
"Lihat hasilnya.. dia bukan anakku.." ucap Alfi tersenyum.
"Jangan lihat punyaku, aku yakin kau sudah menebaknya.. " ucap Alex.
"Selamat tuan Alex, kau akan memiliki keturunan.." ucap Alfi.
"Terimakasih.." ucap Alex terdiam.
"Ada apa tuan Alex?" tanya Alfi.
"Bisakah kau mamanggil Alex saja..?" ucap Alex.
"Oke, Alex.. ada apa?" tanya Alfi.
"Aku tak tahu harus berbuat apa pada wanita itu.. " ucap Alex.
"Kau bicarakan dengan wanita itu dari hati ke hati.. ingat wanita hamil sangat sensitif.." ucap Alfi.
"Apa yg harus kulakukan ? aku tak mau menikah tanpa cinta.." ucap Alex.
"Kau bicarakan saja, dan menikah atau tidak kau tetap harus memberi mereka nafkah.. " ucap Alfi.
"Baiklah.. aku akan menemui wanita itu nanti, " ucap Alex.
"Tidak, kau disini saja.. karena wanita itu akan segera kemari.." ucap Alfi.
"Oh, tidak.." ucap Alex.
Tok..Tokk.. Pintu pun diketuk dari luar dan nampak dua wanita hamil yg ingin memasuki ruangan tersebut.
"Silahkan masuk.. " ucap Alfi.
Nathalie dan Sofia pun masuk ke dalam. Sofia langsung duduk di samping suaminya sebelum Nathalie mengambil posisi itu.
"Cih, kau itu merebut tempatku.." ucap Nathalie.
"Benarkah? menurutku ini memang tempatku.." ucap Sofia.
"Cukup, sekarang terimalah hasil milikmu Nathalie.." ucap Alfi.
Nathalie pun menerima amplop tersebut dengan tangan gemetar, tapi semua sudah terjadi. Ia tak mau mengaku kalau ia berbohong, ia akan sangat malu karena sudah berbuat kekacauan di rumah sakit. Dan kini ia akan menjadi semakin malu setelah semua perbuatannya.
"Ada apa Nathalie? jangan membuatku penasaran.. " ucap Sofia.
"Kau itu tak sabar sekali.." ucap Nathalie yg langsung membuka amplop tersebut.
"Bagaimana Nathalie? apa kau sudah ingat siapa ayah dari janin itu..?" tanya Alfi.
"Aku.. " ucap Nathalie.
"Kalau kau malu maka aku akan membacakannya.." ucap Sofia.
Sofia pun tersenyum setelah membacanya, ia merasa sangat lega setelah melihat hasilnya.
"Akhirnya rumah tanggaku baik saja-saja.." ucap Sofia.
"Maaf.. " ucap Nathalie malu.
__ADS_1
"Ya aku memaafkanmu,.. dan aku membawakan ayah kandung janinmu.." ucap Alfi.
Alfi pun berdiri dan menuju ke ruangan rahasianya. Ia membuka pintu dan mempersilahkan Alex untuk keluar. Alex pun keluar dan Nathalie pun semakin terkejut.
"Jangan khawatir Nathalie, dia bukan orang jahat.. aku mengenalnya.. " ucap Sofia.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau?" ucap Nathalie yg langsung menutup mulutnya.
"Jadi dari awal kau memang sudah tahu kan Nathalie.." ucap Alfi kesal.
"Hai Nona Nathalie, lama tak jumpa.. aku sudah tahu semua yg terjadi disini.." ucap Alex.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?" tanya Nathalie.
"Tentu saja aku yg mencari tahu semuanya Nathalie, dan jangan remehkan kekuatanku dalam mencari seseorang.." ucap Sofia.
Nathalie pun semakin terdiam, dan Alex pun mengerti apa yg dirasakan Nathalie.
"Karena kalian sudah bertemu dan tahu kondisi Nathalie, kurasa kalian harus bicara dengan baik." ucap Alfi.
"Ya bicarakanlah dengan baik, ini mengenai masa depan anak kalian.." ucap Sofia.
"Kalian bisa memakai ruangan meeting yg kosong.. diskusikanlah disana masalah kalian.." ucap Alfi.
"Baiklah.." ucap Nathalie.
"Ikut denganku.." lanjut Nathalie pada Alex.
Mereka berdua pun menuju ke ruang meeting tersebut dan mendiskusikan masalah mereka. Sementara Sofia dan Alfi merasa lega karena berhasil menyelesaikan masalahnya.
"Sayang ayo kita cek kandunganmu.." ucap Alfi.
Mereka pun mengecek kandungannya dengan dokter Tamara. Tamara pun menyambutnya dengan ramah. Lalu Sofia diantarkan pulang oleh Alfi. Di luar nampak Nathalie dan Alex sedang berdebat.
"Apa kau tidak mau bertanggungjawab??" teriak Nathalie.
"Ya.. anak itu adalah kesalahan, memangnya tak cukup kompensasi yg kuberikan? aku bahkan memberikan uang bulanan untukmu.. " ucap Alex.
"Dasar ba****an..!" ucap Nathalie menampar pipi Alex.
"Kau bi***ch" ucap Alex.
"Hentikanlah..! kalian pikir ini tempat apa?? lihat kalian jadi mengganggu ketertiban rumah sakit." ucap Alfi kesal.
"Maaf.." balas Nathalie.
"Dan kau selesaikan diskusi ini di tempat yg seharusnya.." ucap Alfi.
"Alex, sebagai mantan temanmu kusarankan agar kau berfikir dengan matang sebelum mengambil tindakan.. anak itu tak bersalah dan Nathalie sudah menanggung beban ini berbulan-bulan dan aku tahu seperti apa rasanya mengandung.." ucap Sofia.
"Baiklah.." ucap Alex.
"Kita bahas ini nanti.." ucap Alex.
"Jika pria ini tak bisa dihubungi kau bisa menghubungiku.." ucap Sofia dan Nathalie hanya terdiam.
Sofia pun pulang bersama Alfi. Mereka berdua merasa masalah besarnya sudah terlewati dengan baik. Dan bisa menjalani masa kehamilan Sofia dengan tenang. Sementara Alex dan Nathalie sudah bukan tanggungjawab mereka lagi.
__ADS_1
"Aku senang sekali mereka berdua bertemu dan tak lagi menganggu kita." ucap Sofia.
"Iya kau benar, jadi kali ini kau mau apa? aku akan belikan apapun.." ucap Alfi.
"Hmm.. aku mau ice cream.." ucap Sofia.
"Oke aku akan ke mini market.." ucap Alfi.
"No, ku ingin ice cream B*****R*****n.. " ucap Sofia.
"Baiklah, mari kita ke tempatnya.." ucap Alfi.
Mereka pun menuju ke toko ice cream tersebut untuk membeli ice cream keinginan Sofia. Sofia pun puas memakan ice cream pesanannya dan bahkan Alfi membelikannya untuk dibawa pulang.
"Apa kau sudah puas?" tanya Alfi.
"Ya aku sudah puas.." ucap Sofia.
"Baiklah, apa ada lagi yg kau inginkan?" tanya Alfi.
"Memangnya kau tidak bekerja?" tanya Sofia.
"Hari ini aku free untukmu.. " ucap Alfi.
"Baiklah, aku mau ayam goreng.." ucap Sofia.
"Lagi?? kau tak bosan.." ucap Alfi.
"Tidak, aku menyukainya.." ucap Sofia.
"Oke.. kita akan membelinya.." ucap Alfi.
Mereka pun membeli ayam goreng pesanan Sofia. Kemudian saat kembali di tengah jalan Sofia melihat toko buah yg kelihatannya segar dan membelinya juga. Dan saat menuju ke apartemen, Sofia kembali mampir ke mini market untuk membeli camilan. Membuat Alfi tersenyum melihat kelakuan Sofia. Ia jadi lebih sering membeli makanan atau camilan.
Sesampainya di apartemen Sofia membereskan semua makanan yg ia beli. Setelah itu ia mencoba buah-buahan yg ia beli. Sofia pun memotong jeruk besar berwarna orange yg terlihat menyegarkan dimatanya. Yg kita tahu rasanya lumayan asam dan sedikit manis.
Alfi yg melihatnya pun sudah merasa jeruk itu asam hingga menelan air liurnya saat Sofia memakan jeruk tersebut dengan nikmat.
"Apakah tidak asam?" tanya Alfi.
"Ya sedikit tapi ini segar dan sehat.." ucap Sofia.
"Oke.. nikmatilah.." ucap Alfi yg duduk disampingnya. Dan setelah mencobanya, Alfi pun berekspresi lucu membuat Sofia tertawa.
"Ini asam sekali.." ucap Alfi.
"Memang, tapi menurutku ini masih bisa dimakan.." ucap Sofia yg terus melahapnya.
Sementara Nathalie pun sedang menjelaskan pada ibunya apa yg terjadi. Hingga ibunya mengajak Alex untuk bertemu dan membahas masalah tersebut.
"Jadi bagaimana??" tanya ibu Nathalie.
"Aku akan memberi kompensasi yg sesuai.. dan akan menemuinya saat ada waktu.." ucap Alex santai.
"Apa kau tak punya perasaan? putriku sudah menanggung malu selama ini, bukannya menikahinya kau hanya akan memberi uang?" tanya ibu Nathalie marah.
"Aku akui aku pun salah karena tak menggunakan penga-man. Tapi kami melakukannya tanpa paksaan, dan aku memang tak memiliki perasaan apapun pada putrimu.." ucap Alex.
__ADS_1
"Dasar kau..!" ucap ibunya Nathalie yg kesal dan memukuli Alex dengan tasnya. Alex pun jadi bulan-bulanan ibu Nathalie yg kesal. Hingga harus dipisahkan oleh petugas keamanan di cafe tempat mereka bertemu.