Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP286


__ADS_3

Fita dan Kim pun pergi ke bar tersebut untuk meminta bukti tambahan berupa cctv. Setibanya disana, Kim dan Fita langsung menghubungi pihak-pihak terkait tapi langkah mereka dipersulit. Sesuai pernyataan Stefani pihak Derrick menyembunyikan cctv bar tersebut dan menyuap mereka semua.


"Maaf nona, saat itu cctv kami sedang rusak.."


"Benarkah?" tanya Fita.


"Benar.."


"Kalau rusak kenapa tidak langsung diperbaiki? bukankah bar ini cukup berkelas? " tanya Fita.


"Maaf nona, hanya informasi itu yg bisa kami berikan.."


"Kau yakin tidak berbohong pada kami,?" tanya Fita.


"Nona, sebaiknya anda pergi sebelum kami memanggil petugas keamanan.."


"Sepertinya kau berbohong, aku menemukan foto-foto ini si social media kalian. Dari foto tersebut nampak cctv kalian baik-baik saja.." ucap Fita menunjukkan foto.


"Kalau kami bilang rusak ya rusak.. nona dan tuan silahkan pergi darisini.." usirnya.


"Tidak akan sebelum aku mendapatkannya.." ucap Fita.


Pria itu pun menekan tombol darurat dan datanglah pria berbadan kekar.


"Aku sudah memperingatkan kalian.." ucapnya saat para pria tersebut datang.


"Oh tidak.." ucap Fita takut melihat pria berbadan kekar tersebut.


"Nona mundur dan cari tempat yg aman.." ucap Kim.


Fita pun mundur dan bersembunyi sementara Kim menghadapi mereka semua.


"Oh kau bawa bodyguard rupanya.."


"Silahkan maju.." ucap Kim.


Bughh..buggh..bughh..


Kim pun berhasil menjatuhkan beberapa orang. Namun, 2 orang yg tersisa berusaha melukainya dengan pisau.


Sett..Settt..Sett..


Kim pun menghindar dan memukul balik hingga pria itu jatuh, dan sisa satu orang lagi, ia kemudian mengambil pisau rekannya yg terjatuh di lantai lalu menendang Kim hingga jatuh.


Dan dengan cepat orang tersebut menyodorkan pisaunya ke arah leher Kim.


"Jangan bergerak jika tak mau mati dengan cepat.."


Kim pun diam dan hendak melepaskan diri saat ada kesempatan. Fita yg melihat hal itu pun kesal dan ingin membantu Kim. Fita melihat sebuah pentungan yg terlempar dan meraihnya.


"Dasar licik.." gumam Fita.


Fita pun mendekat dan Kim bersikap tenang karena tahu Fita ingin memukul lawannya.


Bughhh...


Fita pun memukul kepala pria tersebut hingga pingsan. Kemudian ia merasa lega karena Kim selamat.


"Tuan Kim kau tidak apa?" tanya Fita.


"Kau itu nekat sekali, untung dia tak sadar kau ada disana.." ucap Kim.


"Aku tak tahan melihatnya.." ucap Fita.


"Tapi terimakasih.." ucap Kim.


"Sama-sama.. ayo kita laporkan kejadian ini.." ucap Fita.


"Bagaimana caranya?" tanya Kim.


"Aku memasang kamera kecil disini.." ucap Fita.

__ADS_1


"Ternyata kau sudah memperhitungkannya.." ucap Kim.


"Tentu, ayo kita bergerak.." ucap Fita.


Setelah melaporkan kejadian, para preman tersebut pun ditangkap dan mau tak mau pihak bar memberikan rekaman cctv tersebut. Kim dan Fita pun tersenyum. Kerja sama mereka membuahkan hasil.


"Terimakasih tuan Kim atas kerjasamanya.." ucap Fita.


"Sama-sama nona, kita berhasil membantu nona Diana." ucap Kim.


"Kalau begitu aku pulang dluan.." ucap Fita.


"Baiklah.." ucap Kim tersenyum.


Sebuah pemandangan langka dimana seorang sekertaris Kim tersenyum karena biasanya pria itu sangat dingin dan kaku. Ia merasa Fita adalah gadis pemberani walaupun ia bisa saja terluka saat membantunya. Tapi Fita tetap memukul pria tersebut bahkan memikirkan rencana dengan membawa kamera kecil di tasnya.


"Gadis yg baik, sama seperti nona.." gumam Kim dalam hati.


☘☘☘


Hari berikutnya Kim dan Fita ditugaskan oleh Diana untuk mencari bukti-bukti kejahatan Derrick. Dan mereka berdua bekerjasama dengan baik hingga memperoleh banyak bukti.


Setelah selesai mengumpulkan semua bukti mereka beristirahat di sebuah cafe dan memesan makanan. Baik Kim maupun Fita sama-sama ada didepan laptop mereka. Yg satu merapikan file bukti, dan yg satu mengurus pekerjaan kantornya yg tertunda.


"Akhirnya selesai juga.." ucap Fita.


"Bagus.." ucap Kim.


"Tuan, apa kau sedang sibuk?" tanya Fita.


"Ya.. aku masih harus mengerjakan pekerjaan kantor.." ucap Kim.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu." ucap Fita.


Fita pun menikmati makanan yg ia pesan, sembari sesekali mengecek data-data dan pekerjaan lainnya. Keduanya saling menyibukkan diri, dan sesekali curi pandang untuk berbicara.


"Ada apa nona Fita?" tanya Kim merasa diperhatikan.


"Aku mau pamit pulang, tapi kau serius sekali.." ucap Fita.


"Kau sangat peka, kupikir kau itu tidak sadar aku perhatikan.." ucap Fita merapikan barang-barangnya.


"Begitulah.." balas Kim. "Tentu saja, dulu kan aku bekerja sebagai mata-mata.." gumam Kim dalam hati.


"Oke.. aku duluan tuan Kim, sampai berjumpa lagi besok.. ingat ya kalian harus menjaga saksi dan juga korban.." ucap Fita.


"Kau juga hati-hati, bukan tidak mungkin kau menjadi korban." ucap Kim.


"Oke.. sampai jumpa.. " balas Fita.


Fita pun menaiki mobilnya menuju ke rumahnya, diperjalanan ia dibuntuti oleh orang tak dikenal yg membuatnya takut. Kemudian Fita teringat kata-kata terakhir Kim untuk berhati-hati.


"Ishh.. kenapa mereka begitu berbahaya.." umpat Fita.


Kemudian Fita menelpon Kim untuk meminta pertolongan.


"Ada apa nona?" tanya Kim di telepon.


"Perkataanmu benar tuan Kim, saat ini aku sedang diikuti.." ucap Fita.


"Kau ada dimana?" tanya Kim.


"Sekitar jalan Xx.. aku sengaja berputar-putar.." ucap Fita.


"Baiklah, aku akan kesana.." ucap Kim.


"Terimakasih.. aku sungguh takut mereka menabrakku.." ucap Fita.


Belum sempat Fita menutup telepon mobilnya pun dihantam dari belakang.


Brakkk...

__ADS_1


"Akh.." teriak Fita.


"Nona Fita, kau tidak apa?" tanya Kim.


"Mereka mulai menabrak mobilku tuan Kim.. tolong.." ucap Fita.


"Kau harus mengatur kecepatan dan jarak.. " ucap Kim.


Brakkk..


Mobil Fita pun kembali ditabrak.


"Kau harus cepat.. lewati jalur F yg sepi dan kau bisa mempercepat laju mobilmu.." ucap Kim.


"Baik, aku akan mencobanya.." ucap Fita.


Sementara Kim langsung melaju ke lokasi. Fita pun mengikuti saran Kim dan menuju ke jalur F yg sangat sepi. Disana Fita mengebut dan berhasil membuat jarak. Kim pun terus mengawasi lewat telepon.


"Bagaimana nona?" tanya Kim.


"Aku berhasil, tapi mereka masih terus mengejar.." ucap Fita.


"Terus pertahankan kecepatanmu, aku sebentar lagi tiba.." ucap Kim.


Fita pun berhasil menghindar dan mengatur jarak, tapi mereka membawa senjata api dan menembak ke arah mobil Fita.


Dorr..Dorr..


"Akhh... " teriak Fita.


"Nona.. apa yg terjadi?" tanya Kim.


"Mereka menembak ke arah mobilku.. cepat Kim aku tak mau mati muda.." ucap Fita.


"Aku sudah melihat mobil mereka kau tenang dan fokus, hindari tembakan.." ucap Kim.


"Bagaimana bisa?? mataku harus lurus ke depan saat mengemudi.." ucap Fita.


"Pakai spionmu.. " ucap Kim.


"Terserah kau saja, aku akan berusaha semampuku." ucap Fita yg mulai ketakutan dan menghindari tembakannya.


Sementara Kim yg sudah melihat mobil mereka pun mulai melancarkan aksinya. Ia menembaki mobil tersebut.


Dorr..Dorr..


Kini fokus mereka pun beralih pada Kim, dan berhenti menembaki Fita. Kim pun terus menembak hingga salah satu penembak yg ada di depannya jatuh.


Tapi justru mereka kembali menembak ke arah Fita, dan tepat mengenai ban mobilnya hingga laju mobilnya oleng. Sebisa mungkin Fita menggir dengan aman.


"Kim tolong.. ban mobilku tertembak.." ucap Fita.


"Menepilah perlahan.." ucap Kim sembari terus menembak.


Dorr..Dorr..Dorr..


Semua penembak di mobil tersebut pun tumbang, menyisakan sang pengemudi. Dan Kim menabraknya hingga terpental ke arah bahu jalan.


Brakk..


Si pengemudi pun menyerah dan tim SHIELD pun tiba di lokasi. Mereka semua diamankan. Dan Fita ia berhasil menabrak pohon tapi kondisinya baik-baik saja. Kim pun menuju ke mobilnya dan melihat kondisinya.


"Nona.." ucap Kim lalu memukul kaca belakang untuk membuka kunci di depan.


Brakkk.. prankk..


Saat mobil terbuka, Fita sudah pingsan dan ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Beruntung lukanya ringan, hingga ia bisa langsung keluar dari rumah sakit pada malam harinya.


"Terimakasih tuan Kim.." ucap Fita.


"Ya sama-sama.. kau itu berharga untuk menyelamatkan perusahaan nona.." ucap Kim.

__ADS_1


"Nona Diana bilang kau harus tinggal di hotel yg sudah dipersiapkan karena takut akan ada penyerangan kembali.." ucap Kim.


"Baik tuan Kim." ucap Fita menuruti Kim.


__ADS_2