
Rose yg baru saja kembali pun segera diposisinya hingga pesta usai. Kemudian ia mengantarkan nona Felix kembali ke kediamannya. Suasana pun nampak sunyi dan semua orang nampak lelah setelah menghabiskan waktunya di pesta tersebut. Rose yg jam kerjanya habis pun kembali pulang ke apartemennya.
Tetapi di tengah jalan ia merasa diikuti. Dengan gerakan cepat ia menghindar dari orang yg ada dibelakangnya. Ia sangat kaget karena orang-orang tersebut merupakan bodyguard tuan Chris.
"Sial.. apa yg kalian lakukan?" teriak Rose.
"Kau ikut kami atau kami paksa.."
"Maaf jam kerjaku sudah habis.. jadi aku tak akan menurut begitu saja.. " balas Rose. "Sial sekali hari..!" umpatnya.
Rose pun mulai menghitung jumlah bodyguard yg mengepungnya. Dengan fokus ia menghindari setiap gerakan yg mereka arahkan kepadanya. Ia bahkan melancarkan beberapa serangan mematikan yg membuat beberapa dari mereka jatuh tersungkur.
"Sial gadis ini seperti rumornya..! ayo plan B"
"Oh apalagi ini?" gumam Rose sembari berfikir dan mengamati. Rose pun tak mau membuang waktu ia melancarkan tendangan mematikan dan pukulan mematikannya ke arah beberapa yg orang. Beberapa jatuh lagi namun tersisa 4 orang. "Sial.. kemana semua orang hingga tak ada yg melihat kejadian ini?" umpatnya kesal.
Rose yg dikepung pun beberapa kali berhasil bebas dan menyerang balik. Namun kali ini ia harus kalah karena saat tertangkap, mulutnya diberi sapu tangan yg sudah ada obat biusnya. Rose pun mulai gontai dan tetap mencoba untuk sadar dan melawan, hingga akhirnya ia pingsan tak sadarkan diri.
Rose yg sudah tak sadarkan diri kini telah dipapah masuk ke dalam mobil oleh orang suruhan Chris. Mereka membawa Rose menuju ke sebuah hotel.
"Kerja bagus!" ucap Chris ditelepon setelah mendapat kabar dari bodyguardnya. Kini Chris yg telah mengantar kekasihnya pulang pun senang bukan main. Dan ia membawa mobilnya menuju sebuah hotel.
Sementara Kenan yg berada di Jakarta, perasaannya sangat tidak menentu. Ia merasa kalau kakaknya sedang dalam bahaya. Karena pasangan kembar akan merasakan apa yg dialami saudara kembarnya, kurang lebih begitulah yg dialami Kenan dan Sofia. Mereka saling terhubung satu sama lain.
Entah kenapa Kenan malam itu sangat gelisah dan tidak bisa tidur. Ia memilih untuk standby di depan laptopnya, berharap kakaknya mengirimkan signal dan segera menghubungi tim SHIELD untuk menanyakan apa yg terjadi disana. Ia mendengar kalau kakaknya pulang larut dan mungkin saat ini ada dijalan pulang, mengingat Rose yg berpamitan saat pergantian. Namun itu tak cukup membuat Kenan lega, ia pun memberanikan diri untuk menelpon kakaknya namun ponsel Sofia tertinggal di mobil.
☘☘☘☘
Rose yg dipapah seseorang pun mulai sedikit sadar dan merasakan kepalanya yg berat efek dari obat bius yg diberikan. Ia pun pura-pura tertidur karena sudah pasti ia tak punya tenaga untuk melawan para bodyguard bertubuh besar yg membawanya.
__ADS_1
Tibalah mereka di kamar VIP yg sudah dipersiapkan oleh tuan Chris. Dengan hati-hati Rose direbahkan di tempat tidur, lalu ditinggalkan di kamar. Sementara mereka berjaga diluar menunggu tuannya datang. Rose pun diam sembari mengumpulkan tenaga dan kesadarannya. Lalu ia teringat cincin yg ada di jarinya, dan mungkin hanya itu caranya memanggil bala bantuan. Ia pun menekan diamond putih tersebut beberapa kali sembari mencoba untuk berfikir keluar dari hotel tersebut.
"Ken.. kumohon kirimkan bantuan.." gumamnya dalam hati seraya berdoa.
Tak lama tuan Chris pun tiba, dengan wajah senyum ceria ia masuk ke dalam kamar. Rose pun tahu kalau Chris tiba, dan ia tetap diam. Perlahan Chris mendekati Rose dan ingin membelai wajah cantiknya. Lalu dengan cepat Rose menangkisnya, "Ada apa tuan Chris?" tanya Rose dengan tatapan tajam.
"Wah ternyata kau sudah sadar Rose ku sayang.." balas Chris.
Rose pun bangun dan mendekati meja yg terdapat gelas berisi air.
"Kau haus? baiklah minum saja.." ucap Chris. Chris berfikir kalau Rose masih dalam pengaruh obat dan kalau melawan bodyguard diluar sana pasti akan mampu menangani Rose.
"Bukan tuan tapi ini jurus membangkitkan kesadaran.." ucap Rose lalu membenturkan gelas tersebut ke meja hingga pecah. Dan kini pecahannya ia gunakan untuk melukai dirinya agar kesadarannya bisa kembali.
"Tidak Rose.. tanganmu terluka..!" ucap Chris panik.
"Maaf tuan rasanya memang perih tapi cukup hebat untuk bisa sadar dan menghajarmu.. BUGHH..!" ucap Rose tanpa basa basi lagi langsung memberikan bogem mentah ke arah Chris saat ia mendekat. Hingga Chris mengeluarkan darah dari hidungnya dan pingsan.
"Ada apa tuan? " tanyanya saat masuk karena sedari tadi tuannya tak merespon panggilannya.
"Oh tuanmu ini sungguh lemah kawan, bahkan pingsan hanya dengan satu pukulan.." ucap Rose melilitkan handuk di sekitarnya untuk menutup luka di tangannya yg terus mengeluarkan darah.
"Dasar wanita licik..!" teriaknya yg langsung mendekati Rose dan ingin memukulnya.
Rose pun hanya diam dan berfikir sejenak, lalu ia mengambil vas bunga dan memukulkannya ke arah bodyguard tersebut. Prakkk...! Bodyguard tersebut pun jatuh dan kesakitan karena kini kepalanya berdarah terkena vas bunga keramik yg cukup berat.
"Satu jatuh.. dan masih ada 9 ekor lagi.. " gumamnya yg langsung keluar.
Saat ia melihat keluar, ternyata hanya bodyguard tersebut yg berjaga di lantai ini. Rose pun berjalan cepat sembari mencoba menyeimbangkan tubuhnya karena efek obat biusnya masih terasa. Ia pun teringat kalau ia masih menyimpan pistol di balik tubuhnya. "Fiuh.. untung aku masih membawa ini untuk jaga-jaga.." gumamnya.
__ADS_1
Ia pun mencari lift untuk turun dan keluar dari sana. Namun sialnya di lift ada beberapa bodyguard yg berjaga disana. Tanpa basa-basi Rose menembakkan pistol tersebut ke arah kaki mereka hingga mereka terjatuh. Dorr..Dorr..Dorr..Dorr..
"Arghhhhh..! "
"Dasar wanita kurang ajar.."
"Kalian yg menculikku tapi aku yg dituduh kurang ajar..!"ucap Rose.
Beberapa dari mereka bangkit, dan mereka pun baku tembak disana. Untungnya 1 lantai tersebut adalah milik tuan Chris jadi tak ada tamu lain disana. Rose pun menarik nafas dan mengintip ke arah bodyguard tersebut dibalik tembok. Saat ada kesempatan ia pun menembakkan pelurunya ke arah mereka, hingga mereka jatuh terkapar. Setelah melihat mereka jatuh, Rose pun mendekat dan mengambil amunisi milik mereka untuk pistolnya. "Kuharap ini cukup untuk melawan mereka yg ada di bawah.." gumam Rose yg sudah berada di dalam lift.
☘☘☘☘
Sementara Kenan yg menerima signal tanda bahaya dari Rose pun segera melacaknya. Ia kaget karena kakaknya berada di sebuah hotel. Lalu ia mencari tahu hotel tersebut. "Apa yg dilakukan kakak disana hingga ada dalam bahaya..?" tanyanya dalam hati. Tanpa pikir panjang, nama Alfi terlintas di benaknya.
"Benar Alfi.. aku harus meminta bantuannya lagi.." gumam Kenan yg langsung menghubunginya.
"Halo Ken.. ada apa?" tanya Alfi ditelepon.
"Aku akan mengirim lokasi kakakku.. dia mengirim signal bahaya dan kau cek kesana sekarang juga!" perintah Kenan.
"Tapi ken, aku kan seorang dokter.. kenapa tidak tim SHIELD saja.." balas Alfi.
"Mereka ada di hotel Xx.. ada dimana kau saat ini? nanti tim SHIELD menyusulmu.." ucap Kenan.
"Aku dalam perjalanan pulang.. baiklah aku akan memeriksa dulu.." balas Alfi.
"Iya cepat, mungkin kakakku dalam bahaya..! " perintah Kenan.
Telepon dimatikan dan Alfi kini membuka pesan berisi lokasi yg akan ia kunjungi, ternyata tak jauh dari tempatnya berada. "Bukankah Rose itu kuat? dan kenapa harus aku? tim SHIELD ada dimana, untung saja aku masih berada di dekat sini.." gumam Alfi yg bingung.
__ADS_1
Sementara Kenan berusaha menelpon tim SHIELD untuk meminta bantuan.