Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.56


__ADS_3

Keesokan paginya, Sofia pun terbangun dan melakukan ritual paginya seperti biasa. Dan jadwalnya hari ini ia akan pergi gym ketempat kemarin. Setelah mandi ia pun membuat sarapan dan menikmati sarapan paginya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan beberapa pesan pun masuk. Sofia nampak acuh dan membiarkannya karena sedang menikmati sarapan.


Setelah sarapan, barulah Sofia mengecek ponselnya apakah anak buahnya punya info terbaru. Dan ternyata Ben dan West mengiriminya pesan untuk datang ke gym hari ini sesuai jadwal. "Mereka semangat sekali.." gumam Sofia. Sementara Sofia masih santai dan mencuci pakaiannya di mesin cuci. Ia pun membereskan apartemennya yg agak berantakan.


Setelah selesai ia bersiap-siap untuk pergi ke gym. Sofia pun melajukan mobilnya menuju gym dan sesekali memperhatikan sekitar. Ia merasa ada yg mengikutinya. Hingga akhirnya ia menepikan mobilnya, mereka pun ikut berhenti dan turun mendekati Sofia.


"Permisi nona.." ucap pria berbadan tegap.


"Iya ada apa?" jawab Sofia masih ramah.


"Kami dari BlackStar, dan meminta nona untuk datang sore ini.." ucapnya lagi sembari memberikan sebuah kertas berisi alamat.


"Baiklah.. terimakasih.." ucap Sofia.


"Iya nona, Kami permisi kalau begitu.."


Mereka pun berlalu, dan Sofia kembali mengemudikannya menuju tempat gym. Ben dan West sudah menunggunya serta mengirimkan beberapa pesan. Sementara Sofia mengirimkan foto kertas tersebut ke anak buahnya untuk diperiksa.


Akhirnya Sofia pun tiba ditempat gym tersebut walau agak terlambat. Ia pun segera masuk dan disapa dengan ramah oleh receptionis kemarin. Sofia pun hanya tersenyum dan membalas dengan ramah pula. Kemudian ia berlalu menuju ruangan latihannya.


"Maaf coach menunggu lama, tadi ban mobilku kempes.." ucap Gracia beralasan.


"Oke.. setidaknya kau tiba dengan selamat.." ucap Ben.


"Hai Gracia.. selamat datang.." sapa West.


"Hai West, senang bertemu lagi denganmu.." ucap Gracia.


"Baiklah ayo kita mulai latihan hari ini.." ucap Ben.


Mereka pun berlatih dengan fokus dan sungguh-sungguh, hingga membuat Ben suka melatih mereka berdua. Keduanya nampak memiliki kekuatan yg hampir sepadan walaupun Gracia wanita. Dan Gracia aka Sofia, tidak menunjukkan semua kemampuannya mengingat misinya kali ini.


Selesai latihan, tubuh mereka pun sudah basah keringat. Kini Gracia mengambil botol minumnya dan meminum air untuk melepas dahaganya. Ia juga pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya yg basah keringat.


Setelah kembali, ia melihat West masih disana berbicara dengan Ben. Kemudian Ben pergi karena ia harus pergi dan berpamitan pada mereka berdua.


West pun mengajak Gracia berbicara.

__ADS_1


"Gracia.. mengenai semalam bolehkah aku bertanya?" tanya West.


"Tentu silahkan.." ucap Gracia.


"Apa tujuanmu masuk ke organisasi?" tanya West.


"Hanya mencari keuntungan, dan aku memang menjual barang-barang haram itu.. " balas Gracia santai.


"Oh jadi begitu, apa mereka sudah menghubungimu untuk segera membuat tatto?" tanya West.


"Belum, tapi pagi ini mereka datang memberiku alamat ini.." ucap Gracia memberikan alamat yg diberikan orang-orang BlackStar pagi ini.


"Ini maksudku, mereka memintamu untuk mentatto tubuhmu.." ucap West.


"Oh jadi begitu, apa ditatto itu sakit?" tanya Gracia.


"Lumayan, kusarankan untuk membuat tatto kecil saja.. kau kan wanita dan sepertinya tidak pernah ditatto.." ucap West.


"Ya kau benar, aku agak ngeri dengan jarum suntik dan sebagainya." ucap Gracia.


"Mau aku temani?" tanya West.


"Tidak, aku bisa keluar sore ini.." ucap West.


"Baiklah, kita bertemu di titik X.." ucap Gracia.


"Iya aku akan manunggumu disana.." ucap West.


Dan mereka pun harus mengakhiri pembicaraan karena West harus pergi mengurus pekerjaannya. Gracia pun pulang ke apartemennya dengan santai, ia cukup senang memiliki teman seperti West.


Sore hari yg dinanti pun tiba, Sofia tengah bersiap menuju tempat ia bertemu dengan West. Sebelumnya ia juga sudah menghubungi Noah dan juga Kenan. Kenan pun tidak terkejut karena memang BlackStar mengharuskan semua anggotanya wajib bertatto. Kenan menyampaikan kalau ia akan mencarikan dokter terbaik untuk menghapus tatto tersebut setelah misi Sofia selesai.


Serta Kenan juga menyarankan untuk mentato dibagian kaki saja, tepatnya dekat mata kaki. Dan Sofia pun menyetujuinya. Kenan paham akan keresahan kakak kembarnya karena ia juga merasakan apa yg dirasakan kakaknya. Hingga ia akan selalu membantu kembarannya tersebut.


Dan Sofia pun pergi menuju tempat ia akan bertemu West, disana West sudah menunggunya. Dan mereka pun berangkat beriringan. Bukan tanpa alasan karena West ingin Gracia tetap aman melihat orang-orang disana suka memanfaatkan wanita. Hal itu juga sudah ia sampaikan pada Gracia.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, tibalah mereka dilokasi. West yg sudah mengetahuinya pun menunjukkan arahnya pada Gracia. Dan tanpa diminta ia sudah menjadi penunjuk arah Gracia untuk mesuk ke dalam.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam pun, West menemani Gracia dan mengarahkannya pada orang-orang yg membuat tatto. Lalu selama setengah jam Gracia ditatto. Dan seumur hidupnya Gracia aka Sofia merasakan sakitnya jarum tatto. Entah mengapa ia merasa takjub pada orang-orang yg rela menahan sakit untuk ditatto di sebagian besar tubuhnya.


Setelah selesai mereka berdua pun pergi dari tempat tersebut. Dan West mengajak Gracia untuk makan di sebuah restoran.


"Bagaimana Gracia apakah sangat sakit?" tanya West tersenyum mengingat ekspresi Gracia yg kesakitan tadi.


"Nah kau ini, tentu saja sakit sekali tadi.. kalau sekarang sudah lebih baik.." ucap Gracia.


"Gracia aku bingung padamu, aku saja sejujurnya ingin berhenti dari organisasi tapi kenapa kau malah masuk?" ucap West heran.


"Aku hanya mengikuti alur saja West.. memangnya kenapa kau ingin berhenti..?" tanya Gracia penasaran.


"Alasannya aku ingin berubah dan hidup sehat.. kini aku tidak lagi mengkonsumsi barang haram tersebut dan Ben banyak membantuku melalui olahraga selama 6 bulan terakhir.." ucap West.


"Aku tak menyangka kau sedang berproses untuk berubah, lalu kenapa kau tak berhenti saja jadi anggota?" tanya Gracia.


"Mengatakannya mudah, tapi organisasi ini tak mudah melepaskan kita begitu saja.. Aku cukup syok melihatmu bergabung.." ucap West.


"Lantas apa saja yg mereka akan lakukan jika kita berhenti?" ucap Gracia.


"Mereka menghancurkan bisnis, bahkan membunuh mantan anggotanya dengan keji.." ucap West membuat Gracia terkejut.


"Sepertinya aku masuk ke kandang singa sekarang.." ucap Gracia.


"Apakah kau menyesal kini?" tanya West.


"Tentu saja tidak.. aku tak takut mati, jika mereka macam-macam aku akan melawan.. Dan jika aku bisa membuatmu keluar dari organisasi aku akan membantumu, tapi jika bisa ya.." ucap Gracia tersenyum.


"Terimakasih atas niat baikmu.. tapi jangan memaksakan karena mereka cukup berbahaya." balas West.


"Iya aku tahu.." ucap Gracia.


"Dan juga senang bisa berteman denganmu, karena mereka semua penjilat yg bisa menusukmu dari belakang.."ucap West.


"Wow.. aku juga senang mempunyai teman baru yg baik.. terimakasih atas infonya.." ucap Gracia tersenyum.


Mereka pun berbincang mengenai organisasi hingga malam hari. Gracia pun bertrimakasih karena West banyak membantunya dan memberikan banyak informasi mengenai BlackStar. Kemudian mereka memutuskan untuk berpisah karena malam mulai larut. Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


Dalam hatinya Sofia bisa tahu kalau West tulus membantunya. "Jika misiku berhasil maka kau bisa bebas West dari BlackStar.." gumam Sofia.


__ADS_2