
"Kau siapa dan ingin apa dari Diana?" ucap Kenneth membuat Diana dan Claude menoleh.
"Akh kalian berdua sedang.. " ucap Claude menutup mulutnya.
"Maaf, aku mengganggu waktu kalian.. Diana aku akan kembali nanti.." balas Claude pergi.
"Tunggu, aku bilang akan ke kamarmu bukan? kenapa kemari..?" tanya Diana.
"Itu, aku hanya memastikan apa kau benar tinggal disini. Maaf mengganggumu.." ucap Claude.
"Mengganggu bagaimana?" tanya Diana.
"Siapapun tahu setelah melihat wajah kalian berdua.." ucap Claude tersenyum.
"Aa.. wajahku kenapa?" ucap Diana, namun Claude keluar begitu saja.
"Kapt, wajah kita kenapa?" tanya Diana saat masuk.
"Aaaaakkhh.." teriak keduanya.
Ternyata jus buah naga buatan Diana membuat bibir mereka berdua merah dan saat keduanya terkejut mendengar bel pintu jus tersebut agak berantakan di bibir serta menempel membuat Claude salah paham mengira mereka berdua sedang bermesraan dengan noda lipstik yg berantakan.
"Kenapa kau membuatku terlihat seperti wanita murahan?" tanya Diana kesal.
"Mana kutahu kalau jus tersebut menempel juga di bibirmu.. salahkan jus itu.." ucap Kenneth membela diri.
"Ck.. dasar kau itu menyebalkan.. apa maumu datang kemari?" tanya Diana.
"Aku akan mrngawasimu mulai sekarang.." ucap Kenneth.
"Kapt, ini bukan masalahmu dan ini berbahaya.." ucap Diana.
"Lebih berbahaya jika pria tadi atau pria manapun masuk dan berbuat macam-macam padamu.. " ucap Kenneth.
"Kau ini datang atas perintah siapa, mom-ku? Dad-ku? atau kakek-ku?" tanya Diana.
"Aku tak perlu menjawabnya.. kau cari tahu saja sendiri.." ucap Kenneth.
"Sudah sana pulang.." ucap Diana.
"Kau mengusirku? aku akan tinggal disini dan mengawasimu.." ucap Kenneth.
"Tidak boleh, kau itu anggota tim alfa akan berbahaya kalau mereka tahu.." ucap Diana.
"Ck.. kau itu menyusahkan saja.. " ucap Kenneth.
"Sudah sana pulang, jusmu sudah habis kan.." usir Diana.
"Aku akan disini.." ucap Kenneth.
"Kau mau dihajar kakek-ku? atau Dadku? apa kata mereka kalau kita hidup berdua satu atap?" tanya Diana.
"Ck.. kau benar, aku akan mati pasti.." ucap Kenneth.
"Yasudah sana pulang.. dan hati-hati.." ucap Diana.
__ADS_1
"Ya..yaa aku akan pulang.." balas Kenneth langsung pergi.
"Hhhh.. akhirnya dia mau pulang juga, akan bahaya jika dia berada di dekatku.. mata-mataku saja aku nonaktifkan dari bekerja masa dia mau terlibat.." gumam Diana dalam hati.
Malam harinya Diana mengirim pesan pada Claude kalau ia akan menuju ke kamarnya. Dan Claude pun bersiap untuk membuka pintu. Tapi sayangnya lagi-lagi bukan pintu masuk tapi lewat pintu balkon.
Tokk..tokk.
"Kan ada pintu, kau ini benar-benar.." ucap Claude membuka kunci.
"Lebih baik tak ada yg tahu kau mengenalku, dan jangan pergi ke kamarku jika tak ada hal penting.." ucap Diana.
"Maaf untuk tadi sore, aku tak tahu.." ucap Claude.
"Ya, lagipula itu noda jus bukan lipstik.." ucap Diana.
"Lipstik atau bukan hasilnya akan sama.." balas Claude.
"Bukan begitu, akh terserah kau saja.. yg jelas ini demi keamanan kita bersama.. aku bisa datang lewat balkon." ucap Diana.
"Yasudah tapi aku tak bertanggungjawab jika terjadi apa-apa padamu.." balas Claude.
"Ya.. aku tahu.." ucap Diana.
"Jadi ada apa?" tanya Diana.
"Aku ingin kau menyelidiki dan mencaritahu sesuatu.. Kau ahli bukan dalam hal itu?" tanya Claude.
"Tentang apa? asalkan bukan tentang kejahatan atau hal negatif aku masih bisa membantu.." ucap Diana.
"Ada foto dan biodata terakhirnya?" tanya Diana.
"Tidak ada.." balas Claude.
"Ckk.. aku bukan cenayang atau peramal.. mana bisa aku mencaritahu kalau tak ada apapun.." ucap Diana.
"Aku hanya punya ini.." ucap Claude memberikan kalung pada Diana.
"Ini.. aku cukup familiar.." ucap Diana.
"Benarkah? apa mungkin ini kalung yg pasaran?" tanya Claude.
"Aku tak yakin, tapi aku pernah melihat yg hampir sama persis. Aku akan memfotonya.." ucap Diana.
"Silahkan saja.." ucap Claude.
"Oke.. aku kembalikan.. aku akan coba cari tahu.." balas Diana.
"Baiklah, berapapun yg kau minta akan aku penuhi asal itu informasi yg benar.." ucap Claude.
"Aku akan mencobanya tapi jangan ber-ekspetasi tinggi akan hasilnya.." ucap Diana.
"Ya tolong ya Diana.." ucap Claude.
"Oke.. aku akan membantumu.." balas Diana lalu pergi meloncat ke bawah balkonnya.
__ADS_1
"Aku sudah sering melihatnya tapi tetap saja tak terbiasa dan terlihat mengerikan .." gumam Claude.
Claude pun berharap Diana menemukan suatu petunjuk baginya menemukan ibunya. Ia berharap ibunya menjadi kunci dalam pembuktian sikap ayahnya. Mungkin saja ibunya pergi meninggalkan ayahnya karena tahu ayahnya adalah seorang mafia berbahaya. Tapi kenapa ia ditinggalkan dan hidup bersama mafia tersebut? Dan untungnya Claude sekarang seorang dokter, bukan mafia seperti ayahnya.
Sementara itu, Diana sedang mencari kalung miliknya pemberian dadnya. Ia merasa kalungnya hampir sama persis dengan Claude. Setelah menemukannya Diana melihat dengan seksama dan benar kalungnya mirip hanya berbeda ukiran inisial namanya.
"Ya tuhan petunjuk macam apa ini?" gumam Diana.
Diana pun berfikir bagaimana caranya bertanya pada Dadnya tanpa ia harus dimarahi dan sebagainya. Akhirnya keesokannya Diana menelpon Dadnya saat jam bekerja agar jauh dari momnya.
"Hallo Diana, bagaimana keadaanmu nak?" tanya Alfi.
"Aku baik Dad, bagaimana dengan Dad dan mom..?" balas Diana.
"Biasa mom pasti khawatir, dan kakekmu sudah menaruh orang untuk menjagamu kau tahu?" tanya Alfi.
"Aku sudah tahu dad, yasudahlah setidaknya mom tidak cemas lagi. Dad ada yg ingin kutanyakan?" ucap Diana.
"Apa sayang? katakan sajaa?" tanya Alfi.
"Kalung pemberian Dad saat aku lahir, Dad membuatnya dimana?" tanya Diana.
"Dad memesannya di Paris sayang, kenapa? rusak?" tanya Alfi.
"Ya sedikit, apakah tokonya masih buka?" tanya Diana.
"Masih sayang, kau datang saja kesana nanti Dad yg akan menghubungi orang tersebut.." ucap Alfi.
"Baiklah Dad, ternyata jauh juga.." ucap Diana.
"Kalau kau butuh uang atau apapun kabari Dad, oke..?" ucap Alfi.
"Tidak bukan begitu, aku punya cukup uang. Tapi bisakan Dad rahasiakan ini dari mom?" pinta Diana.
"Tentu sayang. Tapi kau harus kembali saat suasana hatimu sudah tenang, Dad takkan membiarkan perjodohan yg tak kau inginkan.." ucap Alfi.
"Daddy yg terbaik.." ucap Diana bahagia.
Setelah menghubungi Dadnya, Diana pun mengatur jadwal ke Paris. Ia harus menemui perajin perhiasan tersebut, karena menurut Dadnya semua barangnya limited edition dan hanya ada 1 di Dunia.
"Aku merasa harus mengunjungi perajin perhiasan tersebut." ucap Diana.
Tapi Kenneth pun mengikutinya kemanapun seperti sekarang. Entah bagaiman ia juga sudah bersiap ke bandara.
"Kapt.. kau itu stalker?" tanya Diana sebal.
"Ya.. ini perintah keluargamu. " ucap Kenneth.
"Ck.. kau ini alasan saja.." balas Diana.
"Diana kau mau aku mati jika tak menjalankan tugas?" tanya Kenneth.
"Baiklah.. tapi hati-hati dan aku tak bertanggungjawab atas dirimu.." ucap Diana.
Mereka pun terbang menuju ke Paris dengan tujuan mencaritahu kalung milik Claude.
__ADS_1