
Siang itu Vall sedang bersama William pergi ke sebuah restorant. Kebetulan di restourant itu pula Sofia dan Alfi sedang makan siang. Vall pun melihat ada seseorang yg tak asing di pandangannya. Ia pun terus memerhatikan orang tersebut yg tak lain adalah Sofia. Dan saat ia yakin itu adalah Sofia ia pun kesal karena Sofia tengah bersama pria lain. Pria tersebut adalah dokter yg sempat ia pekerjakan di mansionnya.
"Siall..! Will apa kau tidak mengecek latar belakang dokter kemarin yg mengobati Sofia?" tanya Vall.
"Aku sudah mengeceknya tuan, dan ia sama sekali tak ada hubungannya dengan nona.." ucap William.
"Tapi mengapa mereka sedekat itu?" tanya Vall menunjuk ke arah Sofia dan Alfi.
"Kemungkinan, dokter itu juga bagian dari SHIELD tuan, ia berhasil memanipulasi catatannya agar bisa masuk ke mansion.. Maafkan atas kelalaianku tuan.." ucap William.
"Karena sudah bertemu ayo kita hampiri.." ucap Vall.
"Tu-tunggu tuan.." ucap William mencegah.
"Ada apa lagi?? sudah kau ikut denganku saja.." ucap Vall.
Saat sedang mengobrol, Alfi pun terkejut karena ada Vall dan William di hadapannya, tepat dibelakang kursi Sofia.
"Alfi siapa di belakangku?" tanya Sofia.
"Vall.." jawab Alfi geram.
"Selamat siang Sofia.. akhh.." ucap Vall kesakitan karena tiba-tiba Sofia memundurkan kursinya dan menabrak tubuh Vall.
Sofia pun langsung berpindah ke sebelah kursi Vall.
"Apa kau belum juga jera tuan Vall?" tanya Sofia.
"Aku takkan jera untuk mendapatkanmu Sofia.." ucap Vall.
"Sayangnya Sofia dan keluarganya sudah membenci anda tuan Vall.." ucap Alfi.
"Kau pasti dokter gadungan yg kemarin.. dasar kurang ajar.." ucap Vall lalu mendekat dan hendak memukul wajah Alfi, tapi Alfi mendorong kursi di dekat Vall hingga ia terjatuh.
Dukk..
"Akhh dasar kau..!" ucap Vall kesal karena terjatuh.
"Anda tidak apa tuan? " tanya William.
"Ya aku tidak apa.." ucap Vall bangkit dari jatuhnya.
Sementara Sofia dan Alfi langsung meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.
"Kau harus dihajar rupanya.. ehh.. Will dimana mereka?" tanya Vall.
"Mereka kabur kesana tuan, aku akan mengejarnya.." ucap William.
"Ayo cepat sebelum mereka pergi jauh.." ucap Vall.
Lalu Sofia dan Alfi yg sudah melajukan mobilnya mereka dengan cepat meninggalkan restourant.
"Gerakan yg bagus Al.." ucap Sofia.
"Ya, untunglah aku sudah membayar tagihannya terlebih dahulu tadi.." ucap Alfi.
"Mereka masih mengincarku.. Aku akan bertindak setelah ini.. " ucap Sofia.
__ADS_1
"Ya aku akan membantumu.." ucap Alfi.
"Terimakasih Al.." ucap Sofia.
"Sementara kita berdiam diri saja Sofia, jangan keluar dari apartemen.. dan gunakan masker ini agar mereka tak mengenali kita.." ucap Alfi.
"Lalu kau mau kemana?" tanya Sofia.
"Aku akan mengembalikan mobil ini, karena mereka sudah tahu nomor platnya.." ucap Alfi.
"Baiklah, ayo cepat.. aku takut mereka mengikuti kita.." ucap Sofia.
Dan mereka pun tiba di tempat sewa mobil untuk mengembalikannya. Kemudian mereka langsung pulang dengan menaiki taksi.
"Mereka nampaknya tak mampu mengejar kita Sofia.." ucap Alfi yg terus memantau situasinya.
"Ya Al.. semoga saja begitu.." ucap Sofia.
☘☘☘
Sementara Vall dan William tengah berdebat.
"Kemana si dokter bodoh itu membawa nona? " umpat William.
"Will, apa kau yakin mereka lewat sini?" tanya Vall.
"Ya tuan, tapi entah kemana lagi seterusnya. Mereka cepat sekali.." ucap William kesal.
"Kau saja yg lambat, padahal sudah pakai mobil mahal.. " ucap Vall.
"Maaf tuan, aku akan meminta bantuan dari anak buahku.." ucap William.
"Ya tuan.." jawab William sembari sibuk menghubungi anak buahnya. "Ck.. tuan Vall semenjak jatuh cinta jadi seperti orang gila..!" umpat Willam dalam hati yg mulai jengah dengan tingkah bosnya.
Dan mereka pun menemukan mobil yg dikendarai Alfi di sebuah tempat penyewaan mobil.
"Akhh.. dasar aku dibodohi kali ini.." gumam William dalam hati setelah menemukan info dari anak buahnya.
"Will mengapa ekspresimu kesal begitu, jangan bilang berita buruk dari anak buahmu?" tanya Vall.
"Ya tuan, mobil yg mereka tumpangi hanya mobil sewaan dan sekarang sudah dikembalikan di tempat sewa. Kita kehilangan jejak.." ucap William.
"Akh.. dasar dokter sialan itu benar-benar kurang ajar..!" umpat Vall kesal dan menendang jok kursi di depannya.
Bughh..Bughh..
"Aku akan meminta mereka untuk memantau situasinya tuan, karena nona sudah ada di negara ini kita tak perlu repot cari di tempat lain.." ucap William.
"Kau benar Will, cepat cari lokasi Sofia sampai dapat.." perintah Vall.
"Ya tuan.." ucap William.
☘☘☘
Kenan pun tengah melobi pemilik jet pribadi ilegal tersebut untuk memberitahu penumpang yg naik di hari kejadian ibunya meninggal.
"Bagaimana?" tanya Kenan pada anak buahnya.
__ADS_1
"Aku mendapatkannya tuan setelah susah payah merayunya, aku juga mengancamnya akan melaporkan pekerjaan ilegalnya.."
"Lalu mereka terbang kemana?" tanya Kenan.
"Italia tuan, bahkan aku mendapat rekaman dari cctv disana.."
"Bagus.. cepat kirimkan padaku.." ucap Kenan lalu mematikan telepon.
Satria yg berada di dekatnya pun penasaran dan bertanya langsung.
"Bagaimana Ken? berhasil?" tanya Satria.
"Tentu saja ayah, mereka sekarang ada di negara ini.." ucap Kenan.
"Akh dasar bedah licik itu..! aku akan memerintahkan anak buahku untuk melacak semua aset milik Vall karena ia pasti menyembunyikan ibumu disana.. " ucap Satria.
Satria pun menghubungi anak buahnya untuk melacak semua aset milik Vall. Kemungkinan besar istrinya disembunyikan disalah satu aset pribadi miliknya. Dan dengan cepat tim SHIELD menemukan berbagai aset pribadi milik Vall. Kemudian mereka memeriksanya dan mengintai ke semua aset milik Vall.
"Sekarang aku tinggal menunggu saja.." gumam Satria.
"Kakak kau sudah pulang.." ucap Kenan.
"Ya Ken, dan ada kabar buruk mereka menemukanku.." ucap Sofia.
"Apaa?? siapa yg melihatmu?" tanya Satria semakin khawatir.
"Vall dan William, untung Alfi dapat mencari celah untuk kabur.." ucap Sofia.
"Bagus Al.. kau bisa diandalkan.." ucap Satria.
"Terimakasih paman, tapi karena ketahuan aku harus mengembalikan mobil yg aku sewa untuk menghilangkan jejak.. Sementara aku dan Sofia akan berada di apartemen saja karena mereka akan mulai mengintai kita.." ucap Alfi.
"Baiklah kalau begitu, biar aku dan tim SHIELD yg bergerak.." ucap Satria.
"Ayah aku juga akan membantu.." ucap Sofia.
"Sofia mereka mengincarmu.." ucap Satria.
"Benar kak.. kau harus bersembunyi.." ucap Kenan.
"Aku tak tahan lagi melihat mereka berkeliaran.. tanganku sudah gatal ingin memukul mereka semua.." ucap Sofia.
"Sekali tidak ya tidak!! ingat ayah tak mau kehilangan kau lagi..! ayo Kenan kita pergi.." ucap Satria.
"Ya ayah.. " balas Kenan.
"Al aku titip kakakku, awasi dia jangan sampai kabur.." ucap Kenan.
"Kau tenang saja, kakakmu bukan orang bodoh.." ucap Alfi.
"Baiklah aku pergi.." ucap Kenan.
Selepas kepergian mereka, Sofia nampak mengurung dirinya dikamar. Ia banyak berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini karena ayahnya dan Kenan mulai merahasiakan banyak hal padanya. Saat sedang termenung, pintu kamarnya diketuk Alfi.
Tokk..tok..
"Sofia bisa kita bicara..?" tanya Alfi didepan pintu.
__ADS_1
"Masuklah.." balas Sofia.