Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP232


__ADS_3

Diana pun mulai bercerita tentang tujuannya mencaritahu saudaranya yg diculik. Lalu ia juga menceritakan kalau Fabio adalah orangnya. Tentu saja Claude tidak langsung mempercayainya karena menurutnya ayahnya tak sekejam itu. Dan Claude masih merahasiakan identitasnya begitu juga dengan Diana.


"Kurang lebih seperti itulah, aku tak ingin keluargaku menjadi korban pria itu. Kakek dan neneknya hampir mati, kakek dan nenek buyutku juga sudah menjadi korbannya, lalu saudaraku.. aku tak bisa diam saja.." ucap Diana.


"Apa kau punya bukti atas ucapanmu? karena kau bisa saja berbohong karena Fabio adalah musuhmu.." ucap Claude.


"Aku punya ratusan bukti kejahatannya.." ucap Diana.


"Ra-ratusan?? apa ini nyata?" gumam Claude dalam hati.


"Berikan buktinya padaku agar aku percaya.." ucap Claude.


"Untuk apa kau mengetahuinya? atau kau itu bagian dari mereka?" tanya Diana.


"Baiklah, aku sedikit mengetahui pria tersebut. Jadi beritahu aku siapa Fabio orang yg kau benci itu.. anggap sebagai balasan kebaikanku.." ucap Claude.


"Baiklah, tapi jika kau berbohong aku akan membunuhmu.." ucap Diana.


"Kau mengancamku? tak kusangka dengan wajah cantikmu kau begitu berbahaya" balas Claude.


"Ya.. karena aku harus selalu waspada pada siapapun.." ucap Diana.


"Baiklah.. aku tunggu berkas mengenai Fabio besok.." ucap Claude.


"Ya.. setelah itu urusan kita selesai.." balas Diana.


"Mudah sekali bagimu, kau tidak tahu nyawaku juga terancam jika membantu menyembunyikanmu disini?" ucap Claude.


"Ternyata kau itu licik sekali.. Apa maumu? kau mau memerasku?" tanya Diana.


"Aku tidak butuh uangmu, dan kita lihat nanti apa yg bisa kau lakukan untukku.." ucap Claude.


"Baiklah.. ingat jangan main-main denganku.." ucap Diana.


"Ya.. kau boleh pergi.." ucap Claude.


Diana pun pergi saat kondisi sudah malam dan sepi. Ia pergi dengan melompat dari balkon, padahal Claude sudah menyuruhnya melalui pintu. Tapi Diana tak percaya dan takut orang-orang Fabio menangkapnya.


"Gadis itu benar-benar gila.. dia pikir ini tidak berbahaya apa? " gumam Claude melihat cara Diana turun.


Namun, itulah Diana selalu waspada akan sekitarnya. Ia tak mau langsung percaya pada Claude. Ia menuruni apartemen tersebut dengan meloncat dan menggunakan tali hingga ia sampai di bawah. Ia pun pergi dari area apartemen dengan menggunakan penutup wajah dan juga topi.


"Akhh.. bodoh sekali.. bagaimana pria itu mengganti pakaianku dengan mudahnya..? Walaupun hanya pakaian luar, itu agak.." gerutu Diana dalam hati.


Tapi Diana juga bersyukur lukanya diobati Claude, yg artinya ia tak perlu ke rumah sakit lagi dan bertemu dengan banyak orang. Ia pun pulang ke apartemennya dan membereskan barang-barangnya. Diana berniat mencari tempat baru yg aman karena takut keberadaannya diketahui anak buah Fabio. Setelah berkemas, Diana menyiapkan file yg dibutuhkan Claude.


Pada pagi harinya, Diana masuk ke apartemen tersebut dengan menyamar sebagai pembawa paket. Dia pun berpakaian tertutup dan berusaha untuk tak dikenali siapapun. Setelah menekan bel, Claude pun keluar.


"Siapa?" tanyanya.


"Paket tuan.." ucap Diana.

__ADS_1


"Tapi aku tak memesan apapun.." balas Claude.


"Data yg kau butuhkan.." ucap Diana langsung memberikan barang tersebut dan meninggalkan Claude dengan cepat.


"Akh.." ucap Claude yg baru sadar dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Ia pun penasaran dan langsung membukanya. Isinya hanya sebuah disk kecil yg artinya itu sangat penting. Claude pun langsung melihat isinya di dalam laptopnya. Ia membuka satu persatu file tersebut dengan wajah terkejut dan tak percaya. Ternyata bukan hanya obat-obatan terlarang tapi ayahnya juga seorang mafia berbahaya.


Claude pun menghabiskan waktu liburnya seharian dengan melihat isi file pemberian Diana. Ia sangat terkejut dan tak bisa berkata apa-apa tiap melihat satu kejahatan ayahnya. "Apa aku anak seorang mafia yg jahat? kenapa harus begini.??" gumam Claude dalam hati..


Dan di akhir file Diana meninggalkan pesan untuknya kalau ia akan kembali malam ini untuk menyelesaikan urusannya dengan Claude.


"Baiklah.. datanglah karena aku tertarik padamu.." gumam Claude.


Dan malam pun tiba, Diana datang melalui balkon kamar Claude. Ia datang dengan senyap dan tiba-tiba sudah duduk di sebuah kursi.


"Akh.. bagaimana kau bisa disini?" tanya Claude terkejut.


"Aku sudah bilang akan kemari malam ini.." balas Diana.


"Ck.. kan bisa lewat pintu.." ucap Claude.


"Akan mencurigakan jika kau menerima tamu seorang gadis.." ucap Diana.


"Kau benar, jadi apa maumu?" tanya Claude.


"Apa permintaanmu karena aku tak punya banyak waktu.." ucap Diana.


"Kau itu buru-buru sekali.. aku bahkan belum memikirkannya.." ucap Claude.


"Tidak, aku juga sibuk jadi belum memikirkannya.." balas Claude.


"Oke.. aku akan pulang.." balas Diana.


"Berikan nomor ponselmu untuk kuhubungi.." ucap Claude.


Diana pun memberikannya dan langsung pergi. Lagi-lagi lewat balkon membuat Claude takut jika gadis itu jatuh dan langsung tewas.


"Hei kau tak sayang nyawamu?" tanya Claude.


"Aku sekarang tinggal di bawah, dan aku tinggal melompat ke bawah.." ucap Diana enteng.


Tap..tap.. Diana pun sudah tiba di kamarnya. Lalu ia melambaikan tangan tanda ia baik-baik saja dan segera masuk.


"Dia sudah kehilangan kewarasannya .." gumam Claude.


Kemudian Diana istirahat dengan tenang karena Claude sepertinya tak berbahaya dan tak menuntut hal yg aneh. Terbukti saat Claude mengkhawatirkannya ketika ia melompat di balkon hari ini dan juga kemarin.


"Mungkin dia hanya penasaran dan bukan orang jahat.." gumam Diana.


Keesokan harinya, Claude pun pergi ke rumah sakit untuk bekerja seperti biasa. Ia melihat wanita yg tak pernah ia lihat sebelumnya di apartemen tersebut. Membuatnya bingung, kenapa apartemennya banyak orang baru. Ia pun pergi begitu saja setelah melihat gadis cantik itu keluar dari apartemen.

__ADS_1


Ya gadis itu adalah Diana, kini ia berubah menjadi seorang model. Ia merubah penampilannya habis-habisan agar tak dikenali. Ia merubah cara berpakaian yg feminim agar terlihat seperti model bukan mata-mata. Dengan lensa kontak yg merubah warna matanya dan juga wig. "Sempurna bahkan sampai dokter itu tak mengenaliku.." gumam Diana.


Ditengah-tengah misinya Diana sempat mendapat tawaran pekerjaan dan ia jadikan sebagai identitas baru untuk bersembunyi. Ia berharap Fabio dan orang-orangnya berhenti mencarinya.


Diana pun mengikuti pemotretan dan hidup dengan aman kini. Dan anak buahnya ia nonaktifkan sementara untuk bersembunyi hingga situasi aman dan kondusif. Sepulang bekerja Diana masuk ke apartemennya dan beristirahat.


Namun, Claude jadi terpikir untuk meminta bantuan Diana mencari ibu kandungnya. Karena melihat kemampuan Diana mengumpulkan informasi tentang ayahnya. Ia pun menghubungi Diana untuk berkunjung ke apartemennya. Dan Diana berkata akan datang.


Sementara Kenneth yg sedang menyamar pun mengetahui kalau Diana sudah bekerja sebagai model. Ia bingung karena tujuan Diana adalah mencari Fabio dan kabar saudaranya, kenapa sekarang malah menjadi model??..


Karena Diana tak mengaktifkan ponselnya, Kenneth pun tak ada cara lain selain masuk ke apartemen Diana. Ia pun datang sebagai kurir makanan.


"Tunggu sebentar.." ucap Diana.


"Diana ijinkan aku masuk.." ucap Kenneth dan Diana pun langsung mengenali Kenneth. Setelah melihat situasi Diana pun menarik Kenneth untuk masuk.


"Siapa yg menyuruhmu?" tanya Diana.


"Kau pasti tahu bukan siapa.." balas Kenneth.


"Baiklah, sekarang kau tahu aku baik-baik saja bukan.." ucap Diana.


"Kukira kau mau apa datang kemari ternyata hanya mengambil perkerjaan sebagai model." ucap Kenneth.


"Begitulah.." ucap Diana.


"Mau jus buah naga?" tanya Diana.


"Ya boleh.. " balas Kenneth.


Diana pun menyajikan jus buatannya pada Kenneth. Mereka pun meminumnya dan tiba-tiba bel berbunyi membuat keduanya terkejut.


Ting.. tong..


"Akh.. kapt kau tidak diikuti kan?" tanya Diana.


"Tidak mungkin.. tapi bersiaplah.." ucap Kenneth bersembunyi sementara Diana membuka pintu.


"Siapa?" ucap Diana.


"Aku.." balas Claude.


"Dr.Claude?" ucap Diana.


"Dr.Claude siapa lagi?? kekasihnya?? jadi jauh-jauh aku kemari untuk melihat mereka berduaan?" gumam Kenneth emosi.


"Ada apa?" tanya Diana setelah menyuruhnya masuk.


"Aku membawakanmu cake.. sepertinya aku punya permintaan.." ucap Claude.


"Katakanlah.." balas Diana.

__ADS_1


"Aku ingin kau.." ucap Claude namun Kenneth keluar dari persembunyian dan memotong ucapannya.


"Kau siapa dan ingin apa dari Diana?" ucap Kenneth membuat Diana dan Claude menoleh.


__ADS_2