
Sofia pun kesal bukan main melihat Alice diperlakukan bak pelayan dan dimarahi. Mereka tak tahu saja keluarga Alice juga keluarga kaya di Indonesia, walau tak sekaya dirinya dan Kenan. Sofia mengepal geram, apalagi Vall menekannya dengan pernikahan akhir bulan ini. Sambil memijat keningnya ia berusaha berfikir apa solusi yg tepat.
"Aku tak ingin menikah dan ingin Alice serta keluargaku aman, bagaimana ya?" gumam Sofia.
Kenan pun datang menghampirinya.
"Kau tak apa?" tanya Kenan.
"Tidak, aku cukup stress kali ini.." ucap Sofia.
"Kak kau apakah akan benar-benar menikah dengannya?" tanya Kenan.
"Menurutmu?" balas Sofia.
"Jangan pernah menikah dengannya kau harus membatalkannya.." ucap Kenan.
"Aku juga inginnya begitu, tapi siapa yg akan mengurus Alice?" tanya Sofia.
"Kan ada aku.." balas Kenan.
"Kau mampu membobol akses Vall dan mencari video serta foto tersebut?" tanya Sofia.
"Ya, aku akan mencobanya.. kau hubungkan disk ini di laptopnya.." balas Kenan.
"Oh tidak, aku benar-benar malas menemuinya.." ucap Sofia.
"Kak kita harus bergerak.." ucap Kenan.
"Baik aku mengerti.." ucap Sofia.
"Dan ini rencanaku.. kita batalkan pernikahan tepat di hari H.. Kau bebaskan Alice dan hapus segala bukti-bukti Alice.." ucap Sofia.
"Baiklah, deal.." ucap Kenan.
"Deal, Vall biar aku yg akan mengurusnya beserta anak buahnya.. kupastikan kali ini bukan pernikahan tapi perang.." ucap Sofia.
"Ini baru kakakku.." ucap Kenan.
Setelah berbincang dengan Kenan Sofia melancarkan aksinya. Ia mengajak Vall bertemu di kantornya. "Semoga berhasil.." gumam Sofia dalam hati.
Dan Vall sangat senang tunangannya mau mengunjunginya di kantor. Apalagi Sofia bilang ingin makan siang bersama.
Sofia pun melajukan mobilnya menuju D'Textile. Ia kembali ke perusahaan itu, bukan sebagai bodyguard tapi sebagai tunangan Vall. Dan ia merasa kesal menjadi tunangan Vall.
Sofia tiba disana tepat sebelum jam makan siang. Sofia berharap bisa menemukan laptop Vall saat disana.
Saat datang ia langsung ke meja resepsionis dan langsung diantarkan menuju ruangan Vall. Ruangan yg dahulu ia jaga di depan pintu, kini ia bebas masuk begitu mudah.
Sofia pun duduk disana dan melihat laptop Vall. Ia segera menelepon Kenan.
"Ken aku sudah diruangannya.." ucap Sofia menggunakan earphone.
"Bagus.. aku sedang berusaha mengurus Cctvnya." ucap Kenan.
"Aku akan berpura-pura melihat meja Vall.." balas Sofia.
"Ya.. tunggu beberapa menit lagi.." ucap Kenan.
"Jangan terlalu lama takut pria itu tiba.." balas Sofia.
Sofia pun melihat-lihat ruangan tersebut. Ia melihat beberapa pajangan dan foto-foto Vall. Juga prestasi Vall di kantor. Ia melihat beberapa dokumen di meja dan juga bingkai foto pertunangannya dengan Vall kemarin.
"Sepertinya baru kemarin.. tapi dia benar-benar memajang foto ini.." gumam Sofia.
Tak berapa lama Kenan pun menghubunginya.
__ADS_1
"Kak cepat lakukan.." ucap Kenan di telepon.
"Baik.." balas Sofia.
Dengan cekatan Sofia menyalakan laptop tersebut. Dan ia bingung dengan paswordnya.
"Terkunci.." ucap Sofia.
"Coba kau buka.. dengan tanggal lahir atau apalah.." balas Kenan.
"Baik.." ucap Sofia.
Sofia pun memasukkan beberapa tanggal, mulai dari tanggal lahir mereka berdua, hingga yg terakhir tanggal pertunangannya. Dan kode itupun terpecahkan.
"Berhasil .. " ucap Sofia yg langsung menancapkan disknya.
"Baiklah, aku akan mencarinya.." ucap Kenan.
Kenan pun berusaha sementara Sofia harap-harap cemas takut Vall kembali. Kenan yg bekerja sembari menatap layar Cctv di hadapannya pun harus lebih ekstra fokus. Hingga akhirnya ia menemukan file yg ia cari dan mendownloadnya. Butuh waktu beberapa menit hingga Vall menuju ruangan tersebut begitu mendengar Sofia tiba.
"2 menit lagi.." ucap Kenan.
"Bagaimana Cctv..?" tanya Sofia.
"Vall sudah keluar dari ruang meeting." ucap Kenan.
"Pasti ia sedang berjalan kemari.." ucap Sofia.
"Sabar.. sebentar lagi.. " ucap Kenan.
Sofia pun menyuruh mata-matanya untuk mengulur waktu agar Vall tiba di ruangannya agak lama. Dan orang tersebut pun berhasil melakukannya. Ia tak sengaja menabrak Vall yg sedang berjalan dengan alasan sedang terburu-buru.
Brak..
"Maaf tuan Vall aku sedang terburu-buru dan aku memang bodoh.." ucapnya lagi.
"Iya.. kau tak apa? kertasmu jadi kotor.. lain kali hati-hati.." ucap Vall.
"Tak apa tuan, yg penting anda memaafkanku.. kertas ini masih bisa aku fotocopy lagi.." ucapnya.
"Baiklah, lain kali hati-hati dan aku pasti memaafkanmu.." balas Vall.
"Terimakasih tuan.." ucapnya yg berhasil menghambat Vall selama 3 menit.
Kembali ke Sofia.
"Berhasil.. cepat kak cabut disknya.." pinta Kenan.
Dengan cepat Sofia mencabutnya dan mematikan layar laptop tersebut. Ia pun kembali duduk disofa dengan tenang. "Syukurlah aman.." ucap Sofia.
"Vall mendekat.. bersiaplah.." ucap Kenan melihat Cctv.
"Ya.." balas Sofia, lalu ia pun mematikan earphonenya agar Vall tak curiga.
Vall pun tiba dengan wajah senang.
"Sayang kau mengunjungiku.." ucap Vall.
"Ya.. aku mengunjungimu karena banyak yg harus kita urus.. bukankah begitu?" balas Sofia tersenyum.
"Ya.. maaf jika aku terburu-buru.." balas Vall dengan senyum penuh kemenangan.
"Oke.. jadi kita akan makan siang dimana?" tanya Sofia.
"Di resto sekitar sini.. kebetulan sudah jadi langgananku.." balas Vall.
__ADS_1
"Baiklah, kebetulan banyak yg ingin kubahas.." ucap Sofia.
Vall pun menaruh berkas-berkas ditangannya dan menarik tangan Sofia untuk segera pergi dari tempat tersebut.
"Ayo kita jalan.." ucap Vall menggandeng tangan Sofia dengan erat.
"Iya.." balas Sofia.
Mereka pun berjalan bergandengan tak peduli banyak pasang mata memperhatikan. Hingga mereka tiba di mobil Vall dan melaju menuju resto.
Sampai di resto mereka memesan tempat privat. Mereka pun duduk sambil berhadapan, dan Vall masih menggenggam tangan Sofia dan menciumnya .
"Apa kau senang bersamaku..?" tanya Vall.
"Ya begitulah asal kau jadi manusia biasa.." ucap Sofia.
"Ya aku tahu kadang aku mengerikan.." ucap Vall tersenyum.
"Baiklah jadi bagaimana dengan baju pengantinnya? kita harus menyiapkannya jauh-jauh hari, lalu gedung pernikahan dan segala pernak-perniknya yg merepotkan.." balas Sofia mengingat kemarin saat pertunangannya.
"Kau tenang saja, biar ibuku yg akan mengurusnya.. kita cukup berkunjung ke desainer ibuku dan mengukur baju kita" ucap Vall.
"Benarkah?? syukurlah aku lega.. " ucap Sofia.
"Memangnya kenapa?" tanya Vall.
"Itu merepotkan, mengingat pertunangan kemarin.." ucap Sofia.
"Haha.. maaf itu takkan terjadi lagi.. besok mau coba ke tempat desainernya.." ucap Vall.
"Tentu.." balas Sofia.
Mereka pun makan siang bersama dan berbincang sedikit masalah pernikahan. Terutama gedung yg akan dipakai, hingga Sofia bisa dengan mudah menaruh anak buahnya untuk mengontrol situasi. Lalu mereka kembali ke kantor, dan Sofia pamit pulang.
Di perjalanan Sofia ditelepon Kenan.
"Kau sudah selesai?" tanya Sofia.
"Ya aku dapat banyak kak.." ucap Kenan.
"Bagus.. aku sebentar lagi tiba.." balas Sofia.
Tak berapa lama Sofia pun tiba di apartemen. Dan langsung saja ia bergabung dengan Kenan melihat semua bukti-bukti itu.
"Vall gila bisa mendapatkan bukti-bukti ini padahal aku sudah memusnahkannya.." ucap Kenan.
"Mungkin mantan manager Alice yg kudengar waktu itu yg berkomplot dengan Vall.." ucap Sofia.
"Iya sepertinya memang dia.." ucap Kenan.
"Kau sudah menghapusnya di laptop Vall?" tanya Sofia.
"Ya dan aku meninggalkan sedikit hadiah untuk Vall." ucap Kenan.
"Dasar nakal sekali adikku ini.." ucap Sofia.
"Habisnya dia mengganggumu terus.." ucap Kenan.
"Kerja bagus Kenan, ingat kita tidak tahu Vall membuat salinannya atau tidak dan aku akan menangkap manager tersebut." ucap Sofia.
"Kau juga kak, mari kita lakukan bersama.." ucap Kenan.
"Baik.. aku akan melakukannya dengan sempurna.." ucap Sofia.
Mereka pun berbincang panjang lebar tentang rencananya.
__ADS_1