
"Dimana kau mendapatkan mobil ini?" tanya Kenneth bingung karena Diana begitu mudah mendapatkan fasilitas yg terbilang mewah.
"Kapt, kekasihku yg memberikannya.. jadi biarlah kita manfaatkan untuk transportasi kita.." ucap Diana.
"Kau bisa kaya raya jika menikahi mereka semua.." cibir Kenneth.
"Sayangnya, ku tak se-serakah itu kapt.. " ucap Diana tersenyum.
Mereka pun menuju ke sebuah club, tempat kekasih Diana mengadakan party tersebut. Nampak, banyak wanita dan pria muda hadir di pesta tersebut. Diana pun masuk dengan percaya diri, sembari menggandeng lengan Kenneth.
"Aku suka ekspresimu, pertahankan agar tak ada yg curiga." ucap Diana.
"Ckk.. itu mudah.." balas Kenneth.
Lalu Diana disambut oleh orang-orang John yg tak lain adalah kekasih Diana. Diana pun tersenyum ramah pada mereka dan ia diantar menemui John.
"Silahkan nona.."
"Terimakasih.." balas Diana.
"Maaf kau dilarang masuk..!" ucap petugas pada Kenneth.
"Aku pengawal nona ini, dan tugasku adalah mengawalnya agar aman.." ucap Kenneth.
"Tetap tidak bisa, ini privasi tuan kami...!" balas mereka hingga Kenneth hampir baku hantam dengan mereka.
Diana memberikan kode untuk berhenti pada Kenneth.
"Sampai disini saja, aku baik-baik saja.. " ucap Diana dan Kenneth pun sedikit kecewa tapi tak mau mengacaukan rencananya.
Diana pun masuk dan disambut hangat oleh John.
"Baby.. wellcome..!" ucapnya sembari memeluk Diana.
"Ya.. aku tak tau akan begini pestanya" balas Diana melepas pelukan John.
"Jadi kau datang kemari dengan bodyguard?" tanya John.
"Ya, aku tak yakin jika masuk ke tempat seperti ini.." ucap Diana.
"Oke tak masalah, mereka sudah kubuat jinak jadi kau tenang saja.. mari kita nikmati pesta ini baby.." ucap John.
Disinilah Diana mengorek informasi dari John. Sekumpulan orang-orang yg tiba dengan membawa obat-obatan dan mengucapkan terimakasih padanya.
"Kau memberi mereka apa?" tanya Diana.
"Hanya permen sayang.. " balas John.
"Kau ingin mencobanya?" tanya John.
"Mungkin lain kali.." ucap Diana.
"Kau harus mencoba sesuatu kali ini sayang.." ucap John.
"No, besok aku ada pemotretan.." ucap Diana.
"Apa pemotretan itu begitu berharga daripada aku..?" tanya John.
"Come on.. aku berada disini untukmu.." ucap Diana.
"Jadi kau akan meminumnya..?" tanya John.
"Ya nanti saja, aku ingin menikmati cake ini.." balas Diana mengalihkan.
"Silahkan baby, aku tahu ini semua kesukaanmu.." balas John
__ADS_1
Lalu Diana terus menguping pembicaraan John dan sesuai prediksinya, John adalah salah seorang dari pengedar obat-obatan tersebut. Diana terus memancing John agar membuka semua rahasianya. Tapi John pun mulai bertindak diluar batas membuat Diana tak bisa mendiamkannya.
"Come on baby, bukankah kita sudah berkencan selama 2 bulan.." ucap John.
"No, aku tak suka kontak fisik.." ucap Diana.
"Bagaimana jika kau makan permen ini.. aku takkan menyentuhmu jika kau memakannya.." ucap John dengan senyum.
"Baiklah.." ucap Diana yg tahu kalau John berbohong.
Diana sudah mendapatkan apa yg diinginkannya, barang bukti dan juga orang-orang yg terlibat masih ada disana. Diana pun mau tak mau menelan obat tersebut. Kemudian ia menghubungi Kenneth lewat earphonenya.
"Bingo.." ucap Diana.
"Bagaimana baby?? enak bukan.." ucap John.
"Ya.. lumayan.." balas Diana.
Sementara Kenneth dan anak buahnya sudah mengunci semua akses pintu keluar. Dan dengan segera mereka meringkus orang-orang John walaupun dengan perlawanan mereka.
"Diam kalian atau kami tembak..!" ucap para barista yg adalah anggota tim Alfa.
Sementara Kenneth ia juga mulai memukul penjaga yg menjaga ruangan Diana dan John.
Bugh..bugh.. Setelah pingsan ia mencoba untuk membuka puntu, namun pintu tersebut terkunci dari dalam.
Dukk..dukk..
"Buka pintunya..!" teriak Kenneth.
"Kau baik-baik saja baby?? kau kelihatan pucat.." ucap John.
"Tentu aku baik-baik saja.." balas Diana tersenyum.
Buggh..bughhh..bughh..
Dorr..Dorr..
Kenneth menembak pintu tersebut hingga rusak dan ia bisa masuk ke ruangan. Dilihatnya Diana yg wajahnya mulai memucat dan lemah.
"Diana kau tak apa?" tanya Kenneth.
"Aku masih bisa tahan sekitar 2 menit lagi kapt, mari selesaikan ini dalam 2 menit.. " ucap Diana.
"Baiklah aku akan berusaha.." ucap Kenneth.
Buggh..bughh..bughh..
Brakk.. prannkk..
Kegaduhan pun terjadi diruangan tersebut, dimana Diana dan Kenneth menghabisi mereka semua. Terakhir Kenneth menggunakan pistolnya karena Diana sudah tak sanggup lagi melawan. Rekan-rekan mereka yg diluar pun sudah membereskan semuanya dan ikut masuk membantu mengamankan.
"Dianaa.." ucap Kenneth saat melihat Diana terjatuh.
"Kalian urus ini, aku akan membawa Diana ke rumah sakit.." perintah Kenneth.
"Siap kapt..!" balas mereka.
Diana pun dibawa ke dalam mobil. Baru saja nereka tiba di mobil, Kenneth dihampiri oleh anak buahnya.
"Maaf kapt, tapi pihak kepolisian ingin mendengar penjelasan langsung darimu.."
"Akhh..******..! " umpat Kenneth.
"Kapt, pergilah aku akan kerumah sakit bersama yg lain.." ucap Diana.
__ADS_1
"Baiklah, kau antar Diana dengan benar.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.." ucapnya.
Kenneth pun membuat pernyataan kepada pihak berwajib selaku ketua tim alfa, dan Diana dibawa oleh rekannya ke rumah sakit. Rumah sakit dimana Claude bekerja. Mereka pun bertemu disana sebagai pasien dan dokter.
"Apa yg terjadi?" tanya Claude yg sedang menggantikan temannya sementara.
"Rekanku meminum pil berbahaya.." balasnya.
"Baiklah aku akan memeriksanya.. " ucap Claude.
Claude pun memeriksa Diana, hingga temannya yg seharusnya berjaga pun tiba. Dan Claude menyerahkan Diana pada rekannya setelah memberikan keterangan. Diana pun baik-baik saja, hanya efeknya saja yg membuatnya begitu. Dan efeknya takkan ada masalah karena Diana baru mengonsumsinya.
Beberapa jam setelah dirawat, Diana pun sadar. Ia melihat Kenneth dan rekannya sedang menjaganya.
"Kalian.. tidak pulang?" tanya Diana.
"Kau ini membuat semua orang khawatir saja.. " ucap Kenneth.
"Yg terpenting mereka semua tertangkap.." balas Diana.
"Ya tapi memangnya nyawamu ada 9??" tanya Kenneth kesal.
"Kapt.. aku manusia bukan kucing.."balas Diana. "
"Dan aku punya bukti tambahan.." ucap Diana membuka kancing bajunya.
"Hei kau mau apa??" tanya Kenneth terkejut begitu juga rekannya.
"Ck.. memangnya aku wanita mesum apa.? aku hanya mengambil kelung ini.." ucap Diana menunjukkannya.
"Dasar wanita gila..!" ucap Kenneth.
"Iya aku memang gila, dan karena kegilaanku ini kita punya barang bukti berharga.." balas Diana tersenyum memperlihatkan kalungnya yg ternyata adalah sebuah kamera tersembunyi. Dan Diana mengeluarkan memory di dalamnya.
"Kau benar-benar.." ucap Kenneth.
"Pintar bukan.." balas Diana.
"Apakah kalian membawa laptop atau disk semacamnya?" tanya Diana.
"Memangnya kami ke rumah sakit mau apalagi selain melihat kondisimu.." balas Kenneth.
"Baiklah, aku akan masukkannya ke dalam ponselku.. kau itu galak sekali.." ucap Diana sebal.
Dengan cepat Diana memasukkan memory kecil tersebut ke dalam ponselnya. Dan ia penasaran akan hasil dari rekamannya. Mereka pun bersama-sama melihat rekamannya.
"Ini bukti penting.." ucap Kenneth.
"Ini alasanku bertahan sampai meminum obat gila itu.." ucap Diana.
"Kau hebat Diana, sempat memikirkan hal seperti ini.." ucap rekannya.
"Tentu, aku sudah merancang rencananya dengan matang. " balas Diana.
"Baguslah ada gunanya juga kau disini.." balas Kenneth.
"Bilang saja kau ingin sekali menjengukku setiap hari kapt.." goda Diana.
"Ck.. dasar baru dipuji sudah besar kepala.." balas Kenneth, sementara rekannya hanya tersenyum melihat Diana dan kaptennya selalu adu mulut. Yg satu selalu menggoda yg satu lagi selalu mengatakan kata-kata pedas.
"Kalian sangat cocok.." ucap rekannya.
"Apaa?? aku dengan wanita gila ini??" ucap Kenneth menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Ck, dia memang tampan tapi mulutnya pedas seperti kuah seblak.." ucap Diana.
Lalu mereka pun berdua pun kembali diam. Hingga rekannya mencoba menetralkannya dengan berpamitan, Kenneth juga ikut pulang karena ia bisa gila terus bersama Diana.