
Sofia pun makan bersama Alice dan aunty Dina. Mereka mengobrol hangat dan membuat Dina teringat pada sahabatnya, Reina. Dengan ragu-ragu ia menanyakan perkembangan pencarian sahabatnya pada Sofia.
"Maaf Sofia, jika aunty menyinggungmu tapi bolehkah aunty menanyakan perkembangan tentang pencarian ibumu? jujur aunty sangat khawatir.." ucap Dina yg sebenarnya tak tega menanyakan hal ini.
"Tidak apa aunty, kita kan sudah seperti keluarga. Untuk sekarang kami masih akan terus mencari, doakan saja yg terbaik.." balas Sofia dengan tenang.
"Baiklah, kalau kau butuh bantuan aunty selalu siap mendukungmu.." ucap Dina.
"Terimakasih aunty, aku dan keluargaku pasti akan selalu mengabari perkembangannya.." balas Sofia tersenyum.
"Yasudah makanlah yg banyak, aunty sudah memasaknya untukmu.. " ucap Dina tersenyum.
"Terimakasih aunty, semuanya rasanya enak.." ucap Sofia.
Dan mereka pun makan sembari membahas obrolan ringan. Dina pun tak tega menanyakan kabar Reina lebih lanjut. Melihat Sofia setegar itupun Dina sudah bersyukur artinya baik Sofia maupun Kenan sangat dewasa menghadapi masalah ini.
"Rei dimanapun kau berada, kau harus bisa pulang dengan selamat.. kami semua menunggumu.." gumam Dina dalam hati.
Setelah selesai makan, Sofia pamit pulang karena anak buahnya sudah datang untuk menjemputnya. Dina pun tersenyum dan kembali mengucapkan terimakasih pada Sofia atas bantuannya pada Alice hari ini.
"Hati-hati dijalan Sofia.." ucap Dina.
"Iya aunty, sampai jumpa.." balas Sofia.
"Kakk.. tunggu.." teriak Alice.
"Ada apa Alice?" tanya Sofia.
"Ini bawalah pulang, untuk kakak dan kak Kenan.." ucap Alice tersenyum memberikan paper bag berisi makanan.
"Baiklah, terimkasih Alice.. Aku pamit pulang ya.. " ucap Sofia.
"Iya kak hati-hati.." balas Alice.
Sofia pun masuk ke dalam mobil dan melaju menuju rumahnya. Ia mulai merasakan ngilu pada kaki dan juga tangannya yg tadi habis melawan para perampok. "Belum juga sembuh total, sudah ada lagi luka baru.. semoga kakek tidak tahu.." gumamnya dalam hati.
Sesampainya di rumah, ia kaget melihat ada mobil hitam terparkir di halaman rumahnya.
"Oh My God.." gumamnya yg tahu siapa datang.
Sofia yg tahu kakeknya berkunjung pun hanya bisa pura-pura stay cool masuk kedalam menemui kakeknya.
"Wah kakek kapan tiba?" ucap Sofia tersenyum.
"Baru saja.." ucap Doni lalu berbalik ke arah Sofia.
__ADS_1
Doni yg awalnya ingin marah-marah pun tersenyum melihat Sofia memakai dress cantik dan sepatu heelsnya. Doni pun melupakan amarahnya dan tersenyum lebar.
"Wah kau cantik sekali.. siapa yg mendandanimu begini? apakah Alice?" tanya Doni.
"I-iya kek.. apakah cocok?" balas Sofia.
"Sangat cocok, sesekali berpakaianlah seperti ini.." ucap Doni tersenyum.
"Iya kek.. " balas Sofia.
"Kau sering-seringlah main bersama Alice, dia lebih tahu cara berpakaian cantik.. kakek suka melihatmu begini.." ucap Doni.
"Baiklah kek, tapi Alice kn jarang kesini kalau tidak sedang berkunjung.." ucap Sofia.
"Kalau begitu, kaulah yg mengunjunginya sesekali.." balas Doni.
"Iya baiklah.. kakek sudah makan?" tanya Sofia.
"Belum, kau mau makan dimana?" ucap Doni.
"Tidak, tadi aku habis mengantar Alice, dan dia memberiku banyak makanan.. kalau kakek mau kita bisa makan bersama.. Kenan juga sebentar lagi pulang.." ucap Sofia.
"Baiklah, sesekali kita makan bertiga dirumahmu.." ucap Doni.
"Oke.. kakek tunggu dibawah saja.. aku mau mandi dulu.." ucap Sofia.
Sofia pun meminta pelayan disana untuk menghangatkan makanan pemberian Alice dan memberi kakeknya minuman dan camilan. Lalu ia baru naik ke kamarnya dan membersihkan diri.
Doni yg baru ingat niatnya memarahi Sofia pun menarik nafas kasar. "Aku kemari kan ingin memarahi gadis gila itu.. belum juga sembuh tapi sudah berkelahi lagi.. ahh dasar gadis itu suka sekali membuatku khawatir.." gumam Doni.
Kenan yg baru saja tiba pun terkejut melihat mobil kakeknya. Ia pun segera masuk dan menyapa kakeknya. Lalu ia bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri karena kakeknya akan menunggunya untuk makan bersama Sofia. Dan sore itupun mereka makan bertiga, membuat Sofia dan Kenan sedikit terhibur karena tidak makan berdua lagi.
Setelah makan, Kakeknya menceritakan maksud dan tujuannya datang kemari. Ia ingin membahas masalah kepergian Sofia nanti bersama tuan Guido.
"Jadi apa kau sudah menentukan kapan akan berangkat?" tanya Doni.
"Seminggu lagi kek.." ucap Sofia.
"Kak, seminggu lagi ada acara ulang tahun perusahaan, usahakan untuk datang.." ucap Kenan.
"Benarkah?" tanya Sofia.
"Tentu, kau pasti sudah lupa.." balas Kenan.
"Iya kau harus hadir, sebagai pemimpin kau mestinya menunjukkan dirimu.. " ucap Doni.
__ADS_1
"Baiklah Kek, mungkin 10 hari lagi aku baru berangkat.."ucap Sofia.
"Bagus.. dan hubungi tuan Guido untuk memastikan.." ucap Doni.
"Lalu kakak akan berangkat sendiri? ajaklah seseorang dari SHIELD.." ucap Kenan.
"Iya aku sudah memikirkannya Ken, mungkin aku minta rekomendasi dari paman Bima nanti.." balas Sofia.
"Ya mintalah pada Bima, dia lebih tahu dan berpengalaman.. terutama dia yg paling hafal anak buahnya yg cocok untuk misimu ini.." balas Doni.
"Baiklah kek.. nanti aku kabari jika semua sudah beres.." ucap Sofia.
"Tentu.. dan ingat hari ini aku berniat untuk memarahi mu..!" ucap Doni.
"Apa kesalahanku kek kali ini?" tanya Sofia.
"Kau masih saja tidak sadar..! kau itu terluka tapi terus menerus bertarung, beruntung kali ini kau bertemu preman kelas teri..!" ucap Doni kesal.
"Iya kan aku harus menyelamatkan Alice.." ucap Sofia membela diri.
"Kan kau bisa saja kabur dan meminta bantuan anak buahmu.. " ucap Doni.
"Kek.. kalau preman kelas teri saja aku minta bantuan mereka, aku pasti akan diremehkan.. dan juga instingku tak bisa membiarkan orang-orang seperti mereka lepas begitu saja.." balas Sofia.
"Oke, untuk kali ini kakek maafkan.. tapi jika nanti kau terluka lagi, kakek takkan memberimu ijin untuk pergi ke pulau antah berantah itu..!" ucap Doni kesal.
"Baiklah kek, aku akan menurutimu.." ucap Sofia.
"Bagus.. dan pada acara nanti kau harus hadir.. " ucap Doni.
"Dan Kenan, kau hubungi desainer langganan ibumu.. buatkan kakakmu ini baju yg layak.." perintah Doni.
"Baik Kek.." balas Kenan.
"Memangnya selama ini aku pakai baju tak layak Kek?" tanya Sofia.
"Ya siapa tahu saja kau pakai baju ala-ala bodyguard.. " ucap Doni menebak.
"Baiklah.. nanti aku akan menemui desainer tersebut dan memakai pakaian yg bagus.. lihat saja semua pasti akan melihat ke arahku.." ucap Sofia.
"Kenan, nanti kirimkan aku alamat desainer tersebut.. aku yg akan mengunjunginya.." ucap Sofia. "Kenapa sih kakek bisa tahu rencanaku, aku kan tak suka jadi pusat perhatian" gumam Sofia dalam hati.
"Oke.. baguslah kalau kakak yg kesana.." ucap Kenan.
"Oke.. ingat kodratmu sebagai wanita wahai cucuku.." balas Doni tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah kek.." balas Sofia pasrah.