Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP239


__ADS_3

Claude pun bingung tak tahu harus berkata apa, ia takut untuk bicara pada Diana karena ayahnya terus mengancamnya akan membunuh gadis tersebut. Hari-harinya ia menjadi tak semangat dan khawatir setiap saat. Hingga kedatangan Sofia dan Alfi ke rumah sakitnya.


Sesuai jadwal Sofia datang bersama Alfi. Ia melakukan pengecekan kembali dan melihat ada banyak perubahan dalam dirinya. Claude pun akhirnya bisa melihat wajah seorang ibu yg melahirkannya. Dan melihat kondisi Sofia pertama kali tampaknya ia begitu terpukul setelah kehilangan dirinya. Ia pun tak mau berdiam diri setelah melihat senyum di wajah ibunya dan juga kebaikan hati Alfi yg selalu ramah pada siapapun.


Entah apa yg ada di dalam pikirannya, tapi ia tak tega mengatakan suatu fakta bahwa Sofia dan Alfi tengah jadi sasaran ayahnya. Claude hanya bisa berkata untuk lebih baik menebus obatnya di negara mereka saja karena stoknya sedang kosong.


"Benarkah? apa kau tidak sedang bercanda?" tanya Alfi.


"Ya tuan, aku ingin memberikan obat yg terbaik untuk nyonya.." ucap Claude.


"Baiklah jika begitu.." ucap Alfi.


"Kau yakin?" tanya Sofia.


"Benar nyonya, lebih baik kalian mendapatkannya di negara kalian.. aku akan menuliskan resepnya.." ucap Claude.


Bagi Claude ini adalah satu-satunya cara menyelamatkan kedua orang tersebut. Walaupun harus berbohong tapi ia ingin menghentikan kejahatan ayahnya. Ia tak yakin kalau nyonya Sofia sungguh membuangnya, tapi bagaimana dengan foto-foto pernikahannya dengan ayahnya?? Mungkin Diana bisa mencaritahu hal itu.


Tepat hari itu pula hasil tes DNA mereka keluar. Diana sudah tak sabar melihat hasilnya. Ia langsung mengambilnya di rumah sakit, kebetulan Kenneth sedang dipanggil Sofia untuk melaporkan kegiatan Diana. Diana pun bisa bergerak bebas tanpa Kenneth.


Begitu juga dengan Claude, ia begitu penasaran akan hasilnya dan memilih untuk pulang lebih awal agar bisa bertemu Diana dan melihatnya bersama-sama. Sesampainya di apartemen, Claude baru saja ingin menghubungi Diana tapi Diana malah sudah berada di dalam kamar apartemennya.


"Ck.. kau itu mengagetkanku saja.. sudah kubilang jangan asal masuk.." ucap Claude.


"Aku masuk saat ada kesempatan.. banyak orang-orang ayahmu.." ucap Diana.


"Baiklah, kau bawa hasilnya?" tanya Claude.


"Tentu.." ucap Diana memperlihatkan amplop miliknya.


"Aku juga sudah mengambilnya.. Mari kita buka bersama-sama.." ucap Claude.


1..2..3.. Sreekk srekk..


Baik Diana maupun Claude membuka hasil tersebut, Diana pun tersenyum sementara Claude terkejut dan terdiam. Diana pun penasaran dan melihat hasil milik Claude.


"Kau kenapa? coba kulihat.." ucap Diana menukar miliknya dengan Claude.


"Akhirnya.." ucap Diana tersenyum.


"Oh Tuhan.. apa ini nyata.." ucap Claude.


"Ini nyata saudaraku.." ucap Diana mencubit lengan Claude.


"Akh.. iya sakit.." balas Claude.


"Akhirnya aku menemukanmu Dion.." ucap Diana lalu memeluk Claude.


"Apa??" tanya Claude bingung.


"Nama aslimu adalah Dion, dan harus kukatakan sebuah fakta kau sudah diculik sejak kita masih bayi.." ucap Diana.

__ADS_1


"Benarkah? lalu foto-foto pernikahan ayahku?" tanya Claude.


"Aku sedang menyelidikinya tapi belum menemukan hasil, hanya ada 1 orang yg bisa menjawabnya." ucap Diana.


"Siapa Diana?" tanya Claude.


"Kakek.. lebih tepatnya kakek Satria, dia selalu jujur padaku.." ucap Diana.


"Kakek? kakek kita?" tanya Claude.


"Ya.. dia kakek kita.." ucap Diana.


"Tunggu Diana, aku harus mengatakan ini sekarang. Ibu kita dalam bahaya begitu juga dengan ayah kita.." ucap Claude.


"Maksudmu? katakan dengan jelas.." tanya Diana.


Claude pun menceritakan segalanya pada Diana. Dan Diana terkejut mendengarnya. Hal pertama yg terpikir oleh Diana adalah Kenneth.


"Aku harus menghubungi Kenneth.." ucap Diana.


"Kenneth? siapa dia?" gumam Claude dalam hati.


Diana pun menghubungi Kenneth dan memintanya untuk tetap bersama kedua orang tuanya.


"Hallo kapt.. kau ada dimana?" tanya Diana.


"Sudah kubilang panggil Kenneth." ucap Kenneth.


"Apa ini mengenai Fabio?" tanya Kenneth.


"Ya.. kau jaga mereka dan awasi, jika perlu panggil tim alfa untuk bersiaga di Singapura.." ucap Diana.


"Baiklah, aku memang merasa ada yg aneh disini.." ucap Kenneth.


Kenneth pun langsung menyusul Sofia dan Alfi yg sedang menuju ke bandara. Ia memaksa masuk ke dalam pesawat jet pribadi agar bisa menyampaikan langsung pesan Diana.


"Kenneth apa yg kau lakukan?" ucap pengawal Sofia.


"Aku harus bicara pada nyonya, ini penting.." ucap Kenneth.


"Pesawat mau lepas landas.. sudah tak ada waktu.." ucapnya.


"Nyonya Sofia.. Nyonya Sofia cake coklat tiramisu.." ucap Kenneth.


"Hah.. kau ini bercanda ya? kalau mau cake ya beli di toko kue bukan meminta pada nyonya.." balasnya.


Kenneth pun terdiam berharap nyonya Sofia segera keluar dan benar saja Sofia pun keluar. Ia sungguh paham kode "Cake coklat tiramisu" adalah kode Diana.


"Kapten ada apa?" tanya Sofia.


"Ini penting nyonya.." ucap Kenneth.

__ADS_1


"Masuklah ke dalam." ucap Sofia.


"Tapi nyonya.." balas pengawalnya.


"Kau tidak dengar ucapanku, biarkan dia masuk.." perintah Sofia membuat pengawal tersebut mempersilahkan Kenneth masuk dan penerbangan pun ditunda.


Disanalah Kenneth menceritakan segalanya pada Sofia tentang info dari Diana. Berita bahwa Fabio atau Vall sedang mengincarnya dan akan menaruh racun pada obatnya. Itu membuat Sofia paham maksud dr.Claude menyuruhnya untuk tidak langsung menebus obatnya.


"Jadi begitu.. lalu bagaimana putriku..?"tanya Sofia.


"Diana sedang menyelidiki dimana Fabio berada nyonya.." ucap Kenneth.


"Baiklah.. aku akan pergi dan kau disini saja bersama Diana." ucap Sofia.


"Tidak nyonya, aku diminta untuk menjaga anda dan tuan.. aku juga sudah memerintahkan tim alfa untuk bersiaga dan mengamankan semuanya.." ucap Kenneth.


"Tapi bagaimana putriku?" tanya Sofia.


"Dia tidak sendiri nyonya, ia punya pasukan sendiri.." ucap Kenneth yg menceritakan segala yg ia tahu mengenai Diana.


Kenneth bercerita kalau Diana mempunyai orang-orang yg ia sewa untuk bekerja dengannya. Mulai dari memata-matai Fabio dan pengikutnya, beserta tim untuk menghancurkan persebaran obat-obatan buatan Fabio yg sangat berbahaya.


"Tidak.. Diana melakukan semuanya selama ini sendirian.." ucap Sofia.


"Bagaimana bisa kapten?" tanya Alfi mulai bersuara.


"Aku tak tahu, tapi yg pasti ia hanya ingin kebebasan.. karena tak ingin kalian memberinya penjagaan jika kalian tahu rencananya.." ucap Kenneth.


"Baiklah, kita ikuti rencana putriku. Kau ikutlah dengan kami kembali.." ucap Sofia.


"Baik nyonya.." ucap Kenneth.


"Kau harus menceritakan segalanya saat kembali nanti.." balas Alfi menatap tajam pada Kenneth tanda ia akan mengawasi Kenneth yg sudah tinggal bersama putrinya walaupun tak ada yg terjadi.


"Baik tuan.." balas Kenneth merasa terintimidasi oleh ayah Diana.


Mereka pun terbang menuju ke Singapura. Namun, Diana dan Claude merencanakan sesuatu untuk mencegah kejahatan Fabio.


"Kau harus mengawasi ayahmu dan kabari aku.." ucap Diana.


"Kau berhati-hatilah, ayahku orang yg kejam dan tak segan-segan untuk membunuhmu.." balas Claude.


"Kau manis sekali mengkhawatirkanku setelah tahu aku saudaramu.. " ucap Diana.


"Aku serius.." ucap Claude.


"Ya.. aku sudah sering berada dalam situasi ini.." balas Diana lalu melompat menuju ke balkon atapnya.


Dilihat beberapa kali pun Claude tetap takut melihat tindakan Diana. Sampai ia berfikir bagaimana kehidupan saudaranya selama ini??


"Apa yg ia lakukan selama ini, sampai melompat dari balkon sudah terasa bagaikan melompat ke atas kasur.. Bahkan hampir tak bersuara.." gumam Claude dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2