
"Tujuan kami mencari sepasang suami istri.. mereka orang penting bagi atasan kami.." ucap Bagus.
"Baiklah.. kalian diijinkan menginap selama 3 hari dipulau ini.. dan dihari ketiga kalian harus pergi.." ucap kepala suku.
"Terimakasih banyak tuan.." ucap Bagus.
"Kalian akan dipandu oleh anak buahku, dan akan tinggal di gubuk khusus bagi pendatang baru" ucap kepala suku.
"Baik tuan.." balas Bagus.
Kemudian kepala suku menunjuk anak buahnya untuk membawa mereka ke sebuah gubuk bambu. Mereka pun mengikutinya dan diminta beristirahat disana. Digubuk itu hanya ada tempat tidur beralaskan tikar ala kadarnya. Dan mereka pun diam disana menunggu instruksi dari kepala suku.
Sementara dirumah kepala suku, beberapa tetua sedang berkumpul dan menanyakan prihal ketiga orang asing tersebut bersama tuan Guido.
"Guido apa yg membuatmu membawa masuk orang asing?" tanya kepala suku bernama Ren.
"Tuan Ren, mereka mencari salah seorang pemimpin mereka yg menghilang.. dan menemukan jejak dari sebuah kain tenun yg dibeli oleh perusahaan D'Textile" ucap Guido.
"Tapi pengrajin itu orang suku asli kita dan tidak ada orang asing yg berani masuk kemari.. semua rumor dan usaha sudah kita lakukan agar desa ini tetap terjaga.." ucap kepala suku.
"Benarkah? apa anda benar-benar yakin pengrajin tersebut orang asli suku ini?" tanya Guido tak percaya.
"Tentu, kau datangilah rumah pengrajin itu besok bersama mereka dan anak buahku.. " ucap kepala suku.
"Baiklah tuan, dan saya hanya membantu orang baik yg telah berjasa pada desa ini.." ucap Guido.
"Ya kalau mereka macam-macam, nyawa mereka hanya tinggal menghitung jam." ucap kepala suku.
Desa yg mereka dirikan merupakan desa yg tidak terjamah bukan karena alesan, tapi memang jika ada pengunjung maka menimbulkan banyak kekacauan dan keributan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menciptakan rumor mengerikan yg bisa membuat orang-orang takut untuk datang. Mulai dari binatang buas, hingga desa berhantu yg tak berpenghuni mereka coba sebarkan hingga orang-orang takut mendekati pulau tersebut.
Keesokan harinya, mereka diajak berkeliling mengunjungi para perajin tenun tersebut. Tapi tak ada tanda-tanda dari atasan mereka, membuat mereka harus terus bersabar dan mengikuti arahan kepala suku. Mereka juga melihat proses membuat kain tenun tersebut. Dan sudah dipastikan atasan mereka tak ada disini, jika berdasarkan apa yg mereka lihat dan yg mereka dengar.
__ADS_1
"Hhh.. nampaknya tuan dan nyonya tidak ada disini.." ucap Bagus pada kedua rekannya.
"Iya kita besok harus sudah pulang dengan tangan kosong.." ucap Wendy.
"Sudahlah, jangan khawatir nona tidak akan marah dan misi kita juga berjalan mulus walau tanpa hasil.." ucap Catur.
"Iya, malam ini kita tidur lebih awal karena besok kita akan melakukan perjalanan panjang.." ucap Bagus.
Dan mereka bertiga pun beristirahat di gubuk kecil tersebut.
☘☘☘
Namun didalam hutan tepatnya disebuah goa, sepasang suami istri nampak tengah beristirahat. Mereka menyalakan api unggun dan tidur berpelukan. Tidak ada lagi ranjang empuk apalagi selimut hangat yg ada hanya kain tenun yg dijadikan selimut mereka dan beralaskan tikar.
"Sayang kapan kita bisa pulang?" ucap Reina.
"Aku tidak tahu, yg jelas disini aman tapi memang sulit mendapatkan alat transportasi.." ucap Satria.
"Iya, sudah membaik.. sebentar lagi aku akan meminta bantuan pada kepala desa untuk membantu kita keluar dari sini.." balas Satria.
Bukan tanpa alasan mereka tinggal di dalam goa, tapi karena mereka bersembunyi dari BlackStar yg mengincar mereka sampai ke desa. Mereka berhasil melarikan diri dan menghajar beberapa orang di pesawat. Lalu Satria mengemudikan pesawat tersebut dan terjun dengan parasut. Satria terluka di beberapa bagian karena baku tembak dengan mafia BlackStar. Lalu ia menyelinap di sebuah kapal yg membawa mereka ke desa ini. Sialnya saat mereka tiba, datang sebuah perampok untuk merampok desa tersebut. Satria pun membantu warga desa tersebut dan mengusir perampok tersebut.
Warga yg tidak mempercayai orang asing pun mulai menerima Reina dan Satria di desa mereka. Tapi Satria tak ingin nyawa warga desa dalam bahaya jika BlackStar tahu dimana mereka berada. Jadi ia memilih untuk tinggal disebuah hutan, dan menempati goa yg aman sesuai arahan kepala desa. Disana Reina pun mengobati dirinya dan juga Satria. Serta berpesan pada warga desa untuk merahasiakan keberadaan mereka.
Kepala desa pun merahasiakan ini dari Guido karena memang Guido sering keluar-masuk pulau. Ia tak ingin Guido membawa orang asing yg akan mengacaukan desa mereka. Apalagi mereka berhutang nyawa pada pasangan Reina dan Satria.
Disana Reina juga mengajari mereka peradaban untuk membantu kehidupan mereka. Reina lah yg memberikan pola tenunan buatannya pada warga desa agar mereka bisa mencari nafkah dan tidak terbelakang. Dan tenunan baru yg mereka buat laris dipasaran, bahkan dipesan perusahaan D'Textile.
Kedatangan Bagus dan teman-temannya pun dirahasiakan karena takut membahayakan desa mereka. Mereka akan menceritakannya pada Satria saat mereka sudah pergi dari desa.
Kini Bagus dan yg lainnya sudah bersiap untuk pulang, mereka sudah berkemas dan bersiap-siap karena sudah membuat laporan tertulis. Mereka pun berpamitan pada kepala desa dan beberapa warga.
__ADS_1
Tuan Guido pun ikut bersama mereka keluar dari desa. Setelah mendapatkan signal, Wendy pun mengirim laporan pada Sofia dan juga Doni. Mereka pun hanya bisa pasrah karena itu adalah jejak terakhir Reina dan Satria.
Doni pun menarik nafas panjang. "Mungkin sudah saatnya pencarian dihentikan.." gumamnya.
Sementara, Sofia sudah mempelajari tentang obat-obatan terlarang. Walaupun hanya tahu secara umum, tapi sudah cukup untuknya menjalankan misi ini. Sofia juga sudah mendapatkan email dari Wendy, ia hanya bisa pasrah mendengar berita tersebut. "Harus kemana lagi aku mencari? atau mereka sedang ditahan BlackStar.." gumam Sofia.
Berita itu juga sudah sampai ke telinga Kenan. Ia hanya bisa bersabar dan terus mencari informasi tentang BlackStar. "BlackStar kalian sudah membuatku sangat kesal.." gumamnya yg sedang berada di ruangannya.
Doni pun mengumpulkan Sofia dan Kenan untuk melakukan rapat terakhir sebelum Sofia berangkat menuju US. Kini mereka pun sudah tiba di markas SHIELD.
"Sofia apa kau sudah siap?" tanya Doni.
"Iya kek, aku sudah siap." jawab Sofia.
"Kak.. berhati-hatilah dan ingat semua yg kau pelajari beberapa hari ini.." ucap Kenan.
"Kalian sudah dengar tentang laporan tim bagus bukan?" tanya Doni.
"Sudah kek.." balas Kenan dan Sofia bersamaan.
"Ini adalah upaya terakhir kita, dan kini fokuslah pada BlackStar.. Mungkin saja kita akan mendapat informasi dari mereka.." ucap Doni.
"Iya kek, aku yakin mereka pasti tahu sesuatu.. " ucap Sofia.
"Aku juga berpikiran sama dengan kakak.." balas Kenan.
"Sofia.. apapun yg terjadi aku mohon pulanglah dengan selamat.." pinta Doni.
"Tentu kek.." ucap Sofia.
Mereka bertiga pun berpelukan sebelum berpisah besok. Bima yg hadir pun ikut terharu melihat perjuangan mereka.
__ADS_1