
Alfi pun dilarikan ke rumah sakit, dan tim alfa masih terus mencari jejak mereka. Sementara Sofia sangat terpukul mendengar kejadian yg menimpa Alfi. Belum hilang rasa paniknya kehilangan putranya, kini suaminya malah mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.
"Ibu, jaga Diana baik-baik.. aku akan ke rumah sakit .." ucap Sofia.
"Baiklah sayang, ibu akan menjaganya dengan baik.." ucap Reina.
Sofia pun pergi menuju rumah sakit sembari menghubungi tim alfa tentang kemajuan pencarian putranya. Mereka masih belum menemukan jejaknya. Akhirnya Sofia memutuskan untuk ke rumah sakit menemui Alfi. Harapan satu-satunya adalah Max. Sofia berharap Max tidak mengkhianatinya.
Setelah tiba di rumah sakit, ia menuju ke ruangan Alfi dirawat. Ia melihat suaminya dengan kepala diperban dan tangan diperban.
"Apa yg terjadi ini?" ucap Sofia menangis.
"Sofia suamimu baik-baik saja, hanya luka di kepala dan tangannya patah.. dia akan pulih seperti sedia kala.." ucap Nathalie.
"Kenapa bencana terus terjadi bertubi-tubi?" ucap Sofia.
"Sofia, ikut bersamaku.. suamimu butuh waktu istirahat.." ucap Nathalie.
Nathalie pun membawa Sofia ke sebuah taman untuk menenangkannya.
"Sofia minumlah, tenangkan dirimu.." ucap Nathalie.
"Terimakasih Nath.." balas Sofia.
"Aku tak tahu siapa musuhmu, tapi kau harus tetap kuat untuk menghadapinya.." ucap Nathalie.
"Iya kau benar.." balas Sofia.
"Dion pasti ditemukan aku yakin itu.." ucap Nathalie.
"Harus ditemukan Nath.. aku akan mengerahkan segalanya.." ucap Sofia.
"Kau harus terus semangat, karena Diana juga pasti membutuhkanmu.." ucap Nathalie.
Deg.. Sofia pun teringat kalau anaknya bukan hanya Dion tapi ada Diana yg masih membutuhkannya.
"Akh ibu macam apa aku? kenapa aku melupakan Diana.." ucap Sofia.
"Sofia kau tidak melupakannya, kau hanya teralihkan oleh semua kejadian hari ini.. kau tidak meninggalkan Diana sendirian dirumah bukan?" tanya Nathalie.
"Tentu tidak, Diana bersama ibuku.." ucap Sofia.
"Ya, kau tidak sepenuhnya melupakan putrimu.." ucap Nathalie.
"Terimakasih Nath.." ucap Sofia.
"Bagaimana kabar Sarah putrimu?" tanya Sofia.
"Dia tumbuh dengan sehat, aku dan ibuku bergantian merawatnya.. walaupun masih dibantu pengasuh bayi.." ucap Nathalie tersenyum.
"Kau sekarang lebih banyak tersenyum.." ucap Sofia.
__ADS_1
"Ya.. kehadiran Sarah dihidupku merubah segalanya.. Dia seperti cahaya yg menerangi hiduku, dia membawa kebahagiaan terbesar dan aku tak menyesal telah melahirkannya.." ucap Nathalie.
"Kau sudah menjadi ibu yg baik.." ucap Sofia.
"Kau juga ibu yg baik, ingat pesanku kau jaga dirimu.. Diana juga membutuhkanmu, dan yakinlah Dion akan ditemukan.." ucap Nathalie menggenggam tangan Sofia.
"Terimakasih Nath.." ucap Sofia memeluk Nathalie.
"Sama-sama.." ucap Nathalie yg membalas pelukan Sofia sembari memberi semangat padanya. Ponsel Nathalie pun berdering, dan ia langsung mengangkatnya. Setelah itu ia berbicara pada Sofia.
"Suamimu sudah sadar, kau bisa menemuinya.." ucap Nathalie.
"Ayo kita kesana.." ucap Sofia.
Sofia pun menemui Alfi diruangannya, dan Nathalie meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.
"Sayang, kau sudah sadar.." ucap Sofia menangis.
"Sayang jangan menangis.. maafkan aku, aku kehilangan jejak Dion.." ucap Alfi.
"Ya.. tidak apa, kuharap tim alfa segera menemukannya.." ucap Sofia.
"Aku juga berharap begitu.. Bagaimana dengan Diana?" tanya Alfi.
"Diana baik-baik saja, ibu yg menjaganya.." ucap Sofia.
"Syukurlah, mereka tak membawa keduanya.." ucap Alfi.
"Max? kau yakin?" tanya Alfi.
"Ya.." ucap Sofia.
"Baiklah kalau kau percaya.." ucap Alfi.
Setelah itu Alfi menyuruh Sofia pulang untuk merawat Diana. Dan ia akan berada di rumah sakit karena ada perawat dan orang-orangnya disana. Sofia pun menurutinya dan kembali pulang. Saat pulang, Sofia dihubungi ibunya kalau sekarang mereka akan tinggal di mansion milik Kenan yg letaknya dekat dengan markas SHIELD.
"Ibu kenapa mendadak sekali?" tanya Sofia.
"Karena ini darurat Sofia dan adikmu sudah kembali.." ucap Reina.
"Apa?? siapa yg mengabarinya?" tanya Sofia.
"Kemungkinan orang-orangnya.. sudah kau cepat kemari.." ucap Reina.
"Baik bu.." ucap Sofia mengendarai mobilnya menuju ke alamat mansion milik Kenan.
Setibanya disana, Sofia langsung turun dari mobil karena mobilnya sedang dicek. Setelah aman barulah mobilnya bisa terparkir di halaman.
"Kak.. " ucap Kenan.
"Kenan, bagaimana kau bisa kemari? bukankah kau sedang berlibur?" tanya Sofia.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa berlibur jika keponakanku dalam bahaya.." ucap Kenan.
"Masuklah dan ceritakan segalanya.." ucap Kenan.
Setelah masuk, Sofia pun menceritakan segalanya pada Kenan. Kenan beserta istrinya pun terkejut mengenai kabar kebebasan Vall. Kenan pun siap membantu pencarian Dion. Dan Sofia diminta untuk beristirahat.
☘☘☘
Disebuah hotel, nampak Vall sudah kewalahan menghadapi Dion. Bayi laki-laki itu selalu menangis hingga membuatnya pusing. Ia menolak susu formula yg diberikan, dan terus menangis meski sudah diganti popoknya.
"Apa yg kalian lakukan?? buat bayi itu diam!!" perintahnya.
Akhirnya, Vall menyewa pengasuh bayi untuk merawat Dion. Dan pengasuh tersebut adalah orang-orang Max. Dion pun akhirnya bisa meminum susu setelah berbagai produk susu dicoba.
"Kan kalau kau diam, aku jadi bisa istirahat.. " ucap Vall memandangi wajah bayi mungil tersebut.
Sesuai rencana Vall akan berangkat besok pagi, dengan menyewa pesawat yg telah dia siapkan agar tak diketahui oleh SHIELD. Namun, ia akan berpura-pura menaiki pesawat penerbangan biasa untuk mengecoh mereka.
Di malam hari, saat semua orang mulai lengah, Max pun beraksi. Ia akan membawa Dion kembali dibantu oleh sang pengasuh bayi. Setelah yakin bayi laki-laki itu tertidur dan Vall juga telah tertidur di kamarnya setelah meminum obat tidur yg telah dicampurkan ke minumannya, barulah Max masuk ke kamar hotel tersebut. Dengan melumpuhkan anak buahnya Vall, Max masuk ke dalam. Lalu di pengasuh bayi memberikan Dion pada Max, dan ia meminum obat tidur agar pura-pura dibius oleh Max.
Max pun pergi dengan cepat, tapi langkahnya kalah cepat dengan anak buah Vall. Ia harus berlari dengan cepat sembari membawa Dion agar tidak menangis. Tapi Dion yg sangat sensitif pada suara pun langsung menangis saat mendengar bunyi pistol ditembakkan.
Max pun berlari hingga ia menuju ke atap. Ia terdesak dan tak bisa melawan karena harus menjaga Dion tetap aman.
"Haha.. aku tak menyangka SHIELD yg begitu hebat hanya menyuruh seorang kemari.. kau letakkan bayi itu atau aku tembak bayi itu.." ucap Vall setelah mendapat laporan anak buahnya.
Dengan terpaksa Max, meletakkan Dion yg sudah berada digenggamannya.
"Bagus.." ucap Vall.
Dan saat itu juga Max melompat ke bawah lalu menyelinap melalui balkon tersebut dan kabur entah kemana.
"Cari pria itu..!" perintah Vall.
"Baik tuan.."
"Dan 3 jam lagi kita berangkat.. sebelum mereka menyerang kembali kita harus berpindah tempat.. " ucap Vall.
Sementara Max, ia menyelamatkan diri dengan bersembunyi di mobilnya. Ia menunggu Vall keluar dari hotel dan akan mengikutinya. Untungnya ia tak terluka parah, hingga masih bisa mengintai.
Max pun menghubungi Sofia untuk menyiapkan pasukan, karena menurutnya Vall akan segera meninggalkan negara tersebut. Sofia pun langsung menyelidikinya bersama anak buahnya. Dibantu oleh Kenan yg menyelidiki penerbangan besok. Dan ditemukan nama Vall disalah satu penumpang.
"Ini pasti jebakan, tak mungkin ia dengan begitu mudah naik penerbangan biasa.. " ucap Kenan.
"Kupikir juga begitu.." ucap Satria.
"Jadi kak, apa kata Max?" tanya Kenan.
"Ia masih menunggu mereka di hotel tersebut, dan meminta kita untuk berhati-hati jika tak mau Dion dalam bahaya.." ucap Sofia.
"Mereka sungguh licik dan kejam, menjadikan bayi sebagai sandera.." ucap Kenan geram.
__ADS_1
Diana yg semula tenang pun tiba-tiba menangis dengan kencang, membuat Sofia berlari dan segera menggendongnya. "Sepertinya kau merasakan kalau Dion dalam bahaya.." ucap Sofia menggendong dan menenangkannya.