, mau bagaimanapun daddy mu tak mau kalau tubuhmu terekspos begitu.. Ia menganggapmu seperti berliannya yg paling berharga di dunia ini.." ucap Sofia.
"Kalau kakak sendiri apakah mendapat perlakuan yg sama..?" tanya Alice penasaran.
"Iya aku malahan punya 3 orang yg mengawasiku dengan ketat.. Ayahku, Kenan dan yg paling posesif kakekku.. tapi kini hanya 2 orang.." ucap Sofia tersenyum kaku.
"Kakek Doni juga begitu? aku tak menyangka hal itu.." ucap Alice.
"Dan kau tahu? ia sangat senang kau memilihkanku gaun yg kemarin karena menurutnya itu masih sopan.." ucap Sofia terkekeh.
"Benarkah?" balas Alice terkejut.
"Iya bahkan ia menyuruhku untuk sering main denganmu.." balas Sofia tersenyum ingat tingkah lucu kakeknya.
"Kalau begitu aku selalu siap jika kakak membutuhkanku.." balas Alice.
"Tapi masalah hukaman daddy mu bagaimana?" tanya Sofia.
"Ia meminta bantuan kak Kenan untuk menghapus foto-fotoku dan membayar denda yg cukup besar.. " ucap Alice menekuk wajahnya.
"Setidaknya foto-foto itu tidak akan menjadi masalh kedepannya Alice.. dan kau tenang saja yg namanya rezeki itu tak pernah tertukar.. " balas Sofia.
"Iya kak, sekarang aku sedang berusaha membangun karirku disini.." balas Alice.
"Dan aku akan terus mendukungmu.. kalau perlu aku kirimkan bodyguard untuk menjagamu agar kejadian kemarin tak terulang lagi.." balas Sofia.
"Apakah tidak berlebihan kak.." ucap Alice.
"Tidak, kini banyak orang menyewa bodyguard.. apalagi wanita cantik dan terkenal seperti dirimu akan berbahaya jika bepergian sendiri.." ucap Sofia.
"Baiklah kak, aku akan membicarakannya dengan daddyku nanti.." balas Alice.
"Iya katakan saja Alice jika kau butuh bantuan.." ucap Sofia.
"Iya kak, terimakasih aku sangat bersyukur kau mau menjadi kakakku.." balas Alice.
__ADS_1
"Tentu saja.. saudara kan tak harus sedarah.." ucap Sofia.
Dan mereka pun memilih pulang setelah makan. Sofia langsung mengantarkan Alice ke rumahnya dengan selamat kemudian berpamitan pada kedua orang tuanya dan kembali ke rumahnya.