
Setelah pekerjaannya usai Diana pun memilih untuk refreshing. Ia pergi belanja ke sebuah Mall sendirian karena Sarah sudah tak ada di negara ini dan momnya juga sibuk.
"Belanja sendiri tak masalah.." ucap Diana mengemudikan mobilnya memasuki mall.
Disana Diana berbelanja seharian, lalu pulang setelah merasa cukup. Ia pun menyiapkan keperluannya untuk misi berikutnya. Rasanya baru juga ia datang beberapa hari yg lalu tapi ia sudah akan pergi lagi. Dan sisa liburannya ia habiskan dengan berlatih atau mengunjungi kedua orangtuanya.
Hari keberangkatan pun tiba, kemarin Diana sudah berpamitan pada kedua orangtuanya. Kini ia berangkat sendirian ke markas dengan menggunakan taksi. Ia akan berangkat dengan timnya pagi itu juga menuju ke US.
"Kalian semua sudah siap?" tanya Kenneth.
"Siap kapt.."
"Bagus, jangan ada barang yg tertinggal. Aku tak mau menunggu kalian hanya karena ada yg ketinggalan.." ucap Kenneth.
"Siap kapt."
Kemudian mereka pun menuju ke bandara setelah memeriksa semua barang bawaan. Mereka terbang pagi itu juga menuju ke US. Dan akan tiba pada pagi hari.
Setelah melalui perjalanan yg panjang, mereka pun tiba di US. Mereka langsung ditempatkan di sebuah hotel dan diberikan waktu untuk istirahat selama 1 hari. Kenneth pun meminta semua anak buahnya untuk beristirahat dan dilarang untuk keluar atau berjalan-jalan untuk menghindari resiko dan kejadian tak terduga.
"Kalian tak boleh ada yg keluar dari hotel ini. Kalian makan dan istirahat saja hari ini.. Mengerti..!" ucap Kenneth.
"Siap kapt."
"Bubar ke kamar masing-masing." perintah Kenneth.
"Baik kapt."
Masing-masing pun pergi ke kamarnya dan beristirahat. Semua pun menurut dan tak ada yg berani melawan Kenneth. Mereka hanya istirahat dan makan di hotel tersebut.
Keesokan harinya mereka menuju ke markas untuk menerima misi. Mereka pun mendengarkan dengan baik penjelasan Kenneth dan tim yg ada di US. Kasus kali ini adalah menyelidiki temuan obat-obatan jenis baru yg dikemas layaknya permen. Mereka semua pun sedikit terkejut karena kemasannya benar-benar seperti permen.
"Jadi misi kali ini adalah menyelidiki darimana asal usul obat tersebut.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.."
"Dan aku akan menjelaskan rencana kali ini. " ucap Kenneth dan mereka semua memerhatikannya dengan baik.
Misi kali ini terbilang sulit karena mencaritahu obat-obatan jenis baru yg belum banyak beredar. Hingga mereka harus berpencar dan menyamar sebagai konsumen obat-obatan dan membeli beberapa pcs.
Malam hari mereka pun menyebar ke beberapa titik. Diana kali ini satu tim dengan Kenneth. Mereka berdua masuk ke sebuah bar dan mencari informasi. Namun, setelah bernegosiasi ternyata mereka tak menjual apa yg mereka cari. Kejadian itu juga terjadi pada tim lain. Hingga usaha mereka malam ini tak membuahkan hasil.
"Kami juga tak menemukannya kapt."
"Kami juga."
"Apa kita sedang dipermainkan?" tanya Kenneth.
"Bisa jadi kapt.." ucap Diana.
"Ya.. bukan tidak mungkin mereke menyembunyikannya rapat-rapat. "
"Baiklah, besok kita coba lagi.." ucap Kenneth.
Keesokannya mereka kembali berpencar, dan benar saja mereka sedang ditipu karena kedatangan mereka sudah terendus. Semua tim kecuali Diana dan Kenneth pun tertangkap karena mereka dikeroyok dan dipukul di bagian belakang kepala. Mereka dibawa ke suatu tempat dan hendak dihabisi.
"Dimana kita?"
__ADS_1
"Sepertinya di dalam sebuah mobil."
"Iya benda ini bergerak.." ucap mereka berbisik.
"Sstt.. kita harus menyelamatkan diri.." ucap salah seorang.
Mereka ber-8 pun berhasil melepaskan ikatannya dan bukan tak mungkin mereka mampu mengalahkan musuh mereka karena jumlah mereka cukup banyak.
Sementara Diana dan Kenneth, merasa curiga. Karena ada yg terlihat mengawasi mereka.
"Kapt, mereka.." ucap Diana berbisik.
"Aku tahu.." ucap Kenneth.
"Aku akan pura-pura tertangkap dan mencari informasi.." ucap Diana.
"Tapi Diana.." ucap Kenneth.
"Ini, alat pelacaknya ada di dalam bajuku.. kau bisa melacakku dari sini." ucap Diana.
Dan Diana pun tertangkap saat ia memisahkan diri dari Kenneth. Kenneth pun bersembunyi di suatu tempat dan mengawasi. Saat alat Diana mulai bergerak Kenneth pun mengikutinya. Ternyata Diana dibawa ke dalam sebuah mobil putih.
Sementara rekan mereka berjumlah delapan berhasil meloloskan diri dan segera menghubungi Kenneth.
"Hallo kapt.."
"Ada apa?" tanya Kenneth.
"Kami sempat tertangkap dan hampir dihabisi, taoi kami berhasil melarikan diri.. "
"Baik kapt.."
Mereka pun menerima lokasi yg dikirimkan Kenneth dan segera menyusul. Sementara Diana sudah sadar dari tadi dan hanya diam mendengarkan.
"Ini kesempatan kita untuk bertemu bos besar.."
"Benar, bos Fabio bahkan jauh-jauh datang kemari.."
"Tapi kenapa bos menginginkan wanita ini?"
"Aku tak tahu, mungkin wanita ini tahu sesuatu.."
"Baiklah kita ikuti saja.."
Mereka pun sampai disebuah lokasi, tepatnya disebuah rumah. Diana pun masih berpura-pura tertidur. Mereka membawa Diana ke dalam rumah tersebut dan mengikatnya.
Disana Fabio sudah menunggu Diana dan ia menggunakan masker agar wajahnya tak diketahui. Diana pun disiram dengan air di wajahnya agar ia segera sadar.
"Bangunlah gadis kecil.."
Byurr..
"Akh.." ucap Diana.
"Jadi ini generasi penerus SHIELD.. tidak sehebat ibumu.." ucap Fabio.
"Kau ini berkata apa?" balas Diana.
__ADS_1
"Aku tahu segala tentang dirimu, nama aslimu Diana. dan nama ibumu Sofia lebih tepatnya pemimpin SHIELD kini.." ucap Fabio.
"Benarkah? kau hebat sekali.." puji Diana.
"Reaksimu tidak terduga nona manis." balas Fabio.
"Lalu, aku harus bereaksi apa tuan Valentino.. hmm maaf tuan Fabio.." balas Diana.
"Kau..!" ucap Fabio.
"Aku kenapa tuan? " tanya Diana.
"Tak kusangka kau banyak mengetahui tentang diriku. Sekedar informasi saudaramu sudah mati jadi percuma saja jika kau berusaha mencarinya.." ucap Fabio.
"Siapa yg mencarinya, aku justru mencarimu.." balas Diana.
"Sekarang kita sudah bertemu.. apa yg akan kau lakukan..?" tanya Fabio.
"Apa ya? mungkin berkenalan dengan om-om yg ada di hadapanku.." balas Diana.
"Berani sekali kau memanggilku om-om.." ucap Fabio.
"Lalu kau mau kupanggil kakek? kan tidak mungkin kau belum setua itu.." balas Diana.
"Lancang sekali kau ja***ng." ucap Fabio mencengkram rahang Diana.
"Kenapa? aku cantik? mirip ibuku?" tanya Diana santai.
"Dasar percaya diri sekali, tapi kuakui kau mirip ibumu.." balas Fabio.
"Lantas apa yg akan kau lakukan terhadapku?" tanya Diana.
"Aku akan membunuhmu seperti aku membunuh saudaramu.." jawab Fabio.
"Oke.. alasan yg masuk akal. " balas Diana.
"Kau tidak marah atau emosi?" tanya Fabio heran dengan sikap Diana dari awal yg terkesan santai dan tak emosi seperti Sofia.
"Aku hanya tak mau jadi cepat tua jika marah-marah.. " balas Diana.
"Kau gadis yg menarik, tapi sayang nyawamu takkan bertahan lama.." ucap Fabio.
"Kau orang yg kesekian ribu berkata demikian, tapi yg kutahu nyawaku ada ditangan Tuhan.." balas Diana.
"Ck.. lihat saja aku akan membakarmu hidup-hidup..! agar semua keluargamu menganggap ini adalah kecelakaan.." ucap Fabio.
"Lakukanlah karena aku kedinginan habis kau siram air.." balas Diana.
"Ck.. dasar gadis sombong..!" ucap Fabio yg keluar dan memerintahkan anak buahnya untuk menyiramkan rumah tersebut dengan bensin untuk membakar Diana.
Sementara Diana, ia sudah berlatih keras untuk menyimpan amarahnya dan semua emosinya ketika menghadapi musuh, dan ia pun berhasil. Kini saat Fabio tengah keluar ia berusaha untuk melepaskan diri. Peralatan pemberian Kenan berfungsi dengan baik. Hingga ia bisa melepaskan tali yg mengikat di tubuhnya dengan menggunakan gelang yg ia pakai. Gelang yg jika diregangkan dapat mengeluarkan pisau tajam yg mampu membelah tali.
Setelah itu Diana kabur dari tempat tersebut. Walaupun Fabio sudah menyalakan api, dan keadaan didalam sudah mulai mengeluarkan asap, Diana tak menyerah dan berhasil keluar dengan memecahkan kaca jendela.
Praankkkk..!
"Cepat kalian lihat darimana suara itu berasal.." perintah Fabio.
__ADS_1