Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.89


__ADS_3

William pun berusaha membawa Reina keluar dari negara tersebut. Dengan mengganti-ganti mobil yg ia tumpangi karena sadar tim SHIELD sedang menyusuri jejak-jejak yg ia tinggalkan. Hingga akhirnya ia memutuskan terbang ke negara lain agar mengalihkan mereka. Karena ia tahu mereka akan mencegah penerbangan menuju Italia dimana big boss berada.


"Sial dari mana mereka bisa melacak hingga ke plat mobilku.." gumam William dalam hati.


Ia pun segera mengubah rute penerbangan begitu anak buahnya yg berada di bandara mengamati banyak sekali anggota SHIELD disana.


"Maaf tuan, sepertinya tim SHIELD sedang mengincar kita.. kondisi tidak akan aman tuan.."


"Baik aku mengerti, aku akan ubah penerbangannya.. kalian buatlah pengalihan jika aku sudah tiba.." ucap William.


William pun tentu mengabari bossnya tersebut mengenai masalah ini. Dan Vall justru menyewakan jet pribadi untuk menjemput William bersama calon mertuanya.


"Tuan aku akan mengubah rute penerbangan karena bandara kini dipenuhi orang-orang SHIELD.." ucap William.


"Jangan.. mereka berbahaya dan lihai, apalagi jika Kenan bertindak habis kita.. aku akan menyewa jet pribadi kau pergilah ke lokasi ini.." ucap Vall.


"Baik tuan.." balas William


Tak lama William pun mendapat balasannya mengenai lokasi jet pribadi tersebut. "Apa aku tak salah tuan sampai menyewa pesawat mahal untuk nyonya ini? walaupun calon mertua tapi sepertinya sangat berlebihan.. " gumam William dalam hati.


Kini William tengah menuju ke lokasi tersebut begitu ia jauh dari jangkauan tim SHIELD. Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat tiba disana dan meninggalkan negara ini.


Selang 1 jam William tiba di tempat tersebut. Ia langsung disambut dan menuju jet pribadi yg disewa tuannya. Mereka pun langsung terbang saat semua persiapannya sudah siap.


Sementara tim SHIELD kehilangan jejak mereka. Mereka pun belum melaporkan apapun selama 24jam hingga Satria dan juga Kenan kesal bukan main. Mereka juga menyembunyikan hal ini dari Sofia agar gadis itu tak menemui Vall dan berbuat sembarangan. Mereka tahu kalau Sofia akan melakukan apapun untuk membebaskan ibunya.


"Bagaimana? apa ada kabar lagi?" tanya Satria ditelepon.


"Belum tuan, kami benar-benar kehilangan jejak dan mereka mengganti mobilnya.."


"Sial.. apa kalian sama sekali tak ada yg melihat hal mencurigakan disana?" tanya Satria.


"Maaf tuan kami hanya menemukan mobil tersebut tapi ditumpangi orang lain.. dan mobil tersebut hanyalah mobil sewaan.."


"Hhh.. yasudah kabari aku lagi jika ada hal penting.." ucap Satria.


"Baik tuan.."


Satria pun memutuskan panggilannya dengan anak buahnya. Kenan pun menghampirinya.


"Apakah mereka kehilangan jejak ibu?" tanya Kenan.


"Ya Kenan BlackStar benar-benar tahu kalau kita mampu memblokir akses mereka." ucap Satria.


"Kalau dugaanku benar mereka melalui jalur lain ayah.." ucap Kenan.


"Maksudmu jalur laut?? begitu.." tanya Satria.


"Ya itu bisa jadi, tapi mengingat tuan mereka kaya raya mereka mampu menyewa jet pribadi. Aku tahu disana ada yg menyewakannya secara ilegal.. dan aku tak berfikiran sampai sejauh itu.. " ucap Kenan.


"Apa?? mereka benar-benar. Ingat Kenan kakakmu jangan sampai tahu.." ucap Satria.


"Iya ayah tenang saja, aku tahu harus berbuat apa pada kakak.. " ucap Kenan.


"Apa maksud kalian??" tanya Sofia.


"Eh begini Sofia kami sedang mencari William.." ucap Satria.

__ADS_1


"William?" tanya Sofia.


"Ya kak, William sempat kabur dan mungkin ia merencanakan sesuatu.." ucap Kenan.


"Kemarin kalian tidak mempermasalahkannya. Ada apa ini?" tanya Sofia curiga.


"Anak buahku berhasil melacak William tapi dinegara lain, sudah kau tenang saja.." ucap Satria.


"Baiklah, tapi ingat ayah aku masih pemimpin BlackStar.." ucap Sofia karena ia curiga dengan kedua orang tersebut.


"Ya tentu.." ucap Satria tersenyum.


Lalu Sofia memilih pergi ke kamarnya. Ia pun beristirahat karena sudah 2 harian ini ia pergi bersama Alfi.


Esoknya Sofia kembali pergi bersama Alfi. Walaupun ia menaruh curiga pada ayah dan juga adiknya, ia tetap menahannya hingga ia tahu apa yg mereka sembunyikan.


☘☘☘


Sementara itu William telah berhasil mendarat bersama pesawat jet pribadi di negara tuannya. Ia pun langsung mengamankan nyonya Reina di sebuah mansion milik tuannya tanpa sepengetahuan nyonya Felix. Ia pun mengurung Reina beserta beberapa pelayan dan penjaga disana, lalu melaporkan situasinya pada Vall.


Vall yg sedang bekerja diruangannya pun menyambut hangat William setelah anak buahnya mengabari kedatangan William.


"Masuklah Will.." ucap Vall.


"Terimakasih tuan.. " ucap William


"Jadi bagaimana?? aman..?" tanya Vall tersenyum.


"Tentu tuan, semuanya aman terkendali. Mereka semua bodoh tak bisa menemukanku.." ucap William.


"Siap tuan.." ucap William.


"Aku sudah mentransfer bonus untukmu.." ucap Vall.


"Terimakasih tuan.." balas William.


William pun segera menghubungi anak buahnya untuk melacak keberadaan Sofia. Ia mencari di negara yg mungkin Sofia kunjungi saat ini.


Sementara Sofia tengah makan siang bersama Alfi.


"Sofia kenapa kau nampak murung?" tanya Alfi.


"Kakak dan ayahku nampaknya merencanakan sesuatu Al.. aku sedikit cemas karena tidak tahu apa-apa.." ucap Sofia.


"Percayalah Sofia mereka sedang melindungimu.." ucap Alfi.


"Tapi aku juga bisa melindungi diriku sendiri, selama ini aku selalu berjuang, tapi kini aku seperti tuan putri yg kurang kerjaan.. " ucap Sofia membuat Alfi terkekeh.


"Kau ini ada-ada saja.. sesekali tak apalah Sofia.. " ucap Alfi.


"Aku bosan tahu,." ucap Sofia.


"Oh iya boleh aku bertanya sesuatu mengenai Vall?" tanya Alfi serius.


"Ya, silahkan tanyakan saja tentang mafia gila itu.." ucap Sofia.


"Bahkan julukannya luar biasa.." ucap Alfi.

__ADS_1


"Ya itu cukup pantas, cepat katakan apa maumu tadi?" tanya Sofia.


"Sofia apa Vall benar-benar menyukaimu? ehm maksudku dia tak ada niat terselubung begitu.." tanya Alfi.


"Aku rasa niat itu pasti ada Al, tidak mungkin orang sepertinya berbaik hati.. memangnya ada apa?" tanya Sofia.


"Yah 3 hari ini, kita mencari informasi tentang Vall bukan. Aku hanya ingin memastikan sesuatu jawablah dengan jujur.." ucap Alfi.


"Ya katakanlah.." balas Sofia.


"Apa kau menyukainya?" tanya Alfi.


"Siapa? maksudmu Vall?" ucap Sofia tersenyum.


"Ya siapa lagi.. " balas Alfi.


"Tidak sama sekali, kau gila apa? dia itu hampir membunuh keluargaku.." ucap Sofia.


"Syukurlah.. kalau begitu aku bisa tenang.." ucap Alfi.


"Kau tenang saja, aku tidak menyukainya sedikitpun.." ucap Sofia.


"Aku jadi semakin senang mendengarnya.. " ucap Alfi.


"Maksudmu?" tanya Sofia merasa aneh.


"Ya bagus begitu kalau kau tidak menyukainya. Lalu jika ia benar-benar akan ancamannya waktu itu apa yg akan kau lakukan Sofia?" tanya Alfi.


"Aku akan membunuhnya Al.." jawab Sofia.


"Jika keluargamu jadi sanderanya? kau pasti tidak bisa membunuhnya.. " balas Alfi.


"Ya akan sulit jika situasinya begitu.." ucap Sofia.


"Lalu jika ia mengancam dengan keluargamu apakah kau akan menikahinya?" tanya Alfi.


"Cukup bercandanya Alfi, ini tidak lucu.." balas Sofia.


"Dan aku sangat serius Sofia.. Apa kau akan menikahi si brengsek itu jika ia mengancam dengan keluargamu?" ucap Alfi.


"Aku tidak bisa menikah dengan sembarang orang Alfi, aku pasti akan menolaknya tapi kalau keluargaku jadi sanderanya aku tak tahu harus jawab apa.." ucap Sofia.


"Kumohon jangan pernah menikah dengannya apapun yg terjadi, masih ada banyak cara untuk mengatasinya.." ucap Alfi.


"Aku pasti akan memikirkannya Alfi, kenapa kau begitu khawatir?" tanya Sofia.


"Karena.. aku.. tak rela kau menikah dengannya.." ucap Alfi.


"Aku tahu dia jahat, tapi kenapa kau tak rela?" tanya Sofia.


"Karena kau sahabatku Sofia.. aku tak mau kau menderita nantinya.." ucap Alfi kembali berbohong menutupi perasaannya padahal ia sudah menyiapkan sebuah cincin disakunya.


"Oh jadi begitu, kalau begitu kau harus membantuku benarkan..?" ucap Sofia.


"Ya aku akan selalu ada untukmu.." ucap Alfi.


Tapi dalam hatinya entah mengapa Sofia merasa kecewa. "Ada apa ini? kenapa aku kecewa pada jawaban Alfi? kami kan memang hanya sahabat.." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2